SASRA WURUK

SASRA WURUK
Di Tahan #3.


__ADS_3

Akan tetapi Mpu Kalong langsung menyela ucapan dari Ratu Ayu Tunggarani,


" Sudahlah tuan Putri , tangkap saja segera mereka, toh, mereka ini adalah para pengikut Raja Guoblok itu,..!" serunya agak keras.


" ******* kau , Mpu Kampret, berani menghina kakak ku, aku akan mengadu jiwa dengan mu,..!" teriak Pangeran Turangga Sena murka.


Tangan nya yg masih menggenggam tombak pusaka Kyai Naga Mas telah di gerakkan siap untuk bertarung, akan tetapi ibundanya segera melarang nya,


" Tenangkan dirimu Anakku, ibunda ingin mendengar keputusan yang akan diambil oleh Kangmbok ini, apakah dirinya memang masih menganggap kita saudara nya atau malah sebaliknya, kita berdua ini adalah musuhnya, jika memang demikian biarlah nanti Kangmas mu sendiri yg kan memutuskan hukuman terhadap dirinya,..!" ungkap Ratu Ayu Tunggarani dengan pelan.


Ia memang masih berharap kepada sang keponakan untuk mengurungkan niatnya menahan mereka.


Dan bagi Putri Dyah Wikamini sendiri tampaknya merupakan situasi yg dilema, dimana ia pun masih sangat menghormati adik dari Ramandanya itu, namun di sisi lain ia merasa bahwa kedua orang kerabat dekatnya ini mempunyai hubungan yang sangat dekat pula dengan orang yang paling ia benci yaitu Prabhu Dewangga Sena.


Hingga beberapa kali ia menghela nafasnya , baru kemudian meluncur lah dari mulut nya sebuah perkataan,


" Maafkanlah Wikamini, Bibi Tunggarani, bukan maksud ku tidak ingat berbalas budi, akan tetapi memang kalian berdua ini harus ikut dengan kami,..!" ucapnya pelan.


Putri Dyah Wikamini pun melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut, dengan sebuah isyarat ia memerintahkan para pengawal nya itu untuk segera menangkap kedua orang yg masih memiliki hubungan kekerabatan yg sangat dekat dengan dirinya.


Sepuluh orang pengawal dari Putri Dyah Wikamini ini langsung menodongkan senjatanya ke arah kedua orang ibu dan anak itu.


Pada mulanya Pangeran Turangga Sena berniat untuk melawan akan tetapi atas nasehat Ratu Ayu Tunggarani agar mereka lebih baik menyerah saja, dengan alasan, dirinya masih berkeinginan untuk membujuk sang keponakan agar tidak melanjutkan keinginan nya melawan kekuasaan dari Prabhu Dewangga Sena.


" Akan tetapi, ibunda,..?" tanya Pangeran Turangga Sena tidak mengerti.


" Sudahlah , anakku, kita turuti saja keinginan nya, nanti ibunda yg akan berusaha menyadarkan kekeliruan yang telah ia ambil itu,..!" sahut Ratu Ayu Tunggarani.


Kemudian bersama empat orang prajurit pengawal terpilih dari Kotaraja Medang Kemulan tersebut di giring menuju ke suatu tempat yg menjadi landasan perjuangan dari Putri Dyah Wikamini.


Mereka di bawa ke suatu tempat yg masuk ke arah dalam wilayah Pakuwan Kalindih ini, hingga mencapai sebuah desa yang tidak terlalu ramai dan seperti nya desa tersebut adalah tempat yang di peruntukkan bagi para prajurit yg menjadi pengikut putri Prabhu Watu Menak Koncar ini.


Kereta kencana milik kerajaan Medang Kemulan pun turut serta di bawa kesana.


Dan tiba di desa tersebut, langsung saja Putri Dyah Wikamini menempatkan Ratu Ayu Tunggarani dan Pangeran Turangga Sena pada satu rumah yg berada tepat di tengah-tengah.


Dengan pengawalan yg ketat, kedua orang dekat Prabhu Dewangga Sena ini pun di kurung disana.


" Ibunda, Turangga tidak menyangka bahwa Kangmbok Wikamini mampu berbuat seperti ini terhadap kita berdua,.!" ucap Pangeran Turangga Sena kepada Ratu Ayu Tunggarani.


" Demikian lah, anakku , jika hati ini di penuhi dengan dendam kesumat , apa yg ada di depan mata terasa gelap, tidak peduli itu saudara atau bukan, menjadi musuh semuanya jika tidak mau tunduk kepadanya,..!" sahut Ratu Ayu Tunggarani.


Memang dari awal ia sudah yakin akan tindakan sang keponakan yg cenderung memiliki sifat seperti Prabhu Watu Menak Koncar kakaknya itu.


Keduanya mampu melakukan hal hal yang di luar nalar demi mencapai maksud dan tujuan sendiri dan menghalalkan segala macam cara demi tujuan nya itu.


Demikian lah, rombongan dari Kotaraja Medang Kemulan itu akhirnya Di Tahan oleh Putri Dyah Wikamini sebelum tiba di kota Pakuwan Kalindih .


Sedangkan di Kalindih sendiri , adalah Akuwu Watu Menak Kober bukannya tidak tahu atas apa yg menimpa adik perempuan dan keponakan nya ini, beberapa prajurit sandi yg dikirim nya untuk mengawasi Putri Dyah Wikamini telah melaporkan hal tersebut kepadanya.


" Benarkah yg telah kau lihat itu, prajurit,..?" tanya nya kepada sang prajurit.


" Demikianlah adanya , Gusti Akuwu, Pangeran Turangga Sena dan Ratu Ayu Tunggarani telah di tahan oleh Putri Dyah Wikamini ,..!" jawab Prajurit tersebut sambil menjura hormat.


" Apakah Wikamini sudah gila,Hehh,..!" seru Akuwu Watu Menak Kober berang.


Penguasa Pakuwan Kalindih ini memang sangat merindukan kedatangan adik perempuan satu satunya itu.


Terlebih setelah kepergiannya beberapa waktu lalu akibat ia menolak dinikahkan dengan Akuwu dari Sindur oleh Prabhu Watu Menak Koncar, sehingga ia melarikan diri bersama putranya entah kemana.


Hati sang Akuwu sempat merasa bahagia setelah mendengar kedua orang kerabatnya ini menjadi orang dekat dari Prabhu Dewangga Sena di Kotaraja Medang Kemulan.


Itu artinya ada kesempatan baginya untuk dapat melakukan pendekatan kembali ke Kotaraja Medang Kemulan.


Namun tampaknya usaha yang ingin di rintisnya ini akan menemui jalan buntu akibat ulah dari Putri Prabhu Watu Menak Koncar kakaknya itu.


Hehh, tentu Prabhu Dewangga Sena akan segera mengirimkan pasukan nya yg besar untuk datang kemari dan membumi hanguskan Kalindih ini, berkata dalam hati sang Akuwu.

__ADS_1


Sambil duduk termenung, Akuwu Watu Menak Kober menyruruh seorang prajurit untuk memanggil salah seorang penasehat terbaiknya .


" Prajurit, cepat panggil kemari, resi Utawa,..!" seru Akuwu Watu Menak Kober.


" Sendika Gusti Akuwu..!" sahut prajurit tersebut.


Sambil menunggu kedatangan orang terdekatnya ini, Akuwu Watu Menak Kober masih memikirkan, apa maksud kedatangan dari adiknya itu.


Apakah mereka memang sengaja diutus oleh Prabhu Dewangga Sena untuk datang kemari, atau hanya ingin berkunjung seperti biasa saja,. demikian lah pertanyaan yang menyelimuti hati dari Akuwu Watu Menak Kober tersebut.


Lain hal nya dengan Akuwu Watu Menak Kober yg tengah risau mengenai keberadaan adiknya tersebut.


Seorang prajurit pengawal dari Kotaraja Medang Kemulan yg di perintahkan untuk melaporkan kejadian di perbatasan Kalindih itu terlihat terjatuh dari atas punggung kudanya, dan dalam keadaan pingsan.


Dan salah seorang warga desa menemukan nya dalam keadaan masih pingsan.


Siapakah prajurit ini, apakah ia seorang prajurit dari Kalindih atau prajurit dari Kotaraja, ahh lebih baik segera ku bawa saja ke rumah Panewu,.berkata dalam hati nya.


Orang yang menemukan prajurit Medang Kemulan ini lantas membawa nya ke kediaman Panewu Langgrah.


Sesampainya di tempat tersebut, alangkah terkejutnya pemimpin kepaneon Langgrah ini atas di temukannya salah seorang prajurit dari Kotaraja Medang Kemulan tersebut.


" Siapakah orang yang kau bawa itu sepertinya ia adalah prajurit dari Kotaraja,..?" tanya Panewu Langgrah.


" Entahlah, Panewu, tadi aku menemukan nya di tepi jalanan menuju Pakuwan Kalindih, dan seperti nya ia memang seorang prajurit namun aku tidak tahu apakah ia seorang prajurit Medang Kemulan atau prajurit dari Kalindih,.!" jawab orang tersebut.


Kemudian Panewu Langgrah segera mempersilahkannya membawa masuk prajurit tersebut, agar dapat di pastikan berasal darimana.


Setelah di teliti lebih jauh lagi oleh sang Panewu , tahulah pemimpin kepaneon Langgrah ini bahwa benar adanya, prajurit tersebut memang dari Kotaraja Medang Kemulan.


" Cepat panggilkan, Rasawana, kita harus segera menyembuhkan nya,.!" ujar Panewu Langgrah kepada orang tersebut.


" Baik , Panewu,..!" jawab orang tersebut.


Ia pun berlalu dari kediaman dari Panewu Langgrah ini menuju rumah orang yg di panggil Rasawana tersebut.


Sementara itu , Panewu Langgrah berusaha menyadarkan prajurit tersebut dengan beberapa kali menitikkan air ke wajah prajurit tersebut.


Dan di lihatnya tidak jauh dari tempatnya berbaring ini ada seorang yg sepertinya ia kenal.


" Siapakah saudara ini,..?" tanya prajurit itu lagi.


Ia nampak berusaha untuk bangkit , seraya berkata lagi,.


" Aku harus segera melapor kepada Gusti Prabhu,..ahh,..!" ucap nya namun ia kembali terjatuh lagi .


" Tenangkan lah dirimu, kini dirimu berada di Langgrah, katakan lah apa yg telah menimpa dirimu,..?" ucap Panewu Langgrah .


Prajurit tersebut lantas menatap tajam ke arah sang Panewu, ia memang belum pulih benar kesadarannya, hingga benar benar dirinya mengenal lawan bicaranya ini barulah prajurit tersebut berkata lagi,.


" Syukurlah , aku bertemu dengan mu Panewu, cepat kirimkanlah seorang pengawal Langgrah ini untuk memberitahukan kepada sang Prabhu bahwa adiknya Pangeran Turangga Sena dan Ratu Ayu Tunggarani telah di tahan oleh Putri Dyah Wikamini,..aa, aaaah,..!" kata prajurit tersebut .


Dan begitu ia mengatakan hal tersebut maka tubuhnya pun kembali pingsan.


Tampaknya ia banyak mengeluarkan darah sehingga harus pingsan lagi,..berkata dalam hati Panewu Langgrah.


Tidak menunggu lama, sang Panewu kemudian memerintahkan kepada dua orang pengawal kepaneon Langgrah agar memberitahukan bahwa yg telah dikatakan oleh prajurit tersebut.


Dua ekor kuda segera berlari cepat meninggalkan kepaneon Langgrah menuju istana Medang Kemulan.


Bersamaan itu pula datanglah Rasawana yg ingin mengobati prajurit tadi.


Dua hari telah berlalu, dan pengawal Kepaneon Langgrah ini pun telah tiba di istana Medang Kemulan, mereka berdua langsung menghadap kepada Sri Prabhu Dewangga Sena dalam bilik nya , karena pada saat itu adalah hari dimana sang Prabhu tidak sedang berada dalam istananya.


Ia lebih banyak menghabiskan waktunya dalam taman istana yg berhadapan langsung dengan biliknya, sekaligus melihat keadaan dari keluarga Prabhu Watu Menak Koncar yg ia tempatkan pada Kaputren.


Akan tetapi tetap saja sang Prabhu mau menerima orang yang akan menghadapnya , terlebih apabila orang tersebut berasal dari luar Kotaraja.

__ADS_1


Bahkan ia pun sangat terkejut ada utusan yg datang dari kepaneon Langgrah tersebut.


Apakah Panewu Langgrah ingin menuntut mengenai Cempogo dan Langgrah yg akan menjadi Pakuwan, berkata dalam hati sang Prabhu.


Kemudian dua utusan dari Kepaneon Langgrah ini duduk bersimpuh di hadapan sang Prabhu.


" Ada apa kalian berdua datang kemari, apakah ada sesuatu yang terjadi di Langgrah,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena kepada pengawal kepaneon Langgrah itu.


" Ampunkan kami , Gusti Prabhu, memang ada sesuatu yg penting yg hendak kami laporkan,..!" ucap Pengawal Kepaneon Langgrah.


" Apakah itu, pengawal,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena bertambah heran.


Secara singkat pengawal kepaneon Langgrah ini menceritakan apa yg telah terjadi dengan salah seorang prajurit yg menjadi pengawal Ratu Ayu Tunggarani . Bahwa prajurit tersebut mereka temukan dalam keadaan terluka dan menyebutkan bahwa Ratu Ayu Tunggarani telah di tahan oleh keponakan nya sendiri, putri Dyah Wikamini.


" Ha,..benarkah yg telah kau ucapkan itu, pengawal,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena keras.


" Demikian lah adanya , Gusti Prabhu,..!" sahut pengawal Kepaneon Langgrah ini.


Wajah sang Prabhu langsung memerah, ia pun lantas memanggil salah seorang prajurit seraya berkata,.


" Segera panggil kemari Paman patih Watu Giring dan Panglima Garega, aku ingin berbicara dengan mereka,.!" sebut Prabhu Dewangga Sena kepada prajurit tersebut.


" Sendika Gusti Prabhu,..!" jawab prajurit pengawal istana itu.


Ia pun lantas meninggalkan Prabhu Dewangga Sena dan dua orang pengawal Kepaneon Langgrah itu guna menjalankan titah sang Prabhu.


Dan tidak terlalu lama , kedua orang yg di panggil itupun tiba di hadapan sang Prabhu.


" Ampunkan hamba Gusti Prabhu, ada titah apakah yg harus kami kerjakan sehingga Gusti Prabhu memanggil kami berdua,.?" tanya Patih Raden Watu Giring.


Prabhu Dewangga Sena menatap kepada kedua orang yg menjadi kepercayaan nya ini.


Ia bangkit berdiri dan berkata,.


" Begini Paman Patih,..telah terjadi sesuatu yg tidak diinginkan atas dimas Turangga Sena dan ibunda Ratu Tunggarani, mereka dengan para prajurit telah di tahan oleh Wikamini di wilayah Kakindih, jadi untuk itulah aku akan segera berangkat kesana dan membebaskan mereka berdua,.!" terang Prabhu Dewangga Sena.


" Ampunkan hamba Gusti Prabhu, apakah kabar itu memang benar adanya atau hanya semacam perangkap saja agar Gusti Prabhu segera kesana,..?" tanya Panglima Garega.


" Berita itu memang benar adanya, mereka berdua inilah yg telah membawa nya dari Langgrah, dan atas perintah salah seorang prajurit pengawal yg berhasil melarikan diri, Panglima Garega,..!" sahut Prabhu Dewangga Sena.


Ia pun meminta kepada keduanya untuk menceritakan apa yg telah menimpa prajurit pengawal terpilih tersebut , sehingga mereka harus diutus ke Kotaraja ini.


Kembali kedua orang utusan dari Kepaneon Langgrah itu menceritakan kembali apa yg telah terjadi di Langgrah.


Setelah mendengar hal tersebut, yakinlah kedua pembesar kerajaan Medang Kemulan tersebut sehingga mereka pun menyetujui Prabhu Dewangga Sena berangkat kesana.


" Apakah Gusti Prabhu ingin disertai dengan para prajurit Medang Kemulan ini,..?" tanya Panglima Garega.


" Tidak , Aku ingin berangkat sendiri saja kali ini , Panglima Garega,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena tegas.


" Apakah tidak akan membahayakan keadaan Gusti Prabhu,..?" tanya Patih Raden Watu Giring.


" Tidak, dan kuperintahkan kepada kalian berdua untuk menjaga istana ini dengan baik selama kepergian ku,.!" jelas Prabhu Dewangga Sena


" Sendika Gusti Prabhu, kami akan menjaganya dengan segenap kemampuan kami, dan mudah mudahan Gusti Prabhu pun mampu mengatasi persoalan tersebut,!" sahut Patih Raden Watu Giring.


" Akan tetapi, menurut ku lebih baik kita kirim pasukan saja guna memberantas Putri Wikamini itu Gusti Prabhu, sebelum masalahnya menjadi lebih besar lagi,..!" ungkap Panglima Garega.


Panglima kerajaan Medang Kemulan ini memang seorang yg berjiwa prajurit, dan sangat berkeinginan untuk menundukkan Pakuwan Kalindih dengan jalan peperangan.


" Jangan , panglima Garega, belum saatnya kita untuk menyerang Kalindih, nanti akan berkibat buruk terhadap Dimas Turangga Sena dan Ratu Ayu Tunggarani,. aku belum ingin kehilangan mereka,..!" jelas Prabhu Dewangga Sena.


Dan akhirnya di sepakati bahwa sang Prabhu sajalah yang akan berusaha untuk membebaskan adiknya itu tersebut.


Meski demikian ada perasaan yg kurang pas menurut dari kedua orang kepercayaan nya ini.


Sehingga keduanya pun bersepakat untuk mengirimkan beberapa prajurit pasukan khusus yang akan memabayangi pergerakan junjungan nya itu.

__ADS_1


" Tugas kalian adalah untuk menyelamatkan Gusti Prabhu,.tidak ada yg lain,..!" jelas Panglima Garega kepada para prajurit nya ini.


Dan segera mendapat kan anggukan kepala oleh para prajurit yg tengah disiapkan .


__ADS_2