Santri Mafia

Santri Mafia
kematian Gino dan ledakan


__ADS_3

sekarang sudah pukul 01:23, Zoya keluar dari rumah sakit dengan stelan pakaian hitam yang di bawakan Diky dan Lance. karena Diky dan Lance sebelumnya sudah melacak keberadaan Gino dan saat ini Zoya berniat untuk mencari Gino.


mereka berangkat tanpa pengetahuan siapapun, Zoya juga menyuntikan obat tidur pada Ummi agar tidak terbangun saat Zoya belum kembali.


"kalian bawa senjata yang ku inginkan?" tanya Zoya


"bawa" kata Diky sambil melemparkan pisau lipat yang sudah di olesi racun


"hanya ini?" tanya Zoya membolak balik kan pisau itu


"ada satu lagi" Lance memberikan pistol dengan merk Colt M1911A1. Zoya menerimanya dengan tersenyum bangga, itu adalah pistol yang di curinya dalam pelelangan.


"bagus!" kata Zoya puas


sampai di sebuah gedung terbengkalai, Zoya mendongak dan memeriksa seluruh sisi gedung itu. apa benar Gino ada disini? ini bukan gayanya!


"kalian bercanda?" tanya Zoya tak percaya


"terakhir kali aku melihatnya berasal di tempat ini. tidak ada salahnya jika kita memeriksa, Gino cukup pintar dalam bersembunyi" kata Lance yang keluar dari mobil


mereka masuk tanpa peduli lagi dengan sekitar, bahkan jika ada seribu orang yang bersembunyi di tempat itu Zoya juga tidak akan mundur! ketika sampai di tengah lorong yang di lewati nya, Zoya melihat mayat seseorang bersimbah darah dengan wajah hancur.


'aku tu Gino yang melakukannya, ini adalah bentuk pelampiasan amarahnya! entah berapa nyawa yang dimilikinya bahkan sudah tertembak beberapa kalipun dia tetap hidup!" batin Zoya menatap mayat yang sangat menjijikkan di hadapannya itu.


mereka melanjutkan langkahnya untuk menemukan keberadaan Gino, tapi sepertinya Gino mengetahui kedatangan mereka dan di sambut dengan meriah. tembakan terdengar di semua sudut lorong, beruntung Zoya cepat berlindung di baling fas. Zoya menarik nafasnya dalam dan kemudian mulai menyerang balik satu persatu arah peluru yang datang. tak ada lagi suara pistol yang terdengar, entah merek semua mati atau sedang menyusun rencana lain. ini bukan saatnya untuk Zoya menyusun rencana karena Zoya datang dengan tanpa rencana dan bermain mengikuti alur yang di ciptakan Gino.


tanpa ampun Zoya membunuh semua yang di lihatnya. karena Zoya juga datang tidak bertiga dan membawa pasukan, jadi Zoya sedikit tenang menyusuri seluruh gedung untuk mencari Gino tanpa perlu hawatir ada lebih banyak yang datang menghalangi nya.


"apa masih belum puas? masih akan bersembunyi di balik semut semut ini?" suara Zoya lantang memenuhi ruangan gelap yang penuh dengan mayat yang telah ia bunuhnya

__ADS_1


prok.. prok.. prok..


suara tepuk tangan terdengar semakin dekat, Zoya tau itu Gino. tapi entah di mana dia karena ruangan yang gelap membuatnya tak terlihat.


"tidak puas kau terus datang mencariku? apa kau masih belum puas jika belum membunuh ku?.. phuft.... hahaha.. ahhaha... !" suara tawa Gino cukup membuat telinga Zoya panas mendengarnya. begitu sangat emosi melihat musuhnya masih tertawa saat ini.


"awalnya aku tak pernah benar-benar ingin membunuhmu! aku hanya ingin mengancam mu dan mencari tau di mana kau menyembunyikan mayat ibuku! tapi cukup!! karena bahkan jika kau menyembunyikannya di ujung langit sekalipun aku juga akan mencarinya! tapi tidak akan ku biarkan kau hidup lagi!!" kata Zoya tajam. Gino keluar dari kegelapan dengan tanpa menggunakan baju. luka bekas tembakan pun masih basah di tubuhnya.


dorr.. ! Aakhh!!..


"tepat mengenai dada atas Gino, tanpa aba-aba Zoya melayangkan pelurunya


"aku tidak percaya jika kau memiliki begitu banyak nyawa! aku ingin lihat apakah peluru dari pistol ku masih tidak akan berpengaruh padamu!" kata Zoya dengan tatapan dingin penuh kebencian


"ah.. kau bahkan menggunakan pistol itu? betapa tingginya kau di matamu sampai untuk membunuhku pun kau menggunakan peluru magnum ini.. ?" kata Gino yang sudah hampir tak berdaya


dor.. ! dor.. !


dughh..


seseorang memukulnya dari belakang, beruntung Zoya tidak pingsan dan kembali menembak ke arah belakang nya dengan cepat.


aahhh...


suara itu! itu milik Genzo! ini kesempatan bagus untuk Zoya. tidak hanya Gino bahkan Genzo pun ada disini.


"bagus!" dorr!


sekali lagi Zoya menembak Genzo dan disitulah suara Genzo tak lagi terdengar. tubuhnya terkapar di lantai dengan darah yang sudah mengalir menyentuh lantai. Zoya berbalik menatap Gino yang sudah hampir kehilangan kesadarannya namun masih menyunggingkan senyum jahatnya

__ADS_1


"kalau begitu kita mati bersama saja menemui ibumu itu!!" kata Gino yang kemudian tak lagi bernafas, itu adalah akhir dari Gino tapi..


"apa maksut dari.. apa dia berniat meledakkan gedung ini!!! sial! Diky dan Lance masih di bawah!!" Zoya segera berlari keluar dari ruangan itu untuk mencari Diky dan Lance, beruntung mereka juga sedang bersiap mencari Zoya ke atas


"cepat keluar!!" teriak Zoya pada mereka semua


"apa? ada apa?" tanya Lance yang berniat menghampiri Zoya yang berlari menuruni tangga


"cepat keluar! tempat ini akan meledak!!" terik Zoya lagi. Lance dan Diky faham apa yang di maksut Zoya, mereka semua kemudian berlari keluar, tapi sayang Bom meledak sebelum Zoya sempat keluar dari gedung itu. Diky bahkan tertimpa reruntuhan saat akan masuk lagi menyelamatkan Zoya. Lance berteriak sejadi-jadinya melihat dia temannya terjebak di dalam gedung yang sudah runtuh karena ledakan yang begitu besar


karena ledakan itu juga banyak yang datang untuk melihat apa yang terjadi, meski jauh dari permukiman warga tetap saja ledakan itu membangun kan mereka dari mimpi mereka.


*


*


*


satu bulan berlalu sejak ledak kan itu tapi Zoya baru membuka matanya, terdengar suara tangis dan keributan di luar. Zoya mencoba mengembalikan seluruh kesadarannya dan menerka apa yang terjadi, kepalanya terasa sangat berat dan pusing tubuhnya terasa kaki dan bahkan dia tak bisa merasakan apapun pada kakinya. setelah beberapa saat Zoya baru tersadar sepenuhnya dan mengingat apa yang sebelumnya terjadi.


"akhh... " gumam Zoya merasa sakit saat menggerak kan kepalanya.


"haus.. apa ada orang disini? aku ingin minum.. " gumam Zoya, namun bahkan perawat pun tak ada disana. Zoya kembali mencoba memutar kepalanya untuk melihat sekitar. tunggu!! yang di lihat Zoya semuanya adalah tubuh yang berbaring tertutup kain putih.


"apa yang terjadi? apa aku sudah mati? lalu kenapa masih sakit? apa orang mati juga masih merasakan sakit? apa benar-benar harus merasa sakit jika sudah mati?.. haus.. air.. " gumam Zoya namun meski beberapa kali mencoba untuk meminta air tak ada yang datang untuk memberikannya air. Zoya pasrah dengan keadaannya dan mencoba menutup matanya berharap dia akan tertidur lagi.


"Zoya!!!" teriak seseorang membuka pintu ruang mayat itu, suara seraknya membuat Zoya susah mengenal siapa itu, tapi saat ini Zoya tak mampu untuk bangun dan melihat siapa yang memanggilnya itu. Zoya hanya membuka mata sayupnya.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Hai guys.. πŸ‘‹πŸ‘‹


semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHORπŸ‘‹πŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2