SASRA WURUK

SASRA WURUK
Sang Prabhu #3.


__ADS_3

Prabhu Dewangga Sena berjalan keluar menuju ke bilik tahanan, ia berpapasan dengan Patih Watu Giring dan Eyang Watu Spuh Gada.


Tampaknya pemimpin teras kerajaan Medang Kemulan ini memang ingin menghadapnya.


" Hendak kemanakah kiranya , Gusti Prabhu,..!" sapa Patih Watu Giring.


" Aku ingin ke bilik tahanan, Paman Patih , !" jawab Prabhu Dewangga Sena.


Sambil menghentikan langkahnya , Prabhu Dewangga Sena menanyakan kepada keduanya , apakah mereka akan ke istana menghadapnya.


" Benar Gusti Prabhu, kami berdua memang ingin menghadap , ada yg ingin kami bicarakan kepada Gusti Prabhu,..!" ucap Patih Watu Giring.


" Mengenai hal apa Paman Patih,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena heran.


Kedua orang ini saling berpandangan , lalu Eyang Watu Spuh Gada lah yg kemudian menjelaskan,..


" Mohon ampun , anakmas Prabhu, kami ingin menanyakan perihal keadaan dari anakmas Pangeran Turangga Sena yg telah anakmas penjarakan itu,..!" terang Eyang Watu Spuh Gada.


" Ooo,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena.


Ia lantas mengajak keduanya untuk mengikuti dirinya berjalan.


" Akan kemanakah kita , Gusti Prabhu,..?" tanya Patih Watu Giring.


" Ikuti saja paman Patih, nanti kalian akan tahu sendiri ,..!" jawab Prabhu Dewangga Sena.


Patih Watu Giring pun tidak berani bertanya lagi dan mengekori dari belakang hingga mereka bertiga menuju suatu tempat yang tiada lain adalah bilik tahanan.


Sesampainya di depan pintu bilik tahanan tersebut, Prabhu Dewangga Sena meminta prajurit jaga untuk membukanya .


" Silahkan Gusti Prabhu,..!" ucap prajurit jaga ini seraya membuka pintu tahanan.


Prabhu Dewangga Sena dengan diikuti oleh Patih Watu Giring dan Eyang Watu Spuh Gada masuk ke dalam.


Mereka menemui Pangeran Turangga Sena dan Ibundanya yg tengah duduk duduk di dalam.


" Untuk apa kau datang kemari, pergilah,..!" seru Pangeran Dewangga Sena begitu melihat yg datang adalah Prabhu Dewangga Sena.


" Tenanglah anakku Turangga Sena,..janganlah berkata demikian, dia ini adalah seorang Raja dan juga kakak mu sendiri , berlaku hormatlah,..!" ucap Ratu Ayu Tunggarani menasehati anaknya.


" Untuk apa diriku menghormati nya, dia tidak pantas untuk di hormati , ibunda,..!" seru Pangeran Turangga Sena marah.


Pemuda ini memang sangat jijik melihat saudara tuanya itu berada di tempat ini, setelah perlakuan nya yg sangat tidak baik terhadap dirinya dan ibundanya.


Akan tetapi tiba tiba,..


" Aku minta maaf kepadamu dimas Turangga Sena,..!" seru Prabhu Dewangga Sena.


Penguasa Kerajaan Medang Kemulan yg baru ini tiba tiba saja memeluk tubuh adiknya Pangeran Turangga Sena yg masih kelihatan sangat marah.


Putra Ratu Ayu Tunggarani ini menjadi bingung di buat nya.


Ada aoa ini ,mengapa orang ini mau mengakui diriku adiknya atau ini hanya siasatnya saja, berkata dalam hati Pangeran Turangga Sena.


Ia masih diam saja tatkala Prabhu Dewangga Sena mengajak mereka semua untuk duduk.


Memang bukan hanya Pangeran Turangga Sena saja yang heran serta tidak mengerti apa yang terjadi, Patih Watu Giring, Eyang Watu Spuh Gada serta Ratu Ayu Tunggarani pun tidak tahu apa yg terjadi.

__ADS_1


" Untuk kalian semua, terutama untuk mu Dimas Turangga Sena dan Bibi Tunggarani,.aku mohon maaf atas semua yang telah terjadi,..!" kata Prabhu Dewangga Sena membuka pembicaraan.


Ia pun meneruskan ucapannya,.


" Kalian jangan salah sangka atas apa yg telah terjadi, ini semua aku lakukan untuk keselamatan kalian berdua, untukmu Dimas Turangga Sena dan Bibi Tunggarani,..!" ucapnya lagi.


" Untuk keselamatan kami,.apa maksudnya,..?" tanya Pangeran Turangga Sena tidak mengerti.


" Panggil kangmas , Dimas Turangga Sena, kau harus memanggil diriku Kangmas,.baru semua ini akan aku jelaskan.!" ucap Prabhu Dewangga Sena.


Pangeran Turangga Sena sempat bingung nsmun akhirnya ia pun menyebutkan,.


" Baiklah,..Kangmas Prabhu,..,!" sahut nya.


" Nah begitu lebih baik, adapun mengapa kalian berdua aku tahan dalam bilik penjara ini secepatnya sebelum orang banyak yg tahu akan kehadiran kalian berdua adalah untuk menghindari kemarahan dari Pamanda Akuwu Manik Rangga yg telah hadir di sini sebelum kalian ini berdua tiba,..!" terang Prabhu Dewangga Sena.


" Mohon ampun Gusti Prabhu, ada apa memang nya dengan Gusti Akuwu Manik Rangga itu,..?" tanya Patih Watu Giring heran.


Dengan segera Prabhu Dewangga Sena menjelaskan bahwa mertuanya ini amat membenci dengan Ratu Ayu Tunggarani ini, sehingga pada saat Kalindih menyerang Kotaraja Medang Kemulan, pakuwan Pamintihan enggan untuk membantunya.


Ia pernah mendengar bahwa sang mertua ini sangat tidak senang atas keputusan Ramanda nya menikahi Ratu Ayu Tunggarani pada waktu itu. Memang di saat itu Prabhu Dewangga Sena masih sangat kecil dan tidak mengerti akan pertengkaran Ramandanya dengan sang Paman, baru sekarang lah ia mengerti akan hal itu.


" Demi keselamatan kita semua , maka Aku berusaha untuk menyembunyikan kalian berdua dari penglihatan pamanda Akuwu Manik Rangga, Aku tidak ingin ada benturan antara Kotaraja Medang Kemulan dengan pakuwan Pamintihan akibat kehadiran dari Dimas Turangga Sena dan Bibi Tunggarani ini sebelum penobatan diriku,..!" jelas Prabhu Dewangga Sena.


Barulah keempat orang ini mengerti mengapa keputusan untuk memenjarakan keduanya secepat itu di ambil oleh Prabhu Dewangga Sena.


" Benar yg Gusti Prabhu katakan itu, Gusti Akuwu Manik Rangga memang sangat membenci kehadiran Ratu Ayu Tunggarani disisi Gusti Prabhu Kreshna Yuda pada waktu itu, ini ia katakan kepada Ratu Ayu Manik Wangi, ibunda dari Gusti Prabhu sendiri,..!" ungkap Patih Watu Giring.


Memang pada saat itu banyak yg menentang keputusan dari Prabhu Kreshna Yuda yg menikahi Putri Tunggarani , merupakan adik kandung dari Akuwu Watu Menak Koncar dan Watu Menak Kober.


Bahkan ketika sang Prabhu waktu itu mmeberikan kebebasan kepada kakak iparnya ini dalam hal pemerintahan termasuk di dalam Kotaraja Medang Kemulan sendiri.


Tiga orang mengangguk anggukkan kepalanya , hanya Ratu Ayu Tunggarani yg menundukkan kepalanya , ia memang merasa bersalah atas kematian dari suaminya itu.


Namun apalah dayanya , diri nya hanya seorang perempuan yang lemah, pernikahannya dengan Prabhu Kreshna Yuda pada waktu itu memang suatu siasat dari kakak nya Prabhu Watu Menak Koncar yg ingin menguasai kerajaan Medang Kemulan ini.


Namun dirinya memang terlanjur mencintai Prabhu Kreshna Yuda setelah menjalani hidup bersama selama beberapa tahun saja hingga membuahkan hasil Pangeran Turangga Sena yg sangat tampan ini.


" Maafkan bibi,.. Anakmas Prabhu,.!" ucap Ratu Ayu Tunggarani lirih.


Airmata kembali jatuh di sudut matanya, ia memang melihat sosok yang penuh wibawa seperti Prabhu Kreshna Yuda sang suami ada pada diri Prabhu Dewangga Sena yg masih muda ini.


" Sudahlah Bibi Tunggarani,..hari ini kalian berdua aku bebaskan dan Aku tempatkan pada bilik istana ibu Suri,..dan sejak saat ini Bibi Tunggarani aku angkat sebagai salah satu dari anggota Dasa Prabhu yg akan dapat memberikan nasehat kepadaku,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena lagi.


Adalah Eyang Watu Spuh Gada yg langsung bertanya,.


" Apakah itu tidak terlalu terburu-buru anakmas Prabhu, apakah tidak akan ada singgungan dengan anakmas Akuwu Manik Rangga jika Ratu Ayu Tunggarani masuk dalam jajaran Dasa Prabhu,..?" tanya nya kepada Prabhu Dewangga Sena.


" Tenang saja Eyang,. kali ini semua nya itu terserah kepadaku, berbeda pada waktu diriku sebelum di wisuda, pamanda Akuwu bisa saja menolaknya bahkan menarik seluruh pasukannya untuk kembali ke Pamintihan,.namun kali ini tidak Eyang,..!" sahut Prabhu Dewangga Sena.


Hehmm, sangat cerdas pemikiran Putra Prabhu Kreshna Yuda ini, berkata dalam hati Watu Spuh Gada.


Sungguh ia merasa tidak salah memilihnya untuk mampu menduduki tahta singgasana kerajaan Medang Kemulan ini.


" Anakmas Prabhu, biarlah hamba tinggal di dalam kaputren saja bersama yg lain, juga janganlah jabatan Dasa Prabhu itu di berikan kepada hamba, biarlah yg lain saja, dengan Turangga Sena telah diakui di sini sebagai adikmu sudah sangat membuatku bahagia," ucap Ratu Ayu Tunggarani.


" Tidak Bibi Ratu, karena kedua orang tua ku telah tiada biarlah Bibi Ratu yg memggantikan nya , bukankah dimas Turangga Sena adalah adikku, tentu Bibi Ratu Tunggarani pun dapat mengangkat diriku sebagai putranya juga,..!" jelas Prabhu Dewangga Sena.

__ADS_1


Ratu Ayu Tunggarani menjadi serba salah, pada satu sisi ia sulit mengikis dosa yang telah di buat oleh keluarga nya,namun di lain sisi ,saudara dari anaknya ini telah memintanya untuk menduduki posisi terhormat itu.


Mau tidak mau ia pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Sehingga mulai saat itu, resmilah Ratu Ayu Tunggarani duduk sebagai salah seorang anggota Dasa Prabhu sedangkan Pangeran Turangga Sena diangkat oleh Prabhu Dewangga Sena sebagai salah seorang yg bertugas untuk menjaga dalam istana.Dan ia pun menjadi orang terdekat Sang Prabhu.


Sementara itu di Pakuwan Kalindih sendiri setelah penobatan dari Pangeran Dewangga Sena menjadi Raja di Medang Kemulan maka terlihat persiapan dari para prajurit yg sangat kentara sekali. Terlebih di situ ada Putri Dyah Wikamini yg tetap berhasrat untuk membebaskan seluruh keluarganya.


Dalam salah satu pembicaraannya dengan prajurit sandi Pakuwan Kalindih, Putri Dyah Wikamini terlihat sangat senang.


" Benarkah yg telah kau ucapkan itu prajurit,..?" tanyanya.


" Benar Gusti Putri, seluruh keluarga dari Gusti Putri itu berada dalam kaputren tidak dalam bilik tahanan,..!" jawab Prajurit sandi ini.


" Baiklah, segera cari sepuluh orang yang memiliki kemampuan tinggi agar dapat membebaskan mereka,..bayar mereka dengan upah yang tinggi agar mau melakukan nya, !" kata Putri Dyah Wikamini lagi.


Prajurit sandi ini terdiam, ia mulai mencari orang orang yg dapat diajak untuk membebaskan keluarga dari Prabhu Watu Menak Koncar ini.


Sehingga akhirnya ia menyebutkan nama si tiga Golok Setan asal gunung Merut itu.


" Apakah kita bisa mengajak tiga Golok Setan asal Gunung Merut itu Gusti Putri,.?" tanya nya.


" Jangan, cari saja yang lain, Tiga Golok Setan dari Pegunungan Merut itu namanya saja yang menggetarkan orang akan tetapi tandang nya sebagai perampok picisan, aku tidak mau berurusan dengan mereka,..!" sahut Putri Dyah Wikamini.


Perempuan ini tampaknya memang tidak menyukai Tiga Golok Setan dari Merut tersebut setelah kegagalan guru mereka menahan serangan dari Prabhu Dewangga Sena saat pecah perang dengan Pamintihan.


Ketika keduanya masih asyik mengobrol mengenai keadaan dari Kotaraja Medang Kemulan datanglah Akuwu Watu Menak Kober ke tempat tersebut.


" Ada apa prajurit, apa yang tengah kalian perbincangkan ini,..?" tanya Akuwu Watu Menak Kober.


" Ehh, anu Gusti Akuwu, kami sedang membicarakan keadaan dari Kotaraja Medang Kemulan , bukan begitu Gusti Putri,..!" jawab Prajurit itu.


" Benar begitu Wikamini,..?" tanya Akuwu Watu Menak Kober kepada keponakan nya ini.


" Benar pamanda Akuwu, kami sedang menceritakan apa yg telah terjadi di Kotaraja Medang Kemulan pasca penobatan Dewangga Sena menjadi Raja,..!" jelas Putri Dyah Wikamini.


" Kalian jangan berpikir untuk menyelematkan keluarga kangmas Watu Menak Koncar, yg ada kalian lah yg akan hancur, sebab sekarang kekuatan pasukan Medang Kemulan telah bertambah sejak di perintah oleh Pangeran Dewangga Sena,..!" ungkap Akuwu Watu Menak Kober.


" Apa malah tidak sebaliknya Pamanda Akuwu, bukankah saat ini seluruh pasukan dab prajurit yang datang dari Pakuwan Pamintihan serta Sindur dan Pemanggar telah kembali, bukankah ini artinya adalah kekuatan dari Kotaraja tidak dalam kekuatan penuh,..!" ulas Putri Dyah Wikamini.


Meskipun ia seorang perempuan, dan masih cukup muda usianya namun karena ia adalah istri dari seorang Panglima Naruttala dan juga Putri dari Prabhu Watu Menak Koncar , jalan pikiran nya pun adalah pikiran seorang prajurit.


" Iya , memang benar ucapanmu itu Wikamini, bahwa dalam hal prajurit mungkin saat ini Medang Kemulan sudah jauh ber kurang dengan kepulangannya para prajurit dari Pakuwan Pamintihan, Sindur dan Pemanggar, akan tetapi dalam hal orang orang yg memiliki kesaktian , saat ini adalah saatnya Kotaraja,paling banyak memiliki orang yang mempunyai kemampuan sangat tinggi termasuk Raja nya sendiri ,..!" jelas Akuwu Watu Menak Kober.


Ia memang berusaha untuk mencegah benturan dengan Kotaraja Medang Kemulan dalam waktu dekat ini, karena keadaan nya masih belum memungkinkan untuk mereka menyerang, jika saat nya sudah tepat barulah ia akan bergerak.


" Akan tetapi bagaimana dengan nasib ibunda Ratu juga Adi Sriniti, apakah kita akan berpangku tangan saja, Pamanda,..?" tanya Putri Dyah Wikamini.


Akuwu Watu Menak Kober terdiam mendapati pertanyaan itu, memang masih banyak keluarga dari Prabhu Watu Menak Koncar yg di tahan oleh Pangeran Dewangga Sena yg kini telah menjadi Raja . Ia memang bukan nya lepas tangan akan hal ini. Namun menurut nya, hal tersebut masih di carikan jalan keluar nya.


" Wikamini,..bukankah mereka saat ini dalam keadaan yg cukup baik, bahkan dari yg ku dengar mereka semua di tempatkan di kaputren bukan dalam penjara, bahkan pelayanan untuk mereka pun seperti saat Kangmas Prabhu Watu Menak Koncar menjadi Raja, mereka dilayani cukup baik, hanya pergerakan mereka saja yang di batasi, Apakah ini artinya tidak cukup baik untuk sekelas tawanan seperti mereka,..!" terang Akuwu Watu Menak Kober.


" Jadi pamanda Akuwu tidak berniat untuk melepaskan mereka dari tangan si ******* itu, Apakah Pamanda merasa senang jika mereka di layani seperti saat ini,..sudah cukup puaskah dengan hal seperti itu,..?" tanya Putri Dyah Wikamini kepada paman nya ini.


Akuwu Watu Menak Kober tidak mampu menjawabnya, karena menurutnya, apa yg telah di lakukan oleh Prabhu Dewangga Sena ini jauh sangat baik tatkala di bandingkan ketika kakak nya yaitu Prabhu Watu Menak Koncar berhasil memenangkan peperangan saat melawan Prabhu Kreshna Yuda beberapa waktu silam.


Hampir seluruh keluarga dari Prabhu Kreshna Yuda yg harus mati di tangan kakaknya itu. Karena pada saat kemenangan dari Prabhu Watu Menak Koncar terlalu banyak menelan korban dari pihak kerajaan Medang Kemulan.

__ADS_1


Ia pun hanya dapat mendesah, tidak mampu untuk mengatakan nya , sesungguhnya sikap dan sifat dari keponakan nya ini sangat mirip dengan kakaknya Prabhu Watu Menak Koncar.


__ADS_2