
" Prajurit , periksa keadaan disana, apakah mereka memang masih berada disana dan kalau memang iya, berapa jumlah mereka,.!" seru Prabhu Dewangga Sena.
Ia memerintahkan kepada dua orang prajurit Pakuwan Pamintihan untuk melihat keadaan yg ada di hadapan mereka.
" Sendika Dawuh Gusti Prabhu,.!" ucap kedua prajurit itu sambil menjura hormat kepada Prabhu Dewangga Sena.
Lantas mereka berdua mendekati cahaya api yg nampak masih menyala.
Dalam keremangan cahaya merah mentari keduanya berjalan dengan sangat hati -hati mendekati asal cahaya api itu.
Kedua nya berusaha untuk tidak di ketahui oleh pihak musuh.
Sebagai seorang prajurit pilihan gerakan mereka memang sangat terlatih sekali, keduanya tanpa menimbulkan suara semakin dekat saja , akan tetapi ketika sudah cukup dengan cahaya merah terang itu hati mereka mulai merasa aneh , karena tidak siapa pun di tempat tersebut.
" Aneh, mengapa tidak ada orangnya,..!" ucap prajurit Pakuwan Pamintihan ini kepada teman nya.
" Apa tidak sebaiknya kita lebih mendekat lagi kakang ,.!" balas temannya.
" Nanti dahulu, siapa tahu ini jebakan , kita harus memastikan apakah keadaan memang benar-benar aman,.!" sahut tenan nya lagi.
Keduanya pun menunggu cahaya mentari benar benar telah terang, sehingga mereka dapat melihat sekeliling nya dengan jelas.
Setelah memastikan memang tidak ada orang di tempat tersebut, keduanya melangkah mendekati cahaya api yang mulai meredup itu.
Mereka melihat beberapa rumah yg telah hancur di lahap si jago merah.
" Aneh, tampaknya rumah -rumah ini sudah lama di bakar dan kini tinggal puing -puing saja,.!" kata salah seorang prajurit pakuwan Pamintihan ini.
Mereka terus saja mendekati cahaya api yg masih menyala namun sudah mulai mengecil.
Setibanya di tempat itu keduanya tidak menemukan siapa pun juga.Prajurit Pakuwan Pamintihan ini memeriksa sebentar tempat tersebut baru kemudian mereka kembali lagi ke pasukannya.
" Bagaimana, apa yg telah kalian temukan,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena kepada prajurit tersebut.
" Ampunkan kami Gusti Prabhu, ternyata cahaya api itu adalah bekas penerangan dari para prajurit kerajaan Nuwala, namun tampaknya mereka telah meninggalkan tempat tersebut,..Gusti,..!" jelas Prajurit tersebut.
" Darimana kalian menyimpulkan demikian, apa itu bukan usaha mereka untuk memulai penyerangan ke Kerajaan Chandra Bhaga ini,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena.
Prajurit pakuwan Pamintihan yg telah melihat keadaan dari dekat tadi menjelaskan dengan sangat rinci bahwa tamoaknya desa tersebut sudah beberapa hari mengalami kehancuran sedangkan cahaya api yang mereka lihat itu adalah dari cahaya api yang tengah di buat oleh pasukan yang sangat besar dan tampaknya memang berasal dari Kerajaan Nuwala.
"Darimana kalian yakin itu adalah pasukan dari Nuwala, apa tidak mungkin itu pasukan dari Kalingga Phura,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena yg pemasaran.
" Tidak mungkin itu pasukan dari Kalingga Phura Gusti Prabhu, karena kami melihat ada jejak jejak kaki gajah disana , sementara pasukan dari Kalingga Phura tidak membawa seekor gajah pun,.!" jelas prajurit tersebut.
" Jadi menurut kalian berdua , pasukan yang baru saja meninggalkan desa itu adalah pasukan induk dari kerajaan Nuwala yg di pimpin oleh Prabhu Banyak Wulung, begitu maksud kalian,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena lagi.
Ia semakin penasaran dengan apa yg telah di ucapkan oleh prajurit nya ini.
" Benar Gusti Prabhu, tampaknya memang pasukan yang baru berangkat itu adalah pasukan induk dari kerajaan Nuwala, dan kemungkinan nya memang di pimpin oleh Prabhu Banyak Wulung,..!" jawab Prajurit ini.
Sejenak Prabhu Dewangga Sena berpikir , ia tentu tidak ingin segera bertemu dengan induk pasukan dari kerajaan Nuwala yg tentu saja dalam jumlah yang sangat besar, sedangkan saat ini pasukan yang di bawanya hanya sedikit saja meskipun mereka adalah prajurit terlatih dan terpilih tetapi jika harus bertemu induk pasukan musuh sama artinya bunuh diri.
" Bekel dan para prajurit , siapakah diantara kalian yang mengetahui jalan pintas untuk segera sampai ke kotaraja Chandra Bhaga tanpa harus melalui jalan utama ini,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena kepada seluruh pemimpin prajurit nya.
Memang sebenarnya dari pasukan nya ini adalah prajurit yang sering atau setidaknya pernah ke Kotaraja Chandra Bhaga.
" Ampun kan hamba Gusti Prabhu, hamba tahu jalan pintas yg jarang di lalui oleh orang awam, sebab jalan tersebut memang sangat sulit untuk di lalui,..!" ucap salah seorang Bekel prajurit pakuwan Pamintihan.
" Baiklah , segera lah dirimu berjalan di depan , bawa seluruh pasukan ini mengikuti mu, dan untuk kalian berdua segera lah kembali ke induk pasukan pakuwan Pamintihan , sampaikan hal ini kepada Paman Rakai Parumping,.!" perintah Prabhu Dewangga Sena.
Ia telah memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju Kotaraja Chandra Bhaga melalui jalan pintas, dan juga mengirimkan dua orang prajurit untuk menyampaikan hal ini ke induk pasukan nya yg masih berada jauh di belakangnya.
__ADS_1
Sementara ia memimpin terus perjalanan pasukan Pamintihan ini melalui jalan yang memang sangat sulit untuk di lalui, pasukan ini bergerak agak lebih ke utara dan menjauhi induk pasukan musuh yang mereka yakini berada di depan mereka.
Namun yg masih menjadi pertanyaan penguasa kerajaan Medang Kemulan ini, Dimanakah pasukan dari Kerajaan Kalingga Phura, apakah mereka telah tiba di Kotaraja Chandra Bhaga atau malah masih tertinggal di belakang mereka.
Berangkat lah mereka dengan seorang prajurit sebagai penunjuk jalan nya.
Memang jalan tersebut sangat sulit untuk di lalui , jalanan nya terdiri dari tebing tebing terjal dengan bebatuan yang sangat runcing
Jalannya pun menanjak dan sesudahnya harus melalui lembah yang cukup curam.
Demikian lah , setelah seharian berjalan , pasukan yang dipimpin oleh Prabhu Dewangga Sena ini melihat debu mengepul ke udara sangat banyaknya.
" Gusti Prabhu, tampaknya itulah induk pasukan dari kerajaan Nuwala,.!" seru salah seorang Bekel prajurit, sambil menunjuk ke arah bawah.
Dan Prabhu Dewangga Sena pun melihat ke arah yang telah di tunjukkan itu.
Ia melihat ke arah bawah dan nampaklah serombongan prajurit yang dalam jumlah besar bergerak perlahan mendekati Kotaraja Chandra Bhaga.
" Apakah kita akan berhenti Gusti Prabhu,..?" tanya salah seorang Senopati Pakuwan Pamintihan.
" Tidak, kita harus mendahului mereka ,boleh jadi pasukan ini adalah pasukan terakhir yang datang sedangkan pasukannya yg lain telah di Chandra Bhaga,..!" sahut Prabhu Dewangga Sena.
Mereka terus saja berjalan, dan secara jarak, pasukan yang di bawa oleh sang Prabhu ini lebih dekat ke Kotaraja Chandra Bhaga.
Sampai menjelang senja barulah mereka tiba di sebuah gumuk yg agak tinggi lagi sehingga dapat memandang ke bawah lebih jelas lagi.
Dan kembali pasukan ini melihat pergerakan sebuah pasukan yang dalam jumlah besar pula.
" Bukankah itu adalah pasukan dari kerajaan Kalingga Phura,.!" seru salah seorang prajurit.
Memang tampak dari tunggul dan kelebet yg mereka bawa bahea pasukan itu memang dari kerajaan Kalingga Phura.
" Prajurit segera hampiri pasukan itu ,katakan kepada mereka bahwa di belakang ada pasukan induk dari kerajaan Nuwala,..!" seru Prabhu Dewangga Sena.
" Sendika Dawuh Gusti Prabhu,..!" ucap prajurit itu.
Ia pun segera melarikan kuda tunggangan nya menuruni gumuk itu berusaha mendekati pasukan yang tengah berjalan ini.
Sementara pasukan yang dipimpin oleh Prabhu Dewangga Sena tetap saja berjalan terus tanpa harus berhenti di Gumuk itu.
Sementara di depan gerbang Kotaraja Chandra Bhaga , telah ada sepasukan prajurit dari Kerajaan Nuwala yg dipimpin oleh Panglima Gatra Yudapaksa , saat senja telah menyapa pasukan ini segera memasang perkemahan di dekat benteng Kotaraja Chandra Bhaga ini.
" Kita menunggu induk pasukan dan berkemah di sini saja,.!" seru Panglima Gatra Yudapaksa kepada parw prajurit nya.
Kedatangan pasukan ini bukannya tidak di ketahui oleh Ratu Pawawaitra Kirana dan seluruh pembesar kerajaan Chandra Bhaga ini.
Mereka segera melakukan sidang mendadak.
" Apa yg harus kita lakukan , Paman Patih,..?" tanya Ratu Pawawaitra Kirana gusar.
" Ahh, mungkin sebaiknya kita menyerah saja Gusti Ratu,..!" sahut Patih Rabuk Watu Puluh.
Dan mendengar pernyataan dari Patih nya ini wajah Ratu Pawawaitra Kirana menjadi merah, ia amat tidak senang mendengar nya.
" Aneh ,..benar -benar aneh kamu ini paman Patih, setelah apa yg terjadi dengan kawula Chandra Bhaga di perbatasan dan sepanjang jalan , kita harus menyerah,..apa tidak ada cara lain yang lebih baik,..!" seru Ratu Pawawaitra Kirana keras.
Suaranya memenuhi ruangan istana Chandra Bhaga ini.
Ratu Pawawaitra Kirana kemudian mengalihkan pandangan nya kepada dua orang Senopati nya, dan tidak mau memandang ke arah Patih Rabuk Watu Puluh.
" Apa pendapat kalian berdua, apakah kita memang sudah siap untuk berperang,.. Senopati Loh Giri dan Senopati Loh Danta,..?" tanya Ratu Pawawaitra Kirana masih dengan nada yang tinggi.
__ADS_1
Kedua Senopati kembar dari kerajaan Chandra Bhaga saling berpandangan baru kemudian menjura hormat dan berkata,.
" Ampunkan kami Gusti Ratu,.. memang saat ini mau tidak mau para prajurit telah siap untuk berperang,..meski dalam jumlah kita kalah jauh dengan pasukan kerajaan Nuwala itu , Gusti Ràtu,..!" ucap Senopati Loh Danta.
" Bagus,..!" seru Ratu Pawawaitra Kirana mendengar pernyataan dari Senopati nya ini.
Dan kemudian Senopati Loh Giri pun menambahkan lagi ucapan saudara kembarnya ini , ada berita yg cukup menggembirakan yg datangnya dari kerajaan Kalingga Phura, bahwa mereka telah mengirimkan pasukan nya untuk membantu mereka.
Terbersit rasa senang dari pancaran mata Ratu Pawawaitra Kirana, ia lebih lanjut bertanya mengenai pasukan dari Pakuwan Pamintihan.
" Lalu bagaimana dengan Pakuwan Pamintihan, apakah ada khabar dari mereka,..?" tanya nya kepada Senopati nya ini.
Kedua Senopati kembar ini menggeleng kan kepalanya , memang sampai saat ini belum ada khabar dari Pakuwan Pamintihan itu sendiri sehingga mereka berdua menggeleng lemah.
" Belum ada Gusti Ratu, dan mudah mudahan besok kami akan mendapatkan berita nya dari para prajurit Kalingga Phura yg sudah mendekat itu,..!" ucap Senopati Loh Danta.
" Mudah mudahan, dan kalian berdua siapkan pula perbekalan untuk pasukan kita dan pasukan yang akan datang membantu itu,.!" ungkap Ratu Pawawaitra Kirana.
Ia memerintahkan kepada dua orang Rakryan Mahamantri demung yg menangani bagian dalam istana , mereka berdua pun menganggukkan kepalanya tanda siap menjalankan perintahnya.
Dalam hati dari Ratu Pawawaitra Kirana terbersit kekuatan yang baru, dan ini timbul setelah mendengar adanya bantuan dari Kerajaan Kalingga Phura yg telah datang pula.
Dan ia juga berdoa agar dapat khabar yg baik dengan kedatangan dari pasukan Pakuwan Pamintihan.
Jika memang kakang Akuwu Manik Rangga dan Kangmbok Ratu memang masih menganggap diriku ini adalah kerabatnya tentu mereka juga akan mengirimkan pasukan nya kemari, berkata dalam hati Ratu Pawawaitra Kirana itu.
Memang malam itu belum terlalu larut cahaya bulan telah nampak menggantung di langit Chandra Bhaga.
Keindahan yang di tampilkan nya tidak sejalan dengan apa yg ada di hati penduduk Kotaraja Chandra Bhaga ini.
Malam itu terasa mencekam setelah adanya pasukan yang datang dari kerajaan Nuwala dan membangun perkemahan di luar benteng Kotaraja Chandra Bhaga ini.
Tampaknya Prahara di kerajaan ini sudah tidak dapat di hindari lagi, perang antara Nuwala dan Chandra Bhaga memang tidak dapat di hindarkan lagi.
Banyak sudah penduduk Kotaraja yg mengungsi meninggalkan rumah rumah mereka , karena mereka telah mendengar keganasan yg di timbulkan oleh pasukan yg di pimpin oleh Prabhu Banyak Wulung itu.
Sedangkan saat itu pula , Prabhu Dewangga Sena berhenti sudah tidak terlalu jauh lagi dari Kotaraja Chandra Bhaga.
Ia mengumpulkan semua berita yg di perolehnya dari para prajurit yg di kirimkan.
Dari Prajurit yg mendatangi pasukan Kerajaan Kalingga Phura , sang Prabhu menerima berita bahwa Panglima Jangka Aisnawa sangat berterima kasih terhadap Prabhu Dewangga Sena karena telah memberitahukan bahwa ada induk pasukan pasukan musuh yang berada di belakang mereka, yg sebelumnya tidak mereka ketahui.
" Jadi panglima Jangka Aisnawa tidak mengetahui bahwa ada pasukan yang berada di belakang mereka, begitu maksudmu prajurit,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena tidak mempercayai nya.
" Benar Gusti Prabhu, Panglima Jangka Aisnawa mengira seluruh pasukan dari Kerajaan Nuwala telah berada di Kotaraja Chandra Bhaga, mereka tidak menyangka ada lagi pasukan yang tertinggal di belakang,.!" jawab Prajurit tersebut.
Sedangkan yg dikirimkan ke pasukan panglima Rakai Parumping menyebutkan, keadaan pasukan itu memang berjalan sangat lamban mungkin baru setelah dua hari lagi mereka akan sampai di Kotaraja .
Jadi sebaiknya pasukan yang di bawa oleh Prabhu Dewangga Sena ini lah yg terlebih dahulu membantu kerajaan Chandra Bhaga.
" Apakah mereka mengetahui ada pasukan yg berada di depan mereka ,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena lagi.
" Kami sudah memberitahukan nya Gusti Prabhu,..bahwa ternyata induk pasukan kerajaan Nuwala tidak berada jauh di depan mereka,..!" jelas prajurit tersebut.
" Bagus, kalau begitu kini kita harus membuat hubungan dengan Ratu Pawawaitra Kirana agar mereka setidaknya dapat bertahan selama mungkin jika pasukan kerajaan Kalingga ini menyerang , nanti pasukan kita dengan pasukan dari kerajaan Kalingga Phura akan memberikan tekanan dari arah belakang mereka,..!" terang sang Prabhu.
Malam pun semakin larut dengan suara burung burung malam yg nampak sedang menikmati indahnya terang bulan meski belum purnama.
Hanya semalam lagi waktu itu akan tiba.
Dan artinya perang pun akan segera terjadi.
__ADS_1