
Pangeran Dewangga Sena dengan cepat memburu tubuh si orang tua itu, dengan segera ia mengahmpirinya dan,..
" Blemmmph,"
Ternyata si Orang tua bertubuh jangkung tersebut menghilang setelah melemparkan sesuatu yg menimbulkan asap tebal.
Tubuhnya langsung tidak terlihat, bahkan ketika kabut asap itu hilang memudar perlahan, sang Pangeran sudah tidak menemukan nya lagi.
Hahh, aku kehilangan orang tersebut,berkata dalam hati, Pangeran Dewangga Sena.
Ia kemudian menemui kembali gadis yg telah di tolong nya itu.
" Apakah kamu dalam keadaan baik,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.
" Bb baik , den,.." sahut Dishi Riandari tergagap.
Malam memang akan berlalu , namun dari temaram nya cahaya rembulan , nampaklah wajah gadis putri Panewu Cempogo ini memucat , ia merasa takut juga berduaan bersama seorang lelaki yg tidak dikenal nya itu.
" Tenanglah, jangan takut, aku akan mengantarkan mu pulang,.,hehh,..dimana rumah mu,..?" tanya nya pada gadis itu.
" Rumah sa ya,.ada di Cem Po go, Den,.." sahut Dishi Riandari.
Ia masih sulit menghilangkan ketakutan nya meskipun Pangeran Dewangga Sena sudah menenangkan nya, tetap saja ada trauma atas apa yg telah menimpanya tadi.
Akhirnya setelah agak lama , keduanya terdiam masing -masing hanyut dalam lamunan nya, bersamaan cahaya mentari pagi mulai menyapa, Pangeran Dewangga Sena kemudian mengajak gadis itu segera meninggalkan tempat itu.
Mereka berdua berjalan menuju ke cempogo, lumayan juga jarak yg harus mereka tempuh setelah matahari naik sepenggalah barulah keduanya tiba di Cempogo.
Begitu Dishi Riandari tiba di depan rumahnya dengan di temani oleh Pangeran Dewangga Sena, Sang Panewu dan istrinya segera memburunya.
" Kamu tidak apa -apa Ndhukk,..?" tanya ibunya.
" Kemana kamu semalam , Ndhukk,..?" tanya Panewu Cempogo .
Dishi Riandari tidak menjawabnya , ia malah mengajak masuk keduanya juga Pangeran Dewangga Sena.
Baru setelah berada di dalam gadis itu menceritakan apa yg telah menimpa atas dirinya.
Tidak ada yg terlewat dalam kisahnya kali ini, dimana ia telah di culik orang yg menjadi kepercayaan Panglima Raden Naruttala itu.
Dishi Riandari juga mengatakan kepada kedua orang tuanya itu bahwa ia berhasil di selamatkan oleh pemuda yg ada disamping nya ini.
".Terima kasih yg sebesar besarnya atas bantuan anakmas ini karena telah berhasil menolong anak kamj Riandari ini, kalau tidak kami tidak tahu lagi bagaimana nasib nya kini,.." ungkap Panewu Cempogo.
" Sama -sama, Panewu,.." jawab Pangeran Dewangga Sena.
" Kalau boleh tahu anakmas ini tinggal dimana ," tanya istri Panewu Cempogo.
" Di desa Lohsari , tepatnya di rumah Ki Buyut Lohsari,.." balas Pangeran Dewangga Sena.
" Apakah anakmas ini orang baru di Lohsari ,..atau suami dari cucu Buyut Lohsari..?" tanya Panewu Cempogo.
Karena setahu dari Panewu Cempogo, Buyut Lohsari tidak memliki anak maupun cucu seorang lelaki , ia memiliki dua orang anak Perempuan dan beberapa orang cucu yg juga seorang perempuan.
Putri dari Panewu Cempogo pun agak kaget juga mendenagrkan pertanyaan yg di lontarkam oleh orang tua nya itu, sesungguhnya putri Panewu Cempogo ini tidak merasa bahwa dewa penolong nya ini telah beristri, karena kalau di lihat lihat, usia nya tidak terpaut jauh dengan nya.
" Ahhh, Aku memang seorang pengembara Panewu, dan tengah ada yg Ku cari sehingga harus tinggal di Lohsari, seesungguhnya diriku berasal dari Pamintihan,." jelas Pangeran Dewangga Sena.
Di tengah tengah asyik nya keluarga itu mengobrol datanglah , pemimpin pengawal Kepaneon itu yg bernama Kolosuro.
__ADS_1
" Ternyata Dishi Riandari telah kembali, Panewu,..!" seru nya.
Memang tadi malam saat Panewu Cempogo melihat anak gadis tidak berada lagi dalam bilik nya , dengan cepat ia mmerinthakan para pengawal nya untuk segera mencari putrinya itu.
Namun sampai menjelang tengah hari para pengawal itu belum ada yg kembali, baru setelah mereka memang memerlukan kembali untuk makan, akhirnya para pengawal ini pun kembali. Akhirnya Kolosuro pun tiba di rumah Panewu Cempogo.
Dan ia melihat sendiri ,bahwa orang yg mereka csri itu telah berada di rumah nya.
Sang Panewu kemudian menjelaskan kepada pemimpin pengawal Kepaneon Cempogo itu, bahwa memang putri nya baru saja kembali setelah di selamatkan oleh pemuda yg duduk di hadapan nya itu.
Panewu Cempogo juga menyebutkan bahwa Rawi Khopo, orang kepercayaan dari Panglima Raden Naruttala lah telah melakukan hal tersebut pada anaknya ini. Kembali para pengawal Kepaneon merasa terkejut setelah mendengarnya.
Mereka memang umumnya tidak menyukai kehadiran Lelaki tua itu di Cempogo.Karena saat ini semua yg berhubungan dengan Kotaraja Medang Kemulan,.warga Cempogo tidak suka bahkan lebih cenderung merasa muak.
Belum pun pemimpin pengawal Cempogo ini pergi dari rumah kediaman Panewu nya, tiba -tiba datang serombongan orang orang ke tempat itu.
Mereka berjumlah lima orang.
" Selamat siang Kakang Panewu ," sapa orang itu.
Ia lah yg mmeimpin rombongan., Panewu Cempogo melihat mereka dan cukup terkejut melihat nya,.
" Selamat siang adhi Langgrah,..ada apa kemari , mengapa tidak mengirimkan utusan saja kemari,.?"
Panewu Cempogo malah mencecar tamu nya itu dengan berbagai pertanyaan namun lupa untuk mempersilahakan mereka untuk masuk.
" Oh , iya, silahkan -silahkan masuk, Adhi Langgrah," kata nya lagi.
Kelima tanunya ini segera naik dan duduk berhadapan dengan Panewu Cempogo juga pangeran Dewangga Sena.
Setelah diam beberapa saat, dan seorang pelayan Panewu Cempogo membawkan hidangan makanan dan minuman atas tamu yg baru datang ini barulah sang Panewu bertanya lagi,.
" Memang nya ada apa adhi Langgrah dstang kemari,..?" tanya nya lagi.
" Ada apa, sepertinya ada sesuatu yg rahasia yg ingin adhi Langgrah katakan ,..?" tanya Panewu Cempogo lagi.
Ia memang cukup heran dengan sikap dari saudara sepupunya ini yg juga adalah seorang Panewu di Kepaneon Langgrah.
Tidak seperti biasanya , saudara nya sangat terbiasa berkelakar dan bercanda sehingga biasa nya obrolan mereka menjadi cair , tidak seperti saat ini , seolah ada ketegangan di antara keduanya padahal wilayah mereka tidak terlalu berjauhan alias masih tetanggaan.
" Kakang Panewu,..aku harap kakang dapat menyimpan rahasia ini jika kakang memang tidak sependapat dengan ku,.." ucap Panewu Langgrah itu.
Sambil ia menarik nafas nya seolah ada beban dalam pengungkapan ucapan nya tadi. Panewu Cempogo sendiri pun segera mengangguk kan kepala nya menyetujui ucapan dari saudara sepupunya ini.
" Percaya lah pada kakang mu ini, adhi Langgrah kakang tentu tidak akan berusaha untuk menjerumuskan dirimu ke dalam kesulitan , walaupun mungkin kakang mu ini akan yg mengalami nya kelak, " ucap Panewu Cempogo menjawab perkataan Panewu Langgrah tadi.
Seperti nya ia sudah meraba ke arah mana pembicaraan dari saudara sepupunya ini.
Dan ketika Panewu Langgrah ini berani mengungkapkan isi hatinya di hadapan dari Panewu Cempogo, maka ia merasa bahwa sikap saudara sepupunya ini cukup berbahaya dan mengandung resiko yg sangat besar, bisa jadi nyawa nya yg akan menjadi taruhannya.
" Apakah dirimu telah memikirkan nya adhi Langgrah,..?" tanya Panewu Cempogo.
" Sudah kakang, bahkan kami yg ada di Langgrah sudah sepakat dalam hal ini , karena kami tidak ingin selama nya jadi sapi perahan lagi, Kakang Panewu,.." jawab Panewu Langgrah.
Oleh Panewu Cempogo keluhan dari saudara sepupunya ini dijawab dengan helaan nafas berkali -kali, ia memang sudah sangat sulit jika memang membicarakan mengenai masalah hubungan dengan Kotaraja Medang Kemulan itu, seperti memegang buah simalakama, jika di makan mati emak tidak makan mati bapak,..sesuatu yg sangat sulit.
Sehingga ketika saudara sepupunya ini mengambil sikap yg demikian itu tentu nya ia sudah siap mengahdapi konsekwensi atas sikap nya tadi .
" Apakah dirimu memang sudah memikirkan nya dengan sebaik baiknya adhi Langgrah, jika perbuatan mu ini terdengar Gusti Prabhu bukan tidak mungkin ia segera membuat Kepaneon Langgrah menjadi karang Abang serta menggantung. mu,.." ungkap Panewu Cempogo.
__ADS_1
" Sudah kakang Cempogo, kami sudah tidak tahan lagi dengan keadaan sekarang ini, jika kami tidak melawan kami pun akan mati, lebih baik kami akan melawannya, dan saat ini kami ingin mencari sosok seorang yg dapat kami jadikan junjungan kami, agar perjuangan ini akan membuahkan hasil , sebab wahyu keprabhon memang memiliki garis tujuan nya,..mungkin kalau diriku memang bukan seorang Raja, akan tetapi setidaknya kami akan dapat segera menemukan nya seperti sebijaksananya sang Prabhu Kreshna Yuda pada beberapa waktu silam,.." ungkap Panewu Langgrah.
Rupanya saudara sepupu dari Panewu Cempogo ini berniat untuk melawan segala bentuk penindasan yg telah di lakukan oleh Kotaraja Medang Kemulan yg selama ini di pegang oleh Prabhu Watu Menak Koncar.
Menurut nya sangat jauh perbedaan antara dua kepemimpinan dari sang Prabhu Kreshna Yuda dengan Prabhu Watu Menak Koncar.
Dimana di periode kini ,hampir seluruh wilayah dan kawula Medang Kemulan harus menderita baik fisik nya maupun bathin nya. Mereka terus menerus di peras oleh Prabhu Watu Menak Koncar baik melalui jalan harta benda terlebih lagi dengan cara pengumpulan para pemuda nya yg akan dijadikan sebagai prajurit perang Kerajaan Medang Kemulan dan kalau yg perempuan nya mereka ambil secara paksa untuk kesenangan para pejabat dalam istana nya termasuk juga dengan sang Prabhu nya sendiri .
Jadi sudah umum wilayah bawahan dari Kerajaan Medang Kemulan ini berusaha untuk melepaskan diri, bahkan kali ini hanya Pakuwan Kalindih saja yg menjadi Pakuwan pendukung nya , sementara yg lain telah menentangnya, bahkan tampkanya Pakuwan Pamintihan lebih unggul dari Kerajaan Medang Kemulan sendiri.
" Adhi Langgrah, apa tidak sebaiknya dirimu mengadakan kerjasama dengan Pakuwan Pamintihan , sepertinya wahyu keprabhon akan berada disana,.." ungkap Panewu Cempogo.
Kemudian di jawab oleh Panewu Langgrah ini, ia akan sangat kesulitan untuk kesana karena mereka teramat dekat dengan Pakuwan Kalindih dan juga Kotaraja Medang Kemulan, oleh sebab itulah ia akan meminta bantuan dari Saudara sepupunya ini dapat jadi jembatan nya menghubungkan mereka .
" Tepat sekali , adhi Langgrah , saat ini ada orang Pamintihan yg sedang berada disini,.." ucap Panewu Cempogo.
Sambil ia melirik ke arah Pangeran Dewangga Sena , pemuda bagus rupa yg ada di sebelah nya ini mengaku berasal dari Pakuwan Pamintihan dan singgah di Lohsari.
" Bukan begitu anakmas,..?" tanya Panewu Cempogo.
" Ehh,..iya , benar ,.Paman Panewu,.." jawab Pangeran Dewangga Sena gugup.
Ia merasa senang sekali jika ada orang yg berani mmebicarakan mengenai kepemimpinan dari Ramanda nya dengan Pemimpin yg sekarang ini , yaitu Prabhu Watu Menak Koncar.
Agar ia dapat masuk pada mereka dan dapat menggalang kekuatan guna sebagai persiapan melawan Kotaraja Medang Kemulan, seperti yg telah mereka rembuk kan dengan Panglima Raden Watu Giring beberapa waktu yg lalu.
" Benar, jika memang Paman Panewu berdua ingin aku hubungkan dengan Akuwu Manik Rangga di Pamintihan diriku siap jadi lantaran nya, karena memang ke sewenang wenangan serts keangkara murkaan harus hapus dari bumi Medang Kemulan ini, negeri para dewa ini,.." ucap Pangeran Dewangga Sena.
Hatinya memang tengah bergembira setelah ia melihat sendiri bahwa Panewu Langgrah berani mengambil sikap untuk tidak tunduk lagi pqda perintah Kotaraja Medang Kemulan, suatu sikap yg sangat berani, walaupun nyawa menjadi taruhan nya, dan dari hasil ini, ia pun memang harus menjalin hubungan dengan Paman nya yg ada di Pamintihan , sang Akuwu Manik Rangga.
Karena kalau ia jalan sendiri , tentu akan sangat lama waktu yg di perlukan untuk menggulingkan kekuasaan dari Prabhu Watu Menak Koncar ini., demikian lah yg ada di benak Pangeran Dewangga Sena, sehingga ia mengatakan kepada kedua Panewu itu segera datang ke kepaneon Langgrah melihat dari dekat keadaan disana dan sedapat mungkin akan mmeberikan pelatihan keprajuritan kepada mereka, jika sewaktu waktu para prajurit Medang Kemulan datang dalam jumlah kecil yg bertugas menarik pajak tentu mereka dapat mengusirnya,demikianlah yg di katakan oleh Pangeran Dewangga Sena.
Sang Panewu Cempogo sampai terheran heran atas apa yg telauh di jelaskan oleh pemuda itu.
Adalah Panewu Langgerah yg bertanya,..
" Siapa sebenarnya anakmas ini,..?" tanya nya.
Pangeran Dewangga Sena sejenak terdiam, karena ia belum mampu untuk mengatakan yg sesungguhnya, ia hanya mengatakan bahwa dirinya merupakan orang dekat dari Akuwu Pamintihan, Akuwu Manik Rangga.
Seperti para Panewu ini, paman nya Akuwu Manik Rangga pun ingin segera menggulingkan kekuasaan dari Prabhu Watu Menak Koncar ini guna membalaskan dendam keluarganya yg telah ia bunuh saat peperangan antara Pakuwan kalindih dengan Kotaraja Medang Kemulan.
Kedua Panewu ini mendengarkan apa yg di tututrkan oleh Pangeran Dewangga Sena itu.
Bahkan Panewu langgerah bertanya kepada Panewu Cempogo, dimana ia mengenal pemuda ini.
Oleh Panewu Cempogo dijawab baru saja, ketika putrinya Dishi Riandari baru menghilang akibat diculik oleh orang yg mengaku sebagai guru dari Panglima Raden Naruttala dari Medang Kemulan.
Dirinyalah yg telah menyelamatkan putri nya itu, dan Panewu Cempogo pun bersyukur akan hal itu, sebagai balas terima kasih nya, ia akan membantu apa pun keinginan dari pemuda itu.
Mendengar hal tersebut hati Panewu langgerah menjadi tenang , ia menyangka jangan jangan pemuda ini adalah mata mata dari Kotaraja Medang Kemulan.
Sesaat kemudian Pangeran Dewangga Sena mengatakan kepada keduanya untuk segera berangkat ke Pakuwan Pamintihan, ia akan segera memberitahukan keadaan di Cempogo dan Klanggerah kepada Akuwu Manik Rangga, dan ia pun mohon pamit.
" Mungkin paling lama, aku akan kembali dalam waktu sepekan dan membawa orang orang yg akan mampu memberikan pelatihan keprajuritan dari Pamintihan , Paman Panewu ,.." ucapnya sebelum pergi.
Ketika Pangeran Dewangga Sena telah berlalu , berkatalah Panewu Langgrah kepada saudara sepupu nya itu.
" Apakah kakang mempercayai pemuda itu,..?" tanya nya.
__ADS_1
Panewu Cempogo mengganggukkan kepalanya, ia pun hanya dapat berdoa agar apa yg di ucapkan oleh pemuda itu benar adanya bukan nya malah mempersulit mereka kelak.
" Mudah mudahan,.." sahut Panewu Langgrah itu