SASRA WURUK

SASRA WURUK
Pertaruhan #10.


__ADS_3

Di kotaraja Medang Kemulan sendiri, Panglima Raden Naruttala segera mengumpulkan beberapa Senopati nya termasuk juga Jabonarang, pemimpin pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini ingin menentukan langkah langkah selanjutnya yg harus diambil nya.


" Kepada seluruh pemimpin pasukan yg menjadi senopati, aku berharap pada esok hari kita mampu memukul pasukan pakuwan Pamintihan ini sehingga mereka tidak akan berniat lagi untuk menyerang Medang Kemulan ini,..!" ucap Panglima Raden Naruttala membuka percakapan.


" Akan tetapi mereka seperti nya mampu menahan semua serangan yg kita lakukan, termasuk juga serangan sihir yang telah di lepaskan oleh Jabonarang,..!" sahut Rakryan Mahamantri Kalasan .


Ia sebenarnya tidak berada di bawah pasukan yang di pimpin oleh Raden Naruttala ini, tugasnya khusus di berikan oleh Prabhu Watu Menak Koncar adalah menjaga keamanan dari isi istana dan kaputren.


Sehingga ucapan nya ini membuat panas Jabonarang, penguasa Gunung Merut itu langsung menjawab,..


" Serangan ku itu bukannya tidak berhasil, akan tetapi ada orang yg mampu menahan nya dan ia berpihak pada pasukan Pamintihan ,..!" jelas nya.


" Ah,..sama saja , apa pun itu yg jelas serangan mu tidak mampu menggoyahkan kedudukan pasukan Pamintihan, bahkan kami secara resmi dipesankan oleh Gusti Prabhu untuk segera menyiapkan pasukan cadangan jika pasukan utama yg di pimpin oleh anakmas Naruttala ini tidak mampu menahan laju serangan mereka,..!" ungkap Patih Bamalurung.


Kembali semua pemimpin pasukan yg berada di induk pasukan ini terdiam setelah dua orang dekat dari Prabhu Watu Menak Koncar ini memberikan pernyataan yang menyudutkan panglima Raden Naruttala dan para Senopati nya.


Adalah senopati Jabung Alap yg marah atas pernyataan kedua orang ini.


" Kami telah melakukan sebisa yg kami dapat lakukan, akan tetapi saat ini di dalam Kotaraja Medang Kemulan ini ternyata banyak ******-****** yg menggonggong dan hanya tahu mengeluarkan suara nya tanpa tahu berbuat,..kami telah mempertar uhkan nyawa demi keagungan Medang Kemulan ini,..!" seru Senopati Jabung Alap.


Ia kemudian melanjutkan kata kata nya dengan menyebutkan bahwa mereka sebenarnya tidak memiliki kewajiban untuk hal tersebut di karenakan mereka tidak menikmati hasilnya, sedang yg menikmati nya hanya tetap tenang tenang saja.


Kali ini pernyataan dari Senopati Jabung Alap itu memang menampar wajah kedua pembesar Kotaraja Medang Kemulan tersebut.


Wajah Patih Bamalurung dan Rakryan Mahamantri Kalasan terlihat memerah atas ucapan dari Senopati Jabung Alap itu. Mereka berdua merasa tersindir atasnya.


Sehingga jalannya pertemuan di dalam kemah Panglima Raden Naruttala ini berjalan tidak sesuai rencana.


Panglima Raden Naruttala sebenarnya ingin berniat melakukan jebakan dengan mengganti gelar pasukan nya menjadi gelar Jurang Grawah,. karena pada siang tadi mereka menerapkan gelar Dirada Meta tetapi tidak membuahkan hasil yang cukup baik, di karenakan adanya pertentangan di dalam kubunya membuat Panglima Raden Naruttala tidak jadi mengutarakan niatnya itu, ia lebih banyak menjadi penengah diantara dua kubu yang bertentangan ini.


Sehingga sebenarnya kekuatan pasukan dari Medang Kemulan ini menjadj sangat rapuh,.apalagi jika mereka mengetahui diantara pasukan yg di pimpin oleh Rakryan Mahamantri Kalasan ada Bekel Ampaian yg siap menusuk dari belakang.


Bekel Ampaian memang telah mengucapkan janji setia kepada Pangeran Dewangga Sena , dan pada saat nanti Pasukan Pakuwan Pamintihan dapat masuk ke dalam keraton, maka pasukan ini akan bergerak melibat induk pasukan nya sendiri dari belakang.


Pada malam itu, kembali Jabonarang dengan tiga anak muridnya segera berusaha untuk melepaskan lagi kekuatan ilmu sihirnya.


Dengan bersedekap dan dihadapan nya ada asap pedupaan,.orang tua yang cukup sepuh ini kembali melancarkan aksinya.


Sepertinya pada malam ini, penguasa gunung Merut ini akan melepaskan ilmunya yg akan membuat kesulitan kepada pasukan Pakuwan Pamintihan.


Setelah selesai merapal mantera, Jabonarang langsung bangkit dari duduk nya dan mengembangkan jubah hitamnya, selanjutnya orang tua ini mengibaskan nya ke arah depan.


Serangkum angin yang sangat kencang menderu menerjang perkemahan Pasukan Pakuwan Pamintihan.


Angin topan yg di timbulkan oleh Jabonarang ini membuat perkemahan Pasukan Pakuwan Pamintihan menjadi luluh lantak sekaligus mengejutkan mereka semua tidak terkecuali Pangeran Dewangga Sena sendiri.


Tempat mereka berlindung telah terbang meninggalkan mereka setelah di hempaskan oleh ilmu yang dilepaskan oleh Jabonarang.


Buru buru , Ki Gambong berkata kepada Pangeran Dewangga Sena.


" Mohon ampun Gusti Pangeran,..ini bukanlah angin biasa melainkan angin kiriman yg di lepaskan oleh Jabonaran, untuk itulah izinkan hamba menahan nya, Pangeran,..!" ucap Ki Gambong.

__ADS_1


" Silahkan,.Ki,.. lakukan lah apa yg dapat dirimu lakukan,..!" sahut Pangeran Dewangga Sena.


Seketika Ki Gambong pun bersedekap dan langsung merapal mantera guna mengurangi pengaruh sihir tersebut.


Tiba tiba saja angin yang datang membadaj itu sirna secara perlahan lahan akibat di tepis oleh Ki Gambong.


Orang dekat dari Brojo Lungguk ini mampu mengatasi serangan yg dilakukan oleh Jabonarang tersebut.


Setelah badai yg datang itu menghilang, Seluruh pemimpin Pasukan Pakuwan Pamintihan memerintahkan kembali kepada para prajurit nya untuk membangun perkemahan mereka kembali.


Meskipun saat itu malam telah cukup larut, dimana para prajurit Pakuwan Pamintihan ini bahu membahu membangun perkemahan mereka lagi. Datanglah sebuah kabar berita bahwa sepasukan yg cukup besar tengah berjalan mendekati Kotaraja Medang Kemulan.


" Apakah pasukan tersebut adalah pasukan dari Kalindih,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena kaget.


" Sepertinya memang demikian , Gusti Pangeran,..pasukan yang akan tiba sehari lagi disini itu adalah pasukan dari Pakuwan Kalindih,..!" ucap salah seorang prajurit sandi.


Orang ini adalah prajurit sandi yg di tempatkan oleh Pangeran Dewangga Sena untuk melihat kehadiran para prajurit dari Pakuwan Kalindih.


Dan begitu ia mendapatkan berita dengan adanya pasukan yang bergerak dari arah selatan Kotaraja Medang Kemulan ini maka dirinya langsung memberitahukan hal tersebut kepada Pangeran Dewangga Sena sebagai Senopati Agung, pemimpin keseluruhan dari semua prajurit yang tengah menggempur pertahanan Kotaraja Medang Kemulan itu.


Pangeran Dewangga Sena langsung bertindak cepat , ia memerintahkan kepada Brojo Lungguk untuk segera memotong pergerakan pasukan yang akan datang ini dan di tambah pula oleh sepasukan pasukan khusus dari Pakuwan Pamintihan yg di pimpin oleh Senopati Kurudanta.


" Kalian berdua harus tetap bersatu guna menahan serangan yg akan datang dari Kalindih ini, terutama nya untuk mu Senopati Kurudanta,.. karena prajurit yang akan kau bawa adalah pasukan khusus jadi tetaplah kalian saling bantu dengan pasukan yang di bawah kepemimpinan Brojo Lungguk itu,. usahakan agar pasukan yang datang ini tidak dapat memberi bantuan nya kemari sehingga pasukan kita tidak akan terjebak dalam himpitan mereka, baik dari sini, dari Kotaraja Medang Kemulan ini maupun dari Kalindih,.!" terang Pangeran Dewangga Sena.


" Sendika Gusti Pangeran,.kami akan mengingat semua perintah dan pesan ini, izinkanlah kami segera berangkat,..!" ucap Senopati Kurudanta.


" Silahkan,.. Senopati Kurudanta,..!" jawab Pangeran Dewangga Sena.


Kepergian mereka di ikuti pula oleh pasukan yang di pimpin oleh Brojo Lungguk. Di dalam pasukan Brojo Lungguk ini di isi dengan para bekas begal yg namanya cukup ke sohor di tlatah kerajaan Medang Kemulan.


Dua pasukan yang di gabungkan menjadi satu ini memang terlihat tidak terlalu besar tetapi mereka adalah prajurit pilihan baik dari Pamintihan maupun dari bekas begal tersebut.


Sesaat setelah melepaskan kepergian pasukan itu , maka Pangeran Dewangga Sena langsung menyiapkan kembali pasukan nya guna menyerang Kotaraja Medang Kemulan di keesokan harinya.


Dan saat terang tanah, pasukan Pakuwan Pamintihan dengan di bantu oleh pakuwan Pemanggar dan Pakuwan Sindur kembali bergerak menuju gerbang utama Kotaraja Medang Kemulan setelah tadi malam mereka mendapatkan serangan badai yg dilakukan oleh Jabonarang.


Seperti pada hari sebelumnya, Pasukan Pakuwan Pamintihan yg di pimpin oleh Pangeran Dewangga Sena ini mendapatkan serangan dari arah benteng Kotaraja Medang Kemulan melalui anak-anak panah.


Dan pada hari ini tampaknya pasukan kerajaan Medang Kemulan bertahan di dalam benteng, mereka tidak menyambut di luar benteng seperti hari kemarin.


Sehingga pasukan dari Pakuwan Pamintihan langsung mendekati gerbang utama ini tanpa ada rintangan yg menghalangi , hanya serangan dari atas panggungan yg ada di dalam benteng.


Induk pasukan yang di pimpin langsung oleh Pangeran Dewangga Sena dengan ujung paruhnya masih di tempati oleh Senopati Garega berusaha membuka paksa pintu gerbang utama yg nampak sangat kokoh itu.


Panglima Raden Naruttala menyetujui untuk bertahan di dalam Kotaraja sebagaimana permintaan dari para senopatinya terkecuali Patih Bamalurung dan Rakryan Mahamantri Kalasan.


Dua orang ini sangat menentang keputusan tersebut. Dengan alasan Kotaraja bisa jadi karang abang jika peperangan di lakukan di dalam.


Tetapi tanpa mengindahkan keduanya, keputusan Panglima Raden Naruttala tetap kukuh untuk bertahan di dalam setelah mendengar bahwa pasukan dari Pakuwan Kalindih telah datang dalam waktu sehari lagi.


Siasatnya ingin menjepit Pasukan Pakuwan Pamintihan di dalam gerbang sepetinya akan terwujud.

__ADS_1


Sehingga ia bersikeras tetap berada di dalam.


Akan tetapi satu hal yang sangat di lupakan oleh Panglima Raden Naruttala bahwa salah satu dinding benteng Kerajaan Medang Kemulan telah jebol saat di hantam oleh pukulan jarak jauh Pangeran Dewangga Sena.


Dan jelas ini merupakan kelemahan yang ada di benteng Kotaraja Medang Kemulan ini.


Dengan gegap gempita pasukan dari Pakuwan Pamintihan berhasil mendekati dinding benteng, mereka walaupun mendapatkan tekanan dengan serangan anak-anak panah bahkan lembing dan bandil tetapi tidak menyurutkan para prajurit ini untuk terus menggedor pintu gerbang tersebut.


Dinding benteng yg pecah kemarin pun tidak luput dari incaran para prajurit yg di pimpin oleh Pangeran Dewangga Sena ini.


Perlahan namun pasti , bekas hantaman pukulan telapak Dewa milik dari pangeran Dewangga Sena itupun pecah kembali setelah mendapatkan hantaman dari para prajurit Pakuwan Pamintihan.


Di depan gerbang utama sendiri , Senopati Garega pun tengah mengupayakan untuk membukanya melalui dengan sebuah balok yang cukup besar dan juga hantaman ilmu nya.


Pintu gerbang utama ini berderak -derak berkali-kali hingga retak.


Saat untuk ke sekian kalinya, Senopati Garega yg di lindungi oleh para prajurit nya melepaskan kembali pukulan jarak jauh yg di miliki nya akhirnya pintu gerbang tersebut pun pecah.


Terbukalah sudah pintu gerbang utama ini dan juga dinding benteng yg telah terkena hantaman pukulan telapak Dewa pada hari kemarin.


Secara langsung, pasukan Pakuwan Pamintihan ini masuk ke dalam , dan mereka pun langsung di hadang oleh para prajurit dari kerajaan Medang Kemulan.


Tetapi tetap saja arus masuknya para prajurit dari Pakuwan Pamintihan ini tetap banyak sehingga membuat para prajurit yg menghadangnya harus mundur guna dapat yg lebih luas lagi untuk bertempur. Dan secara otomatis pula pasukan yang masuk pun bertambah banyak.


Berbeda nasibnya dengan dua sayap pasukan dari Pakuwan Pamintihan, Panglima Raden Watu Giring dan pada sisi barat belum berhasil menembus pertahanan dari Kerajaan Medang Kemulan itu dan demikian pula dengan pasukan yang di pimpin oleh Panglima Rakai Parumping yg ada di sebelah timur mereka mendapatkan perlawanan yang cukup sengit di sisi sebelah timur itu.


Perubahan terjadi di saat induk pasukan berhasil merangsek masuk dengan perlahan,.pasukan Kerajaan Medang Kemulan sepertinya menitik beratkan pada induk pasukan nya yg ada di gerbang utama.


Pada saat matahari tepat di atas kepala barulah kedua sisi sayap pasukan dari Pakuwan Pamintihan ini berhasil menjebol pintu gerbang tersebut guna membantu penyerangan.


Pasukan dari Medang Kemulan selanjutnya menarik seluruh pasukan musuh pada satu titik di lapangan luas yg menjadi alun alun Kotaraja Medang Kemulan, setelah hampir seluruh prajurit yang di bawa oleh Pangeran Dewangga Sena berhasil masuk ke dalam gerbang.


Walaupun unggul dalam hal jumlah tetapi kali ini kentara sekali pasukan dari kerajaan Medang Kemulan ini harus terdesak hebat.


Rupanya perpecahan di tubuh pucuk pimpinan dari Kerajaan Medang Kemulan ini berakibat fatal terhadap seluruh pasukan nya.


Beberapa Senopati terbaiknya menarik pasukan nya lebih ke dalam dan berharap agar pasukan yang berada di dalam mau menggantikan mereka. Tetapi hal ini tidak sesuai dengan keinginan mereka. Pasukan yang berada di dalam malah mundur lebih jauh lagi mendekati keraton Medang Kemulan .


Menyebabkan pertahanan dari Kerajaan Medang Kemulan terlihat rapuh meski mereka menumpuk pasukan nya di alun alun Kotaraja.


Pasukan sayap , baik kiri dan kanan Pakuwan Pamintihan pun sangat agresif melibas pasukan musuh setelah lebih lama tertahan di luar. Untuk itu Panglima Raden Watu Giring dan Panglima Rakai Parumping bergerak cepat mengepung pasukan kerajaan Medang Kemulan di tengah alun-alun kotaraja Medang Kemulan ini.


Panglima Raden Naruttala yg tidak mengira akan hasil yang di terima nya hari ini sungguh terkejut . Padahal sebelumnya ia berharap dapat bertahan dalam sehari agar pasukan musuh tidak berhasil masuk, ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan nya. Ia pun sangat kesulitan untuk menggerakkan pasukan nya yg sangat besar itu guna dapat membalikkan keadaan .


Di tengah jepitan dua sayap pasukan dari Pakuwan Pamintihan ini, Panglima Raden Naruttala mendapatkan berita pula bahwa pasukan dari Pakuwan Kalindih pun harus tertahan oleh sebuah pasukan yang tidak terlalu besar di luar dari perbatasan Kotaraja.


Memang ekor dari pasukan Pakuwan Pamintihan di lepas untuk mencegat pasukan yang akan datang itu sehingga pasukan dari Kalindih harus bertempur dengan satu kekuatan prajurit terpilih meskipun jumlah mereka tidak terlalu banyak. Tetapi dalam jumlah yg sedikit itu para prajurit Pakuwan Pamintihan itu adalah prajurit yang biasa bertempur dengan sendiri sendiri terlebih beberapa orang kalangan persilatan pun ada di dalam nya , seperti yang di bawa oleh Brojo Lungguk.


Harapan dari Panglima Raden Naruttala seakan pupus untuk dapat memenangkan peperangan kali setelah mendengar bahwa diantara pasukan yang di pimpin oleh Rakryan Mahamantri Kalasan membelot dan membantu pasukan musuh.


Yah,..Bekel Ampaian dan beberapa Bekel prajurit yang lain yg masih setia kepada Prabhu Kreshna Yuda bersatu dan membelot , mereka mendukung pasukan yang datang dari Pakuwan Pamintihan itu.

__ADS_1


__ADS_2