SASRA WURUK

SASRA WURUK
Sang Prabhu #1.


__ADS_3

" Baiklah,..kalau memang demikian, karena diriku sedang terburu buru, maka aku mohon pamit,.." ucap Pangeran Dewangga Sena.


Ia pun berlalu dari kedua orang tersebut.


Adalah perempuan paruh baya itu yg kemudian bertanya,.


" Terima kasih atas pertolongan nya, kalau boleh tahu siapakah nama tuan ini,..?" tanya nya.


Sambil terus saja berjalan Pangeran Dewangga berseru.,


" Dewangga Sena, jika kelak kalian berdua tiba di Kotaraja cari saja Aku,..!" serunya.


Dan bersamaan itu pula tubuhnya telah lenyap dari tempat tersebut.


Rupanya Pangeran Dewangga Sena memang telah kembali bersama dengan si Putih dan bergerak langsung meninggalkan tempat tersebut dengan cepatnya.


Adalah kedua orang itu yg nampak kaget dan kebingungan setelah mendengar jawaban tersebut.


Si pemuda langsung berkata kepada perempuan ini,


" Ibunda , apakah dia adalah Kangmas Pangeran Dewangga Sena,..?" tanya nya .


" Entahlah , ibunda tidak tahu, akan tetapi kalau di lihat -lihat wajahnya sangat mirip dengan Ramanda mu juga dengan dirimu sendiri ,.!" jawab perempuan itu.


Ternyata kedua orang ini adalah Ratu Ayu Tunggarani dan Pangeran Turangga Sena yg ingin ke Kotaraja namun mereka di cegat oleh kawanan rampok .


" Apakah tidak sebaiknya kita menanyakan hal tersebut ibunda ,?" tanya Pangeran Turangga Sena.


" Dia sudah tidak ada lagi,.anakku,.!" sahut Ratu Ayu Tunggarani.


Pangeran Turangga Sena lantas melihat ke arah orang tadi berjalan, ia memang tidak melihat lagi sosok tersebut berada di sana.


" Apa yg harus kita lakukan ibunda, apakah kita akan tetap ke Kotaraja Medang Kemulan ,.?" tanya Pangeran Turangga Sena kepada ibunya.


" Yah,..sudah kepalang basah, kita memang harus melanjutkan perjalanan ini, anakku Rangga,..!" jawab ibunya pelan.


Ia pun mengemasi barang barang bawaannya yg sempat terjatuh dan berserakan karena tadi pemimpin rampok itu menyanderanya..


Setelah selesai mengemasi barang-barangnya maka Ratu Ayu Tunggarani lantas mengajak putra nya ini meninggalkan tempat itu untuk melanjutkan perjalanan nya lagi.


Dalam hati keduanya timbul pertanyaan yg sulit untuk mendapatkan jawaban.


Apakah kelak mereka bertemu dengan orang tadi yg menolongnya, dan ia itu adalah memang saudara dari Pangeran Turangga Sena, maukah ia menerima mereka berdua dengan tangan terbuka.


Dua orang ini tampaknya berjalan sambil terus di gelayuti pertanyaan tersebut.


Ahh , jika memang yg tadi itu adalah Kangmas Pangeran Dewangga Sena, tampaknya ia akan menerima kami berdua, terbukti terhadap ke empat perampok itu saja ia masih berbuat sangat baik, kata Pangeran Turangga Sena dalam hati.


Dan demikian pula dengan Ratu Ayu Tunggarani, ia berkata dalam hatinya, bahwa jika memang yg mereka temui tadi adalah saudara tua anaknya , tampaknya pemuda itu akan mau menerima mereka berdua , ia melihat ada sosok suaminya Prabhu Kreshna Yuda dalam diri pemuda itu,.yg sangat baik dan tidak mudah menjatuhkan tangan meski terhadap orang yang telah jelas -jelas bersalah.


Perjalanan keduanya pun terasa cepat, karena mereka terus saja berjalan tanpa banyak berbicara lagi.


Pangeran Dewangga Sena sendiri pada sore harinya telah berada dalam istana Kerajaan Medang Kemulan lagi.


Meski banyak juga yang merasa ketakutan akan tidak hadirnya sang Pangeran dalam istana, tetapi sebahagian besar para petinggi kerajaan itu mengerti akan kemampuan dari sang Pangeran.


Adalah Putri Dewandhani Maheswari yg langsung menyapa suaminya tersebut setelah Pangeran Dewangga Sena tiba kembali dalam istana.


" Sungguh hamba sangat senang sekali, Kangmas telah kembali,.." sambut Putri Dewandhani Maheswari kepada sang suami.


" Sama -sama Diajeng, Kangmas pun merasa sangat senang sekali setelah tiba dalam istana dengan selamat,!" sahut Pangeran Dewangga Sena.


Ia langsung ke pakiwan guna membersihkan tubuhnya , dan ini di ikuti oleh sang permaisuri.


" Kangmas, Ramanda Akuwu telah tiba disini,..!" ucap Putri Dewandhani Maheswari kepada suami nya.


" Jadi pamanda Akuwu telah tiba disini,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena agak terkejut.


Walaupun demikian ia nampak biasa saja karena saat penobatan nya hanya tinggal beberapa hari lagi.


Dan setelah selesai mandi , ia pun langsung ke dalam biliknya dengan tetap dikuti oleh sang istri.

__ADS_1


Ketika malam turun di istana Medang Kemulan, Pangeran Dewangga langsung mengumpulkan beberapa orang pembesar kerajaan termasuk di dalam nya adalah Patih Watu Spuh Gada dan Panglima Raden Watu Giring.


Dalam pada itu Pangeran Dewangga segera membuka pembicaraan nya.


" Kuharap kepada kita semua harus segera menentukan langkah agar kelak Aku dapat mengambil keputusan untuk menetapkan orang -orang yg akan duduk dalam Keraton Medang Kemulan ini,..!" ungkap Pangeran Dewangga Sena.


Ia juga sangat berharap dapat masukan dari kedua orang yg telah mengabdi kepada orang tua nya Prabhu Kreshna Yuda.


Keduanya memang patut di acungi jempol mengenai kesetiaan nya dalam mengabdi.


Patih Watu Spuh Gada langsung menjura menghormat dan berkata,.


" Ampunkan Hamba, Gusti Pangeran,.sudah sepantasnya anakmas Akuwu Manik Rangga di mintai pendapat nya, karena bagaimana pun juga, Pakuwan Pamintihan sangat besar andil nya dalam merebut Kotaraja Medang Kemulan ini,..!" ucap Patih Watu Spuh Gada.


Dalam ucapan nya kali ini jelas Patih Watu Spuh Gada mengharapkan akan kehadiran dari penguasa Pakuwan Pamintihan itu.


" Maaf Eyang Patih,..kali ini Aku ingin meminta pendapat dari kalian yang telah berada bersama Ramanda Prabhu Kreshna Yuda , baru setelah nya diriku akan memintai pendapat pamanda Akuwu Manik Rangga ,..!" jelas Pangeran Dewangga Sena.


Mendengar hal tersebut, Panglima Raden Watu Giring angkat bicara,.


" Hamba sangat mengharap kepada Gusti Pangeran untuk mengangkat mereka yang telah ber jasa dalam menaklukan Kotaraja Medang Kemulan ini, termasuk di dalam nya dengan dua panewu dari Langgrah dan Cempogo,..Gusti Pangeran,..!" ungkap Panglima Raden Watu Giring.


" Benar ucapan mu itu , Paman panglima, dan untuk itulah diriku meminta saran dari kalian berdua , baru setelah nya akan meminta pendapat yang lain,.!" terang Pangeran Dewangga Sena.


Maka kedua pembesar kerajaan Medang Kemulan di masa Prabhu Kreshna Yuda ini mmeberikan beberapa nama yang pantas menduduki pos jabatan jika nantinya Pangeran Dewangga Sena di nobatkan sebagai penguasa Kerajaan Medang Kemulan ini.


Putra Prabhu Kreshna Yuda ini agak terkejut mendengar usulan dari Patih Watu Spuh Gada yg mangajukan nama Panglima Raden Watu Giring untuk menduduki tempat sebagai seorang Patih di kerajaan Medang Kemulan ini.


Ia sungguh tidak menyangka sehingga akhirnya menanyakan,.


" Jika Paman Panglima Raden Watu Giring yg menduduki jabatan Patih, lalu bagaimana dengan Eyang sendiri,..?" tanya nya kepada Patih Watu Spuh Gada


" Hamba sudah tua anakmas Pangeran, biarlah hamba beristirahat saja, beri kesempatan bagi yg muda muda saja, agar lebih bertenaga,..!" jawab Patih Watu Spuh Gada.


Mengetahui hal tersebut kemudian Pangeran Dewangga Sena segera mengatakan,..


" Jika memang demikian , bagaimana kalau Eyang Patih aku berikan untuk menduduki tempat di Dasa Prabhu, agar dapat memberikan nasehat kepadaku, Aku berharap Eyang Patih tidak akan menolaknya,..!" ucap Pangeran Dewangga Sena.


Ia akan menempati posisi sebagai penasehat sang Raja yg di sebut Dasa Prabhu, sepuluh orang dekat dari Sang Prabhu yg akan memberikan nasehat serta masukan kepada penguasa Kerajaan Medang Kemulan itu.


Pangeran Dewangga Sena telah menyiapkan nama nama dalam posisi Dasa Prabhu ini termasuk kedua mertua nya, yaitu Akuwu Manik Rangga dan sang permaisuri.


Hingga larut malam pertemuan itu baru selesai.


Dan setelah pertemuan itu, Pangeran Dewangga Sena telah mengantongi nama-nama yang akan menjadi pejabat di dalam lingkungan Keraton Medang Kemulan.


Pada keesokan harinya,..keraton Medang Kemulan ini kedatangan dua orang yg ingin bertemu dengan Pangeran Dewangga Sena.


Mereka adalah Pangeran Turangga Sena dan Ibundanya Ratu Ayu Tunggarani.


Sebenarnya kedua orang ini sempat di tahan oleh beberapa orang prajurit , karena kelihatannya mereka bukan dari Kotaraja Medang Kemulan ini.


Mendengar ribut ribut di depan istana nya, Pangeran Dewangga Sena yg kala itu tengah berkeliling , segera menghampiri nya.


" Ada apa Prajurit,..?" tanya nya.


" Ampun Gusti Pangeran,..ada dua orang yg ingin bertemu dengan Gusti Pangeran ,..!" jawab Prajurit itu.


" Biarkan mereka masuk,..!" sahut Pangeran Dewangga Sena.


Maka masuklah dua orang yg tiada lain adalah Pangeran Turangga Sena dan Ratu Ayu Tunggarani ibundanya.


Begitu kedua orang ini masuk ke dalam dan melihat bahwa orang yang akan mereka temui itu adalah orang yang telah membantu mereka saat di cegat kawanan rampok sebelum ke Kotaraja Medang Kemulan ini.


Pangeran Dewangga Sena sangat terkejut melihat keduanya, ia langsung menyapa mereka.


" Ahh, adi ini,..dan bibi,..mohon maaf , kita belum sempat berkenalan waktu itu ,..siapakah kalian ini,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena


Pangeran Turangga Sena dan Ratu Ayu Tunggarani saling berpandangan , mereka berdua pun sudah mengira akan bertemu lagi dengan orang yang menyebut namanya sebagai Dewangga Sena saat akan meninggalkan mereka .


Selanjutnya Pangeran Dewangga Sena mengajak masuk kedua orang ini ke dalam istana.

__ADS_1


Baru setelahnya ia menanyakan keperluan dari kedua orang tersebut.


" Maaf sebelum nya tidak Pangeran,.kami berdua ini adalah memang ingin bertemu denganmu,..!" ucap Ratu Ayu Tunggarani memberanikan diri.


" Bertemu dengan ku, bukankah saat bertemu pertama kali di saat bibi dan putra bibi ini, mengatakan hanya ingin melihat Kotaraja , tidak bermaksud untuk bertemu dengan ku,..!" sahut Pangeran Dewangga Sena.


Ratu Ayu Tunggarani agak bingung dari mana ia harus memulainya, setelah ia menarik nafasnya dan mengumpulkan seluruh keberaniannya barulah ia berkata lagi.


" Mohon ampun beribu ribu ampun , izinkanlah kami memperkenalkan diri, Hamba adalah Tunggarani, ibunda dari Turangga Sena putra hamba ini , kami berdua memang ingin bertemu dengan Gusti Pangeran Dewangga Sena,..!" ucapnya kemudian.


" Bertemu denganku, apa yg bibi maksudkan, apakah ada sesuatu yg telah salah kulakukan terhadap kalian berdua,.sehingga harus bertemu dengan ku,!" kata Pangeran Dewangga Sena lagi.


Sambil ia memandangi secara bergantian orang yang ada di hadapannya ini.


Setelah agak lama terdiam, Pangeran Turangga Sena berkata,..


" Mohon ampun Gusti Pangeran, kami berdua datang kemari adalah ingin mengatakan bahwa,....!" ucap Pangeran Turangga Sena.


Ia tidak sanggup melanjutkan kata katanya, serasa ada sesuatu yg mengganjal tenggorokan yang sehingga ia langsung terdiam.


" Kenapa, ada apa sesungguhnya,. katakanlah yg sebenarnya kalian berdua tidak perlu ragu ataupun takut,..!" pinta Pangeran Dewangga Sena.


Maklum , Pangeran Dewangga Sena memang tidak mengetahu keinginan dari dua orang yg ada di hadapan nya itu.


" Begini Gusti Pangeran, hamba adalah istri dari Prabhu Kreshna Yuda dan Turangga Sena ini adalah putra dari Kangmas Prabhu Kreshna Yuda , yg itu artinya adalah bahwa ia adalah adikmu Gusti Pangeran,..!" jelas Ratu Ayu Tunggarani memberanikan diri.


" Hahhh,..!" seru Pangeran Dewangga Sena.


Ia kaget bukan kepalang mendengar penuturan dari perempuan yang ada di hadapan nya ini, sesungguhnya ia tidak pernah mengetahui Ramanda nya memiliki istri yg lain selain ibundanya Ratu Ayu Manik Wangi.


" Apa buktinya jika ucapan bibi ini memang benar,..?" tanya nya kepada Ratu Ayu Tunggarani.


Adik perempuan dari Prabhu Watu Menak Koncar ini kebingungan mendapatkan pertanyaan tersebut, akhirnya ia mendapatkan tugas setelah melihat kalung yg ada di leher putranya Pangeran Turangga Sena.


Ia pun melepaskan segera melepaskan kalung tersebut dan menunjukkan kepada Pangeran Dewangga Sena.


" Inilah buktinya Gusti Pangeran,.kalung ini adalah pemberian dari Kangmas Prabhu Kreshna Yuda kepadaku dan harus di berikan kepada putranya kelak,..!" ucap Ratu Ayu Tunggarani.


Ia menyerahkan kalung tersebut kepada Pangeran Dewangga Sena , oleh putra Prabhu Kreshna Yuda ini di perhatikan nya secara teliti kalung tersebut .


Memang kalung ini mirip dengan kalung milikku, benarkah apa yg telah di ucapkan oleh perempuan ini, bertanya dalam hati Pangeran Dewangga Sena.


Namun sebelum ia memutuskan sesuatu atas kedua orang tersebut , ia memerintahkan kepada salah seorang prajurit untuk memanggil Patih Watu Spuh Gada dan Panglima Raden Watu Giring untuk datang menghadap.


Tidak terlalu lama kedua orang ini segera datang menghadap ke dalam istana.


Dan alangkah terkejutnya Panglima Raden Watu Giring setelah melihat Ratu Ayu Tunggarani berada di situ.


" Ehh, Gusti Ratu Ayu Tunggarani, !" serunya dengan seketika.


Ratu Ayu Tunggarani dan Pangeran Dewangga Sena sama sama terkejut setelah mendengar ucapan dari Panglima Raden Watu Giring ini.


" Ternyata Paman Panglima mengenal orang ini,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena heran.


Sedangkan Ratu Ayu Tunggarani hanya menundukkan wajahnya , ia tidak berani menatap ke arah Panglima Raden Watu Giring, walau bagaimana pun juga ia memiliki andil atas runtuh nya kekuasaan dari Prabhu Kreshna Yuda suaminya itu.


" Benar Gusti Pangeran, hamba sangat mengenal perempuan ini, beliau adalah Ratu Ayu Tunggarani , adik dari Prabhu Watu Menak Koncar dan juga merupakan istri dari Gusti Prabhu Kreshna Yuda,..!" jelas Panglima Raden Watu Giring.


Dan penjelasan nya ini membuat Pangeran Dewangga Sena kembali terkejut, ia langsung bertanya,.


" Jadi bibi ini adalah adik dari Prabhu Watu Menak Koncar,..?" tanya nya kepada Ratu Ayu Tunggarani.


" Benar Gusti Pangeran , hamba memang adik dari Prabhu Watu Menak Koncar dan Akuwu Watu Menak Kober,..!" jawab Ratu Ayu Tunggarani.


" Apakah bibi tidak takut berada disini, dihadapan ku,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena lagi.


Sambil menggelengkan kepalanya , Ratu Ayu Tunggarani berkata,..


" Tidak , hamba tidak merasa takut, karena hamba meyakini bahwa Gusti Pangeran adalah seorang yang sangat bijaksana seperti Kangmas Prabhu Kreshna Yuda ,..!" jawab Ratu Ayu Tunggarani pelan.


" Baguss,...!" seru Pangeran Dewangga Sena.

__ADS_1


__ADS_2