
"Apakah ada sesuatu yg penting hingga dirimu harus datang jauh -jauh kemari,..?" tanya Mpu Kalong.
" Benar Mpu, Aku di utus oleh Gusti Putri untuk menyampaikan pesan,..!" sahut Prajurit sandi tersebut.
" Pesan apa itu,..?" tanya Mpu Kalong lagi.
" Mpu di harapkan kehadiran nya di Pakuwan Kalindih, Gusti Putri memerlukan penjelasan dari Mpu Kalong , !" jelas Prajurit sandi ini.
" Kapan,..?" tanya Mpu Kalong lanjut.
" Secepatnya,..!" jawab Prajurit utusan Putri Dyah Wikamini ini.
" Baiklah kalau begitu, sebelum sepekan aku sudah akan berada di Kalindih , silahkan lah dirimu kembali,..!" ujar Mpu Kalong.
Penguasa dari Gunung Kanda ini pun bergegas meninggalkan tempat tersebut dan ia akan menuju padepokannya yg berada di dekat puncak gunung tersebut.
Dan ia meninggalkan seorang diri prajurit dari Kalindih tersebut.
Sang prajurit pun segera meninggalkan tempat itu pula , karena tugas yang di embannya telah di sampaikan kepada Mpu Kalong.
Prajurit ini kembali ke Kalindih.
*********
Siang itu di istana Medang Kemulan tengah, melakukan sidang paseban guna membahas mengenai permasalahan yang telah terjadi di dalam kerajaan tersebut termasuk masalah dengan Pakuwan Kalindih.
Dalam sidang kali ini, adalah Prabhu Dewangga Sena sendiri lah yg menjadi pemimpin nya, ia telah sembuh total setelah terluka dalam lumayan parah saat bertarung melawan Mpu Kalong beberapa waktu yg silam.
Dalam pada itu istana telah di penuhi oleh pembesar kerajaan Medang Kemulan diantaranya adalah Patih Watu Giring, Rakryan Mahamantri demung Supala, Panglima Pangeran Turangga Sena dan Ibundanya Ratu ayu Tunggarani, Senopati Ampaian dan banyak lagi, termasuk juga Brojo Lungguk dan Ki Gambong.
Turut hadir pula bekas patih dimasa pemerintahan dari Prabhu Kreshna Yuda yaitu Patih Watu Spuh Gada yg kali ini di tetapkan sebagai penasehat sang Prabhu.
Pada pembukaan sidang kali ini, Prabhu Dewangga Sena menyebutkan bahwa keadaan Kerajaan Medang Kemulan belum lah aman secara keseluruhan nya sehingga jika tiba waktunya paseban agung di laksanakan dirinya mengkhawatirkan keselamatan para tamu undangan yang akan hadir , baik dari Pakuwan Sindur maupun dari Pakuwan Pemanggar akan mendapatkan hadangan dari para pengacau, hanya dari Pakuwan Pamintihan saja yang dapat diakui kemampuan para prajurit dan senopatinya.
" Untuk itulah kalian semua Aku undang datang ke sidang kali ini , sebagai pemimpin, diriku ingin mendapatkan masukan ataupun nasehat mengenai hubungan Medang Kemulan dan Pakuwan Kalindih, jadi siapa saja yg akan memberikan usulan segeralah ajukan , agar kita dapat mengatasi masalah Kalindih ini,.!" Ungkap Prabhu Dewangga Sena penuh wibawa.
Di sampingnya duduk dengan anggunnya sang permaisuri , Ratu Ayu Dewandhani Maheswari, yg sedari tadi melemparkan senyum terlebih saat suaminya memuji Pakuwan yg di pimpin oleh ramandanya itu.
Adalah Patih Watu Giring yg mengajukan diri untuk menanggapi masalah yang di bicarakan itu.Sambil menjura hormat Patih Watu Giring berkata,..
" Ampunkan hamba gusti Prabhu, sebagai penyambung lidah dari beberapa Bekel prajurit dan para Senopati yg mengatakan kepada hamba saat Gusti Prabhu tidak hadir dalam istana ini, mereka pada umumnya menginginkan agar Medang Kemulan memberikan tindakan tegas terhadap Pakuwan Kalindih itu,..!" ucap Patih Watu Giring.
" Maksud paman Patih kita akan menyerang nya,.?" tanya Prabhu Dewangga Sena kepada Patih Watu Giring.
" Benar Gusti Prabhu,..agar secara keseluruhan wilayah kerajaan Medang Kemulan ini dalam satu kepemimpinan di bawah kekuasaan dari Medang Kemulan seperti yang terjadi saat Gusti Prabhu Kreshna Yuda bertahta,..!" jelas Patih Watu.
Terlihat Prabhu Dewangga Sena menarik nafasnya dalam dalam, memang seperti nya perang harus terjadi lagi ,jika Pakuwan Kalindih bersikukuh dalam pendirian nya.
__ADS_1
" Bagaimana nasib para kawula Medang Kemulan yg baru saja di landa perang, dan itu sudah terjadi beberapa kali, apakah mereka tidak dapat merasakan hidup yg damai dan tenteram walau sekejap, apakah perang saudara ini memang pantas untuk kita teruskan,..!?" ungkap Prabhu Dewangga Sena.
Memang sejak duduk menjadi seorang Raja, Prabhu Dewangga Sena memang lebih mudah tersentuh hatinya akan penderitaan rakyat Medang Kemulan ini, yg sebahagian besar masih jauh dari kata makmur, apalagi dengan di tambah perang saudara yang akan terus berkecamuk dan berlangsung cukup lama tentu akan menambah penderitaan rakyat Medang Kemulan, banyak orang tua yg akan kehilangan anaknya, banyak perempuan yg akan menjadi pertemuan janda, tentu airmata dan darah akan lebih banyak lagi tercurah sehingga harus ada jalan atau cara yg lebih baik di tempuh selain berperang.
Saat sang Prabhu masih duduk terdiam di atas singgasana nya , berkata lah Ratu Ayu Tunggarani,
" Mohon ampun anakmas Prabhu, memang sewajarnya kita mencari jalan yg terbaik selain harus mengirimkan pasukan ke Kalindih, mungkin ibunda dapat menjadi lantaran untuk menemui Kangmas Akuwu Watu Menak Kober guna menyakinkan beliau untuk tunduk dan patuh kepada Medang Kemulan ini,..!" ucap Ratu Ayu Tunggarani.
Mendengar hal tersebut, Prabhu Dewangga Sena nampak senang sekali , ia lantas berkata,.
" Memang benar yg ibunda Ratu katakan itu, mungkin jalan perdamaian lebih baik kita lakukan daripada harus berperang, sudah saat nya kita membangun negeri ke arah yang lebih baik lagi, agar kawula Medang Kemulan lebih baik lagi taraf hidupnya,..dengan siapakah ibunda Ratu akan pergi,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena.
Raja Medang Kemulan ini memang sudah menganggap Ratu Ayu Tunggarani sebagai pengganti orang tuanya yakni Ratu Ayu Manik Wangi, ia bahkan telah mengangkat Ratu Ayu Tunggarani sebagai ibu Suri kerajaan Medang Kemulan, padahal sebenarnya Prabhu Dewangga Sena tahu , istri ramandanya ini adalah adik Prabhu Watu Menak Koncar dan Akuwu Watu Menak Kober.
Mendengar hal tersebut, Ratu Ayu Dewandhani Maheswari kurang senang, ia pun segera mengatakan,.
" Apakah tidak sebaiknya yg di katakan oleh Paman Patih Watu Giring saja yang dilakukan, Kangmas Prabhu,..!" ujarnya kepada Prabhu Dewangga Sena.
Kembali Putra Prabhu Kreshna Yuda ini menarik nafasnya dengan berat, memang ada ketidak senangan dari permaisuri nya terhadap Ratu Ayu Tunggarani yg merupakan orang dalam dari Pakuwan Kalindih, jika mau jujur ia tidak setuju atas pengangkatan adik Prabhu Watu Menak Koncar ini menjadi ibunda Suri di Medang Kemulan ini.
" Diajeng Maheswari, Kangmas tidak ingin melihat lagi darah dan cucuran airmata tertumpah lagi di Medang Kemulan ini, jika memang ada jalan lain yg lebih baik daripada harus berperang alangkah lebih itulah yang kita lakukan,..,!" sahut Prabhu Dewangga Sena dengan sareh.
Sang permaisuri Dewandhani Maheswari pun lantas terdiam mendengar penuturan dari suaminya tersebut, ia pun tidak melanjutkan kata katanya lagi.
Sesaat keadaan dari balairung istana kerajaan Medang Kemulan ini sunyi seolah tidak ada orangnya, tiba tiba saja Pangeran Turangga Sena pun menjura hormat sambil berkata,.
" Ampunkan hamba Kangmas Prabhu, biarlah hamba saja yang akan datang ke Kalindih bersama ibunda Ratu,.!" ucapnya.
" Benar anakmas Prabhu , sebaiknyalah Turangga Sena yg akan menyertaiku ke Kalindih, mungkin Putri Dyah Wikamini akan tersentuh oleh nya, bagaimana pun juga, Turangga Sena lah yg telah menyelamatkan nya,..!" jelas Ratu Ayu Tunggarani .
Semua yg hadir dalam sidang paseban kerajaan Medang Kemulan itu nampak terkejut mendengar penjelasan dari ibunda Suri ini, mereka memang secara umum belum tahu akan hal tersebut, dan baru kali ini mendengar nya.
" Benarkah demikian ibunda Ratu,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena yg kaget mendengar nya.
" Benar , anakmas Prabhu, demikian lah adanya, jadi kami berdua akan berusaha untuk meyakinkan nya agar tidak lagi berniat untuk membalas dendam terhadap kerajaan Medang Kemulan ini,..!" terang Ratu Ayu Tunggarani.
" Jika memang demikian adanya , ku izinkan dimas Turangga Sena menyertai ibunda Ratu ke Kalindih,.!" sahut Prabhu Dewangga Sena lagi.
Dan akhirnya di putuskan lah bahwa Ratu Ayu Tunggarani dan Pangeran Turangga Sena lah yg akan menjadi utusan kerajaan Medang Kemulan ini membawa pesan perdamaian ke Pakuwan Kalindih, keduanya membawa misi untuk mengehentikan segala kebencian dan tetap berada dalam kesatuan di bawah panji -panji kerajaan Medang Kemulan.
Meskipun tidak seluruh yg hadir dalam sidang itu menginginkan hal yang sedemikian itu, masih banyak juga yang menginginkan jalan perang sebagai solusi terbaiknya.
Termasuk juga dengan permaisuri Dewandhani Maheswari , ia berharap misi yg di emban oleh dua orang dekat suaminya ini akan mengalami kegagalan, sehingga mau tidak mau Medang Kemulan akan langsung mengirmkan pasukan ke Kalindih untuk menundukkan nya.
Demikian lah, kemudian keberangkatan dari Pangeran Turangga Sena dan ibundanya di tetapkan dua pekan lagi.
Dan sebelum keberangkatan nya, Prabhu Dewangga Sena masih menyempatkan diri bertemu dengan adiknya itu secara pribadi dalam biliknya.
__ADS_1
" Dimas Turangga Sena adikku, Kangmas ingin memneritahukan sesuatu sekaligus akan menyerahkan nya kepadamu,..!" ungkap sang Prabhu.
" Apakah itu Kangmas Prabhu,..?" tanya Pangeran Turangga Sena heran.
Tidak seperti biasanya kakaknya ini mengadakan pembicaraan secara pribadi dengan dirinya, sehingga ada semacam perasaan aneh menyelimuti hati adik Prabhu Dewangga Sena ini.
" Begini Dimas , berhubung dirimu akan menjalankan suatu tugas yg mulia yg menurut Kangmas cukup berbahaya, ada baiknya diirimu mempersiapkan diri lebih baik lagi, utamanya menganai kemampuan dalam hal ilmu kadigjayaan,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena pelan.
Seolah ia tidak ingin ada orang lain yg mendengarnya.
" Hehh,..!"
Pangeran Turangga Sena sungguh terkejut mendengar nya, memang ia mengakui bahwa belum tentu mereka, ia dan ibundanya akan di terima dengan baik di Kalindih, akan tetapi untuk menambah ilmu dalam waktu yang sesingkat ini rasa -rasanya tidak mungkin untuk di lakukan.
" Kangmas Prabhu, waktunya sudah cukup sempit,.mana mungkin Turangga Sena mampu meningkatkan ilmu lagi dalam waktu sesingkat itu ,..!" seru Pangeran Turangga Sena.
" Adik ku , Dimas Turangga Sena, berhubung dirimu memang memiliki darah keturunan dari ramanda Prabhu, jadi seperti nya hal tersebut dapat kau lakukan meski dalam waktu riga hari saja, ini merupakan ilmu leluhur kita, jadi sudah sewajarnya dirimu menguasainya,..adikku,..,!" jelas Prabhu Dewangga Sena.
" Ilmu apakah itu Kangmas Prabhu,..?" tanya Pangeran Turangga Sena kepada kakak nya.
" Ilmu Telapak Dewa, ..yg Kangmas pergunakan saat melawan Mpu Kalong beberapa waktu yang lalu, dan inilah kitabnya, didalam kitab ini pun menerangkan bagaimana cara menyembuhkan dari terkena serangan ajian tersebut, dan ini memang sebuah ilmu dari leluhur pendiri kerajaan Medang Kemulan ini, !" jawab Prabhu Dewangga Sena sambil menyerahkan sebuah gulungan kulit binatang yang sudah tampak lusuh.
Pangeran Turangga Sena meraih gulungan tersebut dan membuka nya sebentar, di lihatnya di dalam gambar pada kulit binatang tersebut, memang tidak banyak , hanya beberapa sikap dari orang yg tengah duduk dan berdiri.
Baru pada gulungan yang lain ada beberapa tulisan, dan yg paling terang , sehingga mudah untuk di baca adalah kemampuan seseorang yg memiliki tenaga dalam yang sangat tinggi serta merupakan keturunan Prabhu Wisnu Dharma yg mampu mengatasi pengaruh dari ilmu ini.
Untuk selanjutnya Pangeran Turangga Sena menutup gulungan kulit tersebut dan berkata,.
" Jadi Kangmas Prabhu akan menyerahkan ilmu Telapak Dewa ini kepadaku,..,?" tanya nya.
" Benar , adikku,.. Kangmas masih belum dapat menerima jika kelak dirimu dan ibunda Ratu bertemu dengan Mpu Kalong dari gunung Kanda, apakah ia akan berbaik hati atau malah akan membunuh kalian berdua, sehingga Kangmas cemas akan hal tersebut, dan satu hal lagi, jika dirimu memang telah mampu menguasainya, ingatlah akan kelemahan ilmu ini , yg akan dapat membalik jika terpantulkan oleh benda yang mengkilap seperti senjata kipas milik Mpu Kalong itu, jadi berhati hatilah memepergunakan nya,..adikku,..,!" tutur sang Prabhu lagi.
Ia memang tampak sangat menyayangi adik nya ini sehingga menyerahkan kitab pusaka aji Telapak Dewa bahkan dengan tombak pusaka Kyai Naga Mas yg menjadi pasangannya.
Prabhu Dewangga Sena masih memberikan wejangan kepada adiknya ini agar lebih sering mempergunakan senjata piyandel kerajaan Medang Kemulan ini.
" Tombak pusaka Kyai Naga Mas adalah pasangan dari ilmu Telapak Dewa jadi seringlah berlatih menggunakan senjata itu adikku,..!" ucapnya sebelum meninggalkan sang adik dalam biliknya.
Setelah kepergian dari Prabhu Dewangga Sena , maka Pangeran Turangga Sena pun membuka kembali gulungan kulit yg berisi Ajian Telapak Dewa ini, sebuah ilmu dari leluhur pendiri kerajaan Medang Kemulan sendiri sehingga ilmu tersebut hanya ada dalam lingkup keraton saja.
Kening pangeran Tampak mengkerut melihat beberapa gambar yang ada dalam kitab pusaka tersebut.
Memang tidak terlalu banyak, mulai dari sikap duduk hingga di akhiri pada satu sikap yang berdiri di bawah panas mentari saat pada puncaknya.
Dan dalam penjelasan akhir dari kitab pusaka tersebut menyebutkan agar semua nya di lakukan dengan pengerahan tenaga dalam yang tinggi sehingga dapat menyerap panas yg di timbulkan dari sang Surya dan untuk selanutnya bisa di jadikan menjadi senjata yg mampu melumpuhkan lawan.
Pada akhirnya , Pangeran Turangga Sena pun menjalani laku yang ada dalam kitab pusaka aji Telapak Dewa tersebut.
__ADS_1
Sesuai dengan yg ia dengar dari kakaknya Prabhu Dewangga Sena , ia dapat menyelesaikan nya dalam waktu tiga hari saja, asalkan memang memiliki dasar tenaga dalam yang tinggi.
Benar saja, apa yang telah di katakan oleh sang Prabhu, setelah menjalani laku selama tiga hari di bawah terik nya panas mentari, akhirnya Pangeran Turangga Sena mencapai keberhasilannya. Ia sudah mampu mengeluarkan ajian tersebut dari kedua telapak tangannya, meski hanya permulaan tetapi hati adik Prabhu Dewangga Sena ini sudah sangat senang sekali, ia telah mampu mewarisi ilmu Telapak Dewa dari kakak nya, Prabhu Dewangga Sena.