SASRA WURUK

SASRA WURUK
Persiapan #8.


__ADS_3

Sementara itu di kotaraja Medang Kemulan sendiri setelah kepulangan Panglima Raden Naruttala.


Prabhu Watu Menak Koncar langsung menanyakaan, apakah ia telah berhasil menangkap Begal Brojo Lungguk tersebut.


Oleh Panglima Raden Naruttala dijawab , bahwa orang yg bernama Brojo Lungguk ini pun masih berhasil meloloskan diri dari kepungan mereka.


" Hahh,..jadi si Brojo Lungguk itu masih berkeliaran di Wilayah Medang Kemulan ini,.. Naruttala,..?" tanya Prabhu Watu Menak Koncar sambil membentak.


Ia sangat marah sekali karena kegagalan menantunya ini belum dapat melaksanakan perintah nya.


" Naruttala, sekarang ku perintahkan kepada mu untuk menyiapkan seluruh pasukan Medang Kemulan ini dan bila perlu Kalindih pun diajak untuk turut serta pula, kita akan menyerang Pakuwan Sindur,..!" seru Prabhu Watu Menak Koncar.


Memang semenjak diangkat menjadi raja pengganti Prabhu Kreshna Yuda , belum satu pun wilayah pakuwan yg mampu ia tundukkan . Dan kali ini Pakuwan Sindur lah yg akan menjadi incaran, selain karena Pakuwan Sindur telah menyalahi janjinya, ada rasa dendam dalam hati Prabhu Watu Menak Koncar karena penghinaan dari Akuwu Sindur.


" Segala Titah Ramanda Prabhu Hamba laksanakan,." ucap Panglima Raden Naruttala sambil memjura hormat.


Ia pun segera mengundurkan diri , meningglakan tempat itu. Dalam hatinya masih tersimpan seribu tanya akan keberhasilan atas upaya gurunya guna melenyapkan Brojo Lungguk. Sesuai janji Rawi Khopo , bahwa ia sanggup untuk menumpas si Brojo Lungguk.


Hehhh, terkadang guru terlalu banyak bicara nya , akan tetapi tidak ada hasil nya, mungkin sebaiknya Ku kirim saja mata mata untuk mengawasi nya,..berkata dalam hati Panglima Raden Naruttala.


Kemudian menantu Prabhu Watu menak Koncar ini segera menyiapkan pasukan nya seperti permintaan dari Prabhu Watu menak Koncar sendiri.


Tidak lupa pula ia mengirmkan utusan ke Pakuwan Kalindih meminta tambahan pssukan untuk menggempur Pakuwan Sindur.


" Ahh, ada ada saja Kangmas Prabhu ini, sudah berulang kali ia gagal menundukkan beberapa Pakuwan bahkan yg terakhir kalinya harus mengorbankan nyawa Panglima Lokantara, Namun tetap saja ia berniat melakukan nya, hehhh,.." ucap Akuwu Kalindih , Akuwu Watu Menak Kober.


Sang Akuwu masih teringat ketika ia harus kehilangan sebelah matanya akibat bertarung dengan Akuwu Manik rangga dari Pakuwan Pamintihan ketika, para prajurit Medang Kemulan di perintahkan untuk memerangi Pakuwan tersebut.


Apa ia tidak mikir, ini tentu saja akan semakin membuat lemah Kerajàan Medang Kemulan, belum lagi banyak biaya yg harus di keluarkan, lama kelamaan Kerajàan Medang Kemulan akan sangat rapuh , sehingga begitu mendaptkan serangan dari salah satu Pakuwan , akan membuat nya segera lumpuh , berkata dalam hati Akuwu Kalindih.


Ia sangat menyayangkan sikap yg telah di ambil kakak nya ini yg sangat merugikan Kerajàan Medang Kemulan.


Dan keadaan yg terjadi di Kerajàan Medang Kemulan sangat menguntungkan bagi niat Pangeran Dewangga Sena.


Sang Pangeran putra Prabhu Kreshna Yuda ini tengah sibuk membentuk sebuah pasukan yg terdiri dari Pemuda desa dan rakyat kebanyakan yg di latihnya dan di persenjatai guna menjadi prajurit nya, persiapan melawan pasukan Kerajàan Medang Kemulan yg di pimpin oleh Prabhu Watu menak Koncar.


Dalam kesempatan kali ini, Pangeran Dewangga Sena atas nasehat beberapa sesepuh dari Kerajaan Medang Kemulan yg lama, seperti Panglima Raden Watu Giring, Patih Watu Spuh Gada dan beberapa rakryan mantri agar segera mengambil senjata pusaka yg menjadi piyandel dari Kerajaan Medang Kemulan ini.


Dua pusaka yg saat ini kemungkinnanya d pegang oleh dua orang penting dari Kerajaan Medang Kemulan yg lama saat masih di perintah oleh Sang Prabhu Kreshna Yuda.


" Apa saja benda pusaka itu , Paman nya Eyang ,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Dan Patih Watu Spuh Gada segera menjawabnya,.


" Yang satu berupa tombak yg bernama tombak Naga Mas, dan satu lagi adalah sebuah Keris yg bernama, Keris Naga Aling Aling.," jawab Patih Spuh Gada.


Orang tua ini memang ssngat senang sekali setelah mengetahui salah seorang keturunan dari Sang Prabhu Kreshna Yuda berhasil selamat dsri pembantaian oleh Prabhu Watu Menak Koncar.


Sehingga ia mendaptkan kabar sang Pangeran berada di Cempogo, ia pun segera menyambangi, meski sudah berusia cukup lanjut tetapi kegagahan Sang Patih masih kentara terlihat.


Ia pun cukup terkejut dengan kehadiran Si Brojo Lungguk , begal sakti yg dahulu pun telah menyulitkan Kerajaan Medang Kemulan ini, bahkan ia sendiri harus turun tangan sendiri untuk mengatasinya, dasar begal bernyawa seribu ini masih saja selamat, dan kali ini ia berada di dalam barisan dari pengikut Pangeran Dewangga Sena.


" Watu Giring , bagaiamana ceritanya sehingga si Brojo Lungguk ini mampu kalian jinakkan,..?" tanya Patih Watu Spuh Gada kepada Panglima Raden Watu Giring.


" Panjang ceritanya , Paman Patih , namun yg jelas ia berhutang nyawa terhadap Anakmas Pangeran Dewangga Sena, beberapa waktu yg lalu saat ia hampir saja tewas di tangan para prajurit Kerajaan Medang Kemulan,.." sahut Panglima Raden Watu Giring.

__ADS_1


Mendengar hal ini, Patih Spuh Gada pun tersenyum seraya,.


" Mudah -mudahan ia tidak memepersulit kedudukan para kelak,.." desis nya.


Akhirnya Pangeran Dewangga Sena meminta kepada Patih Watu Spuh Gada untuk dapat mmeberitahukan dimana gerangan keberadaan dua pusaka yg menjadi Piyandel dari Kerajaan Medang Kemulan ini.


Patih Watu Spuh Gada hanya dapat memberikan ancar ancarnya saja tidak dapat memastikan dimana keberadaan nya, ia menyebutkan keduanya berada di tangan kedua orang kepercayaan dari sang Prabhu Kreshna Yuda yaitu Wiku Birawa dan Rsi Gopala.


" Nakmas Pangeran ,yg jelas , jika memang dirimu berjodoh, Nakmas Pangeran akan dapat melihat cahaya menjulang langit saat malam tiba, karena kedua pusaka tersebut memiliki keterikatan dengan keturunan Gusti Prabhu Bhatara Yuda, nenek moyang dari anakmas Pangeran ,.jadi saran eyang , sebelum melakukan pemcarian nya, lakukan lah semedi , pinta lah kepada Hyang jagad dewa Bhatara petunjuk mengenai keberadaan kedua pusaka tersebut,.." terang Patih Watu Spuh Gada.


Dan Pangeran Dewangga Sena pun segera melakukan perintah dari Patih Watu Spuh Gada ini dengan melaksanakan semedi , meminta petunjuk dari yg Maha Kuasa akan keberadaan dari dua buah benda pusaka milik leluhur nya tersebut.


Selama dua hari ia melakukan hal tersebut, akhirnya di dapat petunjuk mengenai nya.


Menurut dari yg di dapatnya , bahwa kedua buah senjata pusaka ini terpisah , yg satu berada di sebelah barat, dan yg satu lagi berada di sebelah Timur.


Atas saran dari para sesepuh Kerajaan Medang Kemulan ini, secepatnya lah Pangeran Dewangga Sena mengambil kedua pusaka tersebut ,agar niat menggulingkan kekuasaan dari Prabhu Watu menak Koncar itu segera dapat di laksanakan.


" Jika Aku harus pergi, bagaimana dengan keadaan disini,.Paman dan Eyang,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


" Anakmas Pangeran jangan khawatir, kami yg akan menjadi penanggung jawab di sini, semuanya akan beres, terlebih saat ini , Watu Menak Koncar tengah memusatkan perhatian nya ke Pakuwan Sindur, tentu kita akan lebih leluasa bergerak nya,.." ungkap Panglima Raden Watu Giring.


" Baiklah jika memang demikian , arah mana sebaiknya yg harus Ku tuju , Paman dan Eyang,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena lagi.


" Mungkin sebaiknya anakmas Pangeran menuju arah timur, nanti setelah nya baru menuju arah barat, dan kemungkinan nya saat itulah Kemulan akan menyerang Sindur,." terang Patih Spuh Gada.


Pangeran Dewangga Sena segera memahami maksud dan tujuan dari ucapan Sang Patih tersebut. Ia pun segera bergegas untuk segera melakukan perjalanan mencari dua buah benda pusaka milik leluhur nya pendiri Kerajaan Medang Kemulan yg bernama Tombak pusaka Naga Mas dan Keris pusaka Naga Aling Aling.


Seperti biasa sebelum melakukan perjalanan nya ia minta di temani oleh si Macan Putih, teman sekaligus gurunya.


Menurut patih Watu Spuh Gada pusaka itu telah di selamatkan oleh salah seorang kepercayaan dari Prabhu Kreshna Yuda yg waskita yakni Wiku Birawa dan Rsi Gopala.


Dalam benak Pangeran Dewangga Sena tergambar orang tua yg memakai pakaian kuniing ke coklatan dan sering membawa tongkat jika berpergian, yeah dialah Wiku Birawa.


Tiba disebuah hutan yg agak dekat ke arah Kerajàan Kalinggha Pura, Pangeran Dewangga Sena berhenti dengan di temani oleh si Putih.


Sejenak sang Pangeran mengambil sikap duduk dengan sikap bersemadi , posisi kedua tangan bersatu di depan dada, ia memusatkan seluruh alam pikiran nya serta nalar budi nya, meminta petunjuk kepada yg Maha Kuasa agar dapat melihat , atau setidak nya ada pertanda yg dapat ia ikuti guna mendapatkan benda pusaka tersebut.


Dengan ssngat lama , sang Pangeran melakukan semedi nya hingga menjelang fajar menjelang barulah ia mendaptakan petunjuk yg jelas , dengan menangkap sebuah kilatan cahaya yg dapat menembus langit dari sebuah puncak gunung.


Hahh,.. seperti nya itu berasal dari puncak Chandramawa., berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena.


Putra Prabhu Kreshna Yuda langsung melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah Gunung Chandramawa untuk mendapatkan salah satu pusaka itu.


Sebenar nya Gunung ini telah berada di Wilayah Kalinggha Pura, jadi jika tidak hati hati, para prajurit dari Kerajàan ini dapat salah paham jika ada orang luar yg masuk ke sana.


Sehingga memaksa Pangeran Dewangga Sena harus mencari jalanan yg tidak sering di lalui oleh orang -orang, selain tempat nya aunyi juga terkesan angker.


Pada suatu saat ketika ia sudah mendekati kaki Gunung Chandramawa , dan berada di lembah mayat, Pangeran Dewangga Sena harus segera berhenti disana.


Jika melewati lembah mayat , jarang sekali orang mampu keluar dari tempat tersebut dalam keadaan hidup. Disebabkan pada lembah mayat tersebut ada salah satu penunggunya seorang raksasa besar yg bernama Bhuto cakil, dan memiliki kekuasaan atas lembah tersebut.


Sering kali sang raksasa memakan hidup hidup korban nya, sehingga tulang belulang berserakan di lembah mayat ini , dan satu hal yg menarik dari lembah ini adslah , segala jenis tumbuhan dapat tumbuh subur di lembah mayat tersebut.


Baik tanaman obat obatan maupun tanaman langka lainnya , dan tidak kalah mengangumkan nya adslah banyak nya kembang tumbuh di tempat ini dalam berbagai jenis, sehingga lembah mayat ini sungguh suatu tempat yg sangat menyenangkan , meski banyak cerita horor yg melatar belakangi namanya itu.

__ADS_1


Perlahan Pangeran Dewangga Sena mulai menjejakkan kaki nya di wilayah Lembah mayat ini , tempat yg berada di kaki puncak Chandramawa.


Sementara itu pandangan Pangeran Dewangga Sena sering tertuju ke puncak Chandramawa dimana ia mampu melihat cahaya terang berwarna kuning keemasan menjulang memancar ke atas langit, dalam hati sang Pangeran itulah salah satu pusaka yg menjadi tujuan nya untuk segera di ambil.


Disaat semakin jauh memasuki ke dalam Lembah mayat ini, tempat tersebut menjadi sangat indah , di kanan dan kiri nya terdapat berbagai jenis tanaman kembang yg beraneka ragam membuat pandangan matanya tidak bosan bosan nya untuk melihatnya.


Pangeran Dewangga Sena mengucapkan rasa syukur nya kepada yg Maha Kuasa , Karena baru kali ini ia melihat sesuatu yg sangat indah laksana seperti sedang berada di taman taman nirwana.


Ia mengedarkan pandangan nya ke seluruh taman bunga yg sangat indah ini, dengan disertai aroma yg menusuk keluar dari berbagai macam bunga ini menjadikan tempat itu seperti tidak sedang berada di alam dunia.


Semakin jauh ia melewati taman bunga ini, ia merasa ada yg aneh pada pernafasan nya. Tidak seperti biasa nya ia dapat menghirup udara dengan bebas nya , namun kali ini dadanya terasa sesak , ia amat sulit untuk bernafas nya.


" Hraagghhh,.."


" Hehhh,.."


Ternyata si Putih menggeram dengan kerasnya, lalu Pangeran Dewangga Sena menoleh kearah nya , ia sangat terkejut karena binatang itu tidak mau melewati taman bunga yg sangat indah itu yg berada di Lembah mayat ini.


Mengapa si Putih tidak mau melewati tempat ini, apakah taman bunga ini memliki racun, berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena.


" Hufhhhh,.."


Ia melompat mundur dan berusaha mencapai tempat si Putih berada. Akan tetapi belum pun sang Pangeran menjejakkan kaki nya diatas tanah, tiba -tiba,..


" Siiing,."


" Siiing,."


" Siiing,."


" Hufhhhh,..heaahh,."


Tiga buah senjata rahasia melesat menyerang Pangeran Dewangga Sena.


Putra Prabhu Kreshna Yuda ini kembali mengemposi tenaga dalam nya untuk melompat lagi lebih tinggi guna menghjindari serangan tersebut.


Ia berhasil luput serangan senjata rahasia tersebut, akan tetapi yg membuat rasa di hati Sang Pangeran menjadi aneh adalah bahwa ia merasa sulit untuk mengatur jalan pernafasan nya.


Setelah lolos dari serangan tersebut maka Pangeran Dewangga Sena mendekati tubuh si Putih yg masih mendekam diam di tempat nya.


Setelah mencapai tempat itu tiba -tiba si Putih menjilati tubuhnya,termasuk wajah Raka, mulai dari hidung mulut bahkan matanya, Pangeran Dewangga Sena merasa geli dengan apa yg telah di perbuat oleh si putih itu.


Akan tetapi setelah selesai , tiba -tiba,..


" Hooeeekkhh,.."


Pangeran Dewangga Sena memuntahkan darah hitam kental, seperti agar agar, baru kemudian ia jatuh tertelungkup. Serasa tubuhnya amat lemas, tetapi pernafasan nya terasa longgar.


Si putih terus saja menjilati sekujur tubuh pangeran Dewangga Sena.


Ketika sebuah suara sangat keras dengan di sertai guncangan tanah yg amat hebat melanda seperti sedang terjadi gempa.


" Ha, ha, ha, ha, siapa kiranya anak manusia yg sudah bosan hidup ini,.Hua ha ha ha,.."


Terdengar teriakan dan di barengi suara tertawa yg sangat keras di tempat itu.

__ADS_1


Pangeran Dewangga Sena yg tubuhnya masih sangat terasa lemah, hanya mampu menatap ke arah datang nya suara tertawa tadi.


__ADS_2