SASRA WURUK

SASRA WURUK
Persiapan #3.


__ADS_3

Pangeran Dewangga Sena memantau terus pergerakan dari Lelaki tua bertubuh Jangkung itu.


Setelah Pasukan itu kembali lagi ke kepaneon Cempogo, lelaki itu berbincang dengan Panglima Raden Naruttala.


" Raden , tidak usah khawatir masalah Si Brojo Lungguk ini, aku pastikan ia akan segera dapat di tangkap,.." ucap Lelaki itu.


" Tetapi orang itu memiliki kesaktian yg cukup tinggi, Guru,." sahut Raden Naruttala.


Mereka terus saja meninggalkan tempat itu sampai matahari terbit, saat sang surya mulai menggatalkan kulit barulah mereka tiba di rumah Panewu Cempogo.


" Bagaiamana Raden , apakah Si Brojo Lungguk berhasil di tangkap,..?" tanya Panewu Cempogo.


Setelah melihat para prajurit Medang Kemulan itu tiba di rumah nya.


" Belum,.Panewu Cempogo, ternyata ia berhasil bersembunyi " jawab Raden Naruttala.


Terlihatlah Panewu Cempogo itu menghela nafasnya, ia sangat tidak menyangka bahwa sang Begal itu tidak berhasil di tangkap.


Adalah orang yg merupakan guru dari Panglima Raden Naruttala yg kemudian berkata,.


" Tenang Panewu, aku yg akan menangkap nya, bukan begitu Raden,.." kata Lelaki tua bertubuh jangkung itu.


" Mudah -mudahan guru,.." sahut Panglima Raden Naruttala.


Panewu Cempogo melihat ke arah lelaki tua itu, lama ia memandangi wajah orang tersebut, ada rasa yg kurang mapan dalam hati pemimpin kepaneon Cempogo ini.


" Jadi langkah apa yg akan Raden Naruttala ambil selanjutnya,..?" tanya Panewu Cempogo.


Panglima Raden Naruttala terdiam , ia tidak mampu menjawab pertanyaan dari pemimpin Kepaneon Cempogo itu.


Agak lama barulah ia berkata,.


" Panewu , kami akan segera berangkat kembali ke Medang Kemulan ,.dan tugas untuk menangkap si Brojo Lungguk itu ku serahkan pada guruku ini Rawi Khopo,." jelas Panglima Raden Naruttala.


Setelah ia berkata demikian , Panglima Raden Naruttala ini minta izin untuk kembali ke Kotaraja Medang Kemulan dan meninggalkan Lelaki tua bertubuh jangkung yg bernama Rawi Khopo itu di Cempogo.


Ia berharap , sang Guru dapat di terima di Cempogo itu.


Sementara itu sang Panewu tampaknya kurang berkenan dengan kehadiran orang yg bernama Rawi Khopo itu.


" Baiklah Panewu , kamj akan segera pamit, semoga tidak ada gangguan lagi dari Si Brojo Lungguk itu,.." ungkap Panglima Raden Naruttala.


" Silahkan Raden, semoga kalian semua selamat di jalan hingga sampai ke kotaraja Medang Kemulan,." jawab Panewu Cempogo.


Maka Pasukan Medang Kemulan yg di pimpin oleh Panglima Raden Naruttala ini segera bertolak meninggalkan Kepaneon Cempogo. Mereka meninggalkan guru dari Raden Naruttala di Kepaneon Cempogo.


Dan orang yg bernama Rawi Khopo ini menjadi tamu di rumah sang Panewu.


Setelah kepergiannya, para prajurit Medang Kemulan itu, maka Rawi Khopo pun bertempat di rumah Panewu Cempogo itu.


Pada malam itu , sang Guru dari panglima Raden Naruttala ini mulai melancarkan niatnya.


Tampak nya ia memang berniat akan membuat penghuni rumah itu tunduk padanya, sehingga dengan leluasa ia akan dapat melancarkan aksinya.


Dalam bilik yg di sediakan untuknya itu, Rawi Khopo mulai membaca mantera , di hadapan nya telah ada tersedia perdupaan yg tengah mengeluarkan asap.


Mulut Guru dari Panglima Raden Naruttala ini terlihat berkomat kamit , wajah nya terlihat tegang. Baru setelah nya wajahnya itu mulai mengeluarkan senyuman.


Mudah -mudahan , seluruh penghuni rumah ini akan tunduk kepada ku, Hehh,..dan dengan mudah nya aku akan membawa putri Panewu Cempogo ini kamana pun aku mau, berkata dalam hati Rawi Khopo.


Sejenak setelah malam semakin larut, ia keluar dari dalam bilik nya. Perlahan lahan ia membuka pintu biliknya itu.


Lelaki tua kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan biliknya dan menuju sebuah bilik yg tidak terlalu jauh dari biliknya itu.


Dan,...


" Thok,."


" Thok,."


" Thok,."


Tiga kali suara ketukan di daun pintu bilik itu,.. kemudian terdengar suara dari dalam ,.


" Siapa,..!"


Suara perempuan yg menjawab suara ketukan itu.


" Ini Aku , Nyi,..Rawi Khopo,.." ucap orang yg mengetuk pintu itu.


" Ada apa , ..?" tanya perempuan itu lagi.


Yg tiada lain adalah Putri Panewu Cempogo, yg bernama Dishi Riandari.


" Aku ingin bertemu dengan mu,.Nyi,.tolong buka pintu ini,..." ucap Rawi Khopo.


" Kreeikkk,.."


Daun pintu itu pun segera terbuka,..tampaklah kepala seorang gadis cantik berambut panjang , nongol dari balik pintu itu.

__ADS_1


" Ada perlu apa , Ki Rawi Khopo,..?" tanya nya kepada lelaki tua yg ada di hadapan nya itu.


Darah kelaki -lakian dari Rawi Khopo ini menlonjak tinggi setelah melihat gadis cantik yg ada dihadapan nya ini , hasrat nya sudah tidak tertahan lagi. Ia segera berkata,.


" Aku tidak tahu dimana letaknya pakiwan, apakah Nyi dapat mengantarkan ku kesana,..?" tanya Rawi Khopo.


" Baiklah , mari ikut aku, " ucap gadis cantik putri Panewu Cempogo itu.


Ia langsung berjalan menuju arah belakang dari ruamhnya itu tanpa merasa curiga sedikit pun dengan lelaki yg ada di rumahnya ini.


Begitu melewati pintu dapur, Putri Panewu Cempogo ini langsung membuka pintu nya dan langsung keluar, ia mengambil salah satu obor yg ada di dekat dapur itu.


Terus saja ia berjalan seperti ada yg menggerakkan nya tanpa sepengetahuan nya dan tanpa menurut keinginan nya sendiri.


Ia seolah terkena gendam yg membuatnya lupa, dan di belakangnya dengan sangat senang hati , Rawi Khopo mengikutinya.


Begitu tiba di dekat pakiwan itu maka.,,


" Hufffhh,.."


" Aakhh,.."


" Tenang lah, jangan bersuara,.."


Ucap lelaki tua bertubuh jangkung itu mendekap putri Panewu Cempogo itu dari belakang.


Rawi Khopo kemudian berusaha untuk memeluknya dan menciumi , Dishi Riandari itu.


Putri Panewu Cempogo ini berusaha melepaskan dekapan Lelaki tua dengan menggeliatkan tubuh nya , tetapi dekapan Lelaki tua semakin kuat, ia malah semakin bernafsu karena goyangan tubuh gadis itu.


Dengan cepat , Rawi Khopo menotok tubuh gadis malang ini , langsung saja Dishi Riandari terkulai lemah tidak berdaya.


Guru dari Panglima Raden Naruttala ini langsung memondong tubuh gadis itu,..


" Hufhhh,.."


Ia dengan cepat melesat meninggalkan kediaman dari Panewu Cempogo ini , sangat cepat ia bergerak nya ,. hingga tiba pada sebuah tempat yg sudah cukup jauh dari Kepaneon Cempogo.


Lelaki tua bertubuh jangkung ini menurunkan tubuh gadis malang ini yg masih dalam keadaan tertotok.


Sejenak Lelaki tua itu meletakkan tubuh Dishi Riandari di sebuah tempat yg cukup sepi dan beralaskan rerumputan kering.


Laki laki tua ini kemudian membuka pakaian nya dan mendekati tubuh gadis malang ini.


Ia kemudian melepaskan totokan pada diri gadis cantik itu,..


" Hehh, siapa kamu,..mengapa diriku berada disini,.."


" Tenang lah , Cah ayu,. malam ini dirimu akan terbang bersama ku,..ke nirwana,.." ucap Lelaki tua bertubuh jangkung ini.


Ia berusaha melucuti seluruh pakaian yg dikenakan oleh gadis itu.


Akan tetapi gadis cantik tersebut berusaha untuk menghindar, ia malah mmeberikan tendangan kaki nya ke arah tubuh Rawi Khopo.


Namun sia -sia saja, Lelaki Jangkung itu semakin beringas , ia mulai merobek pakaian atas gadis itu.


" Jangannn,... pergi kau dari sini,..," teriak Dishi Riandari.


Ia terus meronta ronta, berusaha melepaskan dekapan Lelaki tua bertubuh itu, namun Rawi Khopo semakin bersemangat setelah melihat mangsa nya semakin meronta ronta.


Satu persatu , busana yg di kenakan oleh gadis itu pun telah terlepas. Dalam keremangan malam dengan pantulan cahaya rembulan yg tidak terlalu terang , terlihatlah tubuh dari Dishi Riandari putri Panewu Cempogo itu telah tidak mengenakan apa -apa lagi, tubuh nya polos.


Nafsu kelaki -lakian dari orang yg bernama Rawi Khopo ini membuncah, ia segera menubruk tubuh polos itu,.Dishi Riandari berusaha menghindar,..ia masih selamat dari terkaman lelaki tua itu.


Dan ketika Rawi Khopo akan mengulangi lagi perbuatan nya itu, tiba tiba saja,..


" Dhieghh,.."


Entah darimana datang nya, sebuah tendangan menghantam tulang rusuk Lelaki tua bertubuh jangkung itu, .


" Aaakkhh,.."


Lelaki tua yg bernama Rawi Khopo ini sampai mencelat jauh,..ia bergulingan diatas rerumputan itu.


" Kang , tolong , Kang,..ia mau memperkosa ku,. " ucap Dishi Riandari.


Gadis cantik itu kemudian berlindung di balik tubuh seorang lelaki yg baru saja menolong nya itu. Sambil ia menyambar potongan pakaian nya dan segera mengenakan nya.


" Tenang lah dirimu aman sekarang, orang itu tidak akan berani lagi berbuat macam macam terhadap mu,.." ucap Lelaki itu.


Sedangkan Lelaki tua bertubuh jangkung itu segera mengambil pakaian nya dan juga segera memakainya.


Kemudian dengan lantang ia berteriak,..


" Hehh, ****** siapa kau yg telah berani mengganggu kesenangan orang,.."


Sambil berkacak pinggang ia menghadapi orang yg telah melemparkan tubuhnya tadi.


" Orang tua tidak tahu diri,. berani nya terhadap seorang gadis,..cepat enyah dari hadapanku,.." balas orang baru datang itu.

__ADS_1


" Hehh, dirimulah yg sebaiknya meninggalkan tempat ini sebelum batas kesabaranku habis,.." teriak Rawi Khopo.


" Dasar tidak tahu diri , terima ini,.. Heahhhh,.."


Orang yg baru datang itu segera melesat menerjang Guru dari panglima Raden Naruttala, gerakan nya sangat cepat,.namun,..


" Hufhhh,.."


Lelaki tua bertubuh jangkung ini segera melompat mengindari serangan yg datang , ia melakukan salto di udara beberapa kali guna lepas dari serangan.


Tetapi tidak berhenti di situ saja orang yg datang yg tiada lain adalah Pangeran Dewangga Sena segera memburunya dengan serangan lanjutan, sambil ia mengemposi tenaga dalam nya dan ilmu peringan tubuhnya, Pangeran Dewangga Sena langsung mmeberikan tendangan kembali ke arah perut Lelaki tua yg masih mengambang di udara itu,..


" Hiyyyahh,.."


Untuk kedua kalinya Lelaki tua itu berusaha menghindari serangan dari lawannya, seperti nya ia telah merasakan sakit nya tendangan yg di terima nya tadi. Sehingga ia berusaha terus untuk keluar dari serangan serangan lawan. Akan tetapi Pangeran Dewangga Sena yg telah merasa marah dengan cepat melibat dirinya, pukulan dan tendangan segera ia lepaskan.


Membuat Rawi Khopo benar -benar kesulitan ,. hingga,.


" Aaakhh,.******* , kau memang mencari mampus,.." teriak nya.


Ketika sebuah sodokan tangan kiri Pangeran Dewangga Sena berhasil masuk kembali di arah lambung nya .


Lelaki tua kembali harus jatuh bergulingan diatas tanah kemudian ia dengan cepat bangkit.


Lelaki itu terlihat telah memegang sebuah senjata di tangan nya.


" Terima ini , ciaaaat,.."


Dengan sangat cepat , Rawi Khopo melesat dan langsung menebaskan goloknya ke arah leher Pangeran Dewangga Sena,.putra Mahkota Medang Kemulan ini menundukkan kepalanya sedikit, luput lah serangan itu,


" Hiyyyahh,.."


" Dhieghh,.."


Dengan cepat pula serangan balasan di lakukan oleh Sang Pangeran ke arah pinggang Rawi Khopo,. Lelaki tua itu lagi lagi tidak mampu menghindarinya tubuhnya terhuyung ke samping. Kesempatan itu tidak disia siakan oleh Pangeran Dewangga Sena , ia coba melepaskan sebuah tendangan mengarah kepala orang itu,..


" Haaaitt,.."


Mengetahui datang nya serangan lanjutan yg di lakukan oleh lawan nya Rawi Khopo membalasi dengan menebaskan goloknya ke arah samping.


Tendangan yg akan di lakukan oleh Pangeran Dewangga Sena diurungkan nya , ia malah memberikan pukulan pada lengan Rawi Khopo yg memegang golok tersebut,..


" Dhek,."


Pangkal lengan Rawi Khopo berhasil di pukul oleh Pangeran Dewangga Sena , golok yg ada di tangan nya terlepas, kembali Pangeran Dewangga Sena mengambil kesempatan dengan mengangkat lutut nya dan,..


" Dhukkh,."


" Heeeikhh,.."


Lututnya tersebut masuk pada ulu hati Rawi Khopo, membuat nya merasakan sakit yg luar biasa, tidak sampai di situ, Pangeran Dewangga Sena meneruskan serangan nya dengan tangan kirinya,..ia menyambar wajah Lelaki tua itu ketika posisi tubuhnya masih membungkuk menahan sakit akibat perutnya yg terhantam dengkul Pangeran Dewangga Sena , Kini datang kemari lagi serangan yg jelas tidak dapat di hindari nya, kepalan tangan Pangeran Dewangga Sena ini mengahntam telak dagu nya,.


" Aaakhh,.."


Lelaki tua itu jatuh terjengkang ke belakang dengan mulut mengeluarkan darah.


Setelah beberapa kali Pangeran Dewangga Sena berhasil memasukkan pukulan nya, kali ini ia tidak memburu tubuh lawan nya itu.


Ia membiarkan tubuh lawannya ini berusaha untuk bangkit.Dan walaupun susah payah , Rawi Khopo berhasil untuk duduk , terlihat ia berusaha untuk mengatur jalan nya pernafasan.


Dengan memalangkan satu tangan nya di depan , dan yg satu lagi ia letakkan di atas lutut nya, mulutnya komat -kamit membaca mantera.


" Hehh, sebaiknya cepatlah dirimu bersujud di hadapanku , sebelum Aku menurunkan tangan pada mu, Bocah,.." teriak Rawi Khopo.


Tampak nya orang tua ini akan mengeluarkan ajian nya untuk mengahdapi Pangeran Dewangga Sena kali ini.


" Dasar orang tua yg Gemblung,..yg ada dirimu lah yg harus segera angkat kaki dari sini,." balas Pangeran Dewangga Sena.


" Aku sudah peringatkan dirimu bocah, jadi jangan salahkan aku jika kau mati di tanganku terima ini, Aji Warangan Sasi.." teriak lelaki tua itu.


Ia melepaskan serangan nya dengan tangan kanan nya yg terbuka. Sebuah cahaya kelabu kehitam hitaman keluar dari telapak tangan nya itu dan langsung menyerang Pangeran Dewangga Sena.


" Haiiitt,.."


Pangeran Dewangga Sena tidak mau ayal ia segera melompat tinggi menghindari serangan tersebut.


Dan sungguh mengejutkan bagi Sang Pangeran, serangan yg di lepaskan oleh Rawi Khopo ini luput dan menghantam tanah, dan membuat lobang yg cukup besar akibat hantaman itu.


Pangeran Dewangga Sena pun berusaha mengtrapkan ajian nya. Setelah ia berhasil mendarat ,..kedua tangan nya langsung bersedekap di depan dada , sebentar terlihat mulut nya komat -kamit membaca mantera, setelah Lawannya melepaskan kembali serangan nya, maka Pangeran Dewangga Sena pun melepaskannya pula,..


" Aji,..telapak,..Dewa,..heaahhh,.."


" Dhumbhh .,"


" Bleghuaaarrrr,.."


" Aaakhh,.."


Dua kekuatan ajian beradu, cahaya kehitaman yg di keluarkan oleh Rawi Khopo berbenturan dengan cahaya terang berwarna keemasan milik Pangeran Dewangga Sena, dan menimbulkan percikan kembang api serta melontarkan tubuh dari Lelaki tua bertubuh jangkung itu, ternyata tenaga dalam nya masih di bawah dari Pangeran Dewangga Sena.

__ADS_1


Tubuhnya sampai mencelat sepuluh tombak ke belakang akibat benturan ilmu kadigjayaan itu.


__ADS_2