SASRA WURUK

SASRA WURUK
Persiapan. #2.


__ADS_3

" Baiklah raden, kita sudah dapat memulainya,?" tanya orang yg bertubuh jangkung itu.


" Sudah , guru , telah dapat memulainya, dan Aku berharap guru segera dapat menemukan orang tersebut, " sahut Panglima Raden Naruttala.


Sejenak Lelaki Jangkung itu duduk bersila, ia mulai membaca mantera, sepertinya orang ini tengah mengetrapkan ilmu guna mengetahui keberadaan dari orang yg di cari oleh muridnya itu.


Pangeran Dewangga Sena yg masih memperhatikan orang tersebut merasa bahwa orang ini dapat menjadi ancaman tersendiri buat dirinya dan Panglima Raden Watu Giring.


Sebaiknya sepak terjang orang ini harus di hentikan, berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena.


Ia masih saja memperhatikan apa yg tengah di perbuat oleh orang tersebut. Dalam pandangan sang Pangeran , tubuh lelaki itu mengeluarkan sejenis asap tipis yg nyaris tidak terlihat.


Hehhh,..apa yg tengah di perbuat orang ini , jangan jangan ia tengah melakukan sejenis ilmu sihir untuk mengetahui keberadaan Si Brojo Lungguk itu, kata Pangeran Dewangga Sena dalam hati.


Pandangan matanya tidak lepas dari orang tersebut, dan ketika di lihatnya lelaki tersebut membuka matanya dan berkata yg membuat pangeran Dewangga Sena tersentak.


" Raden Naruttala, ternyata orang kau cari itu berada di sebelah barat , di dalam hutan yg ada di desa Lohsari,." sebutnya.


Hahh, ia sangat tepat menyebutkan tentang keberadaan dari Panglima Watu Giring, sebaiknya beliau harus segera Ku beritahu , ucap Pangeran Dewangga Sena lagi dalam hatinya.


Ia pun segera melesat meninggalkan tempat itu , dengan sangat cepat ia berlari, Pangeran Dewangga Sena menuju tempat dimana Panglima Raden Watu Giring berada .


Memang kali ini ia harus lebih dahulu tiba dari pada para prajurit Medang Kemulan itu.


Sebelum malam itu berlalu, akhirnya Pangeran Dewangga Sena tiba di tempat dimana Brojo Lungguk berada dan tengah di obati oleh Raden Watu Giring.


" Gawat , Paman ,.ternyata keberadaan tempat ini telah di ketahui oleh para prajurit Medang Kemulan itu,." seru Pangeran Dewangga Sena.


" Hehh, darimana , Anakmas Pangeran tahu,..?" tanya Panglima Raden Watu Giring.


Pangeran Dewangga Sena kemudian menceritakan apa yg telah di lihatnya, dan juga mengenai orang yg memiliki ilmu kesaktian yg merupakan guru dari Raden Naruttala.


Semua nya tidak ada yg tertinggal, bahkan Pangeran Dewangga Sena , segera mengatakan kepada Raden Watu Giring agar secepatnya meninggalkan tempat itu.


" Akan tetapi kemana kita harus pergi, Pangeran,.?" tanya Panglima Raden Watu Giring.


Pertanyaan ini ia ajukan mengingat kehebatan dari guru Raden Naruttala ini yg mampu mengetahui keberadaan mereka dalam sekejap saja , jika pun mereka akan berpindah tempat tentunya ia juga akan segera mengetahui nya .


Jadi menurut Raden Watu Giring , akan sia -sia saja jika mereka pergi menghindar.


" Lebih baik kita hadapi saja mereka, Pangeran,.." ucap Raden Watu Giring.


" Jangan Paman, jumlah mereka sangat banyak, dan orang yg mengaku sebagai guru dari Naruttala itu buknalah orang yg sembarangan , kita akan kesulitan untuk menghadapinya,..di tambah lagi keadaan Brojo Lungguk ini pun belum pulih,." ungkap Pangeran Dewangga Sena.


Pemuda tampan ini tengah berpikir keras untuk mendaptakan jalan keluarnya.


" Jika kita harus pergi bersembunyi harus kemanakah kita perginya, Pangeran,.?" tanya Raden Watu Giring.


Pangeran Dewangga Sena tampak sedang memegang dagunya, ia terlihat mondar mandir berjalan di depan pondokan itu, dan ia kemudian berkata,..


" Bagaimana kalau untuk sementara kita bersembunyi di tempat Dewangga selama ini bersembunyi,.dan mudah -mudahan orang tersebut tidak akan mengetahuinya, dan jika pun tahu tentu mereka tidak akan mampu mencapainya ,." ucap Pangeran Dewangga.


" Dimana itu Pangeran , " tanya Raden Watu Giring.


Pangeran Dewangga Sena mengatakan nya dengan pelan ke telinga Raden Watu Giring.


Bekas Panglima dari Kerajaan Medang sungguh terkejut mendengar nya,


" Bukankah tempat itu , sangat sulit untuk di capai, bagaimana dengan Si Brojo Lungguk ini, apakah ia akan dapat kesana sedangkan tubuhnya masih snagat lemah, " ucap Raden Watu Giring.


" Kalau masalah dirinya ,Paman tidak perlu khawatir, biar aku yg membawanya kesana, " ungkap Pangeran Dewangga Sena.

__ADS_1


" Baik. jika memang dirimu akan menyanggupinya , Paman akan setuju" sahut Raden Watu Giring.


Tidak menunggu lama, Pangeran Dewangga Sena segera memondong tubuh begal Brojo Lungguk yg masih lemah itu ke atas pundaknya.


Dan setelahnya dengan sangat cepatnya Sang Pangeran segera melesat meninggalkan tempat itu, ia berlari menuju tempat dimana selama ini bersembunyi.


Gerakan yg sangat cepat ini di ikuti oleh Panglima Raden Watu Giring. Ia pun menyusul dari belakang, namun anehnya, meskipun bekas Panglima kerajaan Medang Kemulan ini mengerahkam seluruh kemampuan larinya, namun ia tetap saja tidak mampu mengejar Pangeran Dewangga Sena yg berlari sambil memikul tubuh dari Brojo Lungguk itu.


Sungguh tinggi ilmu peringan tubuh Pangeran Dewangga Sena , ucap Panglima Raden Watu Giring dalam hati.


Ia sungguh takjub dengan kemampuan yg di miliki putra junjungan nya itu, apalagi setelah mereka memasuki daerah yg curam licin , dan bebatuan yg sangat runcing. Kembali Raden Watu Giring harus berdecak kagum, ia saja yg berlompatan seorang diri sangat kesulitan untuk melalui nya , karena seolah menjadi perangkap saja.


Jika salah sedikit saja, nyawa taruhannya, harus terjatuh ke dalam jurang yg memiliki bebatuan runcing yg akan segera menyambutnya. Tetapi dengan tenangnya, Sang Pangeran melalui nya, bahkan sambil sesekali ia melihat arah belakang. untuk memastikan keadaan dari Raden Watu Giring yg berada di belakangnya.


Agak lama baru keduanya tiba di balik air terjun itu dan langsung masuk ke dalam goa yg ada di tempat itu.


Ketiganya segera disambut oleh Si Putih , ia sempat menggeram sejenak akan tetapi setelah dilihatnya Pangeran Dewangga Sena yg datang ia malah mendudukkan tubuhnya, seolah tengah menghormat.


Semuanya itu di lihat dan di saksiikan oleh Panglima Raden Watu Giring.


" Anakmas , jadi Macan Putih inilah yg dahulu telah mnggegerkan desa Lohsari itu, dengan penunggang nya seorang bocah kecil,.?" tanya Raden Watu Giring.


Pangeran Dewangga Sena mengangguk, ia pun segera menurunkan tubuh dari Brojo Lungguk itu di tempat yg dahulu nya adalah tempat tidur sang Pangeran.


Meski sangat lemah, tetapi Brojo Lungguk mengerti dan tahu tentang keadaan nya, ia menyempatkan diri untuk bertanya,.


" Mengapa kita harus kemari, tuan,.?" tanya nya.


Raden Watu Giring kemudian menjelaskan bahwa saat ini ada seseorang yg telah mampu mengetahui keberadaan mereka, dan ia merupakan Guru dari panglima pasukan Kerajaan Medang Kemulan itu.


Mereka semua berniat untuk mendaptakan kembali dirimu, Brojo Lungguk, oleh sebab itulah sang Pangeran Dewangga Sena berniat bersembunyi sementara di tempat ini, jelas Raden Watu Giring.


Hahh, *******, suatu saat nanti aku akan buat perhitungan sendiri dengan Naruttala itu, bwrkata dalam hati Brojo Lungguk.


Brojo Lungguk yg mendenagrkan nya segera menjawab,.


" Tentu, Aku Brojo Lungguk ini, bersumpah setia sampai mati pada Pangeran Dewangga Sena, dan akan tetap membantu nya hingga titik darah penghabisan,, "


Ucapan yg dinyatakan oleh Brojo Lungguk ini membuat merinding tubuh Raden Watu Giring.


Ia yakin dengan ucapan dari Sang begal, karena bagaimana pun juga, Pangeran Dewangga Sena memang memiliki kelebihan yg patut untuk di teladani.


" Sudahlah saat sekarang ini , adalah bagaimana segera menyembuhkan mu, dan kemudian kita dapat untuk segera mengumpulkan pengikut yg akan dijadikan sebagai seorang prajurit dan ini adalah Persiapan kita untuk menghadapi Kotaraja Medang Kemulan," ungkap Pangeran Dewangga Sena.


Baik Raden Watu Giring dan Brojo Lungguk pun paham dengan apa yg telah di ucpakan oleh Pangeran Dewangga Sena ini. Jika kondisi mereka seperti saat ini, tentu akan sangat kesulitan, bahkan untuk mengahdapi pasukan kecil seperti yg telah di bawa oleh Panglima Raden Naruttala ini, mereka harus segera lari bersembunyi jadi penggalangan kekuatan memang segera di perlukan.


" Pangeran jangan khawatir, setelah diirku sembuh, Aku akan segera mengumpulkam seluruh anak buah ku untuk menjadi pengikutmu, Pangeran,." sahut Brojo Lungguk.


" Bagus Aku sangat senang mnedengarnya, Aku akan segera keluar dari tempat ini, untuk mengetahui keadaan yg ada diatas, juga untuk mengetahaui kemana mereka perginya setelah tidak menemukan kita di pondokan Paman itu,." ungkap Pangeran Dewangga.


Tidak menunggu jawaban dari keduanya, Pangeran Dewangga Sena langsung keluar dari dalam goa itu dan melesat cepat ke atas, gerakan -gerakan yg di lakukan nya sangat cepat dan penuh tenaga, sekejap kemudian ia sudah berada diatas, dalam kawasan hutan desa Lohsari ini.


Pangeran Dewangga Sena memang i melihat keadaan dari Pondokan dari Raden Watu Giring itu.


Cukup lama ia bersembunyi di dekat pondokan itu ,guna menanti kehadiran pasukan Medang Kemulan itu.


Agak kesal rasa di hati Pangeran Dewangga Sena, malam hampir tiba , namun ia tidak juga melihat ada sepasukan prajurit yg datang , jangan kan sepasukan , sesorang pun tidak ada yg datang ke situ.


Hehh, apakah diriku salah dalam melihatnya, bahwa orang itu, sesungguhnya tidak mengetahui tempat ini,berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena.


Namun belum pun rasa kesalnya hilang, tiba -tiba saja telinga nya yg tajam menangkap suara suara orang yg cukup banyak datang menuju tempat itu.

__ADS_1


Hehh, ternyata memang benar , ia mengetahui keberadaan tempat ini, memang hebat orang tua itu, berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena.


Ia tetap saja melihat mereka semua, sampai beberapa prajurit Medang Kemulan untuk memeriksa pondokan itu.


" Cepat periksae tempat itu, tangkap orang yg ada di dalamnya, " teriak Raden Naruttala.


Lima orang prajurit dengan senjata terhunus melaksanakan perintah itu. Namun mereka tidak menemukan siapa pun di dalam pondokan itu.


" Maaf Gusti Raden Naruttala, tidak apa -apa di dalam gubuk ini, " sebut salah seorang Bekel Prajurit.


Hehhh, kemana perginya mereka, padahal menurut guru memang tempat inilah yg telah mereka jadikan tempat persembunyian mereka, kata Panglima Raden Naruttala.


Ia kemudian meninjau langsung tempatnya, ia masih melihat bekas -bekas dari beberapa ceceran darah serta beberapa potongan kain yg tersisa di tempat tersebut.


Memang seprtinya mereka baru saja meninggalkan tempat ini, berkata lagi dalam hati menantu Prabhu Watu Menak Koncar ini.


Kemudian Raden Naruttala turun dari pondokan tersebut, ia mendekati lelaki jangkung yg merupakan gurunya itu.


" Kemana perginya mereka Guru, apakah ada pengkhianat, dalam pasukan ku ini, ?" tanya Panglima Raden Naruttala.


Sejenak kemudian orang yg di panggil gurunya ini mengetrapkan lagi ilmunya guna dapat menelusuri kemana perginya orang orang yg ada dalam pondokan itu.


Cukup lama, ia berusaha untuk mengetahui nya, sampai akhirnya,.


" Bagaiamana menrutmu Guru, kemana perginya mereka , " seru Panglima Raden Naruttala lagi.


Tampak lelaki jangkung itu menggelengkan kepalanya,


" Aku tidak tahu kemana perginya, ada sesuatu yg menghalangi mata bathinku, tidak dapat menembus nya, nampaknya orang tersebut memang memiliki ilmu yg sangat tinggi,." ungkap Lelaki Jangkung itu.


" Hahhh,. "


Panglima Raden Naruttala tersentak kaget, padahal is sudah sangat mempercayakan sepenuhnya kepada gurunya itu, tetapi ternyata ia juga tidak dapat di harapkan.


Apa yg harus Ku perbuat untuk mendapatkan Si Brojo Lungguk itu,apa yg akan dikatakan oleh Ramanda Prabhu , jika persoalan sepele seperti ini diriku tid mampu mengatasi nya, mau di taruh mana wajah ku ini,..berkata dalam hati Panglima Raden Naruttala.


Sungguh hati menantu Prabhu Watu Menak Koncar ini menjadi tidak menentu , karena orang yg di carinya tidak dapat di temukannya.


" Raden , apakah ssebegitu berharga nya nyawa dari Brojo Lungguk itu, bukankah ia hanya seorang begal yg tidak terlalu membahayakan Kerajaan Medang Kemulan ,.?" tanya Lelaki Jangkung itu.


" Guru, si Brojo Lungguk itu adalah begal yg telah menghabisi seluruh prajurit Medang Kemulan yg di tugaskan menarik pajak di Cempogo beberapa waktu lalu, itu aritnya ia telah mencoreng kewibawaan Ramanda Prabhu, seorang begal dapat berkehendak sesuka hatinya tanpa dapat hukuman, jangankan hukuman , menangkap nya pun ternyata sangat sulit, Hehhh,.." terang Panglima Raden Naruttala.


Lelaki tua yg bertubuh jangkung itu terdiam, ia merasa bersalah tidak mampu untuk membantu muridnya itu.


Agar Sang murid yaitu Panglima Raden Naruttala tidak semakin jengkel terhadap nya berkatalah , lelaki itu,.


" Begini saja , Raden , serahkan urusan Brojo Lungguk ini kepadaku, Raden kembali saja ke Kotaraja , katakan kepada Gusti Prabhu bahwa Raden telah berhasil membunuhbya, nanti urusan nya biar aku yg menyelesaikannya," jelas Lelaki Jangkung itu.


" Jika Ramanda Prabhu meminta bukti,..apa yg akan ku berikan, ?" tanya Panglima Raden Naruttala.


" Raden dapat memberikan ini,." sahut Lelaki tua bertubuh jangkung itu.


Ia menyerhkan seutas tali pendek kepada panglima Raden Naruttala, ia juga membisiki sesuatu ke telinga Raden Naruttala itu.


" Baiklah ,. secepatnya diriku ingin mendapatkan berita gembira dari guru, karena kami akan segera kembali ke Kotaraja Medang Kemulan,." jawab Panglima Raden Naruttala.


" Ya, ya , silahkan Raden kembali , biar urusan fi Cempogo dan Lohsari ini aku yg menanganinya,." balas Lelaki tua bertubuh jangkung.


Dan semua nya itu tidak lepas dari pengamatan Pangeran Dewangga Sena.


Suatu kesempatan yg baik, jika pasukan itu di tarik pulang ke Medang Kemulan, aku akan menjajal kemampuan dari Orang tua itu ,berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena,.ia meras penasaran dengan lelaki itu, terlebih kemampuan nya yg dapat menelusuri jejak jejak orang dengan ilmunya.

__ADS_1


" Bagus,.." seru sang Pangeran.


__ADS_2