SASRA WURUK

SASRA WURUK
Sang Prabhu #8


__ADS_3

Akan tetapi hati Mpu Kalong ini tiba tiba saja terguncang hebat tatkala melihat salah seorang muridnya berteriak untuk terakhir kalinya..


" Aaaakhhhh,..!"


" Wungkuraaaaa,..!"


Serunya sambil bergegas mendekati muridnya itu yg telah roboh bersimbah darah dengan kepala nyaris lepas dari tubuhnya.


Memang pada saat itu golok Brojo Lungguk mampu menebas leher Wungkura murid dari Mpu Kalong ini sehingga hampir saja kepala itu terlepas.


Melihat hal tersebut, darah Mpu Kalong mendidih, ia segera melepaskan serangan ke arah Brojo Lungguk.


" Aji Agni selaksa,..heahh,..!"


" Dhumbhh,..!"


" Bletaaaaar ..."


Akan tetapi Prabhu Dewangga Sena pun tidak tinggal diam ia melepaskan ajian Telapak Dewa nya guna menahan serangan tersebut dan terjadilah benturan yang keras antara kedua ajian tersebut.


Brojo Lungguk selamat dari hantaman serangan yg di lepaskan oleh penguasa Gunung Kanda ini.


" *******, kau harus mati terlebih dahulu , terima ini , hiyyah,..!" seru Mpu Kalong.


Dengan kemarahannya yg memuncak Mpu Kalong melepaskan pukulan jarak jauhnya ke arah Prabhu Dewangga Sena yg masih berdiri tegak menghadapnya.


" Dhumbhhh,..!"


Selarik cahaya merah memburu tubuh sang Prabhu, akan tetapi dengan sangat cepat pula Prabhu Dewangga Sena melompat ke udara dengan bersalto beberapa kali di udara dan berhasil bertengger di atas atap istana Medang Kemulan.


Luput serangan tersebut maka Mpu Kalong pun segera memburu Prabhu Dewangga Sena.


" Hiyyaahh,..!"


" Whuashhh,..!"


Dengan senjatanya yg terbuka, penguasa Gunung Kanda ini mengayunkan kipasnya hingga menimbulkan angin yang sangat keras menerjang tubuh Prabhu Dewangga Sena.


Untuk kedua kalinya , Sang Prabhu pun melompat menghindari serangan tersebut, karena ia tahu, akibat angin yang di timbulkan oleh senjata yang berupa kipas itu akan mampu menusuk nya seperti jarum jarum yg sangat halus di tambah lagi saat ini , Mpu Kalong telah mengtrapkan ajian nya yg mampu membakar apa saja yang di kenainya.


Tubuh Prabhu Dewangga Sena membubung ke udara dan berusaha untuk menjauhi lawannya.


Tidak tinggal diam , Mpu Kalong terus saja mengejarnya sambil melepaskan pukulan jarak jauhnya.


" Heaahhh,..!"


" Dhumbh,..!"


Dari tangan kirinya ,kambali keluar cahaya merah yg mengarah ke tubuh Prabhu Dewangga .


" Aji,..Telapak Dewa,..Heaah,..!"


" Bletaaaaar ,,..!"


Kedua pukulan jarak jauh itu kembali berbenturan, hingga membuat kedua nya harus menerima akibat yg di timbulkan oleh benturan dari kedua ajian yg beradu.


Kedua tubuh itu harus mencelat dan saling menjauh akibat benturan tersebut di karenakan berbaliknya tenaga dalam yang telah mereka lepaskan tadi.


Akan tetapi tubuh Mpu Kalong lah yg harus lebih jauh terpentalnya , hingga beberapa batang tombak ke belakang, sedangkan Prabhu Dewangga Sena hanya tidak lebih dari dua tombak saja.


Ia bahkan mampu mendarat dengan sangat sempurna di atas tanah.


Sementara itu, pertempuran antara dua belas prajurit sandi dari Pakuwan Kalindih dengan para prajurit Medang Kemulan pun tampaknya sudah mendekati akhir, setelah dua orang murid dari Mpu Kalong tewas di tangan Brojo Lungguk dan Ki Gambong.


Sedangkan Pangeran Turangga Sena memang harus berjuang demi dapat mengatasi perlawanan yang di berikan oleh Bekel Sangiran.


Menjadi seorang kepercayaan dari Putri Dyah Wikamini tidak lantas menjadikan Bekel Sangiran sebagai pemimpin yang buruk, ia dengan sangat gigihnya bertahan terus menghadapi lawan yang bertambah banyak saja. Karena para prajurit nya semakin tinggal sedikit.


Melawan Pangeran Turangga Sena saja seorang diri ia sudah sangat kesulitan apalagi di tambah para prajurit terpilih yg menjadi anggota dari Pangeran Turangga Sena ini, hingga tubuhnya pun telah berwarna merah oleh darah.


" Menyerahlah,..Kangmas Prabhu pasti akan mengampuni mu,..!" ucap Pangeran Turangga Sena.


Ia dengan tombak pusaka Kyai Naga mas di tangan nya memang terlihat semakin garang, apalagi kali ini adalah pengalaman pertama nya dalam sebuah pertempuran yang sesungguhnya.


Tandang dari adik Prabhu Dewangga Sena ini pun memang patut di acungi jempol, karena ia telah berhasil menyudutkan seluruh prajurit dari Kalindih yg coba untuk mengacau di istana Medang Kemulan ini.


" Lebih baik aku mati daripada harus menyerah, bunuh lah aku jika memang kau mampu,..!" jawab Bekel Sangiran.


Nafasnya nampak memburu, menandakan ia sudah sangat kelihatan kelelahannya, akan tetapi pedang yang ada di tangannya masih mampu diangkatnya tinggi tinggi.


" Prajurit , tangkap dia , hidup atau mati,..!" seru Pangeran Turangga Sena kepada salah seorang prajurit nya.

__ADS_1


Tidak menunggu lama maka prajurit itu pun segera menyerang kembali Bekel Sangiran yg tampaknya memang sudah sangat kepayahan itu.


Mata tombak prajurit Medang Kemulan itu segera meluruk menusuk arah dada dari Bekel Sangiran, dengan sangat cepat pemimpin prajurit dari Kalindih ini menangkisnya dengan pedangnya.


" Trannnngg,..!"


Setelah terjadi benturan tersebut dengan sangat cepat , prajurit Medang Kemulan ini menggerakkan landean tombak nya yg mengarah pinggang dari Bekel Sangiran.


" Hufhh..!"


Bekel Sangiran melompat menghindari serangan tersebut, kemudian ia mencoba membalas serangan itu dengan senjatanya sambil ia berusaha untuk menjauh .


Akan tetapi sungguh malang nasib Bekel Sangiran. saat ia berusaha menjauh , datang lah seorang lagi prajurit Medang Kemulan dan langsung membacokkan pedangnya dari arah belakang.


" Aaaakhhh,...!"


Bekel Sangiran jatuh berlutut dengan punggungnya telah terluka lebar akibat bacokan pedang itu.


Di saat demikian itu, prajurit yang berada di depannya , yg menggunakan senjata tombak langsung menusukkan senjatanya ke dada nya.


" Crabhhh,..!"


Tombak tersebut berhasil menembus dada Bekel Sangiran dan mengakhiri perlawanan nya begitu di cabut, menyemburlah darah segar dari bekas luka tersebut.


Tubuh Bekel Sangiran jatuh tertelungkup dan sudah tidak bernyawa lagi, ia telah tewas.


Dan keadaan pertempuran itu perlahan pun terhenti setelah dua orang prajurit sandi dari Kalindih yg masih bertahan telah terkena senjata prajurit Medang Kemulan , akan tetapi tampaknya mereka belum tewas , hanya pingsan saja akibat banyaknya darah yang keluar.


Dalam pada itu saat keadaan mulai tenang, pertarungan antara Prabhu Dewangga Sena dan Mpu Kalong masih berlanjut dengan sengitnya.


Penguasa Gunung Kanda ini berusaha mendesak Prabhu Dewangga Sena dengan senjatanya yg beberapa kali hampir berhasil menembus pertahanan dari sang Prabhu.


Ia mengetahui saat ini tinggal dirinya seorang saja yg masih mampu bertahan, namun ia tidak kelihatan gentar., dengan suara teriakan yg keras penguasa Gunung Kanda ini menyerang,..


" Hiyyahh,..!"


" Thakkkh,..!"


Dalam satu serangan yg gencar,.saat kipas yg ada di tangan kanannya itu mengembang dan mengarah ke leher dari Prabhu Dewangga Sena, dengan sangat cepat pula secara naluriah Prabhu Dewangga Sena berusaha memapasinya dengan menggunakan kerisnya, namun dengan cepat pula, Mpu Kalong menutup kembali kipasnya itu dan menarik pulang serangan nya , untuk selanjutnya ia mengarahkan ujung senjatanya itu ke arah dada sang Prabhu.


Prabhu Dewangga Sena berusaha menghindari serangan tersebut dengan memiringkan tubuhnya, tetapi tampaknya ia terlambat, ujung senjata yang berupa kipas ini berhasil masih masuk dan mengenai pundak nya, beruntung memang , senjata tersebut tidak berhasil melukai pundak Prabhu Dewangga Sena, tak urung rasa sakit yg teramat sangat d rasakan oleh sang Prabhu.


Prabhu Dewangga berusaha untuk menjauhi lawan nya ini dengan melompat mundur ke belakang, Mpu Kalong yg merasa telah berhasil memasukkan serangannya terus saja memburunya.


Dalam satu kesempatan, saat merasa terdesak, Prabhu Dewangga Sena melepaskan serangannya melalui keris pusaka kyai Naga Aling aling.


" Aji,.. Telapak Dewa,..heahh,.."


" Kraanngjkk,..!"


Jarak yang sangat dekat , Mpu Kalong tidak dapat berbuat apa-apa lagi kecuali ia membuka senjata kipasnya mengembang dan menahan serangan yg di lancarkan oleh Prabhu Dewangga Sena.


Dan hasilnya sungguh mengejutkan bagi keduanya, serangan itu membalik dan menghantam tubuh Prabhu Dewangga Sena hingga terlontar jauh ke belakang.


Sedangkan untuk Mpu Kalong , hal tersebut menjadi jawabannya guna mengatasi tandang lawan nya yg sangat nggegrisi itu.


Beruntung Prabhu Dewangga masih mampu menahan pukulan aji Telapak Dewa miliknya itu yg membalik , ia berhasil bangkit kembali dengan dada yg berdenyutan.


Saat sang Prabhu tengah berusaha untuk menyembuhkan luka dalam nya, Mpu Kalong melesat menyerang nya kembali.


" ****** kau bocah, memang dirimu sudah di takdir kan mati di tanganku,..hiyyahh,..!" teriak Nya sambil melepaskan ajian Agni selaksa nya.


Prabhu Dewangga sendiri sudah memutar kerisnya di depan dada, ia tampaknya akan membenturkan kembali ilmunya .


" Aji Agni selaksa,..!"


" Aji Telapak Dewa,..!"


" Dhumbhh,..!"


" Bleghuaaarr,..!"


Keduanya kembali terlempar jauh, dan kali ini Prabhu Dewangga Sena harus merasakan kesakitan yg teramat sangat pada dadanya, ia muntah darah segar.


" Hoeekkh,...!"


" Ha, ha ,ha, ****** kau. memang sudah nasibmu , terimalah ini , hiyyyah,..!"


Terdengar kembali teriakan dari penguasa Gunung Kanda itu , siap melepaskan kembali ajian nya , aji Agni selaksa.


Melihat keadaan yg sangat genting itu , para pembantu termasuk juga Pangeran Turangga Sena jadi terdiam, hanya Ki Gambong saja yang berkata,..

__ADS_1


" Hati hati Gusti Prabhu, pergunakanlah Golok Iblis tujuh bangkai,..!" serunya mengingatkan.


Prabhu Dewangga Sena yg saat itu masih menggenggam keris pusaka kyai Naga Aling aling jadi teringat dengan sebuah senjata yang masih berada di pinggang nya, dengan cepat tangan kirinya mencabut Golok Iblis tujuh bangkai dari sarungnya.


Bau busuk yg menyengat segera menyeruak membuat tempat tersebut seperti tempat sampah yang sangat busuk.


Tidak menunggu lama, Prabhu Dewangga Sena segera memutar Golok Iblis tujuh bangkai itu dengan cepatnya hingga depan dada.


Saat Mpu Kalong melepaskan pukulan jarak jauhnya, maka Prabhu Dewangga Sena dengan keyakinan penuh menahan nya dengan putaran golok tersebut.


" Bletaaaaar,...!"


" Aaakhhh,..!"


Golok Iblis tujuh bangkai ini mampu menjadi tameng yg sangat baik dan menahan serangan tersebut, bahkan dapat memantulkan nya hingga menghajar pemiliknya sendiri.


Tak ayal, tubuh Mpu Kalong mencelat akibat pukulan yang membalik itu.


Ia sampai jatuh terkapar di atas tanah.


Prabhu Dewangga berusaha mendekati tubuh lawannya ini, dengan sikap waspada, karena ia tahu orang yang bernama Mpu Kalong ini memiliki ilmu yg sangat tinggi sehingga ia tidak berlaku sembrono.


Benar saja , ketika dalam jarak lima langkah lagi tiba tiba saja,..


" Sriiiiiinggg,..!"


" Hiyyahh,..!"


" Traaangg,..!"


Sebuah senjata rahasia berupa pisau kecil menyerang nya, dengan sangat cepat benda tersebut di pukulnya hingga jatuh ke atas tanah dengan keris pusaka kyai Naga Aling aling.


Saat ia menoleh ke arah tubuh Mpu Kalong, alangkah terkejutnya sang Prabhu, ia sudah tidak melihat lagi orang tersebut berada disana, yg ada hanya gumpalan asap yang sangat tebal.


Tidak lama kemudian terdengarlah suara yang menggema yg di ucapkan oleh Mpu Kalong dari kejauhan.


" Urusan kita belum selesai,..aku akan menuntut balas atas kematian dua murid ku itu, tunggulah,..!"


Suara itu kemudian hilang dan bersamaan itu pula tubuh Prabhu Dewangga Sena jatuh terduduk.


Dengan bertopangkan Golok Iblis tujuh bangkai , Prabhu Dewangga Sena menahan agar ia tidak terlentang di atas tanah.


Ia kemudian berkata kepada adiknya Pangeran Turangga Sena.


" Dimas Pangeran , tolong panggilkan Bekel Ampaian untuk menghadapku,..!" ucapnya pelan.


Prabhu Dewangga Sena kemudian duduk dan bersedekap , ia berusaha untuk memulihkan jalan pernafasan yg serasa tersumbat.


Penguasa Medang Kemulan ini memang berusaha untuk menyembuhkan luka dalam nya.


" Ampunkan hamba Gusti Prabhu,.. dapatkah kami berdua menolong untuk menyalurkan hawa murni agar Gusti Prabhu dapat menyembuhkan luka dalam itu,..!" ucap Ki Gambong.


" Silahkan Ki Gambong,..!" sahut Prabhu Dewangga Sena.


Maka dengan segers Ki Gambong dengan di temani oleh Brojo Lungguk segera menyalurkan tenaga dalam nya ke tubuh sang Prabhu.


Mendapatkan bantuan hawa murni di tubuhya, Prabhu Dewangga Sena kembali memuntahkan darah segar.


Memang saat itu malam sudah sangat larut, tetapi istana Medang Kemulan ini masih saja ramai.


Tatkala kehadiran Bekel Ampaian dan seorang tabib istana yg datang bersama nya segera menghadap Prabhu Dewangga Sena.


" Ampun Gusti Prabhu, titah apakah gerangan yang harus hamba emban,..?" tanya Bekel Ampaian.


" Ampaian, segeralah perketat penjagaan di seluruh sudut Kotaraja ini, jangan sampai ada yg mampu masuk kemari orang orang seperti Mpu Kalong itu, sebaiknya mereka di cegat agar tidak dapat berbuat keonaran dalam istana ini, ajaklah Dimas Pangeran Turangga Sena bersamamu, supaya ia lebih memahami seluk beluk istana ini,..lakukan segera,..!" ungkap Prabhu Dewangga Sena.


" Sendika Gusti Prabhu, semua titah Gusti Prabhu akan hamba laksanakan,..!" jawab Bekel Ampaian.


Kini Prabhu Dewangga Sena telah mampu berdiri meskipun dada nya masih terasa nyeri, sang Prabhu bahkan sempat berkata sesuatu kepada Ki Gambong.


" Ki Gambong, mengapa orang seperti Mpu Kalong itu tidak turut diajak serta oleh Prabhu Watu Menak Koncar pada waktu kita menyerang kemari,..?"


" Maaf Gusti Prabhu,.. Sesungguhnya sikap dari Mpu Kalong inilah yg membuat orang malas untuk berurusan dengan nya,..!" jelas Ki Gambong.


" Maksudmu,.. bagaimana Ki Gambong,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena tidak mengerti.


Secara singkat kemudian Ki Gambong menjelaskan siapa sesungguhnya orang yang bernama Mpu Kalong itu, ia adalah seorang yg mabuk akan perempuan cantik terutama dari kalangan bangsawan keraton, hingga membuat banyak penguasa malas meminta bantuan kepada nay meskipun penguasa Gunung Kanda ini memiliki ilmu yg sangat tinggi.


" Hehh, kalau demikian kita memang harus lebih berhati-hati menghadapinya,..!" sahut Prabhu Dewangga Sena.


Ia pun melangkah pergi masuk ke dalam istana dengan diikuti oleh tabib istana yg datang bersama Bekel Ampaian tadi.

__ADS_1


__ADS_2