SASRA WURUK

SASRA WURUK
Tahta Yang Goyah #7.


__ADS_3

Pangeran Dewangga Sena yg berjalan tidak terlalu cepat tiba di tempat persembunyian Mpu Kundara.


Dengan menenteng Tombak Pusaka Naga Mas, putra Mahkota Medang Kemulan ini terlihat tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yg tengah mengintainya sedari tadi.


Hemmphh, inikah orang nya yg di maksud oleh Gusti Prabhu Watu Menak Koncar Itu, dan jika diamat -amati memang wajah nya mirip dengan Gusti Prabhu Kreshna Yuda, pucuk dicinta ulam pun tiba, ternyata tugas akan segera selesai , berkata dalam hati Mpu Kundara yg telah lama menunggu.


Dan,...


" Cliiing,.."


" Cliiing,.."


" Cliiing,.."


Tiga buah senjata rahasia yg berbentuk gelang bergerigi melesat ke arah Pangeran Dewangga Sena yg tengah berjalan itu.


" Heahhhh,.."


" Triingg,.."


" Triiingg,.."


" Traangg,.."


Yg diserang segera memukul jatuh serangan senjata rahasia itu . Pangeran Dewangga Sena pun segera bersiap dengan kaki merenggang memasang kuda kuda,..tombak pusaka Naga Mas telah teracung ke atas.


" Hehh,..keluarlah , jangan jadi pengecut menyerang dengan menggunakan senjata rahasia,..keluarlah,.."


Terdengar teriakan yg cukup keras dari Pangeran Dewangga Sena. Ia pun mengtrapkan ajian nya guna mengetahui keberadaan dari penyerang gelap ini.


Ia tidak menemukan nya, jangan gerak nya suara desah nafas nya pun tidak didengar nya.


Ternyata orang ini memiliki ilmu yg sangat tinggi , Aku harus berhati -hati..berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena.


Dengan kewaspadaan yg tinggi, ia mencoba sekali la untuk mengetahui keberadaan orang yg telah menyerangnya itu.


Belum pun ia berhasil memusatkan pikirannya , tiba -tiba..


" Heahhhh,.."


" Whusshhhh,.."


Serangkum angin pukulan yg cukup keras mendorong tubuh Pangeran Dewangga Sena.


Ia terdorong beberapa langkah ke belakang sebelum akhirnya ia melompat ke atas menghindari terpaan angin tersebut.


" He, he, he, ternyata cerita mengenai putra Prabhu Kreshna Yuda itu bukan isapan jempol belaka, ternyata memang benar bahwa dirinya memiliki kemampuan yg cukup tinggi, akan tetapi kali ini , sepak terjang nya akan berakhir , dan ia harus mati di tangan ku,..he, he, he,.."


Suara tertawa dengan di barengi kemunculan sesosok tubuh yg tinggi besar dengan memakai pakaian serba hitam.


Sosok tubuh paruh baya ini terlihat cukup garang dan menatap ke arah Pangeran Dewangga Sena yg berdiiri tegak tidak jauh dari nya.


" Siapakah kiranya , ada urusan apa dengan ku,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Putra Prabhu Kreshna Yuda ini melihat ke arah orang yg baru datang itu. Ia merasa dari suara dan kemampuan nya bahwa orang tersebut memang cukup berbahaya.


" Hahh,..kepala mu itu cukup berharga , Pangeran,..oleh sebab itu , sebaiknya dirimu menyerah saja dan mengikhlaskan diriku memenggal kepala mu itu dan akan kuserahkan kepada Gusti Prabhu Watu Menak Koncar,..!" sahut Mpu Kundara.


" Hehhh, ternyata para penjilat Menak Koncar, dengar kau orang tua, siapa pun orang nya tidak ingin menyerahkan kepalanya untuk di penggal, jika memang dirimu mampu lakukan lah, akan tetapi diriku akan melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan,.." seru Pangeran Dewangga Sena.


Ia kembali mengacungkan Tombak Pusaka Naga Mas ke arah Mpu Kundara.


" Ha, ha, ha, sebuah ucapan dari orang orang yg habis harapan nya, untuk itulah sebaiknya memang dirimu segera ku kirim ke akherat, agar Aku dapat menerima apa yg telah di janjik Gusti Prabhu Watu Menak Koncar,..terima ini, heahhh,.."


" Dhumbhhh,.."


Terdengar teriakan dari Mpu Kundara , lelaki paruh baya ini kemudian membuka telapak tangan nya dan mengarahkan nya kepada Pangeran Dewangga Sena.


Selarik cahaya merah terang menghantam tanah tempat berpijak dari sang Pangeran hinggga berlobang cukup besar sedangkan Putra Prabhu Kreshna Yuda itu melompat dan nangkring di sebuah batang pohon yg terdapat di tepi jalan itu.


" Bagus , ternyata dirimu mampu menghindari serangan ku, akan tetapi jangan menyesal , terima ini, hiyyahh,.."

__ADS_1


Kembali Mpu Kundara menyerang tubuh Pangeran Dewangga Sena yg masih berada disebuah cabang pohon itu.


" Dhumbhhh,.."


" Kraaakkkhh,.."


" Bumppph,.."


Serangan tersebut mengahntam cabang pohon yg di tempati oleh Pangeran Dewangga Sena dan menghancurkan nya serta menjatuhkan cabang pohon itu ke bawah .


Tetapi Pangeran Dewangga Sena tidak terkena hantaman serangan itu, ia segera meloncat turun dan kembali berhadapan dengan Mpu Kundara.


Sementara itu Mpu Kundara pun merasa bahwa lawan nya bukan lawan sembarangan, dua kali serangan nya dapat di elakkan nya dengan mudahnya.


" Hehh, Aku Kundara dari bukit iblis, hari ini pasti akan membunuh mu , siapa pun kau,.." ucap nya dengan teriakan.


Kembali Mpu Kundara bersiap, kaki nya kembali d pentangkan nya dan kedua tangan nya di putar d depan dada nya dengan mulut komat -kamit membaca mantera.


" Heahhhh,.."


Kali ini , Mpu Kundara menyerang langsung dengan kedua tangan nya ke arah Pangeran Dewangga Sena.


" Ciaaaat,.."


Pangeran Dewangga Sena pun segera menyambut serangan tersebut dengan melompat tinggi ke udara kemudian meluruk turun dengan tombak naga mas menjulur ke arah kepala Mpu Kundara.


Penguasa Bukit iblis itu tersentak kaget setelah ia merasa kehilangan musuhnya, tiba -tiba ia mendapatkan serangan dari arah atas kepalanya.


Ia pun langsung menghindarinya dengan bergulingan diatas tanah, serangan dari Pangeran Dewangga Sena memang tidak menemui sasaran nya, tetapi kemudian, Mpu Kundara bergerak seperti anak panah yg di lepaskan dari busur nya dengan jari jari tangan nya yg membuka dan mengahntam ke arah dada Pangeran Dewangga Sena.


" Haiiit,.."


Pangeran Dewangga Sena tidak mau dada nya menjadi korban cakaran dari Mpu Kundara itu , ia pun segera memutar tombak pusaka Naga Mas nya dengan sangat cepat guna menghalangi serangan tersebut, walhasil Mpu Kundara harus menarik pulang serangan nya itu sambil melompat menjauh , ia tampak akan segera melepaskan pukulan jarak jauh nya,..tetapi Pangeran Dewangga Sena tidak memberi kesempatan dengan satu lompatan yg panjang,..


" Heahhhh,.."


" Bugggh,.."


Ketika serangan tombak pusaka Naga Mas ini masih dapat di hindari oleh Mpu Kundara, dengan sangat cepat , Pangeran Dewangga Sena memukulkan landean tombak itu ke arah punggung Mpu Kundara yg lagi berjumpalitan menghindari serangan.


Dan landean tombak tersebut mendarat cukup telak d punggung Mpu Kundara.


Tokoh sakti ini , harus melompat lebih jauh lagi guna menghindari serangan lanjutan, dan di rasakan oleh nya bahwa punggung nya itu terasa nyeri dan berdenyutan.


Gila, ternyata tenaga anak muda sungguh besar, aku harus berhati -hati melawan nya,..ucap Mpu Kundara dalam hati.


Ia memang sudah terlepas dari garis serang Lawannya karena memang Pangeran Dewangga Sena tidak memburunya.


" Hahh,..ternyata dirrku harus memenggal mu dengan golokku ini,.." ucap Mpu Kundara.


Ia mencabut sebuah golok yg cukup besar meski tidak terlalu panjang.


Akan tetapi ada satu keanehan dari Golok yg berada dalam genggaman Mpu Kundara itu.


Seluruh permukaan Golok yg besar itu berwarna kehitaman, dan menebar aroma yg menusuk dan sangat bau.


Siapa saja yg mencium nya pasti akan merasa mual dan muntah begitu aroma tersebut menyebar.


Pangeran Dewangga Sena, pun terlihat terpengaruh dengan aroma bau busuk yg menusuk itu, ia pun segera menutup Indera penciuman nya guna mengurangi akibat yg dapat di timbulkan oleh bau busuk yg menyengat itu.


" Ha ,ha ,ha, kau akan mati dengan Golok Iblis tujuh bangkai ini,.. Pangeran,..terimalah,.., Heahhh,.."


Mpu Kundara segera melesat dan langsung menyerang dengan menggunakan Golok Iblis tujuh bangkai itu,..dalam jarak t cukup jauh saja, Golok tersebut mampu mempengaruhi seseorang dengan aroma nya yg bau busuk itu apalagi ketika Golok Iblis tujuh bangkai ini di tebaskan dekat dengan lawan nya, maka pengaruh bau nya akan kentara sekali.


Oleh sebab itu lah, Pangeran Dewangga Sena berusaha melompat menjauhi namun dengan tetap menjulurkan tombaknya guna menangkis serangan tersebut.


" Traanggg,.."


Benturan terjadi antara kedua senjata itu, segeralah keduanya berlompatan akibat benturan tersebut, ternyata memang tenaga dalam Pangeran Dewangga Sena masih lebih unggul dari Mpu Kundara..ketika pada benturan yg terjadi dan tolakan tenaga dalam itu mampu mendorong tubuh Mpu Kundara lebih jauh dari Pangeran Dewangga Sena.


Akan tetapi dengan sangat cepat , Mpu Kundara segera melesat kembali guna menyerang Pangeran Dewangga Sena, ia mengerti kelebihan dari golok nya akan dapat membawa perobahan pada pertarungan itu, karena apabila aroma bau busuk itu mampu mempengaruhi lawan nya maka dengan mudah ia akan mampu mengalahkan nya.

__ADS_1


Meski merasakan tenaga dalam lawan lebih tinggi darinya, tetapi Mpu Kundara tidak segan segan mmebenturkan senjatanya dengan tombak pusaka yg ada di tangan Pangeran Dewangga Sena.


Maka pertarungan di tempat itu semakin meningkat, tempat yg menjadi arena pertempuran kedua orang ini telah porak poranda di hantam oleh dua kekuatan yg sangat besar itu.


Terlihat dalam pertarungan kali ini Pangeran Dewangga Sena yg berusaha menjauhi lawannya, ia masih kesulitan mengatasi bau busuk yg di keluarkan oleh senjata lawannya itu.


Terpaksa Putra Prabhu Kreshna Yuda ini berusaha menjauhi lawan nya sambil terus berusaha menahan serangan serangan yg di lancarkan oleh Mpu Kundara dengan patukan mata tombak itu , sedangkan Pangeran Dewangga Sena tetap berusaha menjaga jarak.


Beruntung senjata cukup panjang sehingga mampu menjangkau tubuh lawan meskipun dirinya tidak terlelu dekat dengan lawan nya.


Mpu Kundara yg mengetahui kelebihan senjata lawan nya segera merubah gerakan nya,..ia melesat dengan cepat dan membubung tinggi ke udara langsung menebaskan goloknya itu ke arah kepala Pangeran Dewangga Sena.


Sang pangeran kemudian memutar tombak nya dan berusaha untuk menemui sasaran nya, tetapi ternyata Mpu Kundara dengan cepat menurunkan tubuh nya dan langsung menyabetkan goloknya itu.


" Sheet,.."


Golok Iblis tujuh bangkai tersebut berhasil menggores lengan sebelah kiri Pangeran Dewangga Sena.


Sang Pangeran cukup terkejut melihat kenyataan ini, ia tidak menyangka sedemikian cepatnya Lawan nya itu menjatuhkan tubuhnya dan langsung menyerang lengan nya, tombak pusaka Naga Mas tidak sempat untuk menangkis serangan cepat te sebut.


Gila, ternyata kecepatan nya sungguh luar biasa , sayang Aku terlambat menghindari nya,..kata Pangeran Dewangga Sena dalam hati.


Ia merasakan pengaruh akibat bekas goresan Golok Iblis tujuh bangkai ini, ternyata mengandung racun yg cukup ganas, pandangan matanya tampak berputar putar , Pangeran Dewangga Sena nampak limbung dan goyah, bahkan tombak pusaka Naga Mas ia jadikan tongkat penyanggah tubuhnya agar tidak terjatuh.


" Ha, ha, ha, sebentar lagi dirimu akan ****** Pangeran ,..racun dari Golok Iblis tujuh bangkai ini tidak ada obatnya, secepatnya diriku akan mendaptakan hadiah yg telah di janjikan oleh Gusti Prabhu Watu Menak Koncar,..ha,.ha,.ha,..te nyata dirimu tidak setangguh yg kukira,.."


Terdengar teriakan dan tawa kesenangan dari Mpu Kundara, ia telah berhasil melukai tubuh Pangeran Dewangga Sena meskipun hanya segores luka kecil saja tetapi pengaruh racun nya segera tampak terlihat di tubuh Pangeran Dewangga Sena itu, ia pun terlihat goyah.


Namun nalar sehat Sang Pangeran segera bekerja, ia tidak ingin cita -cita nya kandas oleh Mpu Kundara dari Bukit iblis itu.


Dengan bertopang kan Tombak Pusaka Naga Mas, Pangeran Dewangga Sena segera membaca mantera, ia pun segera mengtrapkan Ajian Telapak Dewa, tangan kanan nya tampak bersinar berwarna keemasan.


Rupanya penggabungan antara Aji Telapak Dewa dengan tombak naga mas terjadi lah sesuatu yg sangat mengejurkan, tombak pusaka Naga Mas itupun mengeluarkan cahaya keemasan pula.


Sehingga hampir seluruh tubuh dari Pangeran Dewangga Sena di selimuti oleh cahaya ke emasan.


Melihatnya, Mpu Kundara segera melancarkan serangan nya,.


" Heaahhh,.."


" Dhumbhhh ,.."


" Bletaaaaar,.."


Dengan di dahului sebuah serangan pukulan jarak jauhnya, Mpu Kundara yg berasal dari Bukit iblis ini menyerang dengan Golok Iblis tujuh bangkai nya, tampaknya ia akan menuntaskan ambisi nya guna mengakhiri hidup dari sang Pangeran.


Setelah melihat pukulan jarak jauh nya tidak mampu menjatuhkan tubuh Pangeran Dewangga Sena maka ia segera melesat cepat untuk mebaskan golok nya itu.


" ****** kau, Pangeran,..terima ini,..heahhh,.."


Mpu Kundara bergerak hendak menebaskan Golok nya yg cukup besar itu mengarah ke leher dari Pangeran Dewangga Sena.


Tetapi satu yg tidak diketahui oleh Mpu Kundara bahwa saat itu Pangeran Dewangga Sena pun tengah menyiapakan serangan pamungkasnya dengan memusatkan seluruh Ajian Telapak Dewa pada Telapak tangan kanan Raden ketika tubuh Mpu Kundara telah melayang dan mendekati tubuhnya maka,..


" Aji Telapak Dewa,..Heahhhh,.."


" Dhumbhhh,.."


" Aaakkhh,..."


Karena Pangeran Dewangga Sena memang tengah sedikit kalut maka dengan segenap tenaga dalam nya yg berisi ajian Telapak Dewa itu menghantam tubuh Mpu Kundara.


Tak ayal lagi tubuh tersebut terkena dengan telak dan terlempar cujupt jauh dari tempat itu, ia meregang nyawa.


Tubuh Mpu Kundara hancur menjadi debu.


Dan Pangeran Dewangga Sena segera terduduk, sayup -sayup di telinga nya ada suara yg berkata,..


" Dewangga Sena,..segeralah obati lukamu itu dengan menggunakan rajah Guntur Nierwana, agar racun itu keluar dari tubuhmu "


Begitu mendengar suara itu maka Pangeran Dewangga Sena segera duduk bersimpuh dan segera memusatkan nalar budinya ia berniat mengeluarkan racun yg ada fi tubuh nya itu menggunakan rajah Guntur Nierwana.

__ADS_1


Tubuh Pangeran Dewangga terlihat disielimuti bermacam macam cahaya, itulah inti sari aji Guntur Nierwana.


__ADS_2