SASRA WURUK

SASRA WURUK
Sang Prabhu #9.


__ADS_3

Raja muda yg baru saja berkuasa di kerajaan Medang Kemulan ini masuk ke dalam biliknya yg khusus.


Saat berada di dalam, dirinya masih di berikan beberapa obat -obatan yg telah di persiapkan oleh sang Tabib.


Selesai menerima perobatan dari tabib istana ini, Prabhu Dewangga Sena kemudian memerintahkan kepadanya untuk meninggalkan nya sendirian di tempat itu.


" Baiklah Gusti Prabhu , jika memang dirimu memerlukan bantuan, segeralah panggil hamba,..!" ucap sang Tabib.


Ia pun langsung meninggalkan Prabhu Dewangga Sena dalam bilik tersebut sendirian.


Sedangkan sang Prabhu segera melakukan semadi dalam bilik khusus itu.


Ia memang berusaha untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang terkena hantaman aji Telapak Dewa miliknya sendiri yg membalik saat ia bertarung dengan Mpu Kalong.


Sang Prabhu merasa ia memang harus lebih berusaha lagi untuk mampu mengeluarkan sisa sisa dari hantaman tersebut.


Memang dalam kitab pusaka aji Telapak Dewa ada hal yg dapat untuk menyembuhkan dari pengaruh ilmu tersebut.


Hahh, bagaimana dengan aji Guntur Nirwana, yg tidak memiliki obat jika terkena hantaman nya, mungkin diriku sudah tidak akan bernyawa lagi, mulai saat ini diri ku harus berhati hati menggunakan nya , jika berbalik menghantam diriku tentu akan sangat sulit untuk menyembuhkan nya, berkata dalam hati Prabhu Dewangga Sena.


Dalam pada itu , di dalam istana Medang Kemulan sendiri, sang permaisuri, Ratu Dewandhani Maheswari tengah mencari keberadaan dari sang suami.


Sang permaisuri menemui Kintan Suri dalam biliknya, ia menyangka sang Prabhu sedang bersama istri mudanya ini.


" Kintan Suri ,buka pintu ini, aku mau masuk,.!" seru permaisuri Dewandhani Maheswari agak keras.


" Kreeikk,..!"


Pintu bilik itu pun terbuka , dan muncullah Kintan Suri dari dalam,.


" Ada apa Gusti Ratu,..?" tanya Kintan Suri pelan.


" Apakah kangmas Prabhu berada disini,..?" tanya permaisuri Dewandhani Maheswari terus terang.


ia pun menerobos masuk ke dalam, segeralah ia memeriksa bilik tersebut, tetapi tidak menemukan Prabhu Dewangga Sena berada di situ.


" Dimana kau sembunyikan kangmas Prabhu ,.?" tanya Permaisuri Dewandhani Maheswari lagi.


" Hamba tidak mengerti dengan ucapan Gusti Ratu, Gusti Prabhu tidak berada di sini,..!" jawab Kintan Suri tidak mengerti.


Sungguh cucu buyut Lohsari ini tidak tahu mengenai keberadaan dari Prabhu Dewangga Sena , sehingga ia merasa bingung dengan sikap dari sang permaisuri Dewandhani Maheswari yg ini.


" Suri, jangan pernah untuk merasa berkuasa atas Kangmas Prabhu,.. disini dirimu hanyalah selir,..jika Kangmas Prabhu tidak berkenan , kau bisa saja di tendang keluar dari istana ini,.!" ucap Permaisuri Dewandhani Maheswari dengan ketus.


Sedangkan Kintan Suri hanya diam saja mendengar nya, ketika permaisuri Dewandhani Maheswari meninggalkan tempat itu, wajahnya masih saja menunduk tidak berani menatap wajah sang permaisuri.


Bagi permaisuri Dewandhani Maheswari yg merasa kehilangan suami nya, hatinya merasa was -was, kemanakah perginya beliau itu, tidak seperti biasanya ketika ia hendak bepergian, ia tetap pamit kepada dirinya.


Sesaat akan menuju ke dalam biliknya, permaisuri Dewandhani Maheswari berpapasan dengan adik iparnya, Pangeran Turangga Sena.


" Dimas Turangga Sena, apakah dirimu melihat Kangmas Prabhu,..,?" tanya nya kepada Pangeran Turangga Sena.


Dengan segera Pangeran Turangga Sena menjawab,.


" Kangmas Prabhu sedang berada di dalam biliknya, ia sedang memulihkan tenaga nya akibat tadi malam telah bertarung dengan seseorang dari Gunung Kanda,..!" jawab Pangeran Turangga Sena .


" Apakah ia terluka, dimas ?" tanya Permaisuri Dewandhani Maheswari penasaran.


Tidak biasanya sang suami harus melakukan sesuatu dalam bilik khususnya jika itu tidak benar-benar penting.Ia pun menjadi cemas di buatnya.


" Benar Kangmbok Ratu,.. Kangmas Prabhu memang sedang terluka, akan tetapi tidak terlalu parah, mungkin ia memang memerlukan waktu untuk beristirahat sejenak,..!" jelas Pangeran Turangga Sena.


" Mengapa kau berkata demikian Dimas Turangga Sena,..?" tanya Permaisuri Dewandhani Maheswari lagi.


Karena jawaban dari adik iparnya ini belum membuat hatinya tenang.

__ADS_1


" Karena tadi tabib istana pun telah di perintahkan oleh Kangmas Prabhu untuk meninggalkan nya, mungkin saat ini beliau memang ingin sendiri, Kangmbok Ratu,..!" jawab Pangeran Turangga Sena.


Ia pun segera pamit dari hadapan permaisuri Dewandhani Maheswari yg masih berdiri mematung , sambil mengarahkan pandangan matanya ke suatu tempat dimana tempat itu adalah bilik khusus yg di peruntukkan untuk penguasa kerajaan Medang Kemulan ini bersemadi atau pun menenangkan dirinya.


Ada keinginan dari sang permaisuri menghampiri sang suami di tempat tersebut , akan tetapi ia takut justru kedatangan nya ini akan mengganggu nya, maka urunglah niatan sang permaisuri menemui Prabhu Dewangga Sena dalam bilik tersebut.


Ia berjalan menuju teman istana.


Dan pada hari itu, sidang paseban kerajaan Medang Kemulan di pimpin oleh Patih Watu Giring dalam istana .


Pertemuan kali ini banyak membahas mengenai keadaan kerajaan Medang Kemulan , utamanya mengenai hubungan dengan Pakuwan Kalindih yg sepertinya masih enggan untuk tunduk di bawah panji-panji kebesaran Medang Kemulan.


Beberapa pembesar kerajaan mengatakan untuk segera saja menyerang pakuwan yg telah berani membuat huru hara dalam Kotaraja Medang Kemulan ini, namun sebahagian yg lain lebih bersifat menunggu , dan yg lebih penting dari itu adalah keputusan yang akan di ambil oleh Gusti Prabhu sendiri, kata mereka.


Sementara itu , jauh dari Kotaraja Medang Kemulan , tepatnya di dekat perbatasan Pakuwan Kalindih, tampak seorang lelaki tergesa gesa berjalan, ia adalah salah seorang prajurit sandi yg di tugaskan oleh putri Dyah Wikamini mengawasi prajurit yg telah di kirimkannya bersama dengan Bekel Sangiran dan Mpu Kalong.


Prajurit ini memang mendapatkan tugas untuk melaporkan apa yg telah terjadi di dalam Kotaraja.


Kelihatan sekali prajurit sandi dari Kalindih ini sangat ketakutan, ketika ia sudah menginjakkan kakinya di wilayah Pakuwan Kalindih barulah raut wajahnya tampak tenang, ia pun tidak nampak tergesa gesa lagi.


Dan belum pun jauh ia memasuki wilayah Pakuwan Kalindih ini tiba tiba ia di kejutkan oleh suara seseorang.


" Apakah berita yang kau bawa Prajurit, menyenangkan atau menyedihkan,..?" tanya seseorang.


Prajurit sandi ini membalikkan tubuhnya dan mencari arah suara orang tersebut, dan tampaklah tidak jauh dari dirinya berdiri ada seorang perempuan cantik yang sudaj sangat di kenalnya,.


" Gusti Putri,..!" serunya kaget.


Memang orang yang menyapa nya itu adalah Putri Dyah Wikamini , yg merupakan anak dari Prabhu Watu Menak Koncar dan juga keponakan dsri Akuwu Watu Menak Kober.


" Mohon ampun Gusti Putri, berita yg hamba bawa ini adalah berita yang sangat menyedihkan,..!" sahut prajurit sandi itu.


Ia pun berjalan mendekati Putri Dyah Wikamini , dan tidak berapa lama tempat itu telah di penuhi oleh beberapa orang prajurit yg menjadi pengawal Putri Prabhu Watu Menak Koncar itu.


" Berita menyedihkan , apa maksudmu,..coba ceritakan dengan jelas,..!" pinta Putri Dyah Wikamini kepada prajurit sandi tersebut.


Tidak ada yg tertinggal , hingga akhir sang prajurit menceritakan nya.


" Jadi seluruh prajurit termasuk juga dengan Bekel Sangiran, semua nya telah gugur, begitu maksudmu prajurit,..?" tanya Putri Dyah Wikamini .


Nampak raut wajah tidak senang mendengar ucapan dari prajurit sandi ini, ia sungguh tidak menyangka dengan semudah itu seluruh prajurit nya dapat ditumpas tanpa tersisa.


" Benar Gusti Putri, semua nya telah tewas tidak ada yg berhasil selamat, kecuali,..!" ucap prajurit sandi ini, ia memang tidak melanjutkan ucapannya itu takut kalau putri Dyah Wikamini akan bertambah murka.


" Kecuali siapa, ayo bicara yg jelas,..?" seru Putri Dyah Wikamini.


" Kecuali Mpu Kalong, gusti Putri !" jawab Prajurit itu.


" Hehh,..!"


Putri Dyah Wikamini tersentak kaget mendengar nya, ternyata penguasa Gunung Kanda itu masih mampu bertahan tidak turut tewas bersama para prajurit nya.


" Apakah ia dan murid muridnya selamat,. prajurit,..?" tanya Putri Dyah Wikamini lagi.


" Hanya beliau seorang saja Gusti Putri, dua muridnya itupun ikut tewas bersama para prajurit, bahkan ia pun terluka cukup parah,..!" jawab Prajurit sandi tersebut.


Putri Dyah Wikamini termenung sejenak mendengar penuturan prajurit sandi ini, ia merasa bahwa Orang tua dari Gunung Kanda itu pantas di andalkan terbukti dirinya mampu meloloskan diri dari sergapan para prajurit Medang Kemulan , bahkan dari Prabhu Dewangga Sena sendiri, itu artinya kemampuan dari Mpu Kalong ini masih dapat di sejajarkan dengan raja muda dari Medang Kemulan tersbut.


" Prajurit ,..cari keberadaan dari Mpu Kalong itu, dan bila perlu ajak saja ia untuk berada di sini di Kalindih ini, tentunya jika memang dirinya mau,..!" seru Putri Dyah Wikamini lagi.


" Hamba Gusti Putri,..!" jawab prajurit tersebut.


Dan sebelum pergi, Putri Dyah Wikamini meminta kepada sang prajurit untuk menceritakan keadaan keluarga nya yg masih berada dalam tawanan Kerajaan Medang Kemulan.


" Dari beberapa orang yang kami dengar, keadaan Gusti Ratu dan Gusti Putri Dyah Minak Sriniti dslam keadaan baik, Gusti Putri,..!" sahut prajurit itu.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu , silahkan dirimu pergi, dan secepatnya segera hubungi Mpu Kalong,.. katakan aku memerlukan dirinya hadir di Kalindih ini,..!" terang Putri Dyah Wikamini.


Prajurit itu pun menganggukkan kepalanya , ia segera meninggalkan tempat tersebut dan langsung menuju ke kota Pakuwan Kalindih .


Sedangkan Putri Dyah Wikamini masih tercenung atas kegagalan usahanya untuk membebaskan seluruh keluarga nya dari tahanan Prabhu Dewangga Sena di Medang Kemulan.


Putri Dyah Wikamini memang berniat untuk melakukan perang terbuka dengan kerajaan Medang Kemulan guna dapat membebaskan mereka.


Akan tetapi apakah Paman Akuwu Watu Menak Kober mau menerima usulanku ini, bertanya dalam hati Putri Dyah Wikamini .


Ia pun bergerak dari tempat tersebut dan menuju sebuah tempat yang biasa di jadikannya mengatur rencananya.


Tampaknya keahlian dari sang suami, Panglima raden Naruttala telah berpindah kepada diri Putri Dyah Wikamini.


Dirinya saat ini telah mampu mengumpulkan para prajurit yg mau di perintahnya dan bersedia berjuang bersamanya.


Agak berbeda dengan Akuwu Watu Menak Kober sendiri, sesungguhnya dalam hati sang Akuwu ini adalah lebih baik tunduk dan patuh terhadap permintaan dari Prabhu Dewangga Sena dsn menjadi salah satu bagian dari kerajaan Medang Kemulan ini daripada harus berperang terus menerus hingga banyak jatuh korban lagi.


Tetapi tampaknya niatan ini tentu akan mendapatkan tentangan dari Putri Dyah Wikamini yg merupakan keponakan sendiri.


Hingga sulitlah bagi Akuwu Watu Menak Kober mengambil keputusan.


***********


Nun jauh dari Medanh Kemulan, tepatnya di kaki gunung Kanda , setelah hampir tiga hari melakukan perjalanan,.Mpu Kalong pun tiba di salah satu tempat yg biasa digunakan untuk menyepi diri, di sebuah tempat yg berads tidak jauh dari aliran sungai yang ada goa di dekat sebuah air terjun.


Dengan bersusah payah lelaki tua yang biasa menggunakan kipas sebagai senjata andalan nya itu berusaha untuk mencapai tempat tersebut.


Memang tubuhnya sudah serasa tidak mampu ia gerakkan lagi, akan tetapi dengan berusaha keras untuk mengatasi rasa sakit dan lelahnya.


Meskipun beberapa kali ia harus memuntahkan darah segar karena luka dalam yg di deritanya.


Ia bahkan menguatkan hati nya sendiri dengan mengatakan.


Tunggulah pembalasan ku, Prabhu Goblok, Aku telah mengetahui kelemahan diri mu, jika diirku telah sembuh, aku akan datang lagi membunuh mu, demikian lah perkataan yg di ucapkan nya dalam hatinya.


Hingga ia pun berhasil masuk dalam goa yang berada di balik air terjun tersebut dengan jalan merangkak, tenaga dalam dan ilmu peringan tubuhnya tidak mampu ia pergunakan lagi, takut jika hal tersebut ia lakukan, luka dalam nya akan bertambah parah.


Dan begitu tiba dalam goa, tubuh Mpu Kalong pun ambruk tak sadarkan diri.


Hingga sehari semalam ia pingsan dalam goa tersebut.


Saat cahaya mentari pagi yg menembus air terjun itu masuk ke dalam pada keesokan harinya, barulah orang tua itu sadar dari pingsan nya.


Ia pun berusaha untuk mengambil air yg menetes di balik dinding batu goa tersebut guna melepaskan dahaganya, serasa kerongkongan orang tua ini kering dan serasa terbakar.


Begitu air tersebut masuk dan mengalir dalam kerongkongan nya, barulah tenaga dari Mpu Kalong itu tumbuh perlahan, ia pun mampu untuk bangkit duduk.


Dengan segenap kemampuan nya, orang tua ini bersedekap guna memulihkan kondisi tubuhnya, ia memang memiliki daya tahan tubuh yg sangat kuat, meskipun dirinya sudah cukup tua , namun dalam hal tenaga ia memang pantas di banggakan.


Orang tua ini berkali kali masih memuntahkan darah, akibat luka dalam yg ia derita.


Sehingga seharian penuh dirinya hanya duduk bersemadi dalam goa tersebut.


Baru pada keesokan paginya, Mpu Kalong keluar dari dalam goa itu untuk mencari makan, ia pun langsung masuk ke dalam air untuk menangkap ikan.


Salah satu ikan yg ia harapkan adalah ikan gabus dan ikan wader,..yg merupakan makanan yang dapat dengan cepat menyembuhkan luka secara alami.


Dan sejak saat itu , Mpu Kalong kembali menempa dirinya dslam goa yang berada di balik air terjun tersebut.


Hingga pada suatu hari, mungkin sudah lebih satu purnama , Mpu Kalong mendengar seseorang yg berjalan ke arah tempatnya itu.


Dan dengan cepat ia menghampiri nya.


" Ada apa saudara ini, datang kemari,..?" tanyanya dengan pelan.

__ADS_1


Orang yang berada di tepian sungai ini kaget mendengar ada suara orang yang menyapanya.


Orang tersebut adslah Prajurit sandi yang di kirim oleh Putri Dyah Wikamini.


__ADS_2