
Pangeran Turangga Sena memutar tombak Naga mas nya, setelah dirinya di kepung oleh tiga orang.
Sedangkan dari dalam kereta kencana terdengar seruan.
" Berhati-hati lah, anakku Turangga Sena, kita harus segera bertemu dengan mu,.!" seru suara seorang perempuan.
Yang tiada lain adalah Ratu Ayu Tunggarani, istri Prabhu Kreshna Yuda ini melihat putra nya Pangeran Turangga Sena tengah di kepung oleh tiga orang , naluri seorang ibu segera membuatnya untuk mengingat kan pangeran Turangga Sena, putra nya itu.
" Baik ,ibunda ratu,..!" sahut Pangeran Turangga Sena.
Tangan kirinya sudah membuka lurus ke depan, sedangkan tangan kanannya menggenggam erat tombak pusaka Kyai Naga teracung ke depan.
Tatkala terdengar teriakan yang keras disertai gerakan tangan nya memerintahkan para anggotanya itu untuk menyerang.
" Seraaang,..!"
Sambil tangan kirinya melambai menyuruh dua orang yg ada di kiri dan kanan dari Pangeran Turangga Sena itu untuk bergerak.
Segeralah dua orang yg merupakan orang yang menghadang perjalanan rombongan dari kerajaan Medang Kemulan itu menyerang Pangeran Turangga Sena sambil berteriak keras,.
" Hiyyyahh,..!"
" Ciaaat,..,!"
Orang yang berada sebelah kanan Pangeran Turangga Sena melompat cepat sambil menebaskan pedangnya mengarah leher.
" Hufhh,..!"
Pangeran Turangga Sena menarik mundur kepalanya ke samping menghindari serangan tersebut, tebasan pedang tersebut tidak mengenai nya, jaraknya hanya setebal daun dari leher nya, akan tetapi belum pun ia berhasil melakukan serangan balasan, lawan dari sebelah kirinya pun menerjang sambil membacokkan pedang nya dari atas ke bawah menyasar kepala Pangeran Turangga Sena.
Dengan sangat cepat adik Prabhu Dewangga Sena ini melompat mundur, karena tiba tiba saja pun serangan datang dari arah depannya dan di lakukan oleh pemimpin para penghadang rombongan tersebut.
Setelah lepas dari kepungan ketiganya, maka pangeran Turangga Sena pun memutar tombak pusaka Kyai Naga Mas untuk melakukan serangan balasan.
" Triiing,..!"
" Traaang,..!"
" Triiing,..!"
Mata tombak pusaka Kyai Naga Mas bergerak cepat secara teratur mematuk ke arah ketiganya, dari yg sebelah kanannya baru kemudian arah depannya dan terakhir kepada orang yang ada di sebelah kirinya.
Serangan cepat yg dilakukan oleh sang Pangeran membuat ketiga orang tersebut harus memapasi nya agar mata tombak itu tidak segera merobek tubuhnya.
" Heahhh,..!"
Sebuah gerakan yg sangat baik di lakukan oleh Pangeran Turangga Sena guna melanjutkan serangannya, sambil melompat ia memberikan tendangan ke arah orang yang ada di sebelah kanannya dan mengarahkan mata tombak nya ke arah sebelah kiri, sedangkan landean nya mengarah orang yg berada di depannya.
" Dhieghh,..!"
" Traaanngg,..!"
" Dhakkh,.,..!"
Dua serangan nya mampu mengenai sasaran nya , sedangkan serangan tombaknya yg menuju ke arah sebelah kirinya mampu di papasi oleh lawannya itu.
Namun tak urung ketiganya harus terdorong mundur ke belakang terlebih bagi lawan yg berada di sebelah kanan, ia sampai jatuh terduduk.
" Mari, bentuk formasi,..,!" seru pemimpin dari orang-orang yang menghadang itu dengan kerasnya.
Kembali ketiganya pun segera bersatu dalam jarak yang sangat dekat, termasuk juga yg telah terjatuh tadi.
Sepetinya mereka akan menyerang secara bersama-sama dan saling bergantian, berkata dalam hati Pangeran Turangga Sena.
ia yg sudah mulai berkeringat terlihat semakin garang dengan senjata tombaknya yg sangat dapat di andalkan, karena merupakan tombak pusaka yg menjadi Piyandel Kerajaan Medang Kemulan.
Tiga orang yang ada di hadapan Pangeran Turangga Sena itu melakukan pembukaan gerakan secara bergantian seperti yang telah di duga olehnya, bahwa mereka akan merobah cara menyerang nya dengan saling isi sampai terdengar teriakan,.
" Hiyyyahh,..!"
Sambil melompat ia kembali berusaha menggapai tubuh lawan dengan pedangnya, dan Pangeran Turangga Sena segera menahannya dengan tombaknya.
" Traaanngg,..!"
Belum sempat adik Prabhu Dewangga Sena ini menarik tombaknya datang lagi sebuah serangan yg mengarah kakinya,.
"Heahh,..,!"
Pedang orang itu mengarah kaki lawan, melihat hal tersebut, Pangeran Turangga Sena menarik kaki kirinya ini ke belakang, akan tetapi dari arah yang berlainan datang lagi serangan yg di lancarkan oleh pemimpin rombongan penghadang ini.
Agak kerepotan memang Pangeran Turangga Sena kali ini, ia mengayunkan tombaknya guna terlepas dari serangan tersebut.
__ADS_1
" Thakk,..!"
Landean tombak pusaka Kyai Naga Mas berhasil menahan bacokan dari lawan, namun sebuah tendangan yg di lakukan oleh lawan yg ada di sebelah kanan nya tidak dapat di elakkan oleh sang Pangeran.
" Dhegg,..!"
Pundak Pangeran Turangga Sena terhantam tendangan yg keras itu hingga membuat tubuhnya hampir jatuh ke depan, adik Prabhu Dewangga Sena ini berusaha memperbaiki posisi nya agar tidak terjatuh dengan menggunakan landean tombak nya sebagai penyangga tubuhnya, tetapi serangan dari arah depan nya segera datang dengan cepat, tebasan pedang yang mengarah punggungnya.
" Hehhh,..!"
Agak terkejut Pangeran Turangga Sena mendapatkan serangan cepat ini, namun tampaknya ia tidak gugup meskipun keadaan cukup sulit untuknya, dengan cepat Sang Pangeran menjatuhkan diri dan bergulingan demi menghindari serangan tersebut.
Memang berhasil ia meloloskan dirinya dari sergapan pedang tadi, tetapi serangan selanjutnya datang lagi dari arah sebelah kirinya , ketika sang pangeran telah berhasil berdiri.
" Ciaaat,..,!"
" Traaanngg,..!"
Menggunakan tombak pusaka Kyai Naga Mas nya , Pangeran Turangga memapasi serangan tersebut.
Bahkan tanpa bergerak ia melayani setiap serangan yg datang menggunakan senjatanya .
Rupanya Pangeran Turangga Sena berhasil mengetahui kelemahan formasi dari lawan nya itu.
Dengan terus berusaha menahan semua serangan sambil ia tidak menggeser tubuhnya, tombak pusaka Kyai Naga Mas lah yg pergunakan dengan cepat untuk mengatasi semuanya .
Sehingga serangan ketiganya dapat di mentahkan.
Setiap ada gerakan dari salah seorang dari ketiganya maka dengan cepat pula tombak pusaka Kyai Naga Mas ini bergerak menuju kesana, terlebih-lebih senjata tombak itu lebih panjang dari senjata lawan.
Kini pertarungan kembali di lanjutkan dengan posisi Pangeran Turangga Sena lebih baik lagi.
Sementara para prajurit Medang Kemulan yg mengawal rombongan dari Kotaraja ini pun berhasil menekan para penghadang mereka.
Sehingga kedudukan dari para penyerang rombongan ini malah terlihat terdesak .
Perlahan senjata dari para pengawal terpilih dari kerajaan Medang Kemulan ini mulai memerah oleh darah.
Karena mereka berhasil melukai musuh -musuh nya dua kali lipat jumlahnya.
Keadaan tidak berlangsung lama , saat kedudukan dari para penghadang ini telah terdesak, datanglah lagi beberapa orang yg keluar dari semak belukar yang ada di hutan yg menjadi perbatasan wilayah Pakuwan Kalindih ini.
Jumlahnya pun kali ini lebih besar lagi.
" Heahhh,..!"
Ia memacu kudanya mendekati Pangeran Turangga Sena yg berhasil membuat para pengeroyok terkapar diatas tanah .
" Bagaimana ini Gusti Pangeran, mereka berjumlah sangat banyak, apa yg harus kita lakukan,..?" tanya Bekel prajurit itu kepada Pangeran Turangga Sena.
Sambil ia melihat ke sekeliling nya yg telah di penuhi oleh banyak orang , dan kali ini jumlah mereka tiga kali lipat dari penghadang rombongan yg pertama.
" Segera perintahkan salah seorang prajurit mu kembali ke Kotaraja, katakan kepada Kangmas Prabhu untuk segera mengirimkan pasukan kemari,..!" sahut Pangeran Turangga Sena.
" Apakah itu tidak kelamaan , Gusti Pangeran,..?" tanya Bekel prajurit itu lagi.
" Maksud mu bagaimana ,?" tanya Pangeran Turangga Sena tidak mengerti.
" Apa tidak sebaiknya kita meminta bantuan ke kepaneon Langgrah saja, bukaankah jaraknya lebih dekat dari sini,..!" jelas Bekel prajurit itu.
" Tidak, kirimkan saja prajurit mu itu ke Kotaraja, sementara kita berusaha untuk menahan mereka,. !" sahut Pangeran Turangga Sena menjawab ucapan bekel prajurit tersebut.
" Lalu bagaimana dengan Gusti Ratu, Pangeran,..,?" tanya Bekel prajurit .
" Itu akan menjadi urusan ku, kita belum tahu pasti siapakah mereka ini sesungguhnya,..,!" ucap Pangeran Turangga Sena.
Kemudian Bekel prajurit itu kembali lagi kepada teman -tamannya, ia pun segera membisiki salah seorang prajurit yg masih berada di atas punggung kudanya.
" Cepat kembali lah ke Kotaraja, laporkan hal ini kepada Gusti Prabhu,..!" kata Bekel prajurit tersebut.
" Baik , kakang Bekel,..!" sahut prajurit itu.
Tidak menunggu lama ia pun segera memutar kudanya dan langsung menyentakkan dengan kerasnnya, hingga kedua kaki depan sang kuda naik ke atas baru kemudian meluncur cepat meninggalkan tempat tersebut.
Salah seorang penghadang rombongan itu berteriak.,
" Jangan biarkan ia lolos,.. tangkap,..!" teriak orang tersebut setelah melihat ada salah seorang prajurit yg meninggal kan tempat tersebut.
Lima orang langsung berusaha untuk menghadang laju lari kuda tunggangan prajurit Medang Kemulan itu, akan tetapi tsmpaknya keahlian dari para prajurit pengawal terpilih yg mengawal rombongan ini memiliki kemampuan yang luar biasa.
Sambil terus saja ia melajukan kudanya , tangan nya masih mampu menebaskan senjatanya ke kiri dan kanan guna mengahalau para penghadang nya, hingga ia pun tetap dapat melanjutkan perjalanan nya.
__ADS_1
Melihat hal tersebut, salah seorang dari kelompok penghadang ini langsung saja melepaskan sebuah anak panah dari busurnya.
" Shieeet, !"
" Clebb..!"
" Aakhh,..!"
Rupanya bidikan orang tersebut sangat jitu, meski keadaan sudah cukup jauh tetapi masih mampu mengenai pundak prajurit pengawal tersebut, hingga ia pun berteriak tertahan, dan terkulai lemah di atas punggung kuda yang tetap saja melaju dengan kencang nya.
" Biarlah, tentu ia akan mati sebelum sampai di Kotaraja Medang Kemulan,..!" ucap seseorang yg ternyata perempuan.
Dan perempuan ini pun mendekati kereta kencana kerajaan Medang Kemulan yg di tumpangi oleh Ratu Ayu Tunggarani.
Dan tidak jauh dari kereta kencana tersebut berdiri lah Pangeran Turangga Sena.
" Kangmbok Wikamini,..!" seru Pangeran Turangga Sena dengan agak keras.
Sehingga membuat Ratu Ayu Tunggarani yg berada di dalam kereta kencana itu mengeluarkan kepalanya untuk melihat.
Dan benar saja , adalah Putri Dyah Wikamini yg mendatanginya.
" Apa khabar bibi Tunggarani,.dan Dimas Turangga Sena,.!" sapa Putri Dyah Wikamini kepada keduanya.
Tanpa menjawab ucapan dari keponakan nya itu, Ratu Ayu Tunggarani langsung bertanya dengan keras nya,.
" Apa maksudmu menghadang kami , Wikamini,..,?" tanya nya kepada Putri Dyah Wikamini.
" Tenang lah, Bibi,. Wikamini hanya ingin bersama dengan bibi sebelum menghadap Pamanda Akuwu Watu Menak Kober,..!" balas Putri Dyah Wikamini dengan tersenyum.
" Sungguh aneh kamu ini Wikamini, bukankah dirimu tahu bahwa aku ini adalah bibimu, adik dari ramanda mu sendiri , apa untungnya menghadang kami,..!" seru Ratu Ayu Tunggarani agak keras.
Istri Prabhu Kreshna Yuda ini turun dari kereta nya dan menatap tajam Putri Dyah Wikamini yg terdiam mendengar ucapan dari bibinya ini.
" Sungguh keterlaluan kamu ini , Wikamini, kami akan menghadap Kangmas Akuwu Watu Menak Kober, malah dirimu menghadang kami disini,..minggirlah Wikamini biarkan kami melanjutkan perjalanan ke Kakindih,.!" kata Ratu Ayu Tunggarani lagi marah.
Hati perempuan paruh baya ini memang sangat kesal sekali melihat tindak tanduk yang di lakukan oleh sang keponakan.
Sedangkan Putri Dyah Wikamini sendiri nampak tidak mampu berkata-kata lagi hingga datanglah seorang tua yang menggunakan kipas nya , ia mendekati sang Putri seraya berkata,.
" Putri Dyah Wikamini, sebaiknya mereka harus di tahan, agar Prabhu ******* itu dapat kita taklukan dengan mudah,.!" ucapnya.
Yang tiada lain adalah Mpu Kalong, , ia berhenti tidak jauh dari Putri Dyah Wikamini itu.
" Hehh, orang tua **** , sebaiknya jangan turut campur urusan keluarga kami, kau tidak memiliki hak mencampurinya,..!" seru Pangeran Turangga Sena berang.
Ia memang sangat marah sekali melihat kehadiran orang tua yg sempat melakukan kekacauan di istana Kotaraja Medang Kemulan beberapa waktu lalu.
" He, he ,he, diriku berada disini atas permintaan tuan Putri Dyah Wikamini sendiri, sehingga ini menjadi urusan ku, karena kami berdua memang telah memiliki suatu dendam terhadap Prabhu ******* itu,.Hehh,..!" sahut Mpu Kalong sambil tertawa mengejek.
Hal ini memacu kemarahan Pangeran Turangga Sena, segera saja ia memutar tombak pusaka Kyai Naga Mas yg ada di tangan nya itu.
" Sebaiknya kau memang harus di lenyapkan dari muka bumi ini orang tua ****, !" ucap Pangeran Turangga Sena.
" Whushhh,..!"
" Whushhh,.!"
Terdengar suara putaran tombak pusaka Kyai Naga Mas yg menderu keras dan juga menimbulkan angin yang sangat kuat pula.
Ketika Pangeran Turangga Sena akan melompat menyerang , tiba tiba saja Ratu Ayu Tunggarani melarang nya dengan memalangkan tangannya.
" Sabar, Turangga Sena, ibunda masih akan bertanya kepada Kangmbok ini, apakah memang ia akan tetap pada pendirian nya,.!" ujar Ratu Ayu Tunggarani.
" Akan tetapi, ibunda Ratu,..!" seru Pangeran Turangga Sena heran.
Ia memang tidak setuju dengan ucapan dari ibundanya akan tetapi tidak berani melawannya, hingga ia mengurungkan niatnya itu.
" Wikamini, bibi tanya sekali lagi, apakah dirimu memang ingin menahan kami berdua ini, tidak adakah rasa terima kasihmu atas pertolongan kami beberapa waktu lalu itu,..?" tanya Ratu Ayu Tunggarani.
Kembali Putri Dyah Wikamini terdiam, bahkan ia tidak berani menatap ke arah bibinya itu.
Yg menjawab malah Mpu Kalong.
" Memang mereka berdua harus kita tahan, agar menjadi tanggungan kepada Prabhu bodoh itu,.jangan pernah merasa kasihan , Putri,..!" kata Mpu Kalong .
Orang tua yg menjadi penguasa di Gunung Kanda itu sengaja memanas-manasi hati Putri Dyah Wikamini yg masih ragu akan keputusan nya.
Dan kemudian barulah Putri Dyah Wikamini berkata memutuskan,.
" Benar yg kau katakan itu Mpu Kalong, mereka berdua memang harus kita tahan agar Prabhu Dewangga Sena mau menuruti semua permintaan kita,..!" ujar Putri Dyah Wikamini.
__ADS_1
" Sungguh tega nya kau Wikamini,..terhadap bibi mu sendiri sampai hati melakukan hal ini,..!" ungkap Ratu Ayu Tunggarani sambil menahan amarahnya.
Ia memang tidak menyangka mendapatkan perlakuan seperti itu dari keponakan sendiri yg pernah di tolongnya tersebut.