
Meskipun Pangeran Dewangga Sena melepaskan beberapa kali Ajian Telapak Dewa nya tetapi tidak menyurutkan prajurit Medang Kemulan yg berusaha keluar dari tekanan Pasukan Pakuwan Sindur yg berada di dalam benteng.
Tampaknya baik Panglima Raden Naruttala maupun Akuwu Watu menak Kober sepakat untuk menarik keluar seluruh pasukan nya , jika tidak ingin tumpas di dalam benteng Pakuwan Sindur ini.
Panglima Raden Naruttala yg di beritahukan oleh Akuwu Watu menak Kober bahwa mereka telah dapat himpitan dari pasukan Pakuwan Pamintihan yg baru datang sehingga ia di paksa untuk menarik keluar seluruh pasukan nya sebelum pasukan Pakuwan Pamintihan itu berhasil masuk ke dalam benteng.
Panglima Raden Naruttala yg memang melihat jalan kekalahan sudah sangat dekat menghampiri mereka, jika ia tetap memepertahanakan kedudukan mereka di dalam benteng itu.
Ia pun memerintahkan para prajurit nya untuk segera keluar kembali dan dapat menahan serangan yg di lakukan oleh Pakuwan Pamintihan.
Di lain pihak, Akuwu Sindur yg telah berhasil menyatukan kembali para prajurit nya segera menyerukan untuk terus menekan pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini.
Hasilnya cukup lumayan , banyak juga para prajurit Medang Kemulan yg menemui ajal nya ketika menahan serangan dari para prajurit Sindur.
Ketika matahari telah condong ke arah barat, nyaris secara keseluruhan para prajurit Kerajaan Medang Kemulan telah berhasil keluar dari benteng Pakuwan Sindur.
Namun mereka mendaptakan serangan serangan yg hebat dari para prajurit Pakuwan Pamintihan yg berada di luar benteng.
Senopati Garega yg menjadi pemimpin pasukan Pakuwan Pamintihan ini ternyata sangat garang , ia tidak memberi toleransi kepada para prajurit yg di temui nya, sehingga membuat pasukan Medang Kemulan benar -benar tertekan.
Terlebih telah banyak Senopati dari Kerajaan Medang Kemulan ini yg gugur atau pun tidak mampu melanjutkan pertempuran lagi.
Hanya Akuwu dari Kalindih sajalah yg masih bugar, ialah yg menggantikan posisi dari Panglima Raden Naruttala beberapa saat ketika sang Panglima terkapar di hantam oleh tendangan Pangeran Dewangga Sena.
Saat setelah berada di luar pun, Pasukan Medang Kemulan tidak ber usaha untuk menyerang para prajurit Pakuwan Pamintihan ,mereka cenderung akan menarik diri dari pertempuran.
Karena begitu Matahari benar -benar sudah tenggelam , para prajurit Kerajaan Medang Kemulan ini terus saja bergerak menjauhi benteng Pakuwan Sindur.
Sehingga para prajurit dari Pakuwan Sindur terus saja mengejar mereka dengan di bantu oleh para prajurit dari Pakuwan Pamintihan.
Oleh Pangeran Dewangga Sena , gerak pasukan Sindur dan pasukan Pamintihan dimintanya untuk berhenti.
" Jangan kejar mereka, nanti kita akan menemui kesulitan, lebih baik kita berjaga saja disini,..!" serunya.
Dan ucapan dari Pangeran Dewangga Sena ini dianggap aneh oleh sebahagian besar prajurit, baik dari Pakuwan Sindur demikian pula dari Pakuwan Pamintihan.
Senopati Garega yg menjadi Panglima pasukan dari Pakuwan Pamintihan segera mengajukan pertanyaan,..
" Mengapa kami tidak boleh mengejar nya Pangeran,..?" tanya Senopati Garega.
" Sebelum aku menjawab pertanyaan mu , Kakang Garega, aku ingin bertanya kepadamu, mengapa tidak Panglima Rakai Parumping yg memeimpin pasukan dari Pakuwan Pamintihan ini,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena kepada Senopati Garega.
Senopati Garega kemudian menjelaskan kepada Pangeran Dewangga Sena bahwa saat ini Panglima Rakai Parumping diminta bantuan nya oleh Panglima Raden Watu Giring untuk ikut memberi pelatihan kepada para calon prajurit yg sedang mereka tempa di Desa Lohsari dan Kapaneon Cempogo, sehingga Akuwu Manik Rangga memerintahkan dirinya yg membawa pasukan Pamintihan itu ke Sindur ini , demikian lah jawaban Senopati Garega atas pertanyaan dari Pangeran Dewangga Sena.
__ADS_1
" Paman Akuwu dan Kakang Garega , mengapa diriku melarang kalian mengejar pasukan Medang Kemulan ini adalah agar pasukan kita tidak akan terjebak oleh perangkap mereka yg mungkin saja merska lakukan disaat menarik pulang pasukan nya dan yg kedua bahwa sebenarnya kekuatan Pasukan Medang Kemulan ini masih cukup besar, hanya saja saat ini nyali mereka telah runtuh setelah gugurnya beberapa Senopati terbaik nya , termasuk Tiga Golok Setan dari Gunung Merut itu, jika mereka memang semangat bertarung mereka tetap utuh , belum tentu gabungan dua pasukan dari dua Pakuwan ini akan mampu menahan mereka,.tetapi tampaknya Akuwu Watu Menak Kober tidak memiliki sikap itu sehingga ia lebih baik mensrik pasukan nya daripada harus terus berperang,.." jelas Pangeran Dewangga Sena.
Dari penjelasan yg di berikan ini paham lah para pemimpin dari dua Pakuwan itu, memang seandainya mereka terus berusaha mendesak pasukan Medang Kemulan itu, boleh jadi mereka yg akan mengalami kebinasaan, akibat serangan balik yg akan dilakukan oleh pihak musuh.
Sementara itu di pihak pasukan Kerajaan Medang Kemulan sendiri, di tariknya pasukan dari dslam benteng Pakuwan Sindur menjadi tanda tanya besar di kalangan para prajurit.
Salah seorang yg menjadi kepercayaan Panglima Raden Naruttala segera bertsnya kepada Panglima nya itu.
" Gusti Panglima ,..mengapa kita keluar dari benteng Pakuwan Sindur, sementara kita masih dapat bertahan atas serangan dari Pasukan Pakuwan Sindur itu,..?" tanya nya kepada Panglima Raden Naruttala.
Yg di tanya tampak terdiam, memang sebenarnya keputusan yg diambil ini bukan murni dari pemikiran nya melainkan dari Akuwu Watu Menak Kober, Akuwu Kalindih.
" Kalau masalah itu yg kau pertanyakan aku tidak dapat menjawab nya , mungkin Paman Akuwu Kalindih yg lebih tahu jawaban nya,.." sahut Panglima Raden Naruttala .
Sesungguhnya Panglima perang Kerajaan Medang Kemulan ini belum terlalu sempurna kesehatan nya setelah ia menerima hantaman dari Pangeran Dewangga Sena saat masih berada di dalam benteng , sehingga mempengaruhi jalan pikiran nya, ia pun melemparkan pertanyaan ini kepada Akuwu Kalindih, Akuwu Watu Menak Kober.
" Dengarkanlah , oleh kalian semua ,..mengapa diriku mengambil keputusan keluar dari dalam keraton Pakuwan Sindur itu adalah untuk menjaga agar para prajurit kita ini tidak tumpas , mengingat telah banyak jatuh korban yg qda di pihak kita oleh satu orang saja , yaitu orang yg menamai dirinya sebagai Pangeran Dewangga Sena putra dari Prabhu Kreshna Yuda,.." ungkap Akuwu Watu Menak Kober.
Ia berhenti sejenak dan menarik nafasnya perlahan baru kemudian melanjutkan lagi perkataan nya.
" Nasib kita hari ini memang sial, disaat kita hampir dapat menguasai seluruh Pakuwan Sindur ini tiba -tiba saja datang seorang pemuda yg mampu merobah jalan nya peperangan, dengan mudah nya ia mampu mmebunuh Senopati Gemak Ampal dan mempecundangi Si Tiga Golok Setan dari Gunung Merut itu, bahkan jika ia mau nyawa anakmas Panglima Naruttala pun dapat melayang dibuatnya, tidak sampai disitu saja, dengan tambahan satu orang saja kita sudah kesulitan mengahadapi nya, kini di tambah lagi kedatangan Pasukan dari Pakuwan Pamintihan yg cukup besar jumlahnya, tentu akan jauh membuat kita lebih sulit lagi, jika kita berusaha bertahan di dalam, tentu saja pasukan kita akan di gilas oleh pasukan yg baru datang itu,..sedang di dalam sendiri kita sudah kerepotan menghadapi pasukan dari Pakuwan Sindur,..oleh sebab itulah, sebelum malam menjelang , lebih baik kita tarik pulang seluruh pasukan untuk keluar dari benteng Pakuwan Sindur itu, semua nya dilakukan agar kita masih dapat melihat Matahari esok pagi, jika tidak , Aku tidak dapat membayangkan apa yg akan terjadi,.." jelas Akuwu Watu Menak Kober.
Akuwu Kalindih ini teringat ketika ia memimpin pasukan menyerang Pakuwan Pamintihan untuk pertama kali nya, hingga menyebabkan buta sebelah matanya, karena bertarung dengan Akuwu Manik Rangga .
Jadi ada semacam ketakutan tersendiri bagi Akuwu Watu Menak Kober ketika harus be hadapan dengan para prajurit dari Pakuwan Pamintihan itu.
" Apakah kita akan bertahan disini sampai besok pagi dan kemudian menyusun kekuatan lagi untuk menggempur pasukan Sindur itu,..?" tanya Senopati yg membantu Panglima Raden Naruttala itu.
Panglima Raden Naruttala hanya menatap ke arah Akuwu Watu Menak Kober, karena ia tidak dapat menjawab pertanyaan dari bawahan nya itu.
" Bagaiamana Paman Akuwu, apakah kita akan berada disini dan besok menyerang Pakuwan Sindur lagi,.. Paman,..?" tanya Panglima Raden Naruttala.
Akuwu Kalindih yg mendengar pertanyaan dari kedua pemimpin tertinggi dari pasukan Medang Kemulan ini hanya menggelengkan kepalanya,..
" Kurasa sebaiknya kita segera tinggalkan tempat ini,..Kakang Prabhu harus segera mengetahui bahwa tahta nya tampak sedang goyah, jika benar pemuda itu adalah Putra Prabhu Kreshna Yuda,..yg artinya ia tentu akan menuntut balas atas kematian orang tuanya di tangan Kangmas Prabhu Watu Menak Koncar,.." ungkap Akuwu Watu Menak Kober
Panglima Raden Naruttala segera memandangi Senopati bawahan nya.
" Jadi kita akan menarik pasukan dan kembali ke Kotaraja Medang Kemulan, begitu maksud Paman Akuwu,..?" tanya Panglima Raden Naruttala.
Ia minta kejelasan dari Akuwu Watu Menak Kober.
" Benar, anakmas Naruttala , kita harus berpikir jernih, kalau pun kita memaksakan diri untuk menggempur pasukan Sindur , yg ada kita lah yg akan kalah,..dan mungkin nyawa kita sebagai taruhannya,..jadi sebaiknya kita memang harus menarik diri dan mempersiapkan kembali dari sana," jelas Akuwu Watu Menak Kober.
__ADS_1
" Akan tetapi jumlah pasukan kita masih cukup untuk mengalahkan mereka , Paman Akuwu,..!" sahut Panglima Raden Naruttala.
Ia yg masih bersikukuh untuk tetap melanjutkan peperangan pada keesokan harinya, sehingga alasan yg di sebutkan oleh Akuwu Kalindih ini tidak dapat di terima oleh sang Panglima.
Akuwu Watu Menak Kober hampir kehabisan cara untuk meyakinkan Panglima Raden Naruttala untuk segera menarik seluruh Pasukan dan kembali ke Kotaraja Medang Kemulan.
Akhirnya Akuwu Watu Menak Kober mengatakan kepada panglima Raden Naruttala , siapakah orang nya yg akan mengahdapi pemuda yg mengaku sebagai Pangeran Dewangga Sena putra dari Prabhu Kreshna Yuda itu jika besok pasukan Kerajaan Medang Kemulan kembali menggempur pasukan Sindur.
Pertanyaan itu membuat Panglima Raden Naruttala terdiam, ia memang telah merasakan pukulan dari pemuda yg bernama Dewangga Sena ini, ia sampai harus pingsan beberapa lama dan tidak mampu meminmpin pasukan nya, beruntung Akuwu Watu Menak Kober berhasil memimpin pasukan Medang Kemulan dengan baik sehingga tidak harus tercerai berai.
" Apakah anakmas Naruttala tahu kemana perginya si Tiga Golok Setan dari Gunung Merut itu, ?" tsnya Akuwu Watu Menak Kober kepsda Panglima Raden Naruttala.
" Tidak, sedari tadi Aku tidak melihat mereka,..!" jawab Panglima Raden Naruttala.
Barulah pemimpin pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini menyadari keadaan pasukan yg sesungguhnya , kini tinggal mereka berdua saja lah yg menjadi tulang punggung dari Pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini.
" Benar Paman, apa yg telah paman katakan itu, mungkin jumlah pasukan kita masih banyak tetapi para senopati nya telah banyak gugur,..sulit untuk kita dapat memenangkan peperangan ini, baiklah besok kita kembali ke Kotaraja Medang Kemulan meskipun dalam keadaan kalah,.paman,.." ucap Panglima Raden Naruttala dengan lesu.
Tugas yg diemban nya untuk kedua kalinya harus gagal, ia harus mengakui keunggulan para pemimpin Pasukan Pakuwan Sindur ini, yg mampu bertahan atas serangan kali ini.
Demikian pula di kubu pasukan Pakuwan Sindur, setelah tidak jadi mengejar Pasukan Medang Kemulan yg menarik diri itu, hampir seluruh prajurit d tarik kembali mssuk ke dalam benteng, mereka masih bersiaga terus akan kemungkinan nya mendaptakan serangan dari para prajurit Kerajaan Medang Kemulan itu.
Di dalam benteng, Akuwu Sindur ,Patih Gunadharma,. Pangeran Dewangga Sena dan Senopati Garega membicarakan masalah mengenai apa yg akan mereka lakukan jika pada esok hari Pasukan Medang Kemulan akan menyerang kembali.
" Paman Akuwu,..kita tetap harus berjaga dan bersiap , karena keinginan mereka cukup kuat untuk dapat menaklukan Pakuwan Sindur ini,.." jelas Pangeran Dewangga Sena.
" Baiklah anakmas Pangeran,.. Paman setuju dengan semua anakmas Pangeran katakan , karena kalau tidak ada anakmas Pangeran tentu saja Pakuwan Sindur ini telah kalah,.." sahut Akuwu Sindur.
" Ahhh, semua itu memang kerja keras kita semua Paman Akuwu, termasuk kegigihan dari Eyang patih Gunadharma yg mampu bertahan meskipun tubuhnya telah terluka, jadi semangat ini harus tetap kita jaga agar pasukan Sindur mampu bertahan,.." ungkap Pangeran Dewangga Sena.
" Tetapi saat ini rasanya beban di pundak ku jauh telah berkurang sejak kedatangan pasukan dari Pakuwan Pamintihan,..hanya satu yg membuatku harus bersedih adalah kematian dari Panglima Pandawa , beliau memang seorang Ksatria sejati, dan patut di tiru sikap nya dalam mempertshankan Pakuwan Sindur ini, " terang Patih Gunadharma.
Mendengar hal ini, Akuwu Sindur menjadi tersentuh, ia memang mengakui keteguhan hati dari salah seorang kepercayaan nya itu hingga akhir hayat nya tanpa banyak mengeluh.
" Aku akan menganugerahi gelar pahlawan kepada nya , Paman Patih, dan kelak jika salah seorang putra nya mau menggantikan kedudukan nya, aku siap menerima nya,.." ujar Akuwu Sindur.
Sampai pagi , pasukan Pakuwan Sindur tetap berjaga, akan tetapi tampaknya serangan dari musuh tidak terjadi.
Saat Matahari terbit di ufuk timur, para prajurit yg berada d panggungan melihat pergerakan pasukan Medang Kemulan yg menarik diri dari Pakuwan Sindur , ia pun segera melaporkan hal tersebut kepada Akuwu Sindur.
Sang Akuwu Sindur dengan di temani oleh Pangeran Dewangga Sena dan Senopati Garega segera naik ke atas panggungan guna melihat apa yg telah di sebutkan oleh prajurit tadi.
Mereka bertiga memang melihat pergerakan pasukan dari Medang Kemulan ini yg telah berangsur angsur menarik diri dari Pakuwan Sindur.
__ADS_1
Hati Akuwu Sindur menjadi sangat senang sekali melihatnya , ia mengucap syukur akan hal itu.