
Pemuda itu terus saja membawa tubuh putri Dyah Wikamini yg sedang pingsan ini ke tempatnya.
Di sebuah pondokan yg sangat terpencil di dalam sebuah hutan yang cukup pepat dengan pepohonan, pemuda itu meletakkan tubuh Putri Dyah Wikamini.
Dan dari arah dalam pondokan itu keluarlah seorang wanita cantik yang berusia tidak muda lagi.
" Siapa yang kau bawa itu ,. anakku,.?" tanya nya kepada si pemuda.
" Entahlah ibunda, seperti nya aku mengenal nya akan tetapi dimana, aku sendiri tidak ingat ibunda nya,..!" sahut Pemuda itu.
" Baiklah kalau begitu , biar ibunda periksa lebih dahulu,.!" ucap Ibundanya.
" Silahkan ibunda,..!" jawab pemuda itu.
" Tolong ambilkan pakaian ibu di dalam , !" ucap perempuan itu lagi.
" Baik ,..ibunda,..!" kata pemuda itu.
Ia pun melangkah masuk ke dalam pondokan nya guna mengambil pakaian yang di minta oleh ibunya tersebut.
Sedangkan perempuan yang merupakan ibunya ini segera memeriksa keadaan tubuh Putri Dyah Wikamini yg sedang pinsan itu.
Ketika dia membalikkan tubuh tersebut,.alangkah terkejutnya ia,..
" Wikamini,..!" serunya keras.
Ia pun segera memeriksa seluruh tubuh putri Prabhu Watu Menak Koncar ini. Setelah cukup , ia kemudian melepaskan satu persatu pakaian yang di kenakan oleh Putri Dyah Wikamini hingga polos tidak ada yg tersisa.
Sementara pemuda yang pertama kali membawa tubuh Putri Dyah Wikamini segera keluar dari dalam ketika ibunya tadi berteriak dengan keras.
" Ada apa ibunda,..apakah dirimu mengenalnya,..?" tanya nya.
" Sudah , cepat kau berikan pakaian itu dan jangan melihat kemari ,.!" sahut ibundanya.
Pemuda itu menyerahkan pakaian yang di minta oleh ibunya tersebut , dan langsung saja perempuan paruh baya yang masih memiliki kecantikan itu memakaikannya ke tubuh Putri Dyah Wikamini .
Si Pemuda nampak duduk dan membelakangi kedua perempuan tersebut.
Selesai sudah , perempuan itu memakaikan baju untuk Putri Dyah Wikamini , kemudian ia menghampiri putranya ini seraya berkata,.
" Anakku, Turangga Sena, tahukah dirimu bahwa orang ini adalah saudara sepupu mu,..!" ujarnya.
Pemuda tersebut sontak saja kaget mendengarnya,.
" Sepupuku,..!" serunya .
Sambil menganggukkan kepalanya perempuan tersebut berkata lagi.
" Yeah, dia ini adalah saudara sepupu mu, orang ini adalah Putri Dyah Wikamini anak dari Kangmas Prabhu Watu Menak Koncar,..!" terang Perempuan tersebut.
Mendengar nama terakhir tadi di sebutkan raut wajah pemuda itu berubah murung , ia sangat membenci nama itu.
" Tidak ,.. Aku tidak memiliki saudara dengan si******* itu,..ibunda,..!" tukasnya dengan keras.
Ia sampai berdiri dan mengepalkan sebelah tangan nya,. terlihat pemuda itu memukulkan nya ke sebuah tiang pondokan tersebut.
" Sudahlah ,.tenangkan lah dirimu,.Rangga,.. walaupun bagaimana pun juga ia memang masih saudara mu, suka atau tidak suka,..!" jelas ibundanya.
" Ibu,.. apakah pantas orang itu di katakan sebagai seorang saudara sementara dia telah menyusahkan kita berdua ,. Aku tidak sudi mengakui nya sebagai seorang saudara , terserah kepada ibunda,..!"jawab pemuda itu.
Sambil ia memandangi ke arah putri Dyah Wikamini yg masih terbaring pingsan.
Perempuan tersebut selanjutnya menjelaskan kepada putranya ini agar tidak menyimpan dendam. Sebab jika kita masih menyimpannya tentu diri kita sendiri lah yg akan susah di buatnya.
" Akan tetapi , ibunda ,..apakah dirimu sanggup menerima perlakuan mereka itu,..?" tanya Pemuda itu lagi.
Dan dengan tersenyum , perempuan yang sudah tidak muda itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Ibu memang telah memaafkan perbuatan mereka ,terlebih atas perlakuan mereka kepada Ramanda mu itu,.anakku,.. sudahlah,..kita lihat dahulu mengapa dirinya bisa tiba di tempat ini, apakah telah terjadi sesuatu di Kotaraja Medang Kemulan, sebaiknya kita akan mengetahuinya jika ia telah sadar nanti, sana pergilah cari reramuan obat -obatan, agar ibu dapat mengobatinya,..!" terang Ibundanya.
__ADS_1
" Baik,..ibunda,.Aku akan pergi dahulu,..!" jawab pemuda itu.
Ia pun meninggalkan pondokan nya dan masuk ke dalam hutan itu lebih jauh lagi.
Sedangkan perempuan itu tampak sedang mengurut tubuh Putri Dyah Wikamini di beberapa bagian.
Akhirnya jalan pernafasan serta air yg cukup banyak telah di minum oleh Putrie Prabhu Watu Menak Koncar itu keluar semua.
Perlahan , nampak dada Putri Dyah Wikamini naik turun dengan teratur pertanda pernafasan telah membaik setelah sebelum nya , tidak terlihat sama sekali.
Menjelang sore, pemuda itu telah kembali dan dilihatnya perempuan yang di bawa nya dari tepian sungai ini menggeliat, ia sepetinya akan siuman.
" Ibu,..ibu,..orang ini tampak nya akan sadar dari pingsan nya,..!" teriak nya.
Buru -buru perempuan itu keluar dari dalam dan menghampiri mereka.
Ia kembali mengurut beberapa titik nadi dari Putri Dyah Wikamini ini, perlahan namun pasti Putri Prabhu Watu Menak Koncar ini membuka matanya,..
" Di,.. di,.dima,..na,.. Aku ini,..!" ucap Putri Dyah Wikamini terbata bata.
Ia menoleh ke samping dan pandangan nya tertumbuk pada perempuan yang bersda di sebelahnya itu.
" Si,..si,.. siapa kau,..ini,..!" katanya lagi.
Ia memang belum pulih benar termasuk pandangan nya sehingga masih belum terlalu jelas.
" Ini aku,..Wikamini,..bibimu,..!" ucap perempuan itu.
Putri Dyah Wikamini kembali memandangi perempuan yang ada di sebelahnya itu, dan alangkah terkejutnya ia ketika matanya benar benar melihat dengan jelas.
" Bibi Ratu Tunggarani..!" serunya girang.
Sampai tubuhnya bangkit dan memeluk perempuan itu yg memang tiada lain adalah Ratu Ayu Tunggarani ,..adik dari Prabhu Watu Menak Koncar sendiri.
" Iya, ini bibi,..tenanglah , dirimu aman disini,.. sudahlah beristirahat lah dahulu jangan paksakan untuk bangkit,.. Wikamini,..!" jawab perempuan itu.
Dengan menitikkan air matanya, Putri Dyah Wikamini kemudian menceritakan tentang nasibnya dan keluarganya,..ia mengatakan bahwa orang tuanya , telah tewas , sementara ibundanya telah tertawan oleh musuh.
" Hei. siapakah orang yang telah sanggup melakukan hal itu terhadap seluruh keluarga Kangmas Watu Menak Koncar,..Wikamini,..,?" tanya nya heran.
"Bibi Ratu,.orang yang telah melakukan nya adalah Pangeran Dewangga Sena putra dari Prabhu Kreshna Yuda,..!" jawab Putri Dyah Wikamini lagi.
" Hehhh,..!"
Lagi lagi Ratu Ayu Tunggarani sangat terkejut mendengar nya, karena bagaimana pun juga ia menjadi sangat senang mendengar nya, meskipun Pangeran Dewangga Sena itu adalah anak tirinya, tetapi ia merasa bahwa putra Prabhu Kreshna Yuda itu adalah anak juga.
Demikian pula dengan Pangeran Turangga Sena yg mendengar ucapan dari Putri Dyah Wikamini tadi, ia sangat senang mendengar nya, tetapi ketika ia melihat kepada Putri Prabhu Watu Menak Koncar ini ,hatinya menjadi sedih juga.
Ahh,apa perduli ku, toh,.. Prabhu Watu Menak Koncar telah merampas tahta Medang Kemulan ini dari tangan Ramanda Prabhu, betapa buruknya sikapnya itu, sehingga telah mampu menusuk Ramanda Prabhu dari belakang, padahal Ramanda telah berbuat baik terhadapnya,..beruntung Kangmas Pangeran Dewangga Sena berhasil membunuhnya,..berkata dalam hati Pangeran Turangga Sena .
Binar binar kebahagiaan terpancar dari wajahnya,.meskipun secara langsung ia belum pernah bertemu dengan saudara nya yg lain ibu itu , tetapi dalam hatinya ia merasa bahwa Pangeran Dewangga Sena yg sesungguhnya adalah seorang yg sangat baik berbeda dengan sikap Paman nya itu.
Tetapi kebahagiaan dari Pangeran Turangga Sena ini tidak ia tampakkan kepada Putri Dyah Wikamini, bagaimana pun juga ia tidak mau ada benturan dengan saudara sepupunya itu yg kelihatan nya sangat membenci Kakaknya.
" Wikamini ,.. selanjutnya akan kemanakah dirimu pergi,..?" tanya Ratu Ayu Tunggarani.
" Wikamini akan ke Kalindih ,. bibi,..Aku akan meminta kepada Pamanda Akuwu untuk mau membantuku menuntut balas atas kematian Ramanda Prabhu juga Kangmas Naruttala,..Bi,..,!" jelas Putri Dyah Wikamini.
Dari sorot matanya menampakkan dendam yang membara terhadap Pangeran Dewangga Sena yg telah berhasil membunuh Prabhu Watu Menak Koncar , orang tua nya ini.
" Jika memang demikian halnya, Bibi tidak dapat mencegah mu, hanya satu pesan bibi, berangkatlah setelah tubuh mu benar benar sehat dan baik,..!" ucap Ratu Ayu Tunggarani.
" Baik,.Bi,..!" sahut Putri Dyah Wikamini.
Sehingga sampai sepekan , Putri Dyah Wikamini masih berada di pondokan Ratu Ayu Tunggarani dan Pangeran Turangga Sena.
Setelah merasa sehat benar, Putri Prabhu Watu Menak Koncar ini pamitan kepada bibinya, Ratu Ayu Tunggarani untuk segera ke Pakuwan Kalindih.
" Jika memang demikian, bibi tidak dapat mencegahmu, semoga dirimu selamat sampai ke Kalindih , salamku kepada Kangmas Menak Kober,..!" ucap Ratu Ayu Tunggarani.
__ADS_1
Wajahnya terlihat berkaca-kaca, setelah Putri Dyah Wikamini akan meninggalkan tempat nya itu.
Ratu Ayu Tunggarani pun memerintahkan putra nya untuk mengantar saudara sepupu nya itu keluar dari wilayah kerajaan Medang Kemulan hingga sampai ke perbatasan Pakuwan Kalindih.
Meski jarak tersebut tidaklah dekat ,akan tetapi Pangeran Turangga Sena menyanggupinya.
Ia memang harus mengawal Putri Dyah Wikamini itu berdasarkan pesan ibundanya, mau tidak mau ia harus melaksanakan nya. Ratu Ayu Tunggarani mengerti perasaan Putra nya ini, tetapi ia tidak terlalu memperdulikan nya.
Jadilah Pangeran Turangga Sena menjadi pengawal Putri Dyah Wikamini yg melakukan perjalanan untuk keluar dari wilayah Kotaraja Medang Kemulan ini.
Setelah melakukan perjalanan selama dua hari , sampailah mereka di perbatasan antara wilayah Kotaraja Medang Kemulan dengan Pakuwan Kalindih di sebelah selatan.
" Kangmbok Putri,.hingga disini diriku menemani mu, untuk selanjutnya dirimu dapat melakukan perjalanan sendiri, karena tidak akan mungkin lagi para prajurit dari Pakuwan Pamintihan itu sampai kemari,..!" ucap Pangeran Turangga Sena.
Pemuda berwajah bagus ini melihat kearah depan dimana terdapat sebuah kali kecil yang menjadi perbatasan antara dua wilayah itu.
" Terima kasih,..Rayyi Rangga,,.bantuan mu ini dan bibi sangat menolongku,.jika tidak ada kalian berdua telah tidak ada lagi di dunia ini,.!" ungkap Putri Dyah Wikamini.
" Sama -sama ,.Kangmbok,..kita memang harus saling tolong menolong,..apalagi kita ini memang bersaudara..!" sahut Pangeran Turangga Sena.
Meskipun di dalam hatinya masih tersimpan perasaan tidak senang dengan keluarga Prabhu Watu Menak Koncar itu termasuk dengan Putri Dyah Wikamini ini , akan tetapi ia tidak menunjukkan nya.
Dalam hati pemuda itu sangat girang sekali, sebab ia akan segera mendatangi Kotaraja Medang Kemulan untuk menemui kakaknya Pangeran Dewangga Sena.
Mudah mudahan ia mau menerima ku, berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena .
Ia nampak senyum -senyum sendiri.
" Ehh, apa yang membuatmu tersenyum begitu , Rayyi Rangga, adakah sesuatu yang membuat senang ,..?" tanya Putri Dyah Wikamini.
" Ahh, ehh,..tidak,..aku hanya teringat dengan ibunda yg mengatakan bahwa sudah sepatutnya lah diriku ini menjadi seorang prajurit, akan tetapi ku tolak, diriku sangat tidak suka dengan yg namanya peperangan apalagi pembunuhan ,..!" jelas Pangeran Turangga Sena berbohong.
Ia memang tidak mungkin menceritakan apa yg telah membuatnya senang itu, takut membuat saudara sepupunya ini tersinggung.
" Apakah dirimu tidak berniat mengantar kakak mu ini ke Kalindih sekaligus sowan terhadap Pamanda Akuwu Watu Menak Kober,.. bukankah sudah cukup lama dirimu dan bibi tidak pulang ke Kalindih,..?" tanya Putri Dyah Wikamini.
Pangeran Turangga Sena sempat terdiam setelah mendengar ucapan darie saudara sepupunya itu, ia merasa ada kerinduan akan tempatnya sewaktu ia masih kecil berada, akan tetapi jika ia terkenang akan perlakuan dari paman nya, yaitu Prabhu Watu Menak Koncar pada waktu itu, hatinya terasa sakit.
Ia sangat tahu bagaimana ibundanya berjuang sendiri melawan ketidakadilan yang telah di lakukan oleh saudara tua ibundanya tersebut.
Sehingga mereka harus melarikan diri dari Pakuwan Kalindih dan bersembunyi di tempatnya sekarang ini,.memang waktu itu sudah cukup lama berlalu, namun bekas nya terasa masih sangat baru sekali.
Goresan luka di hatinya dan juga ibundanya masih sulit untuk d lupakan.
" Tidaklah , kangmbok,.nanti kami berdua bersama ibunda Ratu akan sowan ke sana , jika nanti ibunda telah siap,..!" jawab Pangeran Turangga Sena.
" Baiklah jika memang demikian, kangmbok akan pergi, sampaikan salamku pada bibi,..nanti suatu saat Kangmbok akan menyambangi kalian berdua jika memang memungkinkan,..!" ucap Putri Dyah Wikamini.
" Silahkan ,.Kangmbok , mudah mudahan tidak ada lagi halangan yang dapat mengganggu perjalanan mu ini,..!" balas Pangeran Turangga Sena.
Dan Putri Dyah Wikamini pun segera melangkah pergi meninggalkan pangeran Turangga Sena yg masih diam,,berdiri terpaku menatap nya pergi.
Setelah Putri Dyah Wikamini hilang dari pandangan mata Pangeran Turangga Sena, maka pemuda itu pun langsung beranjak meninggalkan tempat tersebut, ia kembali ke pondokan yg lumayan jauh jaraknya.
Sementara itu, di Kotaraja Medang Kemulan sendiri,..setelah keberhasilan dari Pangeran Dewangga Sena membunuh Prabhu Watu Menak Koncar dalam sebuah perang tanding,.maka putra Prabhu Kreshna Yuda ini pun segera mempersiapkan segala sesuatunya di istana Kerajaan Medang Kemulan tersebut.
Atas saran beberapa petinggi dan pembesar kerajaan ,. Pangeran Dewangga diharapkan untuk segera naik tahta menggantikan ramandanya Prabhu Kreshna Yuda, karena apapun itu, tahta kerajaan Medang Kemulan ini merupakan milik dari Trah Prabhu Kreshna Yuda .
Dan Pangeran Dewangga Sena pun segera mengiyakan. Setelah sebelumnya ia di sibukkan untuk membersihkan istana dari pengaruh Prabhu Watu Menak Koncar.
Tak luput pula ia telah menawan beberapa orang keluarga dari Prabhu Watu Menak Koncar termasuk sang permaisuri juga para selirnya.
Banyak pembesar kerajaan yg menyarankan kepada Pangeran Dewangga Sena untuk menghukum mati saja keluarga Prabhu Watu Menak Koncar itu agar tidak ada lagi yang dapat merongrong kekuasaan nya kelak.
Akan tetapi dengan bijak, Pangeran Dewangga Sena menjawab, bahwa yg bersalah itu adalah Prabhu Watu Menak Koncar bukan anak dan istrinya.
Jawaban dari Pangeran Dewangga Sena ini menyiratkan bahwa keluarga Prabhu Watu Menak Koncar itu akan di bebaskan. Ditambah lagi ia telah menempatkan mereka di sebuah tempat yang bukan penjara melainkan hanya kaputren saja.Tetapi memang tempat tersebut mendapatkan penjagaan yang sangat ketat.
Sehingga para petinggi dan pembesar kerajaan Medang Kemulan yg baru ini tidak dapat berbuat apa -apa lagi, hak dan keputusan memang di tangan dari Pangeran Dewangga Sena yg sebentar lagi akan di wisuda sebagai pengganti Prabhu Kreshna Yuda sebagai Raja di kerajaan Medang Kemulan ini.
__ADS_1