SASRA WURUK

SASRA WURUK
Tahta Yang Goyah #6.


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa, Pasukan Medang Kemulan menarik seluruh prajurit nya dari Pakuwan Sindur, maka Akuwu Sindur segera mengadakan pembicaraan dan membawa seluruh pemimpin pasukan , baik dari Pakuwan Sindur maupun dari Pakuwan Pamintihan ke dalam istana nya.


Ia ingin mengadakan pembicaraan yg lebih serius setelah keberhasilan Pakuwan Sindur menahan gerak maju Pasukan Kerajaan Medang Kemulan itu.


" Anakmas Pangeran dan Senopati Garega , aku mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan kalian berdua, jika tidak ada kalian , entah Bagaimana lah nasib dari Pakuwan Sindur ini,." ungkap Akuwu Maesa Sanga, Akuwu Sindur itu.


" Sama -sama, Paman Akuwu, sebenarnya kemenangan ini adalah berkat keberanian dari Paman Akuwu sendiri, kami hanya membantu semampu kami, bukan begitu kakang Garega,.." sahut Pangeran Dewangga Sena.


" Benar,.kami hanya membantu saja , Gusti Akuwu, semuanya memang tergantung pada Kemampuan Pakuwan Sindur sendiri,.." balas Senopati Garega.


" Ahh, kalian berdua terlalu merendah, jika tanpa kehadiran kalian berdua mungkin Pakuwan Sindur telah jatuh ke tangan Prabhu Watu Menak Koncar saat ini,..untuk itu , Aku sebagai Akuwu di Sindur ini ingin bertanya langsung kepada Senopati Garega mengenai perjanjian antara Pakuwan Sindur dengan Pakuwan Pamintihan, apa yg akan menjadi permintaan dari Akuwu Manik Rangga terhadap kami, sebagai balas jasa atas bantuan nya ini,..?" tanya Akuwu Sindur kepada Senopati Garega.


Senopati dari Pakuwan Pamintihan ini hanya menatap ke arah Pangeran Dewangga Sena, seperti ada yg ingin ia katakan kepada sang Pangeran.


" Mohon ampun beribu -ribu ampun Gusti Akuwu, mengenai perjanjian antara Pakuwan Sindur dengan Pakuwan Pamintihan semuanya terserah kepada Pangeran Dewangga Sena, sebagai perpanjangan tangan Gusti Akuwu Manik Rangga dari Pakuwan Pamintihan,.." ucap Senopati Garega.


Pemimpin pasukan Pakuwan Pamintihan ini nampak nya sedang menunjuk ke arah Pangeran Dewangga Sena untuk mengambil keputusan dari segsla sesuatu nya atas Pakuwan Sindur.


" Bagaimana anakmas Pangeran,.. apakah yg ingin dirimu harapkan dari kami di Sindur ini,..?" tanya Akuwu Maesa Sanga , Akuwu Sindur.


Pangeran Dewangga Sena hanya menarik nafas berat . Ia memang berharap banyak dari Pakuwan Sindur ini, selain memang kaya akan hasil bumi yg melimpah,.Pakuwan Sindur masih memiliki banyak kelebihan, hanya para prajurit nya yg jumlah nya sedikit, karena itu luas wilayah Pakuwan Sindur tidak sebanding dengan jumlah prajurit nya.


" Jika memang Paman Akuwu Manik Rangga telah memutuskan demikian, baiklah,.. Aku hanya berharap kepada Paman Akuwu Sindur untuk mempersiapkan segala perbekalan , jika kelak, Aku akan menyerang Kerajaan Medang Kemulan, Paman Akuwu,.. apakah Paman sanggup,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Nampak Akuwu Sindur tersenyum mendengar nya, ia tentu saja akan sanggup untuk menyediakan perbekalan jika kelak terjadi benturan antara Pangeran Dewangga Sena dengan Prabhu Watu Menak Koncar.


" Tentu , tentu , Paman akan mampu memenuhinya, anakmas Pangeran,.. ada yg lain,.misalkan memerlukan tambahan kekuatan prajurit,..?" Akuwu Sindur balik bertanya.


" Jika nanti kami memang memerlukan tambahan kekuatan prajurit , tentu kami akan mengatakan nya , Paman,..namun mulai sekarang , kami berharap Paman Akuwu mempersiapkan perbekalan untuk perjuangan kami,.." jelas Pangeran Dewangga Sena.


Di sela sela pembicaraan itu, tiba tiba saja masuk lah salah seorang putri dari Akuwu Sindur , Akuwu Maesa Sanga yg membawakan hidangan makanan dan minuman.


" Silahkan , Gusti Pangeran,.." ucap Putri Akuwu Sindur.


Putri Akuwu Sindur yg bernama Puspawani itu agak gugup ketika harus berhadapan dengan Pangeran putra Prabhu Kreshna Yuda ini.


" Terima kasih,.." sahut Pangeran Dewangga Sena.


Ia pun mencicipi sajian yg di hidangkan oleh Putri Akuwu Sindur tersebut, kemudian diikuti pula oleh Senopati Garega dan Patih Gunadharma.


Sungguh lezat hidangan itu , ditambah lagi yg menyajikan nya adalah seorang putri cantik dari Sindur.


" Anakmas Pangeran, kenalkan, ini adalah putriku, Putri Puspawani,.." ucap Akuwu Sindur.


Pangeran Dewangga Sena terkejut mendengar, karena dahulu ia mengenal sang putri yg memiliki saudara kembar yg sangat mirip , jika mereka berdua datang ke istana Medang Kemulan , kedua Putri Akuwu Sindur ini menjadi teman bermain dari Pangeran Dewangga Sena.


" Jadi ia ini adalah Puspawani , Paman Akuwu,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


" Benar , anakmas Pangeran, ia adalah Puspawani sedang saudara kembar nya, Pusparani telah menikah,..!" sahut Akuwu Sindur.


" Ooo,.."

__ADS_1


Pangeran Dewangga Sena melirik ke arah Putri Puspawani yg duduk di sebelah Ramandanya itu.


" Apakah , anakmas Pangeran telah memiliki calon sisihan,..?" tanya Akuwu Sindur.


" Memang nya kenapa ,Paman Akuwu,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena .


" Ahh, tidak,..jika anakmas Pangeran belum mempunyai calon sisihan, Aku ingin menjodohkan mu dengan Putriku ini, Putri Puspawani,.." ucap Akuwu Sindur.


" Paman, Akuwu ,..aku belum memikirkan nya, biarlah kelak jika tahta Kerajaan Medang Kemulan telah berada di tsngan ku, baru Aku akan segera mencari pendamping, kalau untuk sementara ini biarlah aku sendiri saja,.." jelas Pangeran Dewangga Sena.


Akuwu Sindur tidk dapat memaksakan keinginan nya untuk menjadikan Pangeran Dewangga Sena sebagai menantunya, karena semua nya itu tergantung pada keinginan dari sang Pangeran sendiri , ia hanya dapat menawarkan saja tidak lebih.


Beberapa hari di Pakuwan Sindur, kemudian Pangeran Dewangga Sena pun kembali ke desa Lohsari.


Cukup lama juga ia sudah meninggalkan Desa Lohsari ini.


Dimana Kintan Suri pun sudah amat jarang ia temui. Dengan bersama si putih maka , Pangeran Dewangga Sena pun segera kembali pulang ke Desa Lohsari .


Pangeran Dewangga Sena secepatnya kembali ke desa Lohsari.


Begitu tiba di Lohsari , ia langsung menuju tempat Kediaman dari Buyut Lohsari.


Buyut Lohsari amat terkejut dengan kehadiran Sang Pangeran.


" Ahh, anakmas Pangeran, sudah terlalu lama tidak bertemu ,..!" sapa Buyut Lohsari.


" Benar Eyang Buyut,..diriku memang sudah terlalu lama meninggalkan desa Lohsari ini,..!" sahut Pangeran Dewangga Sena.


" Demikian lah Nakmas Pangeran,..bahwa saat ini telah banyak orang yg bergabung dengan Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada, mereka umum nya tidak merasakan adanya keadilan sejak Prabhu Watu Menak Koncar berkuasa,..!" ungkap Buyut Lohsari.


Pangeran Dewangga Sena mendenagrkan semua penuturan yg di ucapkan pemimpin desa Lohsari itu,..ia memang seharusnya menemui Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada, untuk membicarakan kelanjutan persiapan para prajurit yg akan mereka bawa menggempur Kerajaan Medang Kemulan itu.


" Eyang , Buyut, apakah Panglima Watu Giring pernah datang kemari ,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Sambil menggelengkan kepalanya, Buyut Lohsari menjawab,..


" Tidak pernah anakmas, ia tampaknya sedang sibuk di Cempogo sehingga para calon prajurit dari desa Lohsari ini sajalah yg datang ke Cempogo untuk berlatih, termasuk dengan Kintan Suri,..!" jawab Buyut Lohsari.


" Jadi Kintan Suri kini sedang berada di Cempogo, Eyang,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


" Benar , anakmas ,..ia sudah lama hendak bertemu dengan nakmas Pangeran,..sehingga ia menyempatkan diri ke Cempogo,.." terang Buyut Lohsari lagi.


" Baiklah kalau begitu, Eyang, sebaiknya aku harus ke Cempogo segera,..!" ungkap Pangeran Dewangga Sena.


" Silahkan anakmas Pangeran, pesan ku agar Kintan Suri secepatnya kembali ke Lohsari ini,..!" jawab Buyut Lohsari.


" Pesan Eyang pasti akan kusampaikan kepada Kintan Suri,.." ucap Pangeran Dewangga Sena.


Kemudian sang Pangeran berlalu dengan cepat menuju Kepaneon Cempogo, meski jarak nya tidak terlalu jauh ,tetapi Putra Mahkota itu segera mengtrapkan ilmu lari cepat nya agar segera sampai di sana.


Memang saat ini beberapa wilayah yg berdekatan dengan Kepaneon Cempogo telah menyatakan kesetiaan nya dan siap membantu Pangeran Dewangga Sena dalam menggulingkan kekuasaan dari Prabhu Watu Menak Koncar yg mereka nilai telah berlaku sewenang wenang.

__ADS_1


Sehingga banyak kawula yg menjadi sengsara di buatnya, oleh sebab itulah maka dengan berbondong -bondong setelah mengetahui bahwa salah seorang keturunan dari Prabhu Kreshna Yuda masih hidup, maka para rakyat itu segera ikut bergabung dengan perjuangan sang Pangeran ini.


Sebenarnya keadaan di Cempogo ini telah di ketahui oleh pihak Kerajàan Medang Kemulan,..Prabhu Watu Menak Koncar memang mengetahui bahwa ada seseorang yg mengaku sebagai salah seorang putra dari Prabhu Kreshna Yuda yg berusaha menggalang kekuatan guna menggulingkan kekuasaan nya.


Ia juga telah menyiapkan sebuah pasukan yg akan di berangkatkan ke Kepaneon Cempogo setelah Pasukan Kerajaan Medang Kemulan pulang dengan tangan hampa dari Pakuwan Sindur.


Prabhu Watu Menak Koncar amat marah setelah mengetahui kekalahan pasukan nya ketika harus berhadapan dengan Pakuwan Sindur.


" Apa saja yg telah kalian lakukan Naruttala,..mengapa Sindur pun tidak berhasil kalian taklukan,..?" tanya Prabhu Watu Menak Koncar geram.


" Ampunkan hamba, Ramanda Prabhu,.sungguh sebenarnya Pakuwan Sindur itu hampir berhasil kami kuasai jika saja saat itu tidak ada bantuan dari Pangeran Dewangga Sena juga Pasukan Pakuwan Pamintihan,.." jawab Panglima Raden Naruttala.


" Benar, Kangmas Prabhu,..kami memang tidak menyangka akan bantuan dari Pamintihan itu, sehingga hampir saja kami semua tumpas ketika berada dalam benteng itu , saat pasukan dari Pakuwan Pamintihan itu berhasil menekan kami dari arah belakang,..terlebih saat itu anakmas Naruttala sedang dalam keadaan pingsan,..!" jelas Akuwu Watu Menak Kober.


Ia merasa bahwa kekuatan pasukan yg di miliki oleh Kerajaan Medang Kemulan ini semakin hari semakin berkurang, sehingga perlu meninjau ulang jika memang ingin mengirimkan pasukan guna menyerang salah satu Pakuwan yg ada di kerajaan Medang Kemulan ini.


" Sedemikian hebatnya kah, Putra Prabhu Kreshna Yuda itu,..?" tanya Prabhu Watu Menak Koncar.


Sang Prabhu sampai mengepalkan tangan nya terlihat ada rasa marah pada raut wajah nya kali ini.


Ia masih teringat tatkala dirinya mampu mengalahkan Prabhu Kreshna Yuda pada saat itu dengan mudahnya , tetapi kenapa saat ini, untuk menaklukan sebuah Pakuwan kecil seperti Pakuwan Sindur amat sulit sekali.


" Naruttala,..apakah dirimu masih mampu memimpin pasukan lagi guna menumpas para pembrontak yg ada di Cempogo,..?!!" tanya Prabhu Watu Menak Koncar.


" Kangmas Prabhu, jangan terlalu terburu -buru, berilah waktu kepada anakmas Naruttala untuk beristrahat, lawan kali ini bukanlah lawan yg sembarangan, tampaknya putra dari Prabhu Kreshna Yuda ini telah mempersiapkan segala sesuatu nya, ia telah menjalin kerjasama dengan seluruh Pakuwan yg ada di kerajaan Medang Kemulan ini kecuali Kalindih,.." terang Akuwu Kalindih , Akuwu Watu menak Kober.


" Aku tidak peduli Dimas Menak Kober, anak itu hsrus segera di lenyapkan dari Medang Kemulan ini agar kekuasaan tetap mampu berdiri tanpa ada yg mampu mengalahkan nya,.." sahut Prabhu Watu Menak Koncar dengan garang nya.


" Ampunkan hamba Kangmas Prabhu, akan tetapi setidak nya kita harus mengingat akan kekalahan pasukan kita ketika harus berhadapan dengan Pakuwan -pakuwan yg ada di Medang Kemulan ini, belum lagi jika mereka memang berniat untuk bersatu, andai pun Kerajaan Medang Kemulan ini ditambah dengan pasukan dari Pakuwan Kalindih, kita akan tetap kalah ,belum lagi jika mereka di pimpin oleh seorang Senopati yg tangguh seperti Pangeran Dewangga Sena ini, tentu akan sulit untuk mempertahankan Kerajaan Medang Kemulan ini , Kangmas Prabhu,.." ungkap Akuwu Kalindih, Akuwu Watu Menak Kober.


Ia telah merasakan benturan dengan pasukan yg di dalam nya ada seorang tokoh Sakti setingkat putra Prabhu Kreshna Yuda itu.


" Kau terlalu meremehkan diriku , Kober,.. saat ini di Kepaneon Cempogo telah kukirimkan seorang tokoh Sakti dari Bukit iblis guna melawan pemuda itu, entah itu ia memang benar keturunan Prabhu Kreshna Yuda yg ingin membalas dendam atas kematian orang tuanya atau ia itu hanya seorang yg kesasar,..Mpu Kundara telah ku perintahkan untuk membunuh nya dan jika kalian telah mendenagrkan ia telah tewas, segeralah bawa pasukan ke Cempogo, tumpas habis pasukan pemenrontak itu,.." seru Prabhu Watu Menak Koncar.


Kali ini ia mengedarkan Pandangan nya ke seluruh ruangan istana Medang Kemulan ini, satu persatu para abdi nya ia pandangi , ia ingin memastikan bahwa dirinya akan sanggup mempertahankan kedudukan nya di kerajaan Medang Kemulan itu.


Para pejabat, dan petinggi Kerajaan Medang Kemulan tidak ada yg berani menatap tatapan mata dari Prabhu Watu Menak Koncar ini.


Mereka melihat nyala api dendam terhadap orang yg mengaku sebagai putra dari Prabhu Kreshna Yuda itu.


Demikianlah rupanya ,sang Prabhu Watu Menak Koncar telah menyiapkan seorang tokoh Sakti yg akan membunuh Pangeran Dewangga Sena.


Beralih ke desa Lohsari, Pangeran Dewangga Sena yg telah mengetahui bahwa Kintan Suri tengah berada di Cempogo, maka pemuda tampan ini pun aegera bergerak meninggalkan desa Lohsari dan langsung menuju ke Kepaneon Cempogo .


Ia tampak tidak sedang terburu -buru walaupun di hati nya tengah merindukan seorang gadis cantik yg sedang mekar mekar nya, kembang Lohsari, yg merupakan cucu dari Buyut Lohsari.


Sementara itu seorang yg bertubuh kekar dan berusia paruh baya, dengan menggunakan pakaian serba hitam-hitam tengah berada di balik rerimbunan semak belukar yg berada antara desa Lohsari dengan Cempogo.


Lelaki paruh baya ini lah yg menjadi sangat diandalkan oleh Prabhu Watu Menak Koncar untuk menghabisi Pangeran Dewangga Sena, ia yg bergelar Mpu Kundara dari Bukit iblis, yg memiliki segudang ilmu.


Hahhh, telah lama aku menunggu tidak seorang pun yg lewat dari jalanan ini, apakah Gusti Prabhu telah membohongi diriku, ternyata ia telah lewat dari jalan yg lain, berkata dalam hati Mpu Kundara.

__ADS_1


Akan tetapi ia masih saja berada duduk di sebuah cabang pohon yg tidak terlalu jauh dari jalanan yg biasa di lalui oleh orang -orang yg akan ke kepaneon Cempogo dari desa Lohsari.


__ADS_2