SASRA WURUK

SASRA WURUK
Sang Prabhu #5.


__ADS_3

" Mungkin diriku bisa melakukannya, akan tetapi bagaimana dengan Wikamini,putriku, tentu ia tidak dapat menerima nya , Rayyi Tunggarani, ia sangat mendendam terhadap Prabhu Dewangga Sena, tentu ia tidak akan sependapat akan hal ini,..!" ungkap Permaisuri Prabhu Watu Menak Koncar ini.


Ia memang tidak meyakini bahwa Putri Wikamini mau berdamai dengan penguasa Kerajaan Medang Kemulan saat ini.


" Itu adalah tugasmu kangmbok Ratu, jika menginginkan perdamaian, atau kalau memang kangmbok mau melihat seluruh keluarga Kangmas Prabhu Watu Menak Koncar tumpas habis semua,..?" tanya Ratu Ayu Tunggarani.


Permaisuri dari Prabhu Watu Menak Koncar ini tidak menanggapi ucapan dari adik iparnya ini, memang ia merasa akan banyak darah yang tertumpah jika dendam antara dua keluarga ini terus berlanjut, namun untuk menghentikan nya terasa teramat sulit di lakukan.


Ia hanya mampu mendesah panjang ketika Ratu Ayu Tunggarani mengatakan sesuatu,.


" Semua terserah kepada kangmbok Ratu, Aku hanya menyampaikan pesan dari anakmas Prabhu Dewangga Sena saja, Aku pamit , kangmbok,.!" ucapnya.


Dengan di temani oleh Pangeran Turangga Sena maka yg orang ini keluar dari Kaputren yg di tempati oleh keluarga dari Prabhu Watu Menak Koncar ini.


ia langsung menuju ke kediaman nya dalam bilik istana.


Istri Prabhu Kreshna Yuda yg juga merupakan adik dari Prabhu Watu Menak Koncar ini merasa usaha nya untuk membujuk kakak iparnya ini menemui jalan buntu, dengan sikap dari sang keponakan yaitu Putri Dyah Wikamini.


********


Sementara itu Putri Dyah Wikamini sendiri tengah menyiapkan rencananya guna membebaskan seluruh keluarga nya.


Ia dengan di dampingi oleh dua orang prajurit sandi dari Pakuwan Kalindih tengah mengadakan pertemuan dengan orang yang bernama Mpu Kalong dari Gunung Kanda.


Seorang lelaki tua yg sangat suka menggunakan jubah berwarna kuning, orang tua ini terlihat masih nampak kuat dan bertenaga , ia menggunakan sebuah senjata yang menyerupai sebuah kipas.


Memang walaupun usianya cukup tua namun Lelaki tua ini kelihatan nya sangat rapi dan bersih.


" Bagaimana dengan syarat yg kupinta itu, Gusti Putri,..?" tanya nya kepada Mpu Kalong.


Yang datang dengan di temani dua orang muridnya.


Sehingga di tempat itu ada lima orang yg berada di tempat tersebut.


" Aku bersedia , Mpu Kalong,..,!" sahut Putri Dyah Wikamini.


Walaupun dalam hatinya menolak akan tetapi Putri Prabhu Watu Menak Koncar ini mengiyakan saja agar orang tua yg memiliki ilmu yang sangat tinggi itu mau membantunya.


" Ahh, Aku tidak akan memaksa jika Gusti Putri memang tidak berkenan atas syarat yg ku ajukan itu,.!" ucap Mpu Kalong lagi.


Setelah ia melihat ada keraguan dari sorot mata Putri Dyah Wikamini ini.


" Tidak,.. Aku akan memenuhi segala syarat itu,.asalkan keluarga ku dapat di bebaskan dan di selamatkan dari tangan Prabhu Dewangga Sena,.!" ucap Putri Dyah Wikamini agak keras.


Ia kemudian mengatakan lagi,.


" Bahkan apabila dirimu berhasil membunuhnya, Aku bersedia tinggal selama setahun di gunung Kanda, Mpu Kalong,.,!" serunya.


Memang syarat yg di ajukan oleh Mpu dari Gunung Kanda ini adalah bahwa Putri Dyah Wikamini mau menemani nya tidur selama satu purnama jika ia berhasil melakukan apa yang menjadi permintaan dari sang Putri.


Memang pertapa sakti dari Gunung Kanda ini sangat menyukai yg namanya perempuan terlebih jika ia itu berparas sangat cantik dan juga memiliki darah bangsawan, sehingga acapkali ia meminta syarat yg demikian jika di mintai tolong untuk membantunya.


Dan banyak orang, tidak ingin melakukan kerjasama dengan akibat syarat yg agak nyeeleneh ini, termasuk dengan Prabhu Watu Menak Koncar sendiri, ia lebih baik menghubungi Jabonarang dan Japutara saat akan menyerang Kotaraja Medang Kemulan pada waktu itu.


Namun berbeda dengan putrinya , Dyah Wikamini tampaknya tidak memiliki jalan lain guna mengalahkan Prabhu Dewangga Sena , ia bersedia mengorbankan dirinya guna memenuhi nafsu lelaki tua ini asalkan keluarganya dapat di selamatkan.

__ADS_1


Sehingga pada malam itu telah di sepakati antara Putri Dyah Wikamini dan Mpu kalong yg akan membebaskan seluruh dari Prabhu Watu Menak Koncar.


Demi melancarkan aksinya, tidak tanggung-tanggung, putri Dyah Wikamini meminta dua puluh orang prajurit sandi yg sangat terlatih yg akan mendampingi pergerakan dari Mpu Kalong ini.


Mereka telah menyiapkan sebuah rencana yg sangat matang dan itu akan di lakukan bertepatan dengan perayaan pesta pernikahan dari Sang Prabhu Dewangga Sena dengan Putri Dewandhani Maheswari juga Kintan Suri.


Meskipun dalam hal ini, Kintan Suri tidak akan turut di sandingkan dalam perayaan pesta pernikahan tersebut, sesuai dengan permintaan dari Putri Dewandhani Maheswari.


Dan hari tinggal beberapa hari saja, sehingga seluruh orang yang berkepentingan dalam pembebasan kali ini segera bergerak meninggalkan Pakuwan Kalindih menuju Kotaraja Medang Kemulan.


Cukup banyak memang orang Kalindih yg akan mendatangi Kotaraja Medang Kemulan itu, akan tetapi ini sungguh tidak sebanding dengan seluruh kekuatan yg ada di Kotaraja Medang Kemulan.


Ditambah lagi pada saat ini kotaraja Medang Kemulan telah di datangi banyaknya tamu undangan dari beberapa Pakuwan termasuklah Pamintihan.


Sehingga keadaan cukup menguntungkan bagi Mpu Kalong yg akan bertugas sebagai algojo guna membunuh sang Prabhu.


Memang ia telah berjanji untuk menghabisi nyawa Prabhu Dewangga Sena. Dan ia merasa yakin akan hal ini.


Keadaan dalam istana Medang Kemulan sendiri saat ini memang dalam keadaan ramai, pada malam hari saja setiap sudut dari Kotaraja telah di pasangi obor guna menerangi nya.


Prabhu Dewangga Sena menginginkan pesta nya kali ini dilaksanakan dengan sangat meriah, ia ingin menghibur sang permaisuri Dewandhani Maheswari yg kelihatan nya sangat bersedih atas keputusan yang telah di ambilnya guna menikahi Kintan Suri.


Cucu buyut Lohsari ini merasakan hal tersebut, sehingga ia telah mengatakan kepada suaminya itu untuk segera kembali ke desa Lohsari. Akan tetapi Prabhu Dewangga Sena masih mencegahnya, penguasa kerajaan Medang Kemulan ini belum melepas istrinya itu untuk kembali terlebih setelah ia menikahinya , masih sangat berbahaya untuk diri Kintan Suri.


Terpaksalah cucu buyut Lohsari ini menurut apa yang telah di perintahkan oleh Prabhu Dewangga Sena suaminya itu.


Meskipun dalam hatinya merasa sedih setelah ia mengetahui bahwa Permaisuri Dewandhani Maheswari tidak menginginkan dirinya berada di Kotaraja mendampingi Prabhu Dewangga Sena.


Undangan yg datang dari Pakuwan Pamintihan pun telah tiba tepat sehari sebelum pesta pernikahan itu di laksanakan.


Panglima Rakai Parumping hanya menggelengkan kepalanya dan menjawab sekedarnya dengan ucapan ia tidak mengetahui nya. Putri Dewandhani Maheswari kelihatan sangat sedih, ia mengerti dengan sikap Ramanda nya yg tidak menyukai jika seorang Raja atau Akuwu itu memiliki istri atau selir lebih dari satu.


Namun ia tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah kedua orang tuanya tidak hadir dalam acara nya kali ini.


Sesaat hari yang telah di tentukan itu tiba, Kotaraja Medang Kemulan yg telah dihiasi oleh berbagai hiasan, blaketepe juga janur dari pohon kelapa .


Para penduduk dan seluruh kawula kerajaan Medang Kemulan memenuhi alun alun Kotaraja Medang Kemulan tempat dimana diadakan keramaian dan hiburan termasuk dengan penampilan wayang.


Rencana dari Prabhu Dewangga Sena ,pesta ini akan di laksanakan selama sepekan.


Dan pada malam pertama dari pesta pernikahan itu , Kotaraja Medang Kemulan telah di hadiri oleh orang-orang dari Pakuwan Kalindih yg di pimpin oleh Mpu Kalong dengan seorang Bekel prajurit dari kesatuan prajurit sandi Pakuwan Kalindih.


Mereka sejak awal telah menyelidiki kapan waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.


Setelah melihat keramaian yg teramat sangat akhirnya utusan dari Putri Dyah Wikamini ini merobah rencana nya semula.


Mereka tidak akan segera melakukan serangan mendadak di saat hari pertama pesta itu di mulai melainkan pada hari terakhir.


Bekel Prajurit sandi Pakuwan Kalindih yg menjadi orang kepercayaan dari Putri Dyah Wikamini lantas bertanya kepada Mpu Kalong mengapa harus menunda lagi .


" Bekel Sangiran, pada hari ini kau dapat melihat betapa banyak nya para prajurit yg berjaga, juga banyak sekali tamu undangan dari tempat lain termasuk dari Pakuwan Pamintihan, Sindur dan Pemanggar,.akan sangat sulit kita bergeraknya,.!" jelas Mpu Kalong.


" Bukankah Empu memiliki aji sirep yg dapat membuat mereka semuanya itu tertidur, !" sahut Bekel Sangiran.


" Ahh Bekel Sangiran ada ada saja, mana mungkin seluruh prajurit juga para tamu undangan itu dàpat ku buat tertidur sekaligus, ilmu sirep ini kan terbatas pada suatu tempat tertentu, dan lagi pun, bagi mereka yang memiliki ilmu yg cukup tinggi tentu akan dapat mengatasinya, terlebih buat panglima dari Pakuwan Pamintihan itu,.!" ungkap Mpu Kalong.

__ADS_1


" Maksud Empu, panglima Rakai Parumping,..?" tanya Bekel Sangiran.


" Benar, panglima Rakai Parumping ini sangat tinggi ilmunya, tentu ia akan sangat sulit untuk di tundukkan hanya dengan sebuah sirep saja, !" jawab Mpu Kalong.


" Tentu mereka akan tetap disini sampai berakhirnya pesta ini, Mpu,..!" ucap Bekel Sangiran.


" Belum tentu, Bekel, boleh jadi setelah dua hari berada disini ia akan segera kembali ke Pamintihan,.. demikian pula dengan undangan yg lain tentu mereka tidak akan menunggu sampai berakhirnya pesta ini,!" jawab Mpu Kalong.


" Mengapa Empu yakin akan hal itu, ?" tanya Bekel Sangiran tidak mengerti.


Mpu Kalong segera menjelaskan, menurut nya pesta perayaan pernikahan dari Sang Prabhu dengan Putri Dewandhani Maheswari tidak semata-mata untuk mereka berdua yg telah menikah, akan tetapi ini di tujukan kepada seluruh kawula kerajaan Medang Kemulan yg baru saja memiliki raja yang baru, guna menghibur rakyat Medang Kemulan terutama yg berada di Kotaraja yg baru saja merasakan kegetiran akibat perang yg terjadi.


" Jika mereka mau merayakan pernikahan ini tentu sudah mereka lakukan saat di Pamintihan, bukan disini,." terang Mpu Kalong.


Pertapa sakti dari Gunung Kanda ini memang cukup luas wawasan nya, padahal ia jarang sekali turun Gunung, akan tetapi semua yg di ucapkan nya itu memang masuk akal.


Sehingga para prajurit dari Pakuwan Kalindih ini berbaur dengan para rakyat Kotaraja Medang Kemulan yg tengah menikmati pesta pernikahan yg menampilkan banyak hiburan membuat senang para penonton nya dari anaj anak sampai kakek nenek, sebab sudah sangat jarang pesta semacam ini dilaksanakan, bahkan ketika Prabhu Watu Menak Koncar berhasil menduduki tahta kerajaan Medang Kemulan tidak sekalipun ia melakukan nya.


Sehingga saat ini , hari hari di Kotaraja Medang Kemulan hanya di hiasi dengan hiburan yg membuat senang para penonton nya dari kalangan rakyat biasa maupun bangsawan.


Prabhu Dewangga Sena sendiri memang sesuai dengan yg di tuturkan oleh Mpu Kalong tadi, selain ia ingin membuat senang sang permaisuri, ia juga ingin menyenangkan rakyat nya dengan mengadakan hajatan yg cukup besar iru itu.


Yang sangat sibuk pada saat itu adalah Pangeran Turangga Sena dan Bekel Ampaian, karena merekalah yang bertugas menjaga keamanan dari Kotaraja Medang Kemulan.


Tentu mereka akan sangat sulit dapat melihat siapa saja orang dapat di berikan tempat dalam Kotaraja ini,sehingga para prajurit dari Pakuwan Kalindih ini dapat masuk bahkan dapat menerobos masuk ke dalam Kaputren yg di tempati oleh Permaisuri dari Prabhu Watu Menak Koncar dan anak anaknya.


Salah seorang prajurit sandi yg di perintahkan oleh Bekel Sangiran dapat menemui Permaisuri Prabhu Watu Menak Koncar itu di kaputren, setelah ia berhasil menyamar sebagai orang bertugas dari dapur kerajaan yang mengantar makanan ke dalam Kaputren ini.


Prabhu Dewangga Sena memang ingin membagi kebahagiaan nya dengan seluruh kawula nya termasuk orang yang sedang ia tahan.


Bahkan penjagaan di kaputren yg di tempati oleh Keluarga Prabhu Watu Menak Koncar ini pun terkesan sangat longgar, sehingga prajurit Kalindih ini dapat berbincang dengan ratunya itu.


" Maaf Gusti Ratu, hamba ini adalah utusan dari Gusti Putri Dyah Wikamini,..!" ucap prajurit tersebut, setelah ia meletakan makanan yang di bawanya.


" Hahh,,..!" seru ibunda Putri Dyah Wikamini itu terkejut.


Saking kagetnya ia sampai menutup mulutnya, ia pun segera memanggil putrinya , Putri Dyah Minak Sriniti untuk segera mendekati nya.


" Ada apa ibunda,..?" tanya Putri Dyah Minak Sriniti ketika ia telah berada di samping ibundanya..


" Ini ada utusan dari kakak mu Wikamini,.!" jawab ibundanya


Dan kali ini Putri Dyah Minak Sriniti lah yg menjadi terkejut, di pandanginya lelaki yang bertugas mengantar makanan itu secara baik-baik dan teliti, barulah ia melihat dengan jelas bahwa orang tersebut merupakan prajurit sandi di masa Ramanda nya memerintah.


" Ada pesan apa yang kau bawa prajurit,..?" tanya Putri Dyah Minak Sriniti.


Sambil memperhatikan sekeliling nya, dan setelah di rasa aman maka prajurit sandi itu pun segera mengatakan kepada mereka bahwa tugas nya kali ini adalah menyelematkan mereka semua dari tahanan Prabhu Dewangga Sena.


Permaisuri, Ibunda dari Putri Dyah Wikamini lantas bertanya,.


" Bagaimana kalian akan menyelamatkan kami, sedang disini semua nya penuh dengan para prajurit,..?"


Prajurit sandi itu kemudian menjelaskan bahwa mereka akan menyelamatkan seluruh keluarga Prabhu Watu Menak Koncar ini ketika pesta pernikahan tersebut akan berakhir, ada seorang sakti yang akan melepaskan Ajian sirep nya pada malam yg telah di tentukan itu, dan untuk selanjutnya orang tersebut akan menghabisi sang Prabhu dengan kesaktian nya.


" Disaat itu pula Gusti Ratu dan seluruh keluarga kami bawa keluar dari sini,!" terang prajurit utusan Putri Dyah Wikamini ini..

__ADS_1


__ADS_2