SASRA WURUK

SASRA WURUK
Persiapan #9.


__ADS_3

Pangeran Dewangga Sena berusaha untuk dapat duduk, meski tubuhnya terasa masih lemah.


Ia beusaha untuk memulihkan kebugaran tubuhnya dengan bersemad


Sementara itu, raksasa besar itu semakin mendekat dengan menghentakkan kaki nya ke atas tanah.


Bumi tempat itu menjadi bergoyang seperti tengah di landa oleh gempa.


Tubuh Pangeran Dewangga beberapa kali harus terlonjak lonjak ke atas akibat hentakan kaki sang Raksasa.


" Hraaaggggghhh,.."


Si putih yg berada disebelah Pangeran Dewangga Sena menggeram keras .


Setelah ia melihat tubuh si Raksasa telah cukup dekat dengan mereka berdua.


" Tenang Putih,.." seru Pangeran Dewangga Sena.


Ia telah menyelesaikan semadi nya dan menatap ke arah Macan Putih teman nya itu.


" Hua ,ha, ha, ha, ha, , Hehhh, manusia, hari ini dirimulah yg akan jadi santapan ku,..ha ha ,ha,.." teriak sang Raksasa.


Ia berkacak pinggang di hadapan Pangeran Dewangga Sena sambil tertawa tawa, melihat ada anak manusia di tempat itu.


" Hehh, jangan terlalu terburu nafsu ingin memakan ku , karena tubuh ku tidak akan enak untuk di santap,.." seru Pangeran Dewangga Sena.


Ia menatap tajam ke arah sang Raksasa besar berambut gimbal dan memiliki taring di kedua celah bibirnya.


Sehingga penampakaan nya sungguh menyeramkan di tambah lagi kedua bola matanya yg merah .menyala.


" Aku tidak perduli , apakah dirimu itu nikmat untuk disantap atau tidak yg jelas saat ini , dirimu lah yg akan menjadi mangsa ku, ha ,ha ha, ha, " teriak sang Raksasa.


Ia bergerak membungkuk kan tubuhnya ingin menggapai tubuh Pangeran Dewangga Sena.


Namun sangat cepat Sang Pangeran melompat mundur ,menghindari cengkeraman dari si Raksasa.


" Hufffhh,"


Beberapa ia berjumpalitan menghindari tangkapan dari si Raksasa yg merasa jengkel karena tidak dapat menjangkau tubuh Sang Pangeran.


Cukup gesit gerakan dari Pangeran Dewangga Sena menghindari tangkapan dari si Raksasa bahkan sesekali ia melepaskan pukulan nya ke tubuh si Raksasa. namun seolah tidak dirasakan oleh si Raksasa , ia terus saja mengejar tubuh pangeran Dewangga Sena dengan kedua tangan nya yg cukup panjang.


" Hraaggggghhhh,"


Tiba tiba terdengar suara dari si Putih , ia terlihat bersiap untuk menyerang si Raksasa yg terus saja mendesak Pangeran Dewangga Sena.


" Graanngghh,.."


Tiba tiba saja si Macan Putih itu melompat menerjang si Raksasa dari belakang, satu serangan cepat menghantam punggung si Raksasa,..


" Aargghh,.."


Teriak si Raksasa, Setelah punggung nya di hantam dua cakar tajam milik dari Si Macan Putih Itu.


Tubuh si Raksasa itu sempoyongan, dan punggung nya pun mengeluarkan darah, ia segera membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah si Macan Putih itu.


Segera si Raksasa itu berusaha untuk menangkap si Macan Putih , tetapi dengan sangat cepat si Putih melompat menghindari tangkapan si Raksasa.


Pada satu kesempatan ketika si Raksasa semakin menggila, maka Hewan yg merupakan teman sekaligus guru dari Pangeran Dewangga Sena menyerang lutut si Raksasa dengan kedua cakar nya.


Salah satu lutut dari Raksasa itu kembali terluka , dan ia pun tampaknya,tengah metasakan kesakitan yg teramat.


Si Raksasa berusaha membetulkan posisi nya yg sempat berlutut sebelah kaki nya, kini ia mampu berdiiri tegak lagi.


Ketika sang Raksasa berhasil tegak ,tiba -tiba saja,..


" Heaahh,..terima ini,.."


Pangeran Dewangga Sena dengan sangat cepat menyerang tubuh si Raksasa dengan tendangan pada punggung nya dari arah belakang.


Memang Pangeran Dewangga Sena harus mengemposi tenaga nya agar mampu melompat tinggi seraya melepaskan serangan.


Dan hasilnya pun cukup lumayan, kali ini, si Raksasa harus bergetar hebat, seolah tengah menahan tubuh nya agar tidak sampai terjatuh.


Berhasil memang Sang Raksasa mmepertahankan tubuh nya agar tidak terjatuh, tetapi serangan kembali datang dan kali ini dari si Putih, ia memberikan cakaran nya pada perut sang Raksasa,..


" Aaarghh,.."


Kembali Raksasa itu berteeriak tertahan setelah mendaptakan serangan serangan yg bertubi tubi,..ia sampai jatuh terduduk, setelah tubuh nya terdapat banyak luka.


Kesempatan ini tidak disia -siakan oleh pangeran Dewangga Sena dengan sebuah terjangan yg cepat ia menghantam punggung sang Raksasa,..


" Heahhh,. aji telapak dewa,.."

__ADS_1


" Dhumbhhh,.."


" Aaaargghhhh,.."


Si Raksasa yg mendapatkan serangan itu segera meraung keras dan jatuh bergulingan diatas tanah, terlihat ia terdiam setelah mengeluarkan suara yg cukup keras , punggungnya nampak terbakar dan mengeluarkan asap .


Pangeran Dewangga Sena mendekati tubuh sang Raksasa perlahan -lahan, dan begitu ia sampai di dekat nya, tiba tiba saja,.


" Whusshhhh,.."


Tubuh sang raksasa itu menghilang dan meninggalkan kabut tipis.


" Hehhh,.."


Pangeran Dewangga Sena terperranjat melihat hal tersebut, sesuatu yg aneh telah terjadi , kemudian ia pun mendenagr,.


" Kau memang hebat bocah,..aku mengaku kalah , jika memerlukan diriku, panggilah nama ku tiga kali, niscaya aku akan datang,.."


Suara itu menggaung terdengar di tempat itu. Bersamaan menghilang nya suara tersebut, Pangeran Dewangga Sena memdekati si Putih.


" Marilah putih kita tinggalkan tempat ini,.."


" Hraaaggggghhh,."


Si Putih meraung keras , sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu.


Pangeran Dewangga Sena melihat ke arah nya.


" Kau menyuruh ku naik ke atas punggung mu Putih ,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


" Hraaghh,."


" Baiklah kalau begitu ,.." ucap Pangeran Dewangga Sena.


Ia pun langsung melompat ke atas punggung Macan Putih itu.


Dan mereka berdua pun segera melesat melewati lembah mayat itu.


Satu kali lesatan saja, Si putih telah mampu melewati lembah mayat itu dan terus naik ke atas menuju puncak Chandramawa .


Menjelang malam tibalah mereka di puncak Chandramawa.


" Sebaiknya kita berhenti terlebih dahulu Putih, aku harus dapat mengetahui keberadaan senjata pusaka itu,.." seru Pangeran Dewangga Sena.


Ia melakukan semadi, agar dapat melihat keberadaan senjata itu., sesaat dirinya melakukan nya terlihatlah cahaya yg sangat terang dan mampu menembus angkasa.


" Hehhh, ternyata tidak terlalu jauh dari sini,.." kata Pangeran Dewangga Sena.


Sang Pangeran pun segera melihat ke arah asal cahaya tersebut.


Ia bangkit dari duduk nya dan memdekati tempat itu, Pangeran Dewangga Sena menemui sebuah goa dengan mulutnya tidak terlalu besar , ia berusaha untuk masuk,akan tetapi,..


" Shieeet,.."


" shieeet,.."


Dua buah senjata rahasia menyerang nya, dengan cepat Pangeran Dewangga Sena melompat menghindari serangan tersebut, luput kedua serangan tersebut.


Perlahan ia kembali mendekati mulut goa tersebut dan begitu tiba di depan mulut goa tersebut terdengar suara keras nan menggelegar membuat Pangeran Dewangga Sena terkejut.


" Hehh, siapa kau, berani nya datang kemari,..?"


Suara itu bertanya kepada Pangeran Dewangga Sena dan belum pun sempat di jawab oleh sang Pangeran, tiba tiba saja di hadapan nya telsh berdiri seseorang yg menggunakan jubah kuning ke coklatan ,yg nongol begitu saja tanpa di ketahui darimana asal nya.


Hehh, bukankah orang ini adalah Eyang Wiku Birawa, berkata dalam hati pangeran Dewangga Sena.


Ia masih sangat mengenali salah seorang pembesar Kerajàan Medang Kemulan dimasa pemerintahan dari Prabhu Kreshna Yuda, Ramanda nya itu.


Orang tua itu adalah salah seorang yg menjadi kepercayaan dari Ramanda nya itu.


Wiku Birawa membawahi bidang keagamaan seperti hal nya Rsi Gopala.


" Apakah diriku kini tengah berhadapan dengan eyang Wiku Birawa,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena langsung.


" Hahhh.."


Orang tua itu terkejut ketika pemuda yg berada di hadapannya itu mengetahui siapa dirinya sesungguhnya.


" Benarkah , eyang ini adalah Eyang Wiku Birawa,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena sekali lagi.


Lelaki tua yg memakai jubah kuning ke coklatan itu menatap ke arah Pangeran Dewangga Sena .


Meski malam terasa cukup pekat namun, ia masih mampu melihat dengan jelas pemuda yg ada di hadapan nya itu

__ADS_1


Aku tidak mengenal pemuda ini, tetapi mengapa ia mengenali diriku, tanya Wiku Birawa dalam hati.


" Siapakah kiranya dirimu ini anak muda,..?" tanya Wiku Birawa.


" Apakah Eyang Wiku tidak mengenali diriku,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Sambil menggeleng Wiku Birawa menjawab pelan,.


" Tidak, aku tidak kenal dengan mu, anak muda," ucap nya.


" Aku adalah Dewangga Sena, Eyang, putra Prabhu Kreshna Yuda," seru Pangeran Dewangga Sena.


Dan untuk kedua kali nya, Wiku Birawa terkejut mendengar nya, memang ia mendengar bahwa putra Mahkota Medang Kemulan itu berhasil di larikan oleh Panglima Raden Watu Giring, akan tetapi bagaimana kelanjutan nya ia sendiri tidak tahu.


" Benarkah yg kau ucapakan itu anak muda, apa buktinya bahwa dirimu itu adalah pangeran Dewangga Sena,..?" tanya Wiku Birawa.


Tentu saja ia tidak semudah itu mempercayainya , Karena sudah banyak sekali orang yg datang ke tempat itu dan mengaku sebagai Pangeran Dewangga Sena guna mendaptakan sebuah pusaka yg kini menjadi tugas nya untuk menjaganya.


" Apakah yg eyang Wiku kenali dari Pangeran Dewangga Sena,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena .


" Aku mengenali nya dengan adanya tanda lahir di pundak sebelah kiri nya,.." sahut Wiku Birawa.


Kemudian Pangeran Dewangga Sena maju mendekati Wiku Birawa dan membuka pakaian nya, dan terlihat lah ada tanda lahir dari pundak sebelah kiri nya.


" Apakah Eyang Wiku memepaercayai nya,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Setelah ia membuka pakaian nya itu dan menunjuk kan nya kepada Wiku Birawa.


Lelaki tua itu langsung memeluk tubuh Pangeran Dewangga Sena dengan eratnya.


" Yahh..eyang mempercayai bahwa diirnu adalah Pangeran Dewangga Sena,.." ucap nya.


Cukup lama Wiku Birawa memeluk tubuh Pangeran Dewangga Sena, baru setelah ia lepaskan , orang tua itu pun mengajak masuk Pangeran Dewangga Sena ke dalam goa.


Pangeran Dewangga Sena mengikuti nya dari belakang, ketika tiba di sebuah tempat yg cukup luas di dalam goa tersebut, Wiku Birawa menunjukkan sebuah senjata yg berupa tombak tengah tertancap di sebuah batu yg besar, dan tombak itu adalah tombak pusaka milik kerajaan Medang Kemulan yg bernama tombak Naga Mas.


" Tombak Naga Mas,.." desis Pangeran Dewangga Sena.


" Benar , Pangeran , tombak itu adalah tombak pusaka Naga Mas milik kerajaan Medang Kemulan,.." sahut Wiku Birawa.


" Jadi selama ini , Eyang Wiku lah yg telah menjaga tombak pusaka Naga Mas ini,..?" tanya Pangeran Dewangga.Sena.


" Benar Pangeran.. eyanglah yg telah menjaga tombak pusaka Naga Mas ini," jawab Wiku Birawa.


Kemudian keduanya saling bercerita mengenai keadaan masing -masing.


Pangeran Dewangga Sena datang ke puncak Chandramawa ini adalah atas perintah dari Eyang patih Watu Spuh Gada, yg meminta nya untuk mnegumpulkan pusaka pusaka yg menjadi piyandel dari kerajaan Medang Kemulan sebelum ia sendiiri nantinya akan menyerang kerajaan Medang Kemulan yg saat ini tengah di perintah oleh Prabhu Watu Menak koncar.


" Memang benar , apa yg telah di katakan oleh Watu Spuh Gada itu Pangeran,..memang sebaiknya dirimu mengunpulkan terlebih dahulu Piyandel Kerajàan Medang Kemulan sebelum menyerang nya,.." ucap Wiku Birawa.


" Oh iya eyang , kalau pusaka Naga Aling aling dimanakah keberadaan nya,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


" Dari yg eyang dengar, bahwa Rsi Gopala membawa keris pusaka itu ke lembah Kapitani yg berada di sebelah barat, namun entahlah , apakah beliau memang masih berada disana atau sudah pindah,.." jawab Wiku Birawa.


Kemudian Wiku Birawa bnagkit dari duduk nya ia mendekati senjata pusaka yg berupa tombak itu,..perlahan di cabutnya tombak pusaka Naga Mas tersebut dari batu itu dan kemudian menyerhkan nya kepada Pangeran Dewangga Sena.


" Tugas Eyang menjaga senjata ini sudah selesai , dan kini ia telah kembali kepada pemilik yg sebenarnya ,.." ucap Wiku Birawa.


" Terimakasih Eyang,.. karena telah menjaga tombak pusaka Naga Mas ini,.." sahut Pangeran Dewangga Sena.


Pemuda itu menerimanya dengan senang hati karena satu usaha nya to telah berhasil, dan tinggal mencari keris pusaka Naga Aling aling .


" Apakah dirimu akan segera ke Lembah Kapitani , Pangeran ,..?" tanya Wiku Birawa.


" Mungkin sebaiknya besok saja aku kesana Eyang, biarlah malam ini aku menginap disini saja,.." ucap Pangeran Dewangga Sena.


" Eyang senang memdengar nya, satu permintaan dari Eyang mu ini jika kelak drimu telah menjadi seorang Raja, janganlah kau lupakan keadaan dari kawula mu ,seperti saat ini, banyak orang yg mengeluh dengan kepemimpinan dari Prabhu Watu Menak Koncar ini, jadikan ini sebagai pelajaran yg berharga untuk mu , Pangeran," ungkap Wiku Birawa.


" Semua nasehat Eyang Wiku tentu akan Ku ingat,..mudah mudahan jagad dewa Bhatara akan merestui semua perjuangan ini .." ucap Pangeran Dewangga Sena.


" Mudah -mudahan ," sahut Wiku Birawa.


Dan malam itu dihabiskan oleh Keduanya dengan berbicara mengenai keadaan dari Kerajaan Medang Kemulan ini, mereka berdua mengatakan bahwa sejak di perintah oleh Prabhu Watu Menak Koncar , Kerajaan Medang Kemulan jauh merosot . Sudah sangat banyak warga yg menjadi korban kekejaman dari Prabhu Watu Menak Koncar itu.


Dan saat ini pun , wilayah dari Kerajaan Medang Kemulan jauh lebih sedikit, setelah Pakuwan Pamintihan, Pakuwan Pemanggar dan Pakuwan Sindur tidak mau tunduk lagi terhadap Kerajaan Medang Kemulan.


Sehingga masa kejayaan dari Kerajaan Medang Kemulan ini hampir punah, tidak ada yg dapat di banggakan lagi dari Kerajaan Medang Kemulan itu.


Baru pada keesokan harinya , Pangeran Dewangga Sena mohon pamit kepada Eyang Wiku Birawa , ia ingin melanjutkan pencarian dari Keris pusaka Naga Aling aling itu.


" Eyang Wiku,..aku mohon pamit,..!" ucap Pangeran Dewangga Sena.


" Silahkan , silahkan,..doa eyang menyertai mu ,..semoga kau dapat menwujudkan apa yg telah memjadi cita cita mu itu, Pangeran,.." sahut Wiku Birawa.

__ADS_1


__ADS_2