
Pangeran Dewangga lantas berseru keras,..
"Prajurit, tangkap kedua orang ini dan jebloskan ke dalam penjara, " seru Pangeran Dewangga Sena.
Ia kelihatan marah setelah mengetahui bahwa kedua orang yg ada dihadapan nya itu adalah adik dari Prabhu Watu Menak Koncar dan putranya.
Seorang prajurit masuk datang menghadap sambil menjura hormat,.
" Sendika Gusti Pangeran, hamba akan malaksanakan semua perintah Gusti Pangeran,..!" ucap prajurit tersebut seraya mendekati kedua orang itu.
Adalah Ratu Ayu Tunggarani dan Pangeran Turangga Sena yg kelihatan nya bingung melihat sikap dari Pangeran Dewangga Sena ini, mereka sungguh tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti itu.
Demikian pula dengan Patih Watu Spuh Gada dan Panglima Raden Watu Giring.Mereka berdua merasa aneh dengan sikap dari junjungan nya ini.
Karena keluarga dari Prabhu Watu Menak Koncar yg telah di tawan yg terdiri dari anak dan isteri nya tidak di tahan dalam penjara mereka hanya di tempatkan di sebuah kaputren yg dijaga ketat, tetapi mengapa dengan saudara nya sendiri malah Pangeran Dewangga Sena akan menjatuhkan hukuman penjara , aneh pikir mereka berdua.
Ratu Ayu Tunggarani berkata sambil memohon,.
" Jika tuanku ingin menangkap dan memenjarakan, biarlah hamba saja yang menerima nya, tidak dengan putra hamba Gusti,.karena ia tidak bersalah, hambalah yg bersalah, jatuhkanlah hukuman terhadap hamba saja, tidak dengan Turangga Sena, !" ucap Ratu Ayu Tunggarani dengan menghiba.
Dari sudut matanya telah keluar airnat ,bahkan ia sampai bersujud di hadapan Pangeran Dewangga Sena.
" Ibunda tidak pantas melakukan hal ini; ibunda tidak bersalah, biarlah aku akan tetap menemani ibunda dalam penjara, jangan menghiba terhadap orang yang tidak memiliki hati,. !" seru Pangeran Turangga Sena.
Pemuda tampan ini meraih pundak ibundanya dan menarik nya bangkit, sementara itu Pangeran Dewangga Sena memalingkan wajah nya.
" Anakmas Pangeran, mengapa menjatuhkan hukuman kepada orang yang tidak bersalah, biarkan mereka pergi dari sini, jika anakmas memang tidak mau mengakuinya sebagai seorang adik,..tidak ada gunanya menahan mereka,..!" ucap Patih Watu Spuh Gada.
Ia ber usaha untuk menggagalkan penahanan terhadap Pangeran Turangga Sena.
" Tidak Eyang Patih, keputusan ku sudah bulat, kedua orang ini mesti di tahan, prajurit , cepat lakukan,..!" seru Pangeran Dewangga Sena.
" Sendika Gusti Pangeran,..!" sahut prajurit.
Ia pun menarik kedua orang itu untuk segera di bawa ke penjara.
" Mari,..!" ucapnya.
Kelihatan prajurit ini masih menaruh hormat kepada kedua orang ini.
Baik Pangeran Turangga Sena maupun Ratu Ayu Tunggarani segera bangkit, mereka tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain menuruti perintah Pangeran Dewangga Sena.
Hingga keduanya pun segera di giring menuju bilik tahanan.
Setelah kedua orang tersebut telah tiada di ruang istana ini, maka Panglima Raden Watu Giring segera bertanya,.
" Ampunkan hamba , Gusti Pangeran, apakah keputusan yang di ambil ini tidak merupakan suatu kesalahan..?" tanya nya kepada Pangeran Dewangga Sena.
Sedangkan Pangeran Dewangga Sena langsung menyahutinya,..
" Tidak Paman Watu Giring,..ini adalah keputusan yang sangat tepat, dimana beberapa hari lagi adalah penobatan ku,..diriku tidak ingin ada orang yg akan mengganggu jalan nya wisuda itu,..!" jelas Pangeran Dewangga Sena.
Dan setelah itu ,akhirnya ruang paseban tersebut kembali sepi, setelah Panglima.Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada menjnggalkan nya.
__ADS_1
Tinggallah Pangeran Dewangga Sena sendiri yg duduk di atas singgasana nya, kelihatan nya tampak murung setelah kejadian yg terjadi.
Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada tidak langsung pulang melainkan mereka mendatangi tempat tahanan dari Pangeran Turangga Sena dan ibunya.
Karena Panglima Raden Watu Giring adalah seorang yg paling dihormati setelah Pangeran Dewangga Sena, maka ketika ia meminta prajurit jaga itu untuk membuka pintu bilik tahanan ini , tidak ada seorang prajurit pun yg berani menolaknya.
Setelah berada di dalam dan bertemu dengan Ratu Ayu Tunggarani serta Pangeran Turangga Sena.
" Maaf sebelumnya Gusti Ratu,..hamba tidak dapat menolong kalian berdua,.namun ada sesuatu yg ingin aku tanyakan kepada Gusti Ratu jika berkenan,..!" ucap Panglima Raden Watu Giring.
" Apa yg ingin kau tanyakan itu panglima Watu Giring, tanyakanlah,..!" sahut Ratu Ayu Tunggarani.
Panglima Raden Watu bertanya kepada Ratu Ayu Tunggarani ini , dimanakah mereka berdua selama ini dan sebab apakah mereka datang ke Kotaraja Medang Kemulan, apakah memang ingin menemui secara pribadi Pangeran Dewangga Sena atau ada yg lain, demikian lah pertanyaan yang di ajukan oleh Panglima Raden Watu Giring.
Sambil menghela nafasnya, Ratu Ayu Tunggarani menjelaskan apa yg menyebabkan mereka datang ke Kotaraja Medang Kemulan ini dari awal hingga akhir tidak ada yg terlewat. Ia pun mengatakan bahwa selama ini mereka telah bersembunyi di suatu tempat di sebuah hutan yang cukup jauh dari mana pun juga demi menghindari kejaran para prajurit Prabhu Watu Menak Koncar yg terus mencari mereka setelah ia menolak perintah kakak nya ini.
Dalam penuturan nya ini sampai meneteskan airmatanya, karena ia cukup mengenal dengan Panglima Raden Watu Giring, selain ia merupakan orang dekat dengan Prabhu Kreshna Yuda, Panglima Raden Watu Giring sering menyambanginya saat di Pakuwan Kalindih guna menyampaikan pesan sang Prabhu kepada Ratu Ayu Tunggarani.
" Sudahlah Gusti Ratu,..tabahkanlah dirimu , kami akan berusaha meyakinkan Anakmas Pangeran Dewangga Sena untuk mau melepaskan kalian berdua,..!" ungkap Panglima Raden Watu Giring.
" Terima kasih , Panglima Watu Giring,.kami hanya ingin dapat segera keluar dari tempat ini, meskipun kami berdua tidak dianggap kerabat dari Pangeran Dewangga Sena itu, biarlah kami meninggalkan tempat ini, kembali ke tempat kami semula,..!" ucap Ratu Ayu Tunggarani.
" Sudahlah ibunda, tampaknya kita berdua salah menilai nya, ternyata ia tidak sebaik yg kita duga, ibunda , Turangga Sena siap menemani mu selamanya ibunda, meskipun dalam sebuah hutan,..!" berkata Pangeran Turangga Sena.
Jelas dari ucapannya ini ia sudah sangat terluka hatinya atas perlakuan dari saudara tuanya itu.
Namun sebelum Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada meninggalkan tempat tersebut keduanya berjanji akan berusaha menolong mereka berdua, Ratu Ayu Tunggarani dan Pangeran Turangga Sena.
Patih Watu Spuh Gada tidak mampu menjawabnya , ia pun sangat bingung akan hal tersebut.
Ia mengaitkan hal ini dengan penobatan wisuda dari Pangeran Dewangga Sena yg sebentar lagi di laksanakan.
Dan hari yg di tunggu tunggu itu pun telah tiba, di dahului dengan kedatangan tamu undangan dari tiga Pakuwan bawahan kecuali, Pakuwan Kalindih, maka Kotaraja Medang Kemulan menjadi sangat ramai sekali.
Bahkan tamu dari Kerajaan tetangga yaitu kerajaan Kalinggha Pura pun mengirimkan utusan nya guna menyaksikan penobatan Pangeran Dewangga Sena sebagai sang Raja menggantikan kedudukan ramandanya yg sebelum nya sempat di rampas oleh Prabhu Watu Menak Koncar.
Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada sudah sangat meyakini bahwa Kalindih tidak akan hadir dalam paseban agung kali ini.
Memang dapat di mengerti saat ini di Pakuwan Kalindih telah hadir Putri Dyah Wikamini , yg merupakan anak dari Prabhu Watu Menak Koncar, tentu ia melarang paman nya untuk tidak tunduk dan mengakui kekuasaan Pangeran Dewangga Sena atas Medang Kemulan itu.
Namun meskipun demikian , penobatan Pangeran Dewangga Sena sebagai raja diraja di Kerajaan Medang Kemulan ini berjalan lancar dan khidmat.
Pangeran Dewangga Sena yg duduk di atas singgasana nya dengan di dampingi oleh Putri Dewandhani Maheswari segera menerima Mahkota kerajaan Medang Kemulan yg di berikan oleh seorang pemimpin keagamaan kerajaan Medang Kemulan yaitu Resi Mandraloka.
Resmilah Pangeran Dewangga Sena bertahta atas kerajaan Medang Kemulan dengan gelar abhisekanya, Sang Maharaja Bhatara Sri Prabhu Dewangga Sena wikramattunggadewa.
Sedangkan Putri Dewandhani Maheswari di beri gelar sebagai Ratu Ajeng dyah Kumala Dewi Dewandhani Maheswari sebagai sang permaisuri.
Dalam pada itu setelah menerima Mahkota kerajaan Medang Kemulan, Pangeran Dewangga Sena yg bergelar Prabhu Dewangga Sena segera menggelar sidang paseban agung guna memenuhi jabatan yg akan di berikan nya kepada yg sudah di tunjuk nya.
Berkatalah Sang Prabhu Dewangga Sena dengan gagah nya,.
" Hari ini Diriku akan mengumumkan siapa saja yang layak untuk membantuku dalam mengelola kerajaan Medang Kemulan ini, nanti jika namanya telah kusebutkan maka ia akan bertanggung jawab atas jabatan nya itu,. !" sabda nya dengan sangat tenang.
__ADS_1
Terlihat wajah para tamu serta para pembesar sudah sangat penasaran dengan keputusan yang di ambil oleh Raja baru kerajaan Medang Kemulan yg masih muda ini.
" Untuk menduduki posisi sebagai Patih , Aku mengangkat Paman Panglima Raden Watu Giring untuk menempati posisi tersebut dengan gelar Patih Watu Giring Mancanegara." tutur Prabhu Dewangga Sena.
Seluruh mata menatap ke arah panglima Raden Watu Giring, sebahagian besar merasa aneh akan hal tersebut , mengapa posisi orang nomor dua ini jatuh kepada Raden Watu Giring tidak kepada Patih Watu Spuh Gada yg sebelumnya adalah Patihnya Prabhu Kreshna Yuda orang tua dari Prabhu Dewangga Sena.
Namun tidak ada yg berani angkat bicara , mereka hanya berkata kata dslam hatinya.
Selanjutnya Prabhu Dewangga Sena menyebutkan bahwa sebagai Panglima perang kerajaan Medang Kemulan ini di tempati oleh Senopati Garega, seorang yang di maklumi akan kemampuannya dalam hal strategi dan siasat perang yg sangat mumpuni.
Ketika nama Senopati Garega di sebutkan oleh Prabhu Dewangga Sena, Akuwu Manik Rangga segera angkat bicara.
" Ampunkan hamba anakmas Prabhu,..apa tidak sebaiknya Panglima Rakai Parumping yg menjadi panglima perang di kerajaan Medang Kemulan ini,..?" tanya nya sambil menjura hormat.
Sang Prabhu menoleh ke arah Panglima Rakai Parumping dan Senopati Garega bergantian baru setelah nya ia berkata,.
" Sebenarnya lah diriku ingin Paman Panglima Rakai Parumping berada di sini di Medang Kemulan ini, akan tetapi tampaknya ia lebih senang untuk tinggal dan mengabdi di Pamintihan , pamanda Akuwu,..!" jelas Prabhu Dewangga Sena.
Dan Akuwu Manik Rangga tidak berkata lagi, memang Panglima Rakai Parumping adalah orangnya, dan sangat setia kepadanya jadi sangat sulit untuk mengajak bergabung dj Kerajaan Medang Kemulan ini.
Untuk selanjutnya , Prabhu Dewangga Sena menyebutkan orang orang yg di posisikan di beberapa tempat termasuk dengan Bekel Ampaian yg di naikkan menjadi seorang Rakryan mantri yg bertugas sebagai pemimpin pengawal istana dan seluruh Kotaraja Medang Kemulan.
Tak lupa pula, Prabhu Dewangga Sena mengatakan sepuluh orang yang akan ia angkat sebagai Dasa Prabhu atau penasehat nya , du di dalam nya terdapat nama nama, seperti Akuwu Manik Rangga dan istrinya, Patih Watu Spuh Gada, Rssi Gopala, dan beberapa orang lagi yang masih berkerabat dengan nya, hingga dalam posisi ini masih kurang satu.
" Biarlah kelak, tempat itu akan ada yg menempati nya,..!" jelas Prabhu Dewangga Sena.
Setelah selesai dengan urusan pengangkatan para pejabat dalam istana Medang Kemulan , Prabhu Dewangga Sena selanjutnya memutuskan akan menaikkan kedudukan dua kepaneon menjadi Pakuwan.
Adalah Kepaneon Cempogo dan Langgrah lah yg mendapatkan anugerah tersebut.
" Kelak aku sendiri lah yang akan mengangkat dan menobatkan Akuwu yg baru ini dan ku beri nama pakuwan yg baru ini dengan nama Pakuwan Cempogo,..!" terang Prabhu Dewangga Sena lagi.
Dua orang Panewu , baik yg dari Cempogo maupun yg dari Langgrah terlihat senang mendengar keputusan yang telah diambil oleh Prabhu Dewangga Sena ini.
Dan dari keputusan nya ini kerajaan Medang Kemulan tetap memiliki empat Pakuwan meski Pakuwan Kalindih masih enggan untuk bergabung.
Seharian penuh hingga malam tiba baru selesai acara wisuda penobatan Pangeran Dewangga Sena menjadi raja di Kerajaan Medang Kemulan itu.
Sebahagian besar tamu undangan segera beristirahat ke dalam biliknya yg telah di sediakan oleh Sang Prabhu.
Hingga pada keesokan harinya saat Prabhu Dewangga Sena telah duduk di atas singgasana nya, datanglah Akuwu Manik Rangga yg adalah paman sekaligus mertuanya ini , ia mengatakan kepada Prabhu Dewangga Sena untuk mohon pamit kembali ke Pakuwan Pamintihan sambil membawa kembali pasukan yang datang dari pakuwan nya ini termasuk juga panglima Rakai Parumping yg akan pulang bersamanya.
" Apakah tidak terlalu terburu-buru, Pamanda Akuwu, tinggallah di sini barang beberapa hari, kami masih sangat memerlukan nasehat dari pamanda Akuwu,.!" ucap Prabhu Dewangga Sena.
" Terima kasih anakmas Prabhu, kami merasa sudah saatnya anakmas mampu mengambil semua keputusan berdasarkan kebijaksanaan dari anakmas sendiri, sehingga akan membuat anakmas semakin baik dalam menjalankan roda pemerintahan tanpa ada nya campur tangan kami, kecuali memang itu merupakan masalah yang sangat besar,..barulah Dasa Prabhu layaknya memberikan sara dan nasehat,.!" ungkap Akuwu Manik Rangga.
Karena sudah tidak dapat lagi menahan sang mertua untuk tetap tinggal di istana Medang Kemulan maka Prabhu Dewangga Sena melepas kepulangan nya ke Pamintihan.
Setelah kepergian dari rombongan Akuwu Manik Rangga yg cukup besar itu, terasa agak lebih sepi di istana Medang Kemulan ini, karena ia pulang dengan membawa para prajurit Pakuwan Pamintihan yg sangat besar itu, walaupun ada juga para prajurit dari Pakuwan Pamintihan yg tetap mengabdi di Kotaraja Medang Kemulan ini.
Pangeran Dewangga Sena lantas teringat dengan saudara nya Pangeran Turangga Sena dan ibunda nya Ratu Ayu Tunggarani yg telah ia jebloskan ke dalam penjara.
Maka ia pun bergegas mendatangi nya ke dalam bilik tahanan.
__ADS_1