
Tidak menunggu lama, seekor kuda berlari dengan kencang nya mengarah ke selatan, dan diatas punggung kuda tersebut duduk dengan tenang nya Brojo Lungguk , bekas begal yg kini telah mengabdi pada Pangeran Dewangga Sena yg telah menolong nya dari kematian. Ia kini mendapatkan tugas untuk membunuh utusan Medang Kemulan
Kuda yang di tunggangi oleh Brojo Lungguk ini seperti kesetanan , sangat kencang larinya, dan memang kuda tersebut bertubuh besar dan tegar.
Aku harus dapat mencegat prajurit Medang Kemulan itu, berkata dalam hati, Brojo Lungguk.
Sehingga ia harus memacu kudanya dengan sangat kencang.
Sementara itu, Bekel Suranggan yg mendapatkan perintah untuk menyampaikan pesan panglima Raden Naruttala kepada Akuwu Kalindih, Akuwu Watu Menak Kober tidak terlalu berjalan terburu- buru . Setelah menginap satu malam di sebuah padesan , ia pun melanjutkan perjalanan nya lagi menuju Kalindih.
Bekel prajurit sandi kerajaan Medang Kemulan ini tampaknya memang tidak terlalu terikat oleh batasan waktu , sehingga ia dengan santainya menjalankan kudanya.
Ketika seharian melakukan perjalanan , tibalah ia di sebuah hutan yg tidak terlalu lebat, karena setelah hutan tersebut ada perkampungan di baliknya.
Memang saat itu matahari sudah merendah di ufuk barat, Bekel Suranggan memutuskan untuk berhenti saja di tepi hutan tersebut.
Sambil membuka bekal yg di dapatnya dari desa yg di laluinya tadi maka Bekel prajurit sandi Medang Kemulan ini pun mencari tempat yang cocok buat nya menginap malam ini.
Bekel prajurit sandi Medang Kemulan ini kemudian berkeliling sebentar, setelah ia mendapatkan tempat yang cocok buatnya menginap malam itu barulah, ia membawa kudanya ke tempat tersebut.
Di dekat sebuah sendang yg berair jernih , Bekel Suranggan kemudian menambatkan kudanya, sedang ia sendiri pun segera mandi guna membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai. barulah ia memanjat sebatang pohon yang cukup besar dan tidak jauh tempatnya dari sendang tersebut.
Pada malam itu , Bekel Suranggan tidak menemui masalah apa pun , ia dengan tenang dapat melepaskan penatnya setelah seharian melakukan perjalanan.
Hehh, sebenarnya lebih enak kalau tidur di desa itu , pikirnya dalam hati sambil memejamkan matanya.
Saat menjelang pagi,..lamat lamat, Bekel Suranggan mendengar derap langkah kaki kuda yang tampaknya di pacu cukup kencang.
Naluri Bekel prajurit sandi ini kemudian berkata , jelas orang tersebut bukanlah seorang yang baik. Di pagi buta telah memacu kudanya dengan kencang , pikir Bekel Suranggan.
Maka ia pun segera membawa kudanya agak masuk ke dalam hutan guna menyembunyikan nya. Sedangkan ia sendiri kembali naik ke atas pohon yang berada di dekat jalanan.
Saat masih gelap , nampak oleh Bekel Suranggan lah seseorang yang cukup terkenal dengan nama besar nya di tlatah kerajaan Medang Kemulan ini yaitu Brojo Lungguk.
Bekas begal ini lewat tidak terlalu jauh dari Bekel Suranggan berada.
Hahh, Brojo Lungguk,..untuk apa ia berada disini, apakah ia tidak takut bertemu dengan para prajurit dari Kalindih, bertanya dalam hati Bekel Suranggan.
Akan tetapi , menurutnya ini ada hubungan nya dengan dirinya yg mendapatkan perintah untuk menyampaikan pesan kepada Akuwu Kalindih.
Hei , jangan jangan ia tengah membuntuti diriku,.. berseru dalam hati Bekel prajurit sandi Medang Kemulan ini.
Maka dengan cepat, Bekel Suranggan turun dari pohon itu dan menuju kudanya.
Sementara itu Brojo Lungguk yg telah melewati hutan tersebut terus saja melaju menuju desa yg berada di balik hutan ini.
Sesaat tiba di desa yg merupakan wilayah dari Pakuwan Kalindih itu, Brojo Lungguk turun dari kudanya.
Ia segera bertanya kepada salah seorang penduduk desa yg akan berangkat ke sawahnya.
" Maaf sebelumnya Kisanak,.. apakah Kisanak ini pernah melihat seorang yang berpakaian prajurit lewat dari sini,..?" tanya nya.
" Ngg,..anu ,..setahu saya sejak tadi malam tidak ada orang yang melintasi desa kami, kisanak,..!" sahut lelaki tua itu.
" Oo,.. kalau begitu , terima kasih,..kisanak,..!" ucap Brojo Lungguk.
Ia pun segera melompat ke atas punggung kudanya dan memutar balik arah tujuannya.
Maka ia pun mendekati hutan yang telah di laluinya itu.
Jangan sebut , nama nya Brojo Lungguk kalau tidak dapat menemukan jejak, sebagai orang yang berkecimpung di dunia hitam, tentu naluri memburunya amat sangat jelas mumpuni.
Ketika ia berbalik arah, perlahan ia meneliti jalanan yg telah di laluinya itu. Dengan di bantu cahaya mentari yang perlahan telah memancarkan sinarnya, Brojo Lungguk meneliti jalanan tersebut.
Ia meyakini bahwa prajurit dari Kotaraja Medang Kemulan ini belum lewat.
Ia terus saja masuk kembali ke dalam hutan tersebut, namun belum juga menemukan jejak jejak buruan nya.
Kalau menurutku, jika orang tersebut tidak berhenti tentu ia sudah tiba di desa itu, berkata dalam hati Brojo Lungguk.
Dengan menjalankan kudanya perlahan , bekas begal yg di takuti ini melewati hutan tersebut.
Baru setelah ia keluar dari tempat itu ia menemukan , jejak jejak kaki kuda yang lain yg bukan miliknya.
" Huffhh,..!"
Brojo Lungguk turun dari kuda nya , ia melihat lebih jelas bekas bekas telapak kaki kuda itu. Ia mengambil tanah bekas jejak kaki kuda ini dan mencium nya.
Sepertinya jejak kaki kuda ini belum terlalu lama, katanya dalam hati.
__ADS_1
Brojo Lungguk naik kembali ke atas punggung kudanya dan langsung mengikuti ke arah mana jejak tersebut berjalan. Sampai pada sebuah sendang jejak kaki kuda itu menghilang.
Ternyata , cukup pintar juga prajurit Medang Kemulan ini, berkata dalam hati bekas begal ini.
Ia pun segera mengedarkan pandangan nya ke sekeliling tempat itu, dan menemukan beberapa ranting kayu yang patah akibat bekas terinjak kaki kaki kuda.
Brojo Lungguk bersiap, ia segera mencabut goloknya. Dengan siaga tingkat tinggi , orang yang menjadi suruhan panglima Raden Naruttala ini berjalan perlahan mendekati tempat yang bekas di lalui oleh Bekel Suranggan ini.
Sambil menajamkan pendengarannya, Brojo Lungguk terus mendekati tempat itu.
Dan,..
" Swinnnng,..!"
" Triinnnnng,..!"
" Hehh,...keluar lah Kisanak,..!" seru Brojo Lungguk.
Ia mendapatkan serangan gelap dari balik gerumbul semak belukar, berupa senjata rahasia, akan tetapi dengan sangat cepat Brojo Lungguk mampu memukul jatuh senjata itu.
Tidak terlalu lama dari balik gerumbul semak belukar itu terdengar teriakan,..
" Hiyyyahh,.. heahh, heaahhh,..!"
Seekor kuda berlari cukup kencang di atas nya tampak seorang yang berpakaian prajurit Medang Kemulan menuju Brojo Lungguk yg masih berdiri tegak.
" Hufhhh,..!"
Bekas begal itu langsung melompat ke samping guna terhindar dari tabrakan kuda yang berlari cukup kencang tersebut.
Sementara penunggang kuda itu yg tiada lain adalah Bekel Suranggan berlalu cukup cepat dari tempat itu.
" Hei,..tungguuu,..!" teriak Brojo Lungguk.
Ia pun buru buru naik ke atas punggung kudanya dan langsung mengejar prajurit Medang Kemulan itu.
" Heaahhh,.. heaahhh,..!"
Brojo Lungguk memacu kudanya mengejar Bekel Suranggan yg telah berada agak jauh di depan nya.
Akan tetapi bukan Brojo Lungguk namanya jika ia tidak memiliki kemahiran menunggang kuda nya.
Dengan cepat ia dapat memangkas jarak nya dengan Bekel Suranggan.
" Hiyyyahh,.."
" Siiiing,..!"
" Cleeppz,.."
" Hiiiikkhh,.."
Kuda yang di tunggangi oleh Bekel Suranggan mendadak melonjak tinggi ke atas kemudian ambruk jatuh ke atas tanah.
Bekel Suranggan sendiri meloncat dan berhasil mendarat dengan sempurna di atas tanah tanpa terluka sedikit pun.
Rupanya, senjata rahasia yang di lepaskan oleh Brojo Lungguk mengenai kaki sebelah kanan dari kuda tunggangan Bekel Suranggan.
" Apa maksudmu menghadangku,..!" tanya Bekel Suranggan dengan suara bergetar.
Setelah ia melihat Brojo Lungguk mendekatinya dengan perlahan.
" Sudah aku katakan kepadamu , untuk menungguku , mengapa tidak kau hiraukan,..!" balas Brojo Lungguk.
Ia pun melompat turun dari kudanya.
Kedua orang itu saling berhadapan dalam jarak yang tidak terlalu jauh.
" Kutanyakan sekali lagi, apa maksudmu menghadangku,..?" tanya Bekel Suranggan lagi.
" Aku menginginkan nyawa mu,..!" sergah Brojo Lungguk.
Kali ini bekas begal itu berkata apa adanya, karena memang ia telah melihat ciri ciri yg di sebutkan oleh prajurit Medang Kemulan yg di utus oleh Bekel Ampaian itu ada pada orang yang ada dihadapan nya ini.
" Dasar Begal,..*******,..terima ini ,..heahhh,..!" teriak Bekel Suranggan.
Ia langsung menyerang Brojo Lungguk dengan pedang nya.
" Traang,..!"
Yg di serang tidak bergeser , ia memapasi serangan Bekel Suranggan ini dengan goloknya sehingga terjadilah benturan kedua senjata tersebut.
__ADS_1
Sekejap kemu, terjadilah pertarungan antara keduanya, Brojo Lungguk yg kali ini tidak seperti biasanya, ia kali ini tidak akan merampok melainkan membunuh utusan Kerajaan Medang Kemulan itu.
Serangan yg di lakukan oleh bekas begal terlihat agak lamban namun sangat bertenaga,.. beberapa kali benturan senjata membuat tubuh dari Bekel Suranggan ini harus bergetar hebat.
Selain memang tubuh dari Brojo Lungguk yg luamyan besar, tenaga dalam nya pun sangat tinggi pula.
Meski Bekel Suranggan memiliki kecepatan yang luar biasa, tetapi perlahan ia mengalami kesulitan, setelah semua serangan nya mampu di mentahkan oleh Brojo Lungguk dengan mudahnya.
" Cepat, serahkan surat yg kau bawa itu kepadaku,..!" teriak Brojo Lungguk.
" Kau dapat mengambil sendiri jika mampu ,.. hiyyyahh,..!" jawab Bekel Suranggan.
Kembali Bekel prajurit sandi Medang Kemulan ini bergerak menghindari serangan yg di lancarkan oleh Brojo Lungguk.
Golok di tangan Bekas Begal ini seolah olah memiliki mata saja, kemana Bekel Suranggan bergerak, golok tersebut pun mengikuti nya.
Beberapa kali Bekel Suranggan harus melompat menjauh menghindari serangan yg cukup berbahaya itu.
Ternyata nama besar Brojo Lungguk ini bukan isapan jempol belaka, aku harus dapat meninggalkan nya , ucap Bekel Suranggan dalam hati.
Bekel prajurit sandi Medang Kemulan ini merasa tidak akan mampu mengatasi lawannya kali ini.Walaupun sebenarnya ilmu dirinya tidak lah rendah, tetapi ketika harus berhadapan dengan Brojo Lungguk ia merasa sulit untuk memenangkan pertarungan, jadi jalan satu satunya adalah melarikan diri dari tempat itu agar pesan yg di bebankan ke atas pundaknya dapat di laksanakan.
Brojo Lungguk bukan nya tidak mengerti dengan jalan pikiran lawannya ini, karena ketika ia semakin mendesak, Bekel Suranggan malah hanya berusaha untuk mudur saja.
" Heaahh,..****** kau ,..!" teriak Brojo Lungguk.
Ia menebaskan goloknya mendatar mengarah dada dari Bekel Suranggan,..namun orang suruhan dari Panglima Naruttala ini segera melompat mundur.
Brojo Lungguk terus mencecarnya dengan sabetan terarah pada paha dari Bekel Suranggan, disusul kemudian tebasan mengarah perut.
" Traangg,..!"
Bekel Suranggan segera menangkis serangan tersebut dengan pedangnya, tetapi kali Brojo Lungguk meneruskan serangan nya pada leher Bekel Suranggan.
Orang kepercayaan dari panglima Raden Naruttala ini menundukkan kepalanya, tetapi ternyata gerakan nya ini telah di ketahui oleh Brojo Lungguk, maka kepalan tangan kiri dari bekas begal ini langsung menghantam wajah nya.
" Dhuggh,..!"
Tubuh dari Bekel Suranggan terdorong mundur dan dalam keadaan limbung setelah mendapatkan pukulan yang sangat bertenaga itu,.ia goyah meski tidak terjatuh.
Tidak menyia -nyiakan kesempatan , Brojo Lungguk langsung menerjang dengan goloknya.
" Hiyyyahh,..!"
" Craaaashh,..!"
" Beugghhh,..!"
Golok di tangan Brojo Lungguk ini langsung bergerak menebas batang leher Bekel yg naas itu hingga memotong nya putus.
Kepala Bekel Suranggan terlepas dari badan nya dan jatuh ke tanah, bersamaan itu pula tubuhnya pun roboh.
Darahnya muncrat dan mengenai wajah Brojo Lungguk.
" Hehh,..belum kenal dengan siapa kau berhadapan,..!" ucap Brojo Lungguk pelan.
Ia segera memeriksa tubuh Bekel Suranggan ini, dan hatinya bergembira ketika menemukan sebuah lontar yang ada di balik baju Bekel prajurit sandi Medang Kemulan ini.
Sekejap Brojo Lungguk membuka dan membaca isinya, kemudian surat itu ia masukan ke dalam bajunya.
Segeralah ia kembali ke kudanya. Ia membawa kuda tunggangan nya ini kembali ke Sendang yg berair jernih, Brojo Lungguk membersihkan wajah dan tubuh nya yg terkena darah dari Bekel Suranggan yg telah tewas dengan kepala berpisah dari tubuhnya.
Setelah selesai , Brojo Lungguk langsung memacu kudanya meninggalkan tempat itu.
**********
Sementara itu, di Pakuwan Pamintihan, Pangeran Dewangga Sena tampaknya telah siap berangkat membawa sepasukan besar prajurit Pakuwan Pamintihan.
Ia sengaja memajukan rencananya karena mendengar bahwa Kotaraja Medang Kemulan telah mendengar semua gerakan nya, dan untuk mencegah Prabhu Watu Menak Koncar dapat berbuat banyak dengan waktu yang masih panjang akan membuat rencana nya ini bisa gagal.
Untuk itulah ia mempertaruhkan rencananya ini dengan kecepatan dan ketepatan waktu .
Maka bergeraklah pasukan besar dari Pakuwan Pamintihan yg di pimpin langsung oleh pangeran Dewangga Sena.
Beberapa orang Senopati terbaik dari Pakuwan yg di pimpin oleh Akuwu Manik Rangga ini turut serta pula, seperti Senopati Garega dan Panglima Rakai Parumping.
Oleh paman nya sekaligus mertuanya , Pangeran Dewangga Sena di sarankan membawa Gajah sebagai kendaraan tunggangan nya.
Namun hal ini di tolak oleh Pangeran Dewangga Sena dengan alasan, bahwa hewan itu tidak dapat bergerak cepat seperti kuda.
Maka dengan sebuah kuda yang terbaik yg di miliki oleh Pakuwan Pamintihan ini lah Pangeran Dewangga Sena berangkat menuju ke Cempogo. Karena disana telah menunggu prajurit nya yg di pimpin oleh Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada.
__ADS_1
Iring iringan prajurit ini berangkat dengan tabuhan genderang perang yg di bunyikan. Adalah Putri Dewandhani Maheswari yg nampaknya terpukul dengan keberangkatan pasukan itu. Karena belum ada satu purnama, ia telah di tinggalkan sang suami untuk berperang.
Akan tetapi meskipun bersedih , Putri Dewandhani Maheswari berharap suaminya mampu mengalahkan Prabhu Watu Menak Koncar yg telah berkuasa selama ini setelah mengalahkan mertuanya Prabhu Kreshna Yuda