
Para pengawal putri Dyah Wikamini ini pun segera mengepung Prabhu Dewangga Sena yg telah berada di atas atap rumah tersebut.
" Cepat , serang dengan menggunakan panah,.!" seru salah seorang pemimpin kelompok itu.
Majulah lima orang pengawal itu mendekati rumah tersebut dengan membawa busur dan anak panahnya yg siap untuk di lepaskan.
" Lepaskan, panah kalian,..!" seru orang itu lagi.
Dan lima orang yang telah membidik ke arah Prabhu Dewangga Sena yg berdiri tegak diatas atap wuwungan rumah itu.
Raja Muda Medang Kemulan ini pun tampaknya pun telah siap dengan senjatanya, kini di tangan sang Prabhu telah tergenggam sebuah golok berwarna hitam, itulah Golok Iblis tujuh bangkai yg di dapatnya dari Mpu Kundara beberapa waktu yang lalu.
Tatkala lima buah anak-anak panah itu meluncur dengan cepat nya ke arah sang Prabhu, maka dengan sangat cepat pula ia memukul nya jatuh tidak tersisa.
" Hayo, serang terus, dan sebahagian yg lain naik ke atas sana,..!"
Terdengar perintah pemimpin pengawal Putri Dyah Wikamini ini meneriakkan dengan kerasnya.
Dan kembali para pengawal itu melepaskan panahnya untuk menjatuhkan sang Prabhu Dewangga Sena.
Sedangkan beberapa orang pengawal yang lain nampak memanjat naik rumah tersebut.
Prabhu Dewangga Sena hanya tenang tenang saja , akan tetapi setiap ada serangan dari bawah ia mampu memapasi nya hingga tidak mengenai tubuhnya.
Para pengawal yang berhasil memanjat rumah tersebut pun dengan segera menyerang nya dari berbagai jurusan,
"Ciaaat,..!"
" Hiyyyahh,..!"
" Heahh,..!"
" Tranngg,..!"
" Traiing,.!"
" Trinngg,.!"
Sang Prabhu melayani serangan tersebut dengan mengayunkan Golok Iblis tujuh bangkai itu sangat cepat.
Tak ayal lagi ketiga pengawal Putri Dyah Wikamini ini harus jatuh dengan kerasnya dari atas wuwungan itu akibat benturan dengan senjata yg ada di tangan sang Prabhu.
Sebenarnya, bukan nya Golok Iblis tujuh bangkai itu mengenai mereka melainkan aroma bau yg teramat sangatlah yg membuat mereka seolah menjadi mabuk karenanya, hingga menjungkalkan mereka dari atas atap rumah tersebut.
Sedangkan kelima pengawal yg berada di bawah menghentikan serangan mereka menggunakan panah, di sebabkan mereka melihat ada temannya yang berhasil naik dan menyerang langsung ke arah Prabhu Dewangga Sena.
Akan tetapi setelah melihat keadaan teman -temannya yg terjatuh, kembali mereka melepaskan lagi serangan anak anak panah nya itu.
Prabhu Dewangga Sena kembali memukul jatuh setiap serangan yg datang kepadanya.
Cukup lama juga keadaan ini berlangsung , hingga secara tiba tiba dari arah belakang Prabhu Dewangga Sena ini terdengar suara yg menyapa nya dengan keras sekali.
" He, he ,he , akhirnya kita bertemu lagi Raja Bodoh,..Hehh,.!" seru orang tersebut.
Prabhu Dewangga Sena yg mengenali suara tersebut langsung membalikkan tubuhnya menatap orang tersebut.
" Hei, ternyata, Mpu Cabul,..yg datang ,..!" balas Sang Prabhu.
Memang orang yang datang itu adalah Mpu Kalong , orang yang sempat melukainya saat terjadi perang tanding di istana Medang Kemulan.
" He, he ,he, nampaknya hari ini kau sendiri yg telah mengantarkan nyawa dengan datang sendiri kemari, Raja Bodoh,..!" seru Mpu Kalong.
Orang tua yg nampak masih gagah karena ia memang selalu berpakaian rapi dan cukup mentereng, belum lagi dengan senjatanya yg berupa kipas itu, selalu dibawa kemana pun ia pergi.
Pagi telah menyapa daerah Pakuwan Kalindih ini, dan di atas atap sebuah rumah telah berdiri berhadapan dua orang anak manusia yang masing masing menyimpan dendam terutama nya bagi Mpu Kalong sendiri.
Ia merasa masih mampu mengalahkan Raja baru di Medang Kemulan ini dengan ilmunya karena pada beberapa waktu lalu, Prabhu Dewangga Sena harus merasakan serangan nya membalik akibat dari pantulan ilmunya sendiri setelah membentur kipas yg menjadi senjata andalan nya itu.
" Namun kalau menurutku, kaulah yang harus segera di lenyapkan dari Bumi Medang Kemulan ini, Mpu Cabul, bersiaplah,..!" balas Prabhu Dewangga Sena.
Golok Iblis tujuh bangkai telah diangkatnya , dan keluarlah aroma yang sangat menyengat dan berbau sangat busuk sekali , bagi siapa saja yg menciumnya tentu akan merasa mual dan mungkin saja muntah karenanya jika ia tidak memliki ilmu yang tinggi seperti para pengawal putri Dyah Wikamini tadi.
Akan tetapi tampak berbeda dengan Mpu Kalong, orang tua ini tampaknya tidak terpengaruh oleh bau yg menyengat yg keluar dari Golok Iblis tujuh bangkai tersebut.
" Kau pikir , aku takut dengan senjata mu itu, Raja Bodoh, kaulah yang akan segera menemui ajal mu disini, hiyyahh..!" teriak Mpu Kalong.
__ADS_1
Orang tua itu pun langsung melesat menyerang Prabhu Dewangga Sena menggunakan senjata kipasnya.
Kali ini bentuk kipas tersebut menutup seperti sebuah tongkat kecil yang mengarah pada leher Prabhu Dewangga Sena.
" Hufhh..Heahhh,..!"
" Haiiit,..!"
Prabhu Dewangga Sena tidak tinggal diam, Raja muda dari Medang Kemulan ini segera menggerakkan Golok Iblis tujuh bangkai nya dengan menebaskan nya mendatar guna menghentikan serangan lawan.
Mpu Kalong segera merubah serangan nya, ia tidak mau membenturkan kipasnya itu dengan Golok Iblis tujuh bangkai yg ada di tangan Prabhu Dewangga Sena.
Penguasa Gunung Kanda ini , menarik pulang senjatanya, dan selanjutnya membuka kipas itu guna menyerang arah kaki dari Prabhu Dewangga Sena, sambil melompat tinggi, sang Prabhu mampu lepas dari serangan lawan , ia pun membalas serangan tadi dengan bacokan Golok Iblis tujuh bangkai ke arah punggung dari Mpu Kalong.
" Hufhh ,.!"
" Tranngg,..!"
Karena serangan yg dilancarkan oleh sang Prabhu begitu cepatnya, sehingga Mpu Kalong terlambat menghindari nya , ia pun harus melindungi punggung nya agar tidak terluka akibat bacokan dengan memalangkan kipasnya untuk menahan serangan tersebut.
Namun begitu, tak urung juga, tubuh Mpu Kalong harus terhuyung huyung dan hampir jatuh akibat benturan yang terjadi .
" Hiyyah,..!"
Mpu Kalong pun melompat tinggi, agar segera bebas dari serangan lanjutan , selain itu pula dirinya tidak ingin terjatuh akibat serangan tadi.
Prabhu Dewangga Sena pun terus memburunya dengan tetap melayang di udara , sebuah sabetan goloknya mencoba menggapai tubuh lawan nya itu.
" Triingg,..!"
Kembali Mpu Kalong harus membenturkan senjatanya dengan senjata lawan, meski sebenarnya ia tidak ingin melakukan hal tersebut, karena menurutnya, senjata yg ada di genggaman lawannya itu lebih kuat dan sangat keras, siapa orang yang tidak kenal dengan Golok Iblis tujuh bangkai yg sempat jadi rebutan para pendekar kalangan dunia persilatan .
Dan untuk kedua kalinya , tubuh dari Mpu Kalong harus terdorong sangat keras akibat benturan tersebut.
Penguasa Gunung Kanda ini pun memang memiliki kemampuan yang sangat tinggi, di saat ia hampir terjatuh ke bawah akibat dorongan tenaga dari Prabhu Dewangga Sena, ia pun segera mengemposi tubuhnya dengan tenaga dalam nya agar tetap mampu melayang di udara, usahanya itu pun patut di acungi jempol, beberapa kali ia bersalto ke belakang dan mampu kembali melesat menyerang Prabhu Dewangga Sena yg masih memburunya ini.
" Heahhh,..Aji Agni Selaksa ,..!"
" Dhumbhh,..!"
" Hufhh..!"
Sang Prabhu yg masih melayang mengarah pada Mpu Kalong harus menghindari serangan tersebut, tubuhnya membubung tinggi naik ke udara, dan lepaslah serangan dari Mpu Kalong itu.
Penguasa dari Gunung Kanda ini terus saja menghambur kan Ajiannya, berharap pada satu kesempatan, Prabhu Dewangga Sena akan lengah.
Bagi Prabhu Dewangga Sena sendiri yg telah pernah bertemu dengan Mpu Kalong ini tidak segera gugup dan terburu buru dalam bertindak, kemampuan nya dalam hal peringan tubuh sudah sangat tinggi sekali , nyaris sempurna , berulang kali dirinya mampu menghindari serangan lawan.
Dan sesekali ia mendekat bagai seekor rajawali raksasa yang sedang mematuk mangsanya.
Satu hal yang membuat Mpu Kalong merasa jumawa dan diatas angin, Prabhu Dewangga Sena tidak membalasi serangan nya dengan ilmu yg di milikinya melainkan hanya mengandalkan putaran dan tebasan Golok Iblis tujuh bangkai saja.
" Heahhh,..!"
" Dhumbhh,..!"
" Bletaaaaar,..!"
Terus saja penguasa dari Gunung Kanda ini mencecar sang Prabhu dengan ajian Agni Selaksa nya, cahaya merah terang berhamburan mengejar tubuh Prabhu Dewangga Sena.
Namun sejauh ini belum ada yg berhasil membuat Prabhu Dewangga Sena terluka.
Hehh, sebenarnya aku pun telah mengetahui kelemahan mu , Mpu Kalong bersiaplah, berkata dalam hati Prabhu Dewangga Sena yg terus saja berloncatan di sela sela serangan yg di lepaskan oleh Mpu Kalong yg terus membadai.
" Jangan hanya bisa menghindar saja, Raja Bodoh, hadapi aku dengan ilmu mu jika memang kau seorang yang memiliki jiwa ksatria,..he, he ,he,.!" teriak Mpu Kalong.
Sengaja memang orang tua dari Gunung Kanda ini memancing amarah dari Sang Prabhu, sebab ia berharap kejadian serupa dapat terjadi lagi sehingga dirinya dapat mengalahkan nya dengan ilmunya sendiri.
Sekaligus dari ucapannya ini, Mpu Kalong mengatakan bahwa ia tidak merasa gentar menghadapi lawannya tersebut.
" Baiklah, jika memang itu mau mu,. Mpu Cabul, bersiaplah,..!" balas Prabhu Dewangga Sena.
Ia menatap pada sekeliling tempat tersebut dan melihat sesosok bayangan putih tengah melayang layang dan menghajar para pengawal putri Dyah Wikamini termasuk juga dengan sang putri sendiri.
Eyang Macan putih ternyata telah membantuku, baiklah aku harus segera mengakhiri pertarungan ini, berkata lagi dalam hatinya sang Prabhu.
__ADS_1
Beliau merasa tenang disebabkan dengan kehadiran sosok putih tersebut dapat membantunya menahan para pengawal itu untuk mengejar para prajurit terpilih Medang Kemulan yg telah pergi meninggalkan tempat tersebut.
Mpu Kalong pun mengikuti pandangan dari Raja Medang Kemulan ini ke bawah melihat apa yang telah terjadi.
Siapakah orang itu , mengapa ia mampu mengalahkan para pengawal tuan Putri Dyah Wikamini ini, bertanya dalam hati penguasa Gunung Kanda itu.
" Tuan Putri, bertahanlah, setelah ku bereskan Raja Bodoh ini, aku akan segera membantu dirimu,..!" teriaknya dari atas wuwungan rumah.
Memang keadaan di bawah tampak kocar kacir, para pengawal dan Putri Dyah Wikamini tidak mampu menahan serangan yg di lancarkan oleh orang tua berjubah putih dengan rambut , kumis dan jenggot nya pun senada dengan pakaian nya, serba putih semua.
Orang tua yg berbadan tegap dan cukup besar ini bagaikan hantu pencabut nyawa bergerak seolah tanpa bobot sangat ringan sekali menyerang para pengawal yang banyak jumlahnya itu, setiap kali ia bergerak setiap itu pula jatuh korban akibatnya.
Sesungguhnya di hati Mpu Kalong ini mulai merasa heran bercampur takjub akan sepak terjang orang tua berpakaian putih itu.
Sembari ia menatap ke arah Prabhu Dewangga Sena, Mpu Kalong segera memutar kembali senjata andalan nya , deru angin segera memenuhi tempat tersebut.
" Kau terlebih dahulu yg harus di lenyapkan baru kemudian orang tua itu yg akan menyusul,..!" seru Mpu Kalong.
Ia pun tengah bersiap lagi untuk menyerang Prabhu Dewangga Sena.
" Hiyyahhh,..!"
" Dhumbhh,..!"
" Hufhhh,..!"
Pertarungan yg sempat terhenti akibat kehadiran dari sosok putih yang menyerang para pengawal dan Putri Dyah Wikamini ini kemudian di lanjutkan kembali.
Mpu Kalong dengan tetap mengandalkan serangan nya menggunakan aji Agni selaksa pada tangan kirinya dan juga kipasnya yg mampu mengeluarkan angin badai yg cukup kuat menyerang Prabhu Dewangga Sena.
Bagi sang Prabhu sendiri , ia pun segera menghindarinya dan melompat, tetapi kali ini ia berusaha untuk memangkas jarak dengan lawannya.
Dengan Golok Iblis tujuh bangkai nya , Prabhu Dewangga Sena kali menahan setiap serangan yg datang, sehingga benturan pun terjadi.
" Hiyyahh,..!"
" Dhumbhh,..!"
Keduanya pun harus terlempar akibat benturan tersebut.
Namun sangat cepat , Prabhu Dewangga Sena melesat kembali setelah berhasil menguasai dirinya, ia pun berteriak dengan kerasnya,.
" Aji Guntur Nirwana,..heahh,..!"
" Dhumbhh,..!"
" Bleghuaaarr,..!"
Cahaya putih kemilau keluar dari tangan kirinya, dan segera menyasar tubuh Mpu Kalong yg masih melayang akibat benturan yang terjadi.
" Aaakhhh,..!"
Tak ayal lagi tubuh tua dari Gunung Kanda ini pun terpanggang oleh ilmu pamungkas dari Prabhu Dewangga Sena.
Tubuh itu jatuh terjerembab di atas tanah dan langsung tidak berkutik lagi, tubuh itu diam untuk selamanya.
Meski tidak tampak apa pun akibat yg di timbulkan oleh Ajian yg di lepaskan oleh Prabhu Dewangga Sena ini tetapi ternyata serangan itu mampu menewaskan penguasa Gunung Kanda ini.
Perlahan-lahan , Prabhu Dewangga Sena mendekati tubuh Mpu Kalong ini, ia memang masih bersikap waspada meski melihat sudah tidak ada lagi pergerakan dari orang tua tersebut.
Prabhu Dewangga lantas memeriksa keadaan tubuh Mpu Kalong tersebut, dengan memegang lehernya.
Ternyata ia sudah tewas, berkata dalam hati sang Prabhu.
Dan untuk memastikan dirinya membalikkan tubuh tersebut, alangkah terkejutnya Prabhu Dewangga Sena melihat tubuh bagian depan orang tua dari Gunung Kanda ini.
Dadanya nampak masih mengeluarkan asap tipis, dan di dadanya itu terdapat lobang sebesar buah sawo, lobang itulah tadi akibat hantaman ajian Guntur Nirwana yg telah ia lepaskan
Ternyata kemampuan dari Aji Guntur Nirwana ini sangat mengerikan ,dapat menghancurkan.tubuh seseorang meski hanya sebuah lobang yang kecil berkata dalam hati Prabhu Dewangga Sena.
Ia melihat dari lobang tersebut , seluruh isi dalaman orang tua tersebut seperti hangus terbakar, bau daging panggang yg sangat menyengat pun segera tercium keluar.
Buru -buru Prabhu Dewangga Sena bangkit dari tempat tersebut dan melihat kembali ke arah para pengawal putri Dyah Wikamini itu.
Ternyata Eyang Macan putih pun telah berhasil mengalahkan mereka , ucap Prabhu Dewangga Sena senang.
__ADS_1