SASRA WURUK

SASRA WURUK
Persiapan #7


__ADS_3

Kereta kencana itu membelah jalanan menuju ke Pakuwan Pamintiahan, jalanan yg masih banyak terdapat hutan dan pepohonan , baru setelah nya ada ara ara yg cukup luas mewarnai jalanan menuju Pakuwan Pamintihan ini.


Dalam kereta tampak sepasang muda mudi yg sedang bahagia , terlebih dengan Putri Akuwu Pamintihan itu.


Sudah lama mereka berdua tidak berjumpa sampai tersiar berita bahwa Pangeran Dewangga SenĂ , putra Prabhu Kreshna Yuda ini telah tewas oleh para Prajurit medang Kemulan.


Akan tetapi kini mereka berdua telah bertemu.


" Kakang Dewangga Sena, dimanakah selama ini dirimu bersembunyi,..?" tanya Putri Dewindhani Maheswari.


" Kakang bersembunyi di sebuah hutan di dekat desa LohSari,..!" jawab Pangeran Dewangga Sena.


" Jadi selama ini Kakang tinggal di hutan,..?" tanya Putri Dewindhani Maheswari lagi.


Pangeran Dewangga Sena menganggukkan kepalanya.


Lama putri Akuwu Manik Rangga melihat ke arah Pangeran Dewangga Sena, saudara sepupunya itu.


Seolah in gin memastikan apakah benar pemuda yg ada disamping nya ini benar Pangeran Dewangga Sena yg sesungghnya . Bukan penjelmaan dari makhkuk lelembut.


" Ada apa Rayyi Maheswari melihat seperti itu, ada yg aneh pada diri Kakang,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Seolah memang tatapan mata dari Putri Dewindhani Maheswari ini ada kecurigaaan.


Tetapi memang Pangeran Dewangga Sena tidak terlalu memikirkan , yang ada di pikiran dari Putra Prabhu Kresna Yuda adalah bagaimana ia meyakinkan paman nya Akuwu Manik Rangga itu.


Jalan kereta kencana itu semakin cepat , saat mendekati kota Pakuwan Pamintihan , hari sudah malam .


Ketika tengah malam barulah para prajurit Pakuwan Pamintihan itu tiba di Kota Pakuwan Pamintihan .


Para penghuni Pakuwan amat terkejut dengan kehadiran para prajurit dan juga Putri Dewindhani Maheswari.


Sang Akuwu Manik Rangga ssngat terkejut dengan kehadiran dari putri nya itu.


Dan melihat banyak prajurit nya yg tewas dan berada diatas punggung kudanya.


" Ada apa denganmu Maheswari , siapa pemuda yg bersama mu itu,..?" tanya Akuwu Manik Rangga agak keras.


Nampak senyum terkembang di bibir Putri Akuwu Manik Rangga itu.


" Ramanda , apakah tidak kenal lagi dengan orang ini,.." sahut Putri Dewindhani Maheswari.


Ia mendekati Akuwu Manik Rangga,.sedangkan sang Akuwu masih saja berdiri tegak dengan tangan berkacak pinggang.


Pangeran Dewangga Sena langsung mendekati sang Akuwu, Sambil merangkap kan kedua tangan nya, ia berkata,..


" Ampun kan , saya , paman Akuwu, terimalah sembah hormat saya,.." ucap nya.


Sambil merangkapkan kedua tangan nya di depan dada nya dan membungkuk kan badan nya.


Lama Akuwu Manik Rangga memandangi wajah pemuda yg ada di hadapan nya itu, dengan di terangi oleh obor yg ada di dekatnya itu.


Namun ia tidak juga dapat mengetshui siapa sebenarnya pemuda ini.


" Siapa kah gerangan dirimu itu , anak muda ,..?" tanya Akuwu Manik Rangga.


" APakah memang pamanda Akuwu tidak mengenali saya lagi,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Ia menegakkkan tubuhnya dsn menghadap langsung ke arah sang Akuwu. Sehingga dengan jelas Akuwu Manik Rangga dapat melihat jelas wajah nya.


Tetapi tetap saja ia tidak mengenalinya, siapakah sesungghnya pemuda ini berkata dalam hati dari sang Akuwu itu.


Adalah Putri Dewindhani Maheswari yg berkata,.

__ADS_1


" Ia adalah Kangmas Pangeran Dewangga , Ramanda Akuwu,..!" seru nya.


" Hahhh,..."


Sungguh terkejut Akuwu Manik Rangga mendengar apa yg telah di katakan oleh putrinya itu. Ia tidak menyangka bahwa pemuda yg ada di hadapan nya ini adalah Putra dari kakaknya itu.


" Benarkah hal itu,..!" seru nya.


" Pamanda , benar apa yg telah di katakan oleh Rayyi Maheswari, saya adalah Dewangga Sena, putra dari Prabhu Kreshna Yuda,.." ucap Pangeran Dewangga Sena.


Akuwu Manik Rangga turun ke halaman dan mendekati tubuh Pangeran Dewangga Sena, ia memegang kedua pundaknya dan kemudian menyingkapkan pakaian atas nya sebelah kiri, di lihatnya lah bahwa ada tanda lahir di pundak pemuda itu.


Langsung saja Sang Akuwu memeluk tubuh Pangeran Dewangga Sena.


" Paman sudah lama mencari mu , dan memang berkeyakinan bahwa dirimu memang masih hidup dan selamat dari kejaran para prajurit Medang Kemulan itu,.." ungkap Akuwu Manik Rangga.


Ia mendekap erat tubuh Pangeran Dewangga Sena .


" Sekarang dirimu sudah sebesar ini , anakmas Pangeran,.." ucap Akuwu Manik Rangga.


Ia melepaskan pelukannya tapi tetap memegang kedua lengan nya sambil mengguncangkan nya.


" Marilah kita masuk ke dalam ,.." ucap Akuwu Manik Rangga.


Sambil membimbing sang keponakan nya itu masuk kedalam istana Pakuwan Pamintihan.


Sang Akuwu pun memrintahkan seorang emban pelayan dalam untuk membangunkan istrinya .


tidak terlalu lama istrinya segera keluar dari dalam biliknya seraya berkata,..


" Ada apa Kangmas Akuwu membangunkan diriku,..?" tanya nya .


Akuwu Manik Rangga menunjuk ke arah Pangeran Dewangga Sena,.


Istrinya itu segera melihat ke arah sang pemuda yg duduk dekat suaminya itu, beberapa kali ia mengerjapkan matanya , tetapi tetap jua tidak mengenalinya.


" Aku tidak kenal , Kangmas Akuwu,.." serunya.


" Dia lah yg dahulu sering engkau gendong semasa bayi ,.." ucap Akuwu Manik Rangga.


" Hahh,.siapa kah gerangan dirinya ini , Kangmas Akuwu,..?" tanya istri Akuwu Manik Rangga ini penasaran.


" Dia adalah Kangmas Dewangga Sena , bunda Ratu," jelas putri Dewindhani Maheswari .


" Benarkah hal ini, Maheswari,?" tanya istri Sang Akuwu.


" Benar bunda , dia adalah Kangmas Dewangga Sena,.." sahut Putri Dewindhani Maheswari.


Kali ini , gantian ibunda dari Putri Dewindhani Maheswari ini yg akan dan menatap lama ke arah Pangeran Dewangga Sena, memang dahulu ia sering menggendong bocah ini kala masih bayi dan ia pun segera mendekati Pangeran Dewangga Sena .


Setelah cukup dekat barulah ia membuka pakaian atas dari sang Pangeran . Ia melihat tanda lahir yg di miliki oleh sang Pangeran .


Langsung saja istri dari Akuwu Manik Rangga ini memeluk ert tubuh pangeran Dewangga setelah mengetahui bahwa ia memang Putra Prabhu Kreshna yuda.


" Ternyata sekarang dirimu sudah tumbuh sangat besar , anakmas Pangeran,..!" ucap nya sambil menitik airmata.


Satu keluarga dari Akuwu Manik Rangga ini pada malam itu di buat bahagia dengan kehadiran oleh Pangeran Dewangga Sena.


Terutamanya bagi sang Akuwu. Kali ini jika ia berani untuk menentang Kerajaan Medang Kemulan , ia telah memiliki Seorang yg pantas untuk di dudukkan sebagai raja ,pengganti Prabhu Kreshna Yuda yg telah mangkat itu.


" Paman, sangat senang atas kehadiran mu ini, anakmas Pangeran, dengan kehadiran mu, seolah doa paman telah di kabulkan oleh hyang Jagad dewa bhatara, !" ucap Akuwu Manik Rangga.


" Kalau boleh tahu , apa doa pamanda AKuwu itu,.?" tanya Pangeran Dewangga Sena.

__ADS_1


Oleh Akuwu Manik Rangga kemudian di ceritakan bagaimana sebenarnya ia berusaha untuk mencoba mencari dirinya atau orang lain yg pantas untuk duduk sebagai raja di Medang Kemulan dan bersedia berjuang bersamanya untuk menggulingkan kekuasaan prabhu Watu Menak koncar itu, akan tetapi sampai sejauh ini , tidak ada yg cocok ,bahkan sangat pantas sama sekali.


" Bagaiamana dengan pamanda Akuwu sendiri, mengapa bukanlah dirimu saja yg mengangkat diri untuk duduk sebagai raja,.dan mulai menyerang kedudukan Watu menak koncar itu,..paman,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena kepada sang Paman.


" Hehhh,..seorang raja itu adalah jabatan yg di berikan oleh Sang Hyang Jagad dewa bhatara kepada seseorang melalui wahyu keprabhon, sayang paman tidak memliki hal tersebut anakmas Pangeran,.." jawab Akuwu Manik Rangga.


Ia sudah beberapa kali melakukan tirakat dan semedi dalam hal ini, guna mengetahui apakah dirinya memang memiliki hak wahyu keprabhon Itu akan tetapi tampaknya tidak , karena sejauh ini ia tidak juga mampu untuk menyerang dan menaklukan Prabhu Watu Menak Koncar itu, sampai akhirnya , ia kedatangan sang keponakan nya sendiri di istana nya.


Menurutnya itulah pertanda yg ia cari selama ini mengenai kedudukan nya, ia pun tidak ingin kesusu dalam melakukan tindakan yg akibatnya dapat merugikan Pakuwan Pamintihan sendiri, karena saat ini empat Pakuwan tengah berlaga dalam hal kekuatan , terutamanya Kalindih , Sindur dan Pamintihan yg ingin jadi penguasa di Kotaraja Medang Kemulan.


Pakuwan Pemanggar sajalah yg tampaknya tidak tertarik dengan keadaan perlombaan ini, ia lebih suka melakukan kerjasama dengan Pakuwan Pamintihan setelah Pamintihan berhasil dan mampu menahan serangan Kotaraja Medang Kemulan ke Pakuwan Pemanggar beberapa waktu lalu.


Tanpa sengaja Akuwu Manik Rangga menyebutkan bahwa pada saat itu ada seorang pemuda yg mampu mengalahkan Panglima Lokantara yg tangguh itu.


Pangeran Dewangga Sena tersenyum mendengar ucapan Paman nya ini, karena sesungguhnya dirinyalah yg telah membunuh Panglima Lokantara itu akibat rasa dendam nya yg teramat sangat dengan orang Kepercayaan dari Prabhu Watu Menak Koncar itu.


" Paman Akuwu, sesungguhnya lah diriku datang kemari adalah mengenai persoalan Kotaraja Medang Kemulan ini, Saya berkeinginan untuk membentuk sepasukan prajurit yg kuat, dan semua nya ini harus mendapatkan bantuan paman Akuwu sendiri,.." ungkap Pangeran Dewangga Sena.


Ia berusaha menjelaskan niatan ke datangannya ini ke Pamintihan guna mendapatkan bantuan dari Sang Paman.


" Bantuan seperti apa yg Anakmas Pangeran butuhkan,..apakah sepasukan prajurit dari Pakuwan Pamintihan yg besar yg siap untuk di bawa beerperang melawan pasukan Kerajaan Medang Kemulan Itu,..?" tanya Akuwu Manik Rangga.


Oleh Pangeran Dewangga Sena kemudian dijawab bahwa sebenarnya dirinya berkeinginan untuk membentuk prajurit di wilayah yg cukup dekat dengan Kotaraja Medang Kemulan sendiri, selain lebih cepat dalam pergerakan tentu akan semakin memudahkan membuat para kawula dan rakyat Medang Kemulan percaya akan perjuangan nya yg merupakan seorang putra Mahkota , yg tahta nya telah di rampas oleh Prbhu Watu Menak Koncar itu.


" Baiklah anakmas Pangeran, apapun yg diirmu butuhkan paman siap memabantu nya, " ucap Akuwu Manik Rangga.


" Terima kasih pamanda Akuwu,.." sahut Pangeran Dewangga Sena.


Sang Akuwu dan istrinya menanyakan rencana apa yg akan di lakukan oleh Keponakan nya ini, sehingga mereka akan dapat membantunya.


Dijawab oleh Pangeran Dewangga Sena , ia ingin meminta bantuan beberapa bekel Prajurit dari Pakuwan Paintihan agar dapat memberikan pelajaran mengenai hal keprajutitan kepada para warga dan penduduk yg ada yg dua Kepaneon , yaitu Cempogo dan Langgrah.


" Kami dapat membantu nya akan tetapi apakah ini tidak akan membuang wsktu yg cukup lama, Nakmas Pangeran,..?" tanya Akuwu Manik Rangga kepada sang keponakan.


" Kalau menurut saya, itu memang harus di lakukan , karena para prajurit Medang Kenulan sangat banyak, jika boleh tahu apakah Pamintihan sanggup melawan para parjurit Medang Kenulan sendirian, pamanda Akuwu,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Dan di jawab oleh Akuwu Manik Rangga , bahwa Pasukan nya belum sepadan dengan pasukan Medang Kenulan, jika terjadi benturan kemungkinan nya , mereka akan kalah jumlah yg sangat banyak.


" Oleh sebab itulah Pamanda Akuwu , saya ingin menggalang kekuatan dari para pemuda desa dari beberapa wilayah di kepaneon yg dekat dengan Kotaraja Medang Kenulan, karena sebahagian dari mereka sudah muak dengan sikap Watu Menak Koncar itu, .." jelas Pangeran Dewangga Sena.


Memang masuk akal alasan yg di sebutkan oleh Keponakan nya ini akan tetapi cukup membahayakan , jika mata mata dari Medang Kenulan dapat mengetahui rencana tersebut dan langsung. menyeranng karena kedekatan nya dengan wilayah Kotaraja Medang Kemulan sendiri.


" Akan tetapi ini adalah satu satu nya cara yg dapat diambil, dan saat ini pun prabhu Watu Menak Koncar tengah mengahdapkan pasukan nya guna menghajar Pakuwan Sindur, suatu kesempatan untuk kita menggalang kekuatan, dan jika waktunya telah tiba , Pamanda Akuwu lah yg akan menggerkkan pasukan Pakuwan Pamintihan ini agar Prabhu Watu Menak Koncar bahwa lawannya selanjutnya adalah Pakuwan Pamintihan, sehingga ketika ia tengah mengahdapkan pasukan nya kemari, kami akan menyerang mereka dari belakang tentu ia akan sangat terkejut sekali,.." terang Pangeran Dewangga Sena dengan gamblang.


Akuwu Manik Rangga sempat terbengong dengan ide yg ada di pemikiran dari keponakan nya ini.


Memang Kangmbok Ratu Ayu Manik Wangi menurunkan kecerdasan nya pada Putra nya , berkata dalam hati Akuwu Manik Rangga.


" Baik Paman siap mengirmkan beberapa bekel Prajurit Pakuwan Pamintihan ini untuk ikut denganmu membantu menddidik para pemuda untuk jadi prajurit mu , Nakmas Pangeran ,.." sahut Akuwu Manik Rangga.


Dan pertemuan dari dua keluarga ini membuat kebahagiaan tersendiri untuk Akuwu Manik Rangga.Ia telah menemukan kembali Putra dari kakak nya ini setelah sekian lama menghilang tidak ada kabar berita nya dan tidak di ketahui rimbanya.


Tidak sampai sepekan Pangeran Dewangga Sena berada di Pamintihan , ia pun segera pamit dengan di iringi oleh sekira lima belas orang Bekel Prajurit Pakuwan Pamintihan yg akan di perbantukan kepada Pangeran Dewangga Sena.


Sesaat akan kepergian dari Pangeran Dewangga Sena kembali ke desa Lohsari , seluruh keluarga Akuwu Manik Rangga terlihat sedih.


Terutamanya Putri Dewindhani Maheswari, ia merasa sangat senang sekali dengan kehadiran kakak sepupunya itu.


Dengan berat hati mereka melepaskan kepergian putra Mahkota Medang Kemulan ini yg sedang berusaha untuk mengambil kembali hak nya atas tahta kerajaan Medang Kemulan.


Dalam perjalanan kembali menuju desa Lohsari, Pangeran Dewangga Sena di berikan sebuah kuda yg sangat bagus dari Paman nya, berwarna putih.


Sungguh tegar dan besar kuda pemberian dari sang paman. Sehingga gerak mereka untuk datang ke desa Lohsari ini sangat cepat , tidak ada kendala , dan kali ini Pangeran Dewangga Sena langsung saja menuju ke kepaneon Cempogo tanpa harus singgah di desa Lohsari.

__ADS_1


__ADS_2