
Pangeran Dewangga Sena segera mengetrapakan ilmu lari cepatnya yg sering ia latih dengan si putih ketika dirinya telah keluar dari Cempogo.
Kali ini Pangeran Dewangga Sena berlari sangat kencang ia menuju Hutan yg berada di desa Lohsari , Pangeran dari Medang Kemulan ini ingin segera bertemu dengan Panglima Raden Watu Giring di dalam goa persembunyian nya.
Dengan tidak mengurangi kecepatannya ia terus saja berlari sampai menjelang malam tibalah ia di tempat yg di tujunya.
Dengan gerak seolah melayang saja sperti seekor burung Rajawali, ia menuruni jurang terjal dan berbatu runcing serta tajam.
Segeralah ia masuk ke dalam goa tersebut.
Dan didapatinya hanya seorang Brojo Lungguk saja yg ada di dalam nya.
" Dimana Paman Watu Giring,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena pada Brojo Lungguk.
Begal yg telah mulai nampak sehat itu segera menjawab pertanyaan dari Pangeran Dewangga Sena,..
" Tadi ia pamit untuk keluar , menurutnya ia akan ke desa Lohsari mencari dirimu Pangeran,.." sahut Brojo Lungguk.
" Bagaimana dengan keadaan mu , Brojo Lungguk,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena lagi.
" Sudah agak mendingan Pangeran,..hanya saja dada ku masih nyeri dan masih sulit untuk bergerak..!" sahut Brojo Lungguk.
" Bagaimana jika dirimu ku bantu dengan hawa murni , agar berkurang rasa nyeri di dadamu itu,.." ucap Pangeran Dewangga Sena.
" Jika memang Pangeran mau melakukan nya aku akan dengan senang hati menerimanya.dan mengucap terima kasih,..." jawab Brojo Lungguk.
Pangeran Dewangga Sena kemudian mengambil posisi di belakang dari Brojo Lungguk. Ia segera menempelkan kedua tangannya di punggung Brojo Lungguk.
Perlahan lahan kemudian Sang Pangeran mengeluarkan tenaga dalam nya dan kemudian ia mulai menyalurkan hawa murni nya.
Brojo Lungguk merasakan pada punggung nya ada hawa hangat yg masuk . Terasa dada Brojo Lungguk mulai terasa ringan.
Agak lama Pangeran Dewangga Sena mengerahkan hawa murni nya
Kemudian Pangeran Dewangga Sena menyelesaikan pengerahan tenaga dalam nya. Pangeran Dewangga bangkit dari duduk nya agak menjauhi Brojo Lungguk, kemudian duduk kembali sambil bersedekap , sang Pangeran berusaha untuk memulihkan tenaga nya, agak lama ia bersemadi guna memulihkan tenaga, terutama tenaga dalam nya itu..
Malam itu , menjelang pagi, Panglima Raden Watu Giring datang dengan membawa makanan.
Ia agak terkejut melihat kehadiran Pangeran Dewangga Sena yg telah berada disitu.
" Darimana Anakmas Pangeran, Paman cari ke desa Lohsari tidak bertemu,..!" jelas nya.
Pangeran Dewangga Sena kemudian menceritakan apa yg telah dilakukan nya , sehingga harus lama berada di Cempogo.
Dari ia menguntit orang yg mengaku sebagai guru dari Raden Naruttala, sampai ia berhasil mengalahkannya.
Ia juga menceriteraka pertemuan nya dengan Panewu Langgrah di cempogo yg tengah berusaha untuk menentang kekuasaan dari Prabhu Watu Menak Koncar.
Semuanya ia ceritakan termasuk dirinya akan segera ke Pakuwan Pamintihan, untuk menemui Akuwu Manik Rangga , Paman nya.
" Jika memang demikian, Paman setuju biarlah nanti urusan di Cempogo dan Langgrah. Paman yg akan menanganinya," ungkap Raden Watu Giring.
Ia juga menyarankan kepada Brojo Lungguk untuk memulai mengumpulkan para anak buahnya, agar dapat di jadikan sebagai pengikut Pangeran Dewangga.
" Ingat Lungguk, dirimu masih membutuhkan obat dari ku guna kesembuhanmu secara sempurna, jadi jangan lah , dirimu mempersulit keadaan dirimu, karena saat ini dirimu tengah menjadi orang buruan nomor satu dan yg paling di cari seantero tlatah Kerajaan Medang Kemulan ini,." jelas Panglima Raden Watu Giring.
Ia kemudian berkata lagi,..
" Jika dirimu akan melarikan diri dari kami, kami berdua tidak akan melepaskan mu lagi,..bukan begitu anakmas Pangeran,.." ucap Panglima Raden Watu Giring kepada Pangeran Dewangga Sena.
Sang Pangeran menganggukan kepalanya, ia memang akan segera memberi pelajaran jika Begal itu berani mengkhianati mereka.
Brojo Lungguk yg masih menyantap makanan yg di bawa oleh Panglima Raden Watu Giring itu menyahuti ucapan dari Raden Watu Giring itu.
" Panglima Watu Giring dan Pangeran Dewangga Sena, meskipun diriku ini berlumur dosa ,telah banyak korban yg jatuh oleh kedua tangan ku ini, tetapi diriku tidak akan pernah melupakan jasa orang yg telah menyelamatkan ku, terlebih sampai saat ini kalian berdualah yg telah membantu untuk memulihkan kesehatan ku, jiwa dan raga ku ini akan ku korbankan untuk kejayaan Pangeran Dewangga Sena,..semoga beliau dapat kembali duduk diatas singgasananya,.." jawab Brojo Lungguk.
Dari pernyataan kali ini terlihat ia mengucapkan nya dengan tulus dari lubuk hatinya yg paling dalam.
" Syukur lah jika dirimu , mengerti,.." kata Raden Watu Giring.
Pada pagi itu setelah dari celah celah air terjun itu nampak masuk cahaya mentari pagi, Pangeran Dewangga Sena mohon pamit ia akan segera berangkat ke Pakuwan Pamintihan.
" Paman, Aku pamit,.."
" Silahkan anakmas,.." jawab Panglima Raden Watu Giring.
Maka putra Prabhu Kreshna Yuda, segera keluar dari dalam goa yg selama ini telah menjadi rumahnya dengan si Macan Putih.
__ADS_1
Ia kali ini membawa Macan Putih itu turut bersama nya meninggalkan tempat itu.
Ketika telah berada di luar dan masih di dalam hutan itu, Pangeran Dewangga Sena segera menunggangi Macan Putih itu, begitu berada diatas punggung nya maka binatang itu pun segera melesat meninggalkan tempat itu.
" Kita akan ke Pamintihan , Putih,.." bisik sang Pangeran.
Hewan itu pun melesat bagai anak panah yg di lepaskan dari busurnya,..di bawah pepohonan itu dalam rerimbunan semak belukar yg di lewati nya , akan tetapi ia seolah tidak menyentuh pepohonan itu.
Ketika harus melewati jalan yg sulit seperti adanya kali yg cukup lebar, laksana terbang , Si Macan Putih itu meempertontonkan suatu atraksi yg sangat mengagumkan , ia mampu melompati kali yg cukup lebar dan luas itu dalam satu kali kejapan mata .seolah ia mampu untuk terbang.
Satu hari satu malam pangeran Dewangga Sena melakukan perjalanan , dan kini ia mendekati sebuah pertigaan, persimpangan jalan yg menuju Ke Kerajaan Kalinggha Pura dan Pakuwan Pamintiahan.
Namun tiba -tiba saja Pangeran Dewangga Sena memberhentikan laju lari si Putih,.
" Berhenti dahulu , Putih, sepertinya ada orang sedang bertarung,.." ucap Pangeran Dewangga Sena kepada si Putih.
Hewan itu pun seolah mengerti dan mendengar apa yg di dengar oleh Pangeran Dewangga Sena.
Keduanya lantas mencari jalan yg tersembunyi untuk mendekati tempat itu.
Memang hari masih terlalu pagi , ketika terdengar denting senjata dan suara teriakan yg beradu menjadi satu.
Pangeran Dewangga Sena semakin mendekat, dan begitu ia melihat dari atas sebuah cabang pohon yg cukup besar dengan di dampingi oleh si Putih, hatinya terkejut, karena ia melihat dengan jelas sebuah kereta kencana yg cukup bagus dengan di kawal oleh beberapa orang Prajurit , mungkin jumlahnya mencapai lima belas orang , sedang bertarung dengan tiga orang yg berpakaian hitam hitam menggunakan golok sebagai senjatanya.
Dari teriakan teriakan mereka bertiga itu, Pangeran Dewangga Sena tahu bahwa ketiganya adalah Tiga golok setan dari Gunung Merut, sangat di takuti di seluruh tlatah Kerajaan Medang Kemulan dan Kerajaan Kalinggha Pura.
Mereka ini masih merupakan murid dari Dukun sakti yg bernama Jabonarang .
Sehingga kehebatan mereka bertiga tidak di ragukan lagi selain mereka memang memilki kemampuan ilmu silat yg lumayan tinggi , mereka juga di lengakpi dengan ilmu sihir atau tenung.
Pangeran Dewangga Sena teringat ucapan dari Ramandanya , tatkala Prabhu Kreshna Yuda mengatakan , anak ku Dewangga Sena, tampaknya kita akan kesulitan untuk memenangkan perang kali ini, karena kita tidak mampu menahan serangan sihir yg telah mereka kirimkan. Dan orang yg telah mengirimkan sihir itu adalah Dukun sakti bersaudara bernama Jabonarang dan Japutara dari merut.
Oleh sebab itu tampaknya Sang Pangeran dengan lebih baik lagi untuk mengetahui kemampuan dari ketiga murid si Jabon itu.
Memang pada pertempuran kali ini ketiganya nampak tidak terlalu kesulitan mengahadapi para Prajurit itu, meskipun Prajurit tersebut menggunakan kuda dan berada diatas punggung nya, tetapi ketiga nya menyernng dengan sangat baik , mengandalkan ilmu peringan tubuhnya yg cukup tinggi, ketiga orang ini mampu menekan kedudukan para Prajurit itu.
Perlahan , satu persatu Prajurit itu berjatuhan dari punggung kudanya.
Lama Pangeran Dewangga Sena memperhatikan , prajurit darimana sebenarnya mereka itu, ia merasa jika mereka berasal dari Medang Kemulan untuk apa membantunya.
Dan ketika terdengar tertawa dan teriakan teriakan dari ketiganya, barulah Pangeran Dewangga Sena tersentak kaget.
" Cepat adhi Wandiga, ambil putri Akuwu Pamintihan itu, kita bawa ia ke Merut, kita jadikan ia pemuas Kita,...ha ha ha, agar Akuwu Manik Rangga tahu bahwa ia tidak dapat semena mena dengan kita,..Ha ha, ha,..Cepatlah,.."
Tertawa di sertai dengan teriakan dari orang yg memiliki cambang dan kumis yg cukup tebal itu kepada salah seorang teman nya yg berbadan agak lebih kurus dengan wajah bersih tidak memiliki kumis maupun jenggot.
" Baik kakang , Kinanja,.." jawabnya.
Ia segera melompat mendekati kereta kencana itu, dan ,..
" " Craaashhh,.."
" Aaakkhh,.."
Dengan sekena nya saja orang itu menebaskan golok nya kepada salah seorang prajurit yg bertugas menjaga pintu kereta kencana itu.
Dan prajurit tersebut langsung roboh bersimbah darah.
Tanpa memperdulikan kusir kereta tersebut, laki laki yg di panggil dengan Wandiga ini segera membuka pintu dan merobek tirai penutup nya,.
" Shreeeett,"
" Ha ,ha ha, ha,.."
Orang itu tertawa tawa ketika melihat ada seorang gadis cantik yg tengah duduk ketakutan di dalam kereta kencana tersebut.
" Ada apa , Wandiga,..?" tanya lelaki yg memiliki kumis dan cambang yg lebat itu.
" Ada seorang bidadari kakang, ia kini sedang ketakutan.." sahut Wandiga,.
Sambil tertawa tawa terkekeh kekeh, orang yg bernama Wandiga ini mencoba meraih tubuh gadis itu,..
" Mari , Cah Ayu , ikut dengan kakang ,..heh he he,.." kata Wandiga sambil tertawa.
" Pergiiii,..pergi kalian dari sini,..aku tidak ingin melihat wajah kalian, cepat enyaaaahh,." teriak gadis itu dengan keras.
Ia mencoba untuk menghindari tangkapan Lelaki itu.
__ADS_1
" Mengapa terllalu lama Kakang,Wandiga,..?" tanya temannya yg satu lagi.
Ia yg berusia lebih muda diantara ketiga nya.
" Ahhh, banyak bacot ,cepat sini bantu aku menangkap bidadari ini,.." sahut Orang yg bernama Wandiga ini.
" Baik kakang, kalau masalah perempuan serahkan padaku,.." ucap teman nya yg paling muda itu.
Ia mendekati tempat Wandiga,.
" Kau dari sebelah sana, agar ia tidak dapat lolos lagi, perintah dari wandiga kepada adik seperguruan nya itu.
Dan orang yg baru datang itu pun mengikuti perintah nya, ia bergeser dari arah yg berlawanan,.dalam sekejap keduanya telah mengepung kereta kencana yg berisi Putri Akuwu Pamintihan itu.
Dan di dalam kereta terdengar suara tangis yg tertahan , nampak nya keluar dari Putri Sang Akuwu.
Sedangkan yg seorang lagi dari Tiga golok setan dari Gunung Merut ini masih bertarung dengan tiga orang prajurit Pamintihan yg tersisa, namun nampaknya akan segera berakhir, jika saja,..
" Whusshhhh,.."
" Hehhh,..."
" Aakhhhh,.."
Sebuah terjangan angin yg kuat melemparkan orang yg memiliki kumis dan cambang yg lebat itu beberapa depa ke belakang , ia sempat terkejut sehingga tidak dapat menghindari serangan cepat tersebut.
" *******, ternyata ada orang yg mencari mati ,..disini,..Heahhh,.." teriak nya.
Lelaki itu segera bangkit dan segera menyerang lawan nya yg tengah berdiri di dekat tiga prajurit Pakuwan Pamintihan yg tersisa itu.
" Cepat kalian lindungi Putri Akuwu Manik Rangga itu,.."
Terdengar perintah dari Pemuda yg berwajah bagus rupa itu kepada para prajurit yg nampak terbengong dengan kejadian yg telah berlaku.
Namun mereka segera tanggap ketika Pemuda itu telah bertarung dengan salah seorang dari Tiga Golok setan dari Gunung Merut itu.
Pemuda tersebut mengambil pedang salah seorang prajurit Pamintihan yg sedang terkapar itu.
Dengan pedang prajurit Pamintihan ini , ia membalas dan mengadu senjatanya dengan senjata Golok setan milik dari Si Tiga Golok setan dari Gunung Merut ini.
" Traangg,.."
" Triiiinng,.."
" Treeeeiing,.."
Tiga kali benturan yg di lakukan oleh Pangeran Dewangga Sena ini membuat hati salah seorang dari Si Tiga Golok setan dari Gunung Merut ini mulai mengempis.
Ternyata tenaga dalam nya masih jauh di bawah dari pemuda lawannya ini. Memang seolah , pemuda itu asal saja memainkan pedangnya, namun setiap serangan yg di bangun oleh Si Tiga Golok setan dari Gunung Merut in harus mental semua, tidak mampu menembus pertahanan lawannya.
Segeralah orang itu bersuit nyaring,..dan tidak terlalu lama datanglah kedua orang teman nya itu,..
" Ada apa Kakang Kinanja, ?" tanya Wandiga.
" Iya ada apa kakang,.. bukankah para prajurit itu telah mampus semuanya,..?" tanya yg paling muda.
" Hehh, kalian berdua apa sudah buta, ini ada seorang lawan tengah di hadapan kalian , kalian katakan ada apa, cepat habisi orang ini, agar putri Akuwu Manik itu dapat segera ki boyong ke Merut,.." teriak orang yg bernama Kinanja.
" Ahhh, masalah sepele ini, kang,.." seru yg paling muda.
" Sudah jangan banyak bacot, kau Darmipa segera bentuk formasi , Kalajengking Patol,.." ucap Kinanja.
Kakak tertua dari Tiga Golok setan itu memberikan perintah, suatu keanehan menurut mereka, jika harus mengerahakn salah jurus terbaik yg mereka miliki untuk menghadapi seorang bocah ingusan seperti lawan mereka kali ini.
" Apakah kakang bersungguh sungguh,..?" tanya Darmipa heran.
" Sudah jangan banyak tanya cepat bentuk formasi,..!" teriak Kinanja.
Mau tidak mau ketiga nya segera membentuk formasi yg di minta oleh Kinanja itu sebagai kakak tertua dari si Tiga Golok setan dari Gunung Merut ini.
Pangeran Dewangga Sena memang belum terlalu mengerti seluk beluk dunia kependekaran, ia hanya bersiap saja menghadapi ketiga orang itu.
Dan setelah formasi itu terbentuk maka bergerak lah ketiga nya menyernng Pangeran Dewangga Sena .
Memang gerakan mereka amat lamban, akan tetapi saling mengisi sehingga tidak mudah bagi Pangeran Dewangga Sena untuk mengalahkan mereka bertiga.
Serangan mereka susul menyusul, dan tutup menutup, berusaha terus menekan lawannya.
__ADS_1