
Putri Prabhu Watu Menak Koncar ini memalingkan wajahnya, tidak sanggup menentang pandangan mata perempuan tua ini.
" Ini ku tanyakan kepada mu Cah ayu, karena ada sesuatu yg lain di tubuh mu saat di urut tadi ,..!" terang Nini Wintira.
Putri Dyah Wikamini hanya mendesah perlahan , seolah ada sesuatu yg sulit untuk di katakan nya.
" Saat ini dirimu tengah berbadan dua, Cah ayu,..!" ucap Nini Wintira lagi.
Mendengar hal tersebut , Putri Dyah Wikamini membalikkan lagi tubuh nya menghadap ke arah perempuan tua itu.
" Aku memang pernah berhubungan dengan seseorang sebelum tiga laknat dari Gunung Merut itu memperkosa diriku,..!" ucap istri Panglima Naruttala itu dengan lirih.
" Pantaslah,..kalau Nini boleh tahu dengan siapa,..?" tanya Nini Wintira lagi.
Akhirnya putri Dyah Wikamini ini menceritakan semua hal yang telah terjadi, tanpa sungkan ia menyebutkan nama seseorang yg pernah berhubungan dengan nya.
Selesai menceritakan hal tersebut, Nini Wintira lantas menanggapi nya.
" Jadi dirimu telah berhubungan dengan bandot tua dari Gunung Kanda itu Cah Ayu, ?" tanya nya kepada Putri Dyah Wikamini.
" Benar , Nini, memang kenapa,..?" balik Putri Dyah Wikamini ini yg bertanya.
Nini Wintira kemudian mengatakan dengan menyebutkan , bahwa sulit ia mempercayai seorang gadis secantik dan semuda Putri Dyah Wikamini itu mau dan luluh hatinya dengan seorang tua bangka seperti orang tersebut.
Ia juga menyebutkan kalau dirinya setua ini pun tidak ingin berhubungan dengan orang itu, sambil menegaskan Nini Wintira berkata,
" Andai di dunia ini hanya ada satu orang lelaki saja yaitu dia seorang , maka Nini tidak akan mau menerima nya, mengapa dirimu bersedia Cah Ayu,..?" tanya nya.
Putri Dyah Wikamini menceritakan bahwa dirinya memang terpengaruh atas perkataan laki-laki tua itu yg menyebutkan bahwa ia akan mampu menolongnya dalam menggulingkan kekuasaan dari Prabhu Dewangga Sena .
" Dan apakah berhasil Cah Ayu,..?" tanya Nini Wintira.
Sambil menggeleng, Putri Dyah Wikamini mengatakan,.
" Tidak, bahkan ia telah tewas di tangan Prabhu Dewangga Sena itu,..!" jawab Putri Dyah Wikamini.
Nini Wintira hanya dapat menahan nafasnya saja, ia memang terlihat sedih akan nasib yang telah menimpa putri Prabhu Watu Menak Koncar ini.
Jauh di dalam lubuk hatin, dirinya ingin membantunya untuk mewujudkan kembali cita cita perempuan itu.
Ahh, akan tetapi untuk menghadapi keturunan dari Prabhu Wisnu Dharma ini tentu bukan suatu perkara yg mudah, kata perempuan tua itu dalam hatinya.
************
Dalam pada itu, Prabhu Dewangga Sena pun telah berjalan kembali meninggalkan Kepaneon Langgrah dan singgah sebentar di Kepaneon Cempogo juga desa Lohsari setelah ia mendengar bahwa adiknya Pangeran Turangga Sena dan ibunda Ratu Ayu Tunggarani telah meninggalkan Pakuwan Kalindih dengan di kawal oleh para prajurit dari Pakuwan itu.
Dalam hati sang Prabhu terbersit kebahagiaan, seolah ia merasa bahwa upaya keduanya tampaknya membuahkan hasil.
Mudah mudahan memang demikian adanya , katanya dalam hati.
Prabhu Dewangga Sena pun melaju menuju Kotaraja Medang Kemulan.
Hanya satu malaman saja ia pun telah tiba di Medang Kemulan lagi.Dan langsung menuju ke dalam bilik nya.
Alangkah terkejutnya Permaisuri Dewandhani Maheswari mendapati suaminya itu telah berada dalam biliknya.
" Sungguh terkejut hamba melihat kehadiran Kangmas Prabhu berada di istana ini lagi,." berseru Ratu Dewandhani Maheswari ini.
" Apakah dirimu tidak senang , Diajeng,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena .
Sambil ia melepaskan seluruh pakaian yang telah gunakan selama berpergian.
Sekejap kemudian ia pun langsung membersihkan tubuhnya baru setelah itu bersama kembali dengan istrinya itu.
" Apakah Kangmas Prabhu masih lelah,..,?" tanya Ratu Dewandhani Maheswari.
" Memang nya ada apa, Diajeng,..?" Prabhu Dewangga Sena bertanya balik.
Ratu Dewandhani Maheswari menundukkan wajahnya, ia berkata perlahan dan tidak berani menentang pandangan mata suaminya itu.
" Kangmas Prabhu, Ramanda Akuwu meminta dirimu untuk segera datang ke Pamintihan,.!" ujar nya.
__ADS_1
" Hehh,.ada apa , tumben-tumbenan , Ramanda Akuwu meminta diriku untuk datang kesana,.!" seru Prabhu Dewangga Sena kaget.
Ratu Dewandhani Maheswari menerangkan kepada suaminya itu bahwa Akuwu Manik Rangga ingin membicarakan sesuatu dengan nya, akan tetapi ia tidak tahu apa inti persoalan yang dihadapi nya ini.
Ditambahkan nya lagi, tampak nya persoalan ini sangat penting untuk di bicarakan sehingga harus memanggil dirinya untuk datang.
Raja muda Medang Kemulan ini termenung sejenak, padahal ia baru saja menghadapi suatu persoalan , kini telah datang lagi persoalan yang baru.
Dan kali ini datangnya dari wilayah mertuanya, Pakuwan Pamintihan.
" Diajeng, Kangmas akan segera ke Pakuwan Pamintihan setelah Dimas Turangga Sena dan ibunda Ratu Ayu Tunggarani sampai disini,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena.
Ia merebahkan tubuhnya di atas pembaringannya sambil menatap langit-langit istana nya ini.
Cukup lama juga sang Prabhu baru dapat memejamkan matanya.
Memang cukup lelah juga ia selama melakukan perjalanan ke kepaneon Langgrah.
Begitu pagi menyapa di istana Medang Kemulan, istana itu menjadi terkejut sekali dengan kehadiran sang Prabhu di atas singgasana nya.
Dan Patih Watu Giring pun menyambut nya dengan girang sekali.
" Ampunkan hamba Gusti Prabhu, kapan kiranya tiba di Medang Kemulan ini,.?" tanya Patih Raden Watu Giring.
" Tadi malam Paman Patih,..!" sahut Prabhu Dewangga Sena.
Jadilah pada hari itu sidang dalam Balairung istana menjadi lebih ramai dengan kehadiran junjungan mereka .
Pada hari itu juga Prabhu Dewangga Sena menjelaskan bahwa adiknya Turangga Sena dan Ratu Ayu Tunggarani telah selamat.
Akan tetapi ia menyebutkan bahwa saat ini telah mendapatkan perintah untuk segera berangkat ke Pakuwan Pamintihan guna menghadap mertuanya di sana.
" Apa pendapat kalian mengenai hal itu,..,?" tanya Prabhu Dewangga Sena kemudian.
Suasana menjadi lebih tenang setelah sang Prabhu mengajukan pertanyaan nya.
Para pembesar kerajaan Medang Kemulan ini untuk selanjutnya.kemudian mengajukan usul.
" Ampunkan hamba Gusti Prabhu, memang saat ini mungkin di Pamintihan ada sesuatu hal yang perlu dilakukan oleh Gusti Prabhu sendiri,.!" ucap Panglima Garega.
Ia kemudian mendapatkan lagi sebuah pernyataan yg cukup mengagetkan dari apa yg telah di sampaikan Rakryan Mahamantri demung Supala, bahwa saat ini ada ketegangan terjadi pada dua kerajaan yang cukup dekat dengan Pakuwan Pamintihan.
Rakryan Mahamantri demung Supala melanjutkan ucapannya, bahwa kini kerajaan Nuwala akan menyerang Kotaraja Candra Bhaga di wilayah kulon.
Dan keluarga dari kerajaan Chandra Bhaga itu memang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Pakuwan Pamintihan.
Akan hal nya dengan kerajaan Kalingga Pura yg memang juga memiliki hubungan dengan Pakuwan Pamintihan.
Baru setelah mendengar ucapan dari Rakryan Mahamantri demung Supala ini, Prabhu Dewangga Sena agak mengerti kini duduk permasalahannya.
Meski belum terlalu jelas.
Dan pada hari itu juga, Prabhu Dewangga Sena menanyakan hal ini kepada istrinya Ratu Dewandhani Maheswari.
Di saat keduanya tengah menghabiskan waktu bersama.
" Apakah memang saat ini, kerajaan Nuwala akan menyerang kerajaan Chandra Bhaga,.diajeng,..?" tanya sang Prabhu kepada istrinya.
Dan sang istri pun mengangguk lemah, ia mengiyakan ucapan dari suaminya itu.
Dari jawaban yang di dapat nya dari istrinya itu, Prabhu Dewangga Sena dapat menyimpulkan apa yg akan dihadapi nya.
Desah nafas sang Prabhu pun menjadi sangat jelas.
Tampaknya ia memang akan menghadapi sesuatu yg amat tidak di senangi nya ini.
Sehingga sampai beberapa hari , ketika Kotaraja Medang Kemulan telah kehadiran Pangeran Turangga Sena dan Ratu Ayu Tunggarani.
Hati sang Prabhu pun menjadi senang terlebih lagi setelah ia mendengar sendiri bahwa Kalindih bersedia untuk berdamai dan menjadi bagian dari kerajaan Medang Kemulan.
Pada keesokan harinya, istana Medang Kemulan menggelar sidang Paseban guna membahas mengenai tentang permintaan dari Akuwu Manik Rangga.
__ADS_1
Dan sekaligus mengenai keadaan dari Pakuwan Kalindih yg bersedia bergabung kembali dengan kerajaan Medang Kemulan .
" Aku sangat senang sekali mendengar berita yg di bawa dimas Turangga Sena dan ibunda Ratu, mengenai bersedianya Akuwu Watu Menak Kober bergabung dengan Medang Kemulan ini, dan itu artinya saat ini kita harus saling bahu membahu meningkatkan taraf hidup kawula Medang Kemulan ini,.!" ucap Prabhu Dewangga Sena.
Yg mendengar ucapan nya ini menjadi terdiam bahkan termasuk juga dengan sang permaisuri.
Ratu Dewandhani Maheswari memang berharap bahwa usaha damai yg di inginkan oleh suaminya itu tidak berjalan mulus, putri Akuwu Manik Rangga ini berharap bahwa Pakuwan Kalindih itu harus di tundukkan dengan jalan kekerasan , sepertinya ada dendam pada sang permaisuri terhadap keluarga Prabhu Watu Menak Koncar , terutama dengan Akuwu Watu Menak Kober yg pernah menyerang Pakuwan Pamintihan.
Akan tetapi harapan tinggal harapan kini dirinya mendengar sendiri Pakuwan Kalindih bersedia menjadi wilayah bawahan kerajaan Medang Kemulan tanpa harus berperang.
Hehh, Ratu Ayu Dewandhani Maheswari ini akan semakin besar kepala saja setelah berhasil menjalankan titiah dari Kangmas Prabhu, berkata dalam hatinya, sang permaisuri.
Prabhu Dewangga Sena kembali melanjutkan perkataan nya dengan menyebutkan setelah persoalan Pakuwan Kalindih ini selesai , timbul lagi masalah baru yang datangannya dari Pakuwan Pamintihan, tempat istrinya berasal.
" Setelah keberhasilan dimas Turangga Sena dan ibunda Ratu menjadi duta utusan ke Kalindih, kali ini tiba saat nya Pakuwan Pamintihan yg meminta diriku untuk datang kesana, seperti nya Ramanda Akuwu Manik Rangga memerlukan suatu pemecahan persoalan yang kini tengah dihadapi nya,..!" jelas Prabhu Dewangga Sena lagi.
Sehingga beberapa hari ke depan ia sudah harus meninggalkan istana Medang Kemulan ini guna memenuhi permintaan dari Akuwu Manik Rangga.
" Akan tetapi diriku belum mengetahui secara pasti apa permasalahan yang ada di Pamintihan itu sehingga kami hanya akan pergi berdua saja dengan Ratu Dewandhani Maheswari ,.meski panglima Garega dan Rakryan Mahamantri demung Supala mengatakan saat ini ada ketegangan antara kerajaan Nuwala dan Chandra Bhaga, tetapi semua itu perlu di buktikan,.!" kata sang Prabhu lagi.
Suasana hening sejenak sebelum sang Prabhu melanjutkan ucapannya.
" Karena kepergian ku kali ini belum di ketahui kapan waktunya untuk kembali , jadi diriku memeintahkan kepada Dimas Turangga Sena untuk menggantikan diriku sebagai Raja di Medang Kemulan ini dengan di bantu oleh paman Patih Watu Giring serta panglima Garega, kalian bertiga lah yg bertanggung jawab atas kerajaan ini sepeninggal diriku,..!" kata Prabhu Dewangga Sena.
Ia kemudian menetapkan pada dua hari ke depan dirinya akan berangkat ke Pakuwan Pamintihan bersama sang permaisuri dengan di kawal sepuluh orang prajurit terpilih.
Karena pada sidang Paseban kali ini banyak yg bertanya , akhirnya pertemuan itu di tutup hampir menjelang malam.
Sehingga membuat pertemuan antara dua kakak beradik ini tidak berlangsung lama.
Secara pribadi Pangeran Turangga Sena meminta kepada kakak nya ini untuk turut serta dalam lawatan ke Pakuwan Pamintihan.
Dirinya ingin lebih mengetahui tentang wilayah wilayah yg menjadi bawahan Medang Kemulan itu.
Namun usulan dari Pangeran Turangga Sena ini di tolak oleh sang Prabhu dengan halus.
" Adikku , Dimas Turangga Sena , sebaiknya lah dirimu tetap berada di istana ini menggantikan ku, bukankah dirimu baru saja kembali dari Kalindih , nanti jika ada sesuatu yg sangat penting barulah Dimas dapat menyusulku ke Pamintihan,..!" ungkap Prabhu Dewangga Sena kepada adiknya ini.
Sebenarnya sang Pangeran agak kurang berkenan atas ucapan kakaknya ini , namun berhubung ini adalah titah seorang Raja, mau tidak mau sang pangeran harus menerimanya.
" Baiklah Kangmas Prabhu, Turangga Sena akan menjalankan semua titah dari Kangmas ini,.!" sahut nya.
" Terima kasih adikku,.. Kangmas sangat senang sekali atas keberhasilan kalian berdua menundukkan hati Akuwu Watu Menak Kober itu ,mudah mudahan dengan bersatunya Kalindih menjadi bagian yg utuh dalam kerajaan Medang Kemulan ini membuat kita semakin kuat,..!" kata Prabhu Dewangga Sena sambil menepuk pundak adiknya ini.
Mereka berdua lantas berpelukan.
Dan sesuai yg telah dijadwalkan oleh sang Prabhu, pada hari kedua setelah pertemuan di istana Medang Kemulan tersebut, tampaklah keluar sebuah kereta kencana kerajaan Medang Kemulan , yg merupakan kereta terbaik di miliki oleh kerajaan ini.
Di dalam nya terdapat sang Prabhu dengan di temani oleh sang permaisuri.
Ke berangkatan mereka di hadiri oleh seluruh pembesar kerajaan , bahkan mereka melambaikan tangan setelah kepergian kereta kencana ini dari gerbang istana.
Rombongan ini di kawal oleh sepuluh orang prajurit pengawal terpilih dari Medang Kemulan dengan menunggangi kuda.
Mereka terlihat sangat gagah nya menjalankan kudanya dengan perlahan meninggalkan istana itu.
Adalah Prabhu Dewangga Sena yg kurang berkenan dalam mengendarai kereta ini, beberapa kali ia melirik keluar seolah merasa jalan kereta kencana teramat lamban.
" Ada apa Kangmas Prabhu, mengapa dirimu tampak gelisah,..?" tanya permaisuri Dewandhani Maheswari kepda suaminya ini.
" Tidak Diajeng , hanya saja perjalanan ini teramat lambat, kira kira berapa hari kita baru tiba di Pamintihan,..!" jawab Prabhu Dewangga Sena.
Memang bagi dirinya yg sudah terbiasa melakukan perjalanan dengan menunggangi si Macan Putih ini, kendaraan kereta kencana ini memang sangat lambat sekali.
Dan permaisuri Dewandhani Maheswari mengerti jalan pikiran suaminya itu.
Ia lantas membisiki sesuatu di telinga sang Prabhu.
" Hahh,!"
Raja Medang Kemulan ini tersentak kaget mendengar nya, dari usulan yang di sebutkan oleh sang permaisuri ini.
__ADS_1
" Baiklah jika memang demikian, nanti setelah ujung hutan ini,.. Kangmas akan melakukan nya,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena.
Oleh sang permaisuri dianggukkan dengan kepalanya kemudian diringi senyum terindah nya.