SASRA WURUK

SASRA WURUK
Sang Prabhu #4.


__ADS_3

" Baiklah, Pamanda Akuwu, jika memang dirimu tidak berniat untuk membebaskan seluruh keluarga ku dari sekapan si ******* itu, Aku Wikamini sendirilah yang akan melakukan nya,..!" ucap Putri Dyah Wikamini dengan tegas.


Ia terlihat tidak senang dengan sikap Paman nya ini yg sepertinya enggan untuk membebaskan semua keluarga nya yg berada dalam kekuasaan dari Prabhu Dewangga Sena.


" Hehh,.!" desah Akuwu Watu Menak Kober.


Ia pun meninggalkan tempat tersebut setelah Putri Dyah Wikamini berlalu meninggalkan nya.


Sedangkan putri dari Prabhu Watu Menak Koncar ini mengejar prajurit sandi yg telah pergi terlebih dahulu.


Dan ketika ia mendapati nya berada di luar tembok keraton Pakuwan Kalindih, Putri Dyah Wikamini langsung saja bertanya kepada nya.


" Prajurit, urusan kita belum selesai, kau harus mencarikan orang yang mampu untuk membebaskan seluruh keluarga itu,..!" ucap Putri Dyah Wikamini.


" Hamba Gusti Putri,..!" sahut prajurit tersebut.


" Jadi siapa saja orang nya yg dapat untuk kita hubungi agar dapat melakukan nya, membebaskan ibunda Ratu dan Rayyi Sriniti,..?" tanya Putri Dyah Wikamini.


Prajurit sandi dari Pakuwan Kalindih ini kelihatan nya memikirkan sesuatu, lantas ia berseru,..


" Ada seorang pertapa sakti yg dapat kita mintai bantuan nya , akan tetapi persyaratan yang sering ia ajukan terkadang tidak masuk akal,..!" ucap Prajurit sandi tersebut.


" Apa pun syarat nya , Aku akan memenuhi nya, prajurit , cepat katakan siapa dia , dan secepatnya hubungi agar ia mau datang kemari,..!" seru Putri Dyah Wikamini .


" Ia adalah seorang pertapa sakti dari Gunung Kanda yg bernama Mpu Kalong, hanya saja banyak orang malas berurusan dengan nya , ia sering mengajukan syarat yg sulit untuk di terima,..!" ungkap prajurit sandi itu lagi.


"Apakah syaratnya itu prajurit,..?" tanya Putri Dyah Wikamini.


" Ia akan meminta orok atau bayi yg berusia di bawah sepasar dari kelahirannya untuk di jadikan tumbalnya,.!" ucap prajurit sandi itu.


" Ahh, itu merupakan hal yang masih dapat kita kabulkan , prajurit, apakah ada yg lain,..?" tanya Putri Dyah Wikamini lagi.


" Ada Putri , dan biasanya orang tidak berkenan untuk memenuhi nya,..!" jawab Prajurit sandi ini.


" Apa itu , apakah memang terlalu sulit untuk di kabulkan,,?" tanya Putri Dyah Wikamini penasaran.


Prajurit sandi ini tampak terdiam , ia merasa sungkan untuk menjawabnya.


" Katakanlah prajurit , aku ingin mendengarkan nya,.!" seru Putri Dyah Wikamini lagi.


Akhirnya prajurit itu menjelaskan kepada putri Prabhu Watu Menak Koncar ini apa yg menjadi syarat dari Mpu Kalong yg berada di Gunung Kanda, semuanya ia jelaskan secara rinci hingga membuat Putri Dyah Wikamini terbengong bengong mendengar nya.


" Memang suatu permintaan yg tidak masuk akal, akan tetapi jika ia memang berhasil membunuh Prabhu Dewangga Sena itu serta membebaskan seluruh keluargaku , diriku bersedia untuk melakukan nya,.!" jelas Putri Dyah Wikamini dengan tegas .


Prajurit sandi ini menjadi terdiam mendengar penuturan dari Putri junjungan nya ini, akhirnya ia berkata,


" Baiklah Gusti Putri, hamba akan menghubungi Mpu Kalong tersebut jika memang Gusti Putri bersedia memenuhi semua persyaratan nya itu,. hamba akan pergi Gusti Putri,..!" ucap prajurit Sandi ini.


Ia pun langsung meninggalkan tempat tersebut guna melakukan tugas yg di pikulkan ke atas pundaknya ini.


Tinggallah kini Putri Dyah Wikamini berdiri mematung setelah kepergian dari Prajurit sandi tersebut.


Setua apakah Mpu Kalong itu, apakah diriku akan sanggup untuk memenuhi syarat tersebut andai ia berhasil memenuhi semua permintaan ku ini, bertanya dalam hati Putri Prabhu Watu Menak Koncar ini.


Ia pun segera meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke dalam istana pakuwan kalindih.meskioun dalam hati inya masih belum dapat menerima semua keputusan yang telah di ambilnya ini.


Dan saat itu pula, dalam istana kerajaan Medang Kemulan sendiri, Prabhu Dewangga Sena yg sedang berada dalam biliknya .


Ia tengah di temani permaisuri Dewandhani Maheswari .


" Diajeng Maheswari, ada yg ingin Kangmas katakan kepadamu,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena.


Sambil mengangkat wajahnya, Sang permaisuri lantas berkata,.

__ADS_1


" Apakah yg ingin Kangmas Prabhu katakan , apakah hal ini menyangkut diriku,..?" tanya Putri Dewandhani Maheswari.


Prabhu Dewangga Sena menarik nafas dan barulah ia berkata,


" Hal ini memang menyangkut dirimu Diajeng,.." ucap Prabhu Dewangga Sena lagi.


" Katakanlah Kangmas Prabhu, hamba akan mendengarkan nya,.!" sahut Putri Dewandhani Maheswari.


" Begini Diajeng , Kangmas akan mengambil Kintan Suri untuk menjadi istri , apakah Diajeng Maheswari dapat menerima nya,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena kepada sang permaisuri.


Putri Dewandhani Maheswari memalingkan wajahnya, serasa bagai mendengar suara guntur yg menggelegar saat Prabhu Dewangga Sena akan mengambil seorang perempuan untuk menjadi istrinya.


" Bagaimana pendapat mu, Diajeng,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena lagi.


Setelah ia tidak mendapatkan jawaban dari sang permaisuri.


" Ahh, semua nya terserah kepada Kangmas Prabhu, hamba hanya dapat menurut saja,.!" ucap Permaisuri Dewandhani Maheswari pelan.


Prabhu Dewangga Sena yg masih muda ini segera berkata lagi,.


" Jika memang demikian , Kangmas akan segera menikahi Kintan Suri secepatnya , Diajeng,..!" ucapnya .


" Namun satu pinta hamba kepada Kangmas Prabhu ,..!" kata Permaisuri Dewandhani Maheswari.


" Apa itu, Diajeng,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena.


" Hamba berharap, ia tidak usah tinggal dalam istana ini, Kangmas Prabhu,..!" jawab Permaisuri Dewandhani Maheswari.


Walaupun bagaimana ia merasa belum dapat menerima ada perempuan lain yg akan membagi cinta sang Prabhu dengan dirinya.


Untuk itulah sang permaisuri Dewandhani Maheswari mengajukan syarat kepada Prabhu Dewangga Sena.


" Baiklah , Diajeng,..Kangmas akan memenuhi syarat yg Diajeng pinta itu,.!" sahut Prabhu Dewangga Sena.


Sehingga pada hari yg telah di tentukan oleh Prabhu Dewangga Sena maka ia pun menikahi Kintan Suri secara resmi dengan di pimpin oleh Resi Mandraloka.


Baru setelah nya penguasa kerajaan Medang Kemulan ini melangsungkan upacara pesta pernikahan nya dengan sang permaisuri Dewandhani Maheswari dan Kintan Suri dalam tradisi keraton Medang Kemulan.


Di Pakuwan Pamintihan sendiri , Akuwu Manik Rangga sangat murka mendengar bahwa sang menantu telah berani menduakan putrinya dengan wanita lain, belum lagi setelah ia mengetahui bahwa istri dan anak dari Prabhu Kreshna Yuda pun telah di terimanya dengan tangan terbuka.


" Apakah anakmas Prabhu ini sudah gila , belum pun terlalu lama ia bertahta di Medang Kemulan, dirinya telah melakukan kesalahan,..!" ucapnya.


Di depan sidang paseban Pakuwan Pamintihan, penguasa dari Pakuwan Pamintihan ini memang tidak dapat menerima keputusan yang telah diambil sang menantu sekaligus keponakan nya ini.


" Akan tetapi hal tersebut telah ia bicarakan dengan Maheswari , Kangmas Akuwu,!" ucap sang permaisuri.


" Itulah Maheswari, dirinya terlalu lemah, apa tidak bisa ia menolak hal ini,sehingga tidak ada orang yg lain masuk ke dalam istana sebagai istri dari anakmas Prabhu,..!" ungkap Akuwu Manik Rangga.


Semua yg ada dalam istana itu tidak ada yg berani menjawabnya , mereka sangat takut akan mendapatkan murka dari sang Akuwu.


Ketika sang Akuwu kemudian menyebutkan tidak akan menghadiri pesta pernikahan putrinya dan Prabhu Dewangga Sena di istana Medang Kemulan , kembali tidak ada yg berani mengeluarkan suaranya.


Hanya sang permaisuri yang mengatakan kepada Panglima Rakai Parumping untuk hadir dalam perhelatan pesta pernikahan Keraton tersebut.


Ia berharap tidak ada bibit permusuhan yang dapat timbul atas keputusan yang telah di ambil oleh sang menantu dengan suaminya ini, sehingga tidak akan membuat renggang hubungan yg telah terjalin sangat baik dengan keraton Medang Kemulan itu.


" Sendika Dawuh Gusti Ratu,..!" ucap Panglima Rakai Parumping.


Segera saja pemimpin pasukan dari Pakuwan Pamintihan ini keluar dari dalam keraton Pakuwan Pamintihan, ia akan menyiapkan beberapa orang yang akan menemani nya ke Kotaraja Medang Kemulan guna menghadiri pesta pernikahan itu.


Dalam pada itu Putri Dyah Wikamini yg mendengar bahwa Keraton Medang Kemulan akan melangsungkan upacara pesta pernikahan Prabhu Dewangga Sena dan permaisuri Dewandhani Maheswari serta Kintan Suri, maka Putri dari Prabhu Watu Menak Koncar ini merasa mendapatkan kesempatan untuk menjalankan aksinya.


Ia telah mengumpulkan beberapa orang prajurit yg di siapkannya menuju ke istana Medang Kemulan itu.

__ADS_1


Bahkan Mpu Kalong pun di mintanya untuk segera datang menghadapnya.


" Apakah dirimu telah menyampaikan pesanku ini kepada Mpu Kalong, prajurit,..?" tanya nya kepada prajurit sandi yg menjadi orang yang dapat diandalkan nya.


" Sudah Gusti Putri, mungkin malam ini ia akan tiba disini,..!" jawab Prajurit itu.


" Bagus, segera persiapkan semuanya, Aku ingin kita dapat membuat keputusan yang tepat guna melaksanakan nya ,.!" ucap Putri Dyah Wikamini lagi.


Memang saat ini adalah saat yg tepat menjalankannya, meskipun sebenarnya ia merasa bahwa kekuatan nya belum sebanding dengan para prajurit Medang Kemulan , akan tetapi setidaknya ia mampu membebaskan seluruh keluarga nya dari istana Medang Kemulan.


Dalam istana Medang Kemulan sendiri, Ratu Ayu Tunggarani bertemu dengan kakak iparnya yaitu istri Prabhu Watu Menak Koncar yg berada dalam kaputren.


Dengan di temani oleh Putranya Pangeran Turangga Sena, Ratu Ayu Tunggarani melihat keadaan saudara iparnya ini .


" Maaf sebelum nya Kangmbok Ratu, apakah Aku berkenan berbincang denganmu,,?" tanya Ratu Ayu Tunggarani.


Dengan agak kurang senang , permaisuri Prabhu Watu Menak Koncar ini berkata,.


" Ahh, untuk apa kau menanyakannya , Rayyi Tunggarani, bukankah saat ini dirimulah yg berkuasa atas diriku,..!" sahut istri dari Prabhu Watu Menak Koncar ini.


Ia pun merasa bersalah atas keputusan yang telah di ambil oleh suaminya tatkala menjodohkan adik iparnya ini dengan Akuwu Sindur , beberapa waktu yang lalu.


" Ahh, kangmbok Ratu jangan berkata demikian, diri ku tetap menganggap dirimu itu adalah saudara ku, terlebih beberapa waktu yang lalu kami pun telah menyelamatkan putri mu , Wikamini dari kejaran para prajurit Medang Kemulan ini,..!" ucap Ratu Ayu Tunggarani lagi.


Dan pernyataan nya ini membuat terkejut kakak iparnya tersebut, demikian pula dengan Putri nya yg lain, Putri Dyah Minak Sriniti.


Gadis remaja yang merupakan putri bungsu dari Prabhu Watu Menak Koncar tersebut terlihat senang sekali ia pun segera bertanya kepada sang bibi,..


" Benarkah yg telah kau ucapkan itu Bibi Tunggarani,..?" tanya nya dengan penasaran sekali.


" Benar , Sriniti, kangmbok mu, Wikamini telah berhasil ke Kalindih atas pertolongan Kangmas mu, Turangga Sena ini,. !" jawab Ratu Ayu Tunggarani.


" Bukan begitu , Rangga,..!" katanya lagi kepada Pangeran Turangga Sena yg ada di sebelah nya.


" Benar , rayyi Sriniti dan bibi Ratu,.. Kangmbok Wikamini telah selamat tiba di Kalindih ,. setelah beberapa hari ia tinggal bersama kami di hutan yang menjadi tempat kami tinggal selama beberapa waktu itu,!" jelas Pangeran Turangga Sena.


" Apakah kalian berdua tidak takut hal ini di ketahui oleh Putra Prabhu Kreshna Yuda itu, Rayyi Tunggarani dan anakmas Pangeran Turangga Sena,..?" tanya permaisuri Prabhu Watu Menak Koncar itu agak aneh mendapati pernyataan keduanya.


" Ahh, Anakmas Prabhu memang sangat bahkan terlalu baik untuk tidak mempermasalahkan hal ini, bahkan kedatangan kami kemari pun atas usulan beliau, sehingga kami berdua menyempatkan untuk datang kemari melihat kalian semua,..!" terang Ratu Ayu Tunggarani lagi.


Sengaja ia berkata demikian agar kakak ipar nya ini tidak menyimpan dendam lagi terhadapnya juga terhadap Prabhu Dewangga Sena yg kini berkuasa atas Kerajaan Medang Kemulan saat ini.


" Memang sikap dari anak tirimu itu sangat baik, itupun ia tunjukkan kepada kami yg tidak ia jebloskan ke dalam penjara sekaligus menjatuhkan hukuman mati terhadap kami, Oh iya, Rayyi Tunggarani , Apakah ini bukan sekedar akal -akalan nya saja,..?" tanya permaisuri Prabhu Watu Menak Koncar itu.


" Iya Bibi, apakah dirimu meyakini bahwa kami ini akan segera ia lepaskan , atau hanya sekedar memberi kami tempat sementara saja untuk selanjutnya akan ia gantung di alun-alun Kotaraja,..?" tanya Putri Dyah Minak Sriniti.


" Kalau menurut Bibi, tidak, Sriniti, kalian ini kemungkinan nya akan ia bebaskan , akan tetapi waktunya yg tidak Bibi ketahui,..!" jawab Ratu Ayu Tunggarani menjelaskan.


Memang kedatangan nya kali ini adalah atas permintaan dari Prabhu Dewangga Sena agar mau membujuk keluarga dari Sultan Prabhu Watu Menak Koncar ini untuk tidak lagi mempermasalahkan apa yg telah terjadi sekaligus agar Pakuwan Kalindih mau tunduk dan patuh terhadap Kotaraja Medang Kemulan.


" Apakah putra tirimu itu akan mengajukan syarat atas kebebasan kami ini, Rayyi Tunggarani ,..?" tanya ibunda Putri Dyah Wikamini itu.


" Kalau mengenai masalah itu Tunggarani tidak tahu Kangmbok Ratu, entah dengan Turangga Sena, apakah ua mengetahui hal tersebut, " Jawab Ratu Ayu Tunggarani.


" Turangga pun tidak tahu ibunda , yg jelas Kangmas Prabhu berharap bahwa tidak akan ada lagi pertikaian antara Kotaraja Medang Kemulan ini dengan Pakuwan Kalindih, untuk itulah ia telah berbuat baik terhadap Bibi Ratu sekeluarga, !" jelas putra Prabhu Kreshna Yuda ini.


Terdiamlah Permaisuri Prabhu Watu Menak Koncar itu mendengar ucapan dari sang keponakan nya ini, memang ia telah merasakan kebaikan yang telah di berikan oleh Prabhu Dewangga Sena atas dirinya dan keluarganya, padahal perlakuan yg berbeda telah di lakukan oleh sang suami terhadap keluarga dari Prabhu Kreshna Yuda itu.


Ia mengingat bagaimana dengan sangat tidak berprikemanusiaan , sang suami telah membantai seluruh keluarga dari Prabhu Kreshna Yuda waktu itu dan merupakan kerabat dari Prabhu Dewangga Sena ini, sehingga ia merasa malu akan hal tersebut.


" Ahh , apakah mungkin ia akan membebaskan kami semua setelah apa yg telah di lakukan oleh Kangmas Prabhu terhadap nya dan kerabatnya itu , Rayyi Tunggarani,..!" ucap ibunda Wikamini ini.


" Yakinlah kangmbok Ratu, Anakmas Prabhu akan dapat memberikan ampunan atas kalian semua asalkan Kalindih mau tunduk dan patuh terhadap Kotaraja Medang Kemulan ini,..!" jawab Ratu Ayu Tunggarani.

__ADS_1


Ia memang berusaha meyakinkan kakak iparnya ini agar mau bekerja sama memutus dendam antara Kalindih dan Kotaraja Medang Kemulan ini.


__ADS_2