SASRA WURUK

SASRA WURUK
Tahta Yang Goyah #9


__ADS_3

Semua orang yg berada di ruangan tersebut sangat terkejut setelah melihat benda yg tergeletak begitu saja tanpa ada warangka, bau yg sangat menusuk dan beraroma busuk segera menebar, setelah Golok iblis tujuh bangkai di letakkan oleh Pangeran Dewangga Sena.


Hampir semua yg berada di situ mengenal senjata yg sempat menggegerkan Kerajaan Medang Kemulan saat kemunculan nya, banyak para pendekar , baik dari golongan hitam maupun golongan putih yg memperebutkan nya, dan akhirnya senjata tersebut jatuh ke tangan Mpu Kundara dari bukit iblis. Tokoh sakti ini sebenar nya masih dari kalangan dunia persilatan yg beraliran putih, akan tetapi entah apa penyebab nya sehingga ia mau menjadi salah seorang yg menjadi orang suruhan dari Prabhu Watu Menak Koncar guna menghabisi nyawa seorang pangeran yg berhak atas Tahta Kerajaan Medang Kemulan ini.


" Bagaimana anakmas mendapatkan benda ini,..,?" tanya Panglima raden Watu Giring.


Ia sampai menutup hidungnya, agar tidak terpengaruh oleh aroma bau yg menusuk yg keluar dari Golok Setan tujuh bangkai itu.


Kemudian Pangeran Dewangga Sena menceritakan apa yg telah di alaminya sepulang dari desa Lohsari. Ia mendapatkan serangan secara tiba -tiba dari orang yg menamai dirinya sebagai Mpu Kundara.


Pertarungan pun tidak dapat di hindarkan hingga akhirnya Mpu Kundara harus tewas di tangan nya.


Pangeran Dewangga Sena juga menyebutkan bahwa ada serombongan prajurit dari Kerajaan Medang Kemulan yg saat ini tengah berada di Cempogo.


" Anakmas Pangeran, apakah mereka ini adalah suruhan dari Watu Menak Koncar untuk melihat mu , ?" tanya Patih Watu Spuh Gada.


" Atau mereka itu di perintahkan oleh Prabhu Watu Menak Koncar untuk memastikan apakah Mpu Kundara telah berhasil menjalankan tugasnya, membunuh anakmas Pangeran ,..Paman Patih,.." seru Panglima Raden Watu Giring.


Kedua petinggi Kerajaan Medang Kemulan di masa Prabhu Kresna Yuda ini saling berpandangan dan berseru secara bersama sama,..


" Boleh jadi,..!"


Pangeran Dewangga Sena pun merasa memang ada hubungan nya antara kedatangan para prajurit Medang Kemulan itu dengan kehadiran Mpu Kundara di Lohsari .


" Mungkin yg Paman dan Eyang katakan ini ada benar nya, secara lamat -lamat aku mendengarkan mereka , para prajurit itu menyebutkan mengenai Golok iblis tujuh bangkai , sehingga kemungkinan nya mereka diutus oleh Watu Menak Koncar untuk mengetahui kejadian yg telah terjadi di Lohsari itu,.." ungkap Pangeran Dewangga Sena.


Semua yg hadir di ruangan tersebut memang setuju dengan apa yg telah di ucapkan oleh sang Pangeran.


Bahkan Patih Watu Spuh Gada menjelaskan kepada Pangeran Dewangga Sena putra dari Prabhu Kreshna Yuda ini untuk segera menjalankan rencana nya semula untuk menyerang Kotaraja Medang Kemulan secepatnya.


" Eyang Patih, apakah itu tidak terlalu terburu -buru ,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena .


" Tidak , anakmas Pangeran,..dahulu Eyang pernah mendengarkan sebuah ramalan dari seorang pertapa sakti yg bernama Resi Mahamilu dari Gunung Pangururan , ia pernah mengatakan bahwa kelak , Kerajaan Medang Kemulan ini akan di perintah oleh seorang yg sakti dan memiliki sikap yg bijaksana dalam memimpin setelah sebelumnya ada pemimpin yg berjiwa angkara murka dan bersikap lalim terhadap kawulanya,..dan menurut eyang yg ada dalam ramalan Resi Mahamilu itu adalah dirimu,.anakmas Pangeran,..sehingga memang sudah saat nya kita harus bergerak sebelum semakin banyak rakyat yg menderita dan mengalami penindasan yg tiada akhirnya,.ini,.." terang Patih Watu Spuh Gada.


Orang tua yg nampak sepuh ini memang telah mendengar ramalan dari seorang pertapa sakti yg bernama Resi Mahamilu itu, berada di diri Pangeran Dewangga Sena.


Dan tokoh yg bersikap angkara murka serta berlaku lalim ini adalah Prabhu Watu Menak Koncar.


Pangeran Dewangga Sena yg mendengarkan cerita Patih Watu Spuh Gada ini menundukkan kepalanya, ia merasa belum saat nya dirinya melakukan hal yg telah di sebutkan orang tua itu,. karena masih banyak yg harus pikirkan.


" Eyang Patih,..Aku merasa kita masih sangat kekurangan, terutama para prajurit yg telah kita miliki, mungkin jumlah nya tidak banyak,. tidak sampaj seribu orang,..bagaimana kita dapat mengalahkan Medang Kemulan, dengan jumlah prajurit yg sedikit itu,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Pangeran tampan yg masih berusia sangat muda ini memandangi satu persatu orang -orang yg ada di ruangan itu, seolah -olah ingin meminta jawaban atas pertanyaan nya ini.


" Anakmas Pangeran jangan risau kalau mengenai prajurit ,..kita dapat meminta bantuan kepada Akuwu Manik Rangga dari Pakuwan Pamintihan, yg tentu saja mereka akan dengan senang hati mmeberikan bantuan dengan mengirimkan para prajurit nya kemari,..!" ucap Panglima Raden Watu Giring.


" Benar apa yg diucapakan oleh Panglima Watu Giring itu , anakmas Pangeran,..segera lah menghadap kepada anakmas Akuwu Pamintihan , tentu ia akan segera membantumu, bukankah dirinya itu adalah paman mu sendiri,." kata Patih Watu Spuh Gada.


Kembali Pangeran Dewangga Sena harus mendesah, sebenarnya ia tidak ingin terlalu memberatkan Pakuwan Pamintihan yg di pimpin oleh pamannya Akuwu Manik Rangga, tetapi keadaan tampaknya berkata lain. Jika dirinya memang ingin merebut kembali tahta kerajaan Medang Kemulan ini dari tangan Prabhu Watu Menak Koncar, ia harus melakukan hal tersebut.


" Jika kita harus meminta bantuan dari Pamintihan, siapakah sebaiknya yg kita utus guna menghadap Paman Manik Rangga itu,.Eyang,..?" tanya putra Prabhu Kreshna Yuda ini kepada Patih Watu Spuh Gada.

__ADS_1


" Sebaiknya dirimu sendiri lah yg datang kesana, menemui Anakmas Manik Rangga, katakan kepada nya apa yg mendasari dirimu melakukan hal tersebut,..!" jawab Patih Watu Spuh Gada.


" Apa tidak ada orang lain yg pantas ke Pamintihan selain diriku ,..Eyang Patih,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena lagi.


" Tidak,..hanya dirimu sendiri lah yg harus kesana, jangan sampai kejadian yg menimpa Gusti Prabhu Kreshna Yuda akan menimpa pula denganmu anakmas Pangeran,..tentu Anakmas Akuwu Manik Rangga tidak akan dapat menolak permintaan mu , sekaligus ia tentu nya akan dapat meminta kepada mu apa yg akan menjadi keinginan nya jika kelak kita berhasil mengalahkan Watu Menak Koncar itu,.." terang Patih Watu Spuh.


Pangeran Dewangga Sena terdiam sesaat, baru setelah nya ia berbicara,..


" Jika Eyang dan Paman Watu Giring melihat ini adalah jalan terbaik, Aku akan segera ke Pakuwan Pamintihan,..mudah -mudahan Paman Akuwu Manik Rangga akan bersedia membantu perjuangan kita ini,.." ungkap nya.


" Tentu,..tentu,.. anakmas Akuwu Manik Rangga akan bersedia membantu kita, terlebih saat ini Kotaraja Medang Kemulan adalah sarang dari para Macan Ompong, kedudukan Prabhu Watu Menak Koncar tengah goyah dan sangat rapuh,.." ucap Patih Watu Spuh Gada lagi.


" Benar anakmas Pangeran , dari khabar berita yg kita dapat, yaitu dari Bekel Ampaian bahwa saat ini di kalangan prajurit Medang Kemulan sendiri telah terpecah menjadi dua bagian, satu bahagian masih setia kepada Prabhu Watu Menak Koncar dan sebahagian yg lain telah membelot, mereka bersedia membantu kita, mereka ini adalah para prajurit yg berasal dari Kotaraja Medang Kemulan sendiri yg bertugas di saat Gusti Prabhu Kreshna Yuda masih memimpin Kerajaan Medang Kemulan,.." jelas Panglima Raden Watu Giring.


Ia berusaha membesarkan hati dan semangat dari Pangeran Dewangga Sena agar secepatnya mengambil sikap yaitu dengan menyerang Kotaraja Medang Kemulan , jangan sampai kekuatan dari pasukan Medang Kemulan menjadi kuat kembali.


" Baiklah kalau memang begitu pendapat kalian semua, Aku akan segera ke Pamintihan menghadap Paman Akuwu Manik Rangga guna membicarakan masalah ini,..!" kata Pangeran Dewangga Sena.


" Lalu bagaimana dengan Golok Iblis tujuh bangkai ini,..Gusti Pangeran,..?" tanya Brojo Lungguk.


Begal yg sempat menjadi orang yg paling di cari di tlatah Kerajaan Medang Kemulan itu bertanya setelah sekian lama ia terdiam.


Adapun Pangeran Dewangga Sena baru teringat dengan senjata Golok yg telah ia letakkan di tengah tengah mereka berdua, sambil memandangi ke arah Patih Watu Spuh Gada dan Panglima Raden Watu Giring bergantian , Pangeran muda ini berkata,..


" Kalau menurut eyang Patih aku Paman panglima , siapa kiranya yg pantas untuk memegang Golok Iblis ini,..?" tanya nya.


Dan kali ini , dua petinggi Kerajaan Medang Kemulan itu yg saling berpandangan,. karena menurut mereka , yg pantas untuk memegang Golok Iblis tujuh bangkai ini harus memiliki sikap dan sifat yg baik , serta memiliki keteguhan hati yg kuat agar tidak terpengaruh dari pamor yg di timbulkan oleh Golok tersebut.


Jadi keduanya menyarankan agar senjata tersebut tetap di pegang oleh Pangeran Dewangga Sena sampai kelak ia menemukan orang pantas untuk memegang nya.


Dan Pangeran Dewangga Sena pun menyetujui hal tersebut. Putra Prabhu Kreshna Yuda ini kemudian menanyakan mengenai keberadaan dari Kintan Suri , cucu Buyut Lohsari yg menurut pendengaran nya berada di Cempogo ini.


" Dimanakah Kintan Suri, Paman Panglima Watu Giring,..?" tanya nya kepada Panglima Raden Watu Giring.


" Ia berada di belakang , Kintan Suri ikut membantu para kaum wanita yg menjadi tulang punggung utama untuk menyiapkan perbekalan kita Pangeran,..apakah perlu untuk di panggil datang kemari,..?" tanya Panglima Raden Watu Giring.


Pangeran Dewangga Sena menjawab dengan anggukan kepalanya. Panglima Raden Watu Giring pun segera memrintahkan salah seorang prajurit nya untuk memanggil Kintan Suri datang ke tempat itu.


Prajurit yg di perintahkan oleh Panglima Raden Watu Giring ini dengan cepat menjalankan perintah itu, ia ke belakang dari bangunan besar tersebut guna mencari Kintan Suri.


Malam yg sudah mulai larut, suara hewan -hewan malam terdengar berbunyi bersahut sahutan, membuat keadaan di tempat itu tidak terlalu sunyi.


Pangeran Dewangga Sena menyempatkan untuk bertanya kepada Brojo Lungguk mengenai usaha nya menghimpun orang -orang nya untuk mau bergabung dengan mereka.


Oleh Brojo Lungguk di jawab bahwa usaha nya ini tidak sia sia, cukup banyak ia mendapatkan orang yg mau diajak bergabung dengan mereka di Cempogo ini.


" Mungkin jumlahnya mencapai rarusan orang,..Pangeran,.." jelas Brojo Lungguk.


Mendengar hal tersebut , Pangeran Dewangga Sena terlihat sangat gembira sekali.


" Aku berjanji , Lungguk ,..akan mengangkat mereka menjadi punggawa punggawa Kerajaan Medang Kemulan jika kelak kita berhasil mengalahkan Watu Menak Koncar itu,.. katakan lah kepada mereka janjiku ini,.." ujar Pangeran Dewangga Sena.

__ADS_1


" Baik Gusti Pangeran,.." sahut Brojo Lungguk.


***********


Nun jauh dari Kepaneon Cempogo, tepatnya di Gunung Merut, pada malam yg gelap gulita itu, penguasa dari Gunung Merut ini tengah menghadapi para tetamu nya berasal dari Kotaraja Medang Kemulan.


Dan kali ini tidak tanggung tanggung, yg datang adalah Panglima Naruttala sendiri, menantu dari Prabhu Watu Menak Koncar.


" Berita apa yg kau bawa dari Kotaraja , Naruttala,..?" tanya Jabonarang.


Dukun sakti yg terkenal memiliki ilmu sihir ini tampaknya tidak senang dengan kehadiran para tamunya itu.


Karena sebenarnya dirinya masih menyimpan sakit hatinya atas perlakuan Prabhu Watu Menak Koncar terhadapnya.


" Maaf sebelumnya, Eyang Jabonarang, Diiriku membawa berita buruk , dan disini sebelumnya aku berharap bahwa Eyang Jabonarang dapat berkenan memenuhi permintaan kami ini," ucap Panglima Raden Naruttala.


" Apa,aa..memenuhi permintaan mu,.?"


Teriak Lelaki tua itu dengan geram nya,..karena menantu dari Prabhu Watu Menak Koncar ini tidak menjelaskan keadaan di Kotaraja Medang Kemulan malah langsung meminta dirinya untuk meluluskan permintaan dari nya.


" Sebenarnya apa yg telah terjadi di Kotaraja Medang Kemulan, dan apa pula permintaan mu itu Naruttala, tolong jelaskan kepadaku,..!" seru nya lagi.


Nampak Panglima Raden Naruttala terdiam, ia tidak menyangka ucapan nya menyinggung perasaan lelaki tua yg menjadi penguasa di Gunung Merut ini.


" Maaf sebelumnya Eyang Jabonarang, bukan maksudku untuk menyinggung perasaan mu, baiklah diiriku akan menjelaskan apa yg telah terjadi di Kotaraja Medang Kemulan,." ucap Panglima Raden Naruttala pelan.


Ia kemudian menceritakan keadaan Kerajaan Medang Kemulan saat ini yg terlihat goyah dan rapuh.


Entah sudah berapa kali pasukan Kerajaan Medang Kemulan tidak berhasil menundukkan Pakuwan yg menjadi daerah bawahan nya sendiri.


Ditambah lagi saat ini Pangeran Dewangga Sena telah mampu menghimpun para pemuda dan pengawal kepaneon yg ia jadikan sebagai prajurit. Jelas hal ini mengancam kedudukan dari Prabhu Watu Menak Koncar sendiri.


Keadaan itu di perparah lagi dengan tidak ada nya seorang yg dapat diandalkan untuk menjadi pemimpin yg baik di bawah Prabhu Watu Menak Koncar, baik dari segi ilmunya maupun mengenai ketata negaraan , sehingga membuat Kerajaan Medang Kemulan menjadi melemah.


Panglima Raden Naruttala berkata lagi bahwa dirinya datang ke Puncak Merut itu menjadi utusan langsung dari Prabhu Watu Menak Koncar , mertuanya , guna meminta kesediaan dari Jabonarang untuk mau menempati posisi itu.


Prabhu Watu Menak Koncar sangat berharap sekali agar lelaki tua itu mau menuruti keinginan nya tersebut menjadi seorang kepercayaan nya seperti beberapa waktu silam.


Lelaki tua dan sudah cukup sepuh yg biasa menggunakan pakaian serba hitam ini menatap ke arah Panglima Raden Naruttala, pemimpin tertinggi dari prajurit Kerajaan Medang Kemulan itu.


Di terangi lampu dlupak , terlihat wajah Pemimpin prajurit Kerajaan Medang Kemulan itu menunduk, ia tidak berani menatap mata dari Jabonarang itu.


Hati kecil nya menciut setelah berhadapan dengan orang yg bernama Jabonarang ini.


" Setelah perlakuan nya padaku,..Watu Menak Koncar masih mau meminta tolong dengan mengirim mu untuk datang kemari ,.. Naruttala,..?" tanya nya dengan nada suaranya bergetar.


Pertanda penguasa dari Gunung Merut ini tengah menahan sesak di dada nya, mengingat pengkhianatan yg telah di lakukan oleh Raja Medang Kemulan itu.


Ia telah ingkar janji dengan tidak mengangkat dirinya menjadi Patih di kerajaan Medang Kemulan .


Panglima Raden Naruttala tidak mampu membuka suaranya, hal ini memang telah di perhitungkan I sehingga ia lebih baik diam saja.

__ADS_1


__ADS_2