SASRA WURUK

SASRA WURUK
Prahara di Chandra Bhaga #3.


__ADS_3

Hingga hampir pagi sepasang suami istri ini masih berbincang mengenai keadaan mereka.


Memang Prabhu Dewangga Sena memahami perasaan dari istrinya ini, akan tetapi ia harus menaati dari perintah sang mertua , Akuwu Manik Rangga , ramanda dari permaisuri Dewandhani Maheswari sendiri.


Saat pagi menyapa di bumi pakuwan Pamintihan, tidak seperti biasa Balairung keraton duduk dua orang diatas singgasana nya yaitu Sang Prabhu Dewangga Sena dan Akuwu Manik Rangga.


Dan seluruh pembesar serta petinggi Pakuwan Pamintihan hadir di sana.Mereka telah mendapatkan perintah dari sang Akuwu Manik Rangga untuk dapat hadir pada hari itu.


Karena kini di Pamintihan telah hadir sosok Raja Medang Kemulan yg juga menguasai pakuwan Pamintihan ini.


Sehingga mereka harus tunduk dan patuh terhadapnya.


" Hari ini , kita disini telah kehadiran anakmas Prabhu Dewangga Sena, jadi seperti yg sudah di sepakati bersama, Pamintihan akan segera mengirimkan pasukan untuk membantu Kerajaan Chandra Bhaga,!" ucap Akuwu Manik Rangga


Ia menyambung lagi ucapannya, bahwa seperti juga di ketahui bersama kerajaan Nuwala memliki pasukan yang cukup kuat di tambah lagi para panglima yg terkenal dengan kesaktiannya, untuk itulah pakuwan Pamintihan berharap kepada sang Prabhu dapat memimpin pasukan dari Pamintihan ini agar dapat menahan serangan dari kerajaan Nuwala itu.


" Selain Pamintihan , memang kerajaan Kalingga phura pun akan mengirimkan pasukannya, !" kata Akuwu Manik Rangga lagi.


Lebih jauh penguasa dari Pamintihan ini mengatakan akan segera memberangkatkan pasukan nya pada beberapa hari ke depan.


" Mungkin tidak sampai sepekan , pasukan ini harus sudah bergerak,.!" terang Akuwu Manik Rangga.


Sesudah dirinya menjelaskan keadaan yang akan di hadapi oleh pasukan tersebut, Akuwu Manik Rangga meminta kepada Prabhu Dewangga Sena menyampaikan pesan dalam hal ini.


Putra Prabhu Kreshna Yuda ini tidak banyak memberikan pendapat, dirinya hanya menyebutkan bahwa pasukan yang akan di bawanya ini harus mempersiapkan segala sesuatu nya dalam menghadapi keadaan sesulit apa pun.


" Keberangkatan kita kali ini bukan untuk berplesiran melainkan untuk berperang, jadi aku berharap kepada seluruh prajurit untuk bersiap sedia , apalagi lawan yg akan dihadapi adalah pasukan dari kerajaan Nuwala yg di kenal memiliki kemampuan yang sulit di cari tandingan nya,.. terlebih disana ada seorang panglima yg bernama Gatra Yudapaksa, yg mampu menguasai pasukan nya dengan sangat baik, belum lagi kesaktian nya yg juga sulit untuk di ukur,..!" sebut Prabhu Dewangga Sena.


Memang dari ucapan Prabhu Dewangga Sena ini adalah untuk memacu semangat juang dari para prajurit yg akan di bawanya ini, sebab mereka berperang untuk membantu saudara yg berada di Chandra Bhaga.


Bukan untuk kepentingan pakuwan Pamintihan ini, sang Prabhu tidak mengharapkan para prajurit nya itu akan separoh hati menghadapi perang ini yg tentu akan merugikan mereka sendiri.


Setelah pertemuan di Balairung keraton Pamintihan ini, kesibukan pun terjadi disana.


Pada keesokan harinya, seluruh perwira dan pejabat tinggi Pakuwan Pamintihan segera menyiapkan pasukan untuk di bawa ke Chandra Bhaga.


Karena jumlah yang cukup besar, membuat kesulitan tersendiri bagi Panglima Rakai Parumping yg bertugas melaksanakan nya.


Orang kepercayaan dari Akuwu Manik Rangga ini memang dibantu para perwira nya , hingga ia melaporkan kepada Prabhu Dewangga Sena dan juga Akuwu Manik Rangga atas kesiapan prajurit nya tersebut.


" Baiklah , jika memang semua nya telah selesai dan sudah siap untuk berangkat , maka akan ku putuskan besok kita berangkat menuju Kerajaan Chandra Bhaga,.!" ungkap Prabhu Dewangga Sena.


Dan di setujui pula oleh Akuwu Manik Rangga.


Persiapan pasukan itu telah rampung, sebagai pertanda bahwa Prabhu Dewangga Sena akan segera meninggalkan Pakuwan Pamintihan.


Permaisuri Dewandhani Maheswari terlihat bertambah sedih, dan ini dirasakan pula oleh Prabhu Dewangga Sena.


" Sudah lah Diajeng, doakanlah Kangmas agar tetap selamat dan dapat berkumpul lagi,.!" ujar Prabhu Dewangga Sena kepada permaisuri nya ini.


Yg diajak bicara malah kepalanya di tekuknya, bulir bulir airmata telah mengembang di sudut matanya, tidak lama kemudian ia terisak -isak menangis.


" Aku tentu akan mendoakan Kangmas Prabhu, namun rasa khawatir akan apa yg akan terjadi setelah perang berakhir lah yg membuat diriku sulit untuk membayangkan nya,.!" ucapnya sambil tetap saja menangis.


" Jangan terlalu banyak di bayangkan , asalkan Kangmas selamat itu sudah sangat baik , dan kita tetap dapat berkumpul di Medang Kemulan lagi,.!" kata Prabhu Dewangga Sena menghibur istrinya ini.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka menghabiskan malam itu hanya berdua saja tanpa ada yang mengganggunya.


Sesaat kemudian ketika fajar tiba di ufuk timur, pasukan yang besar dan di pimpin oleh Prabhu Dewangga Sena ini bergerak meninggalkan Pakuwan Pamintihan.


Tidak lupa pula sang Prabhu menitipkan pesan kepada salah seorang Bekel prajurit Pamintihan untuk menyampaikan nya ke Kotaraja Medang Kemulan.


Bagaimanapun juga dirinya harus melakukan hal tersebut agar tidak terjadi kecemasan di Kotaraja Medang Kemulan sendiri.


Dengan gegap gempita pasukan tersebut berjalan secara rapi dan berurutan , dengan membawa banyak kelebet, tunggul dan rontek sebagai pertanda bahwa pasukan yang berangkat ini datangnya dari Medang Kemulan tepatnya lagi dari Pakuwan Pamintihan.


" Berapa lama kita baru tiba di Kerajaan Chandra Bhaga itu, Paman Rakai Parumping,.?" tanya Prabhu Dewangga Sena.


" Mungkin hampir sepekan Gusti Prabhu, atau paling cepat lima hari,..!" sahut Panglima Rakai Parumping.


Gerak laju pasukan yang mengular panjang ini memang terasa sangat lamban, karena mereka membawa pula beberapa peralatan dan bahan makanan yang di letakkan di beberapa pedati yg mengangkutnya.


Sedangkan di istana Pakuwan Pamintihan sendiri , permaisuri Dewandhani Maheswari yg tidak mengerti jalan pikiran dari kedua orang tuanya ini langsung menanyakan hal tersebut.


" Mohon maaf sebelumnya, Ramanda Akuwu dan ibunda Ratu, mengapa kah harus Kangmas Prabhu Dewangga Sena yg harus memimpin pasukan itu,..?" tanyanya.


Kedua orang tua nya saling berpandangan mendapatkan pertanyaan seperti itu, padahal ketika mereka bertanya kepada putrinya ini sebelum nya seolah tidak terjadi apa-apa.


" Apa maksudmu Maheswari,.?" tanya ibunda Ratu.


Permaisuri Dewandhani Maheswari kemudian menjelaskan pertanyaan tadi dengan mengatakan bahwa suaminya itu dapat saja terbunuh di medan peperangan.


" Kamu ini aneh Maheswari, ramanda memilih anakmas Prabhu memimpin dan sekaligus sebagai Senopati Agung pasukan tersebut di karenakan Ramanda mengetahui sampai dimana tingkat kesaktian dari suami mu, tidak ada yg perlu di khawatirkan,.!" terang Akuwu Manik Rangga kepada putrinya ini.


Merasa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan hatinya kembali dirinya maksud arah tujuan pertanyaan nya tadi.


" Mempersulitkan kedudukan mu , apa maksudmu Maheswari,.?" tanya Ibunda Ratu tidak mengerti.


" Bunda Ratu , dengan mengirimkan Kangmas Prabhu ke kerajaan Chandra Bhaga itu artinya bahwa ibunda dan Ramanda telah berusaha untuk mendekatkan Kangmas Prabhu dengan Putri Pawawaitra Kirana dan dengan kedekatan itu maka akan timbul rasa antara seorang lelaki dan seorang perempuan, ibunda dan Ramanda tentu akan tahu kelanjutan nya,.!" terang Permaisuri Dewandhani Maheswari agak keras.


" Hehh,..!"


Ibunda Ratu , istri dari Akuwu Manik Rangga tidak menyangka akan mendengar pendapat putrinya yang nampaknya sangat cemburu bahkan dapat di katakan membabi buta.


" Putriku, Maheswari,..memang kami menunjuk Anakmas Prabhu Dewangga Sena berangkat ke Kerajaan Chandra Bhaga adalah dapat bertemu dengan putri Pawawaitra Kirana, dan memang ada niatan diantara kami ini untuk menjodohkan mereka berdua,.!" ungkap Akuwu Manik Rangga pelan.


" Hahhh,..!"


Kali ini permaisuri Dewandhani Maheswari yg terkejut bukan kepalang mendengar penuturan dari Ramanda nya ini, sungguh dirinya tidak menyangka bahwa ternyata keadaan ini memang sengaja mereka ciptakan.


" Apakah ibunda dan Ramanda tidak kasihan terhadap diriku ini, Maheswari ini adalah anak dari Ramanda dan ibunda ,mengapa setega itu terhadapku,.hik, hik, hu, hu, hu,.!" seru Permaisuri Dewandhani Maheswari.


Tangis langsung pecah dari istri Prabhu Dewangga Sena ini setelah mendengar apa yg menjadi keresahan, ternyata semuanya berasal dari keduanya, sungguh ia amat tidak menyangka, sampai hati keduanya berbuat demikian.


Melihat hal tersebut, ibunda ratu segera memeluk putrinya dan berkata pelan di telinga nya.


" Tenanglah Maheswari, tabahkanlah dirimu, Ramanda dan ibunda melakukan ini semua demi keutuhan negeri ini dan jika rencana kami berdua ini memang berhasil akan membuat kerajaan Medang Kemulan ini bertambah besar dan luas, !" ungkap nya.


" Tetapi mengapa ibunda dan Ramanda sampai hati melakukan hal ini kepada Maheswari ,bukankah jika Kangmas Prabhu memiliki seorang istri lagi tentu hatinya akan terbagi, sungguh Maheswari tidak mengerti, kalian membiarkan diriku berbagi suami dengan perempuan yg lain,.!" jelas Permaisuri Dewandhani Maheswari sambil tetap terisak-isak menangis.


Ibunda Ratu kembali menjelaskan kepada putri nya ini bahwa saat ini pun putrinya itu telah berbagi suami dengan perempuan lain, yg menjadi selir dari Prabhu Dewangga Sena.

__ADS_1


" Bukankah putri dari desa Lohsari itu kini telah menjadi garwa ampil dari Anakmas Prabhu Dewangga Sena, dan itu artinya saat ini pun dirimu telah berbagi dengan perempuan lain,..!" terang nya.


" Itu berbeda ibunda Ratu, Kintan Suri memang menjadi istri Kangmas Prabhu, tetapi ia tidak mendapatkan hak atas apa yg ada di Medang Kemulan ini, walaupun dirinya mendapatkan keturunan dari Kangmas Prabhu tentu tidak dapat mewarisi tahta kerajaan Medang Kemulan berbeda dengan putri Pawawaitra Kirana, tentu diri nya akan menjadi saingan dari anak-anakku kelak, ibunda,.!" terang Permaisuri Dewandhani Maheswari.


" Sebenarnya ketakutan mu itu tidak berasalan Maheswari anakku, sebab jika memang anakmas Prabhu memiliki keturunan dari Putri Pawawaitra Kirana, tentu akan mewarisi dari kerajaan Chandra Bhaga bukan di Medang Kemulan, dan satu hal yang perlu dirimu ingat, setelah diangkat menjadi seorang raja, anakmas Prabhu Dewangga Sena bebas mengambil seorang perempuan manapun juga sebagai istrinya, itu merupakan hak nya dan dirimu tidak dapat menghalanginya, jadi kalau menurut Ramanda , saat ini dirimu harus mendoakan agar ia dapat memenangkan peperangan dan anak ku ini pun dapat memenangkan hatinya,.!" kata Akuwu Manik Rangga.


Dengan panjang lebar penguasa dari Pakuwan Pamintihan ini memberikan gambaran tentang keadaan dari putrinya ini, terlebih setelah mereka mendengar Putri Pawawaitra Kirana telah mengeluarkan sayembara kepada siapa saja yg dapat mengalahkan dan membunuh Prabhu Banyak Wulung, dirinya akan bersedia menjadi istrinya.


Oleh sebab itulah Akuwu Manik Rangga ini mengirimkan sang menantu untuk berangkat meski sebenarnya hatinya amat sedih jika harus melihat putrinya ini membagi suaminya dengan perempuan lain.


Namun sangat wajar jika anakmas Prabhu memiliki banyak istri, selain masih muda dan tampan , ia juga memiliki kemampuan yang sangat tinggi , sehingga dapat diharapkan untuk mampu mengalahkan Prabhu Banyak Wulung itu, berkata dalam hati Akuwu Manik Rangga.


Sedangkan permaisuri Dewandhani Maheswari putrinya ini langsung pergi dari situ meninggalkan mereka berdua , hati dari Ratu kerajaan Medang Kemulan itu teramat sakit atas apa yg telah terjadi.


Kedua orang tuanya lah yg telah merancang suaminya untuk memiliki istri lagi, terlebih dirinya tahu Putri Pawawaitra Kirana itu memiliki kecantikan yang luar biasa, ia tidak dapat menerima nya.


Ketika ibundanya akan mengejar nya , di cegah oleh Akuwu Manik Rangga.


" Jangan,..!" seru sang Akuwu.


" Kenapa, Kangmas,..?" tanya Istri nya.


" Biarkan saja ia menenangkan dahulu perasaan nya, bagaimana pun kita harus mengerti perasaan nya saat ini , perempuan mana yang ingin berbagi suami dengan perempuan lain biarkanlah, nanti jika sudah tenang nanti baru dirimu datangi,.!" jelas Akuwu Manik Rangga.


Akhirnya istrinya ini pun menganggukkan kepalanya, ia pun mengerti dengan ucapan dari Akuwu Manik Rangga suaminya itu.


**************


Sementara itu jauh dari Pakuwan Pamintihan di sebelah barat dari kerajaan Medang Kemulan itu, dalam sebuah istana , tengah duduk dengan anggunnya seorang perempuan cantik yang menggunakan mahkota yg bertatakan intan berlian berkilauan dengan d padu padankan emas yang berwarna kekuningan.


Meski terlihat sangat anggun dan elegan, namun raut wajah perempuan itu terlihat jelas sedang di landa kesusahan.


Dari wajahnya tidak nampak senyum yang biasa menghiasi bibirnya, matanya pun terlihat sayu bahkan nampak kurang tidur.


Dan perempuan yang memiliki kecantikan luar biasa itu tiada lain tiada bukan adalah Putri Pawawaitra Kirana yg kini telah duduk menjadi seorang Ratu di kerajaan Chandra Bhaga setelah mangkatnya Prabhu Bhagat Nata , orang tuanya.


Meski wajahnya kini tampak murung namun tetap saja ia menggelar sidang paseban dalam istana nya ini seperti biasanya.


Ia yg kin telah bergelar Ratu Pawawaitra Chandra Bhaga.


Perempuan cantik ini memandangi satu persatu bawahan nya, mulai dari yang memiliki jabatan tinggi seperti Mahapatih, hingga jabatan terendah setingkat Bekel prajurit.


" Diriku mengumpulkan kalian disini adalah untuk mengetahui perkembangan yang telah terjadi di Chandra Bhaga ini, apakah memang tidak ada lagi seorang ksatria yang mau membantu kita guna mengalahkan Prabhu Banyak Wulung itu,..?" tanya nya dengan perlahan.


Ucapan nya ini seolah menjadi perkataan seorang yang tengah putus asa atas apa yg tengah di hadapinya.


Suasana menjadi hening, tidak ada yg berani menjawab pertanyaan junjungan nya itu.


Memang sayembara telah di sebarkan ke seantero Negeri Chandra Bhaga mengenai kesediaan dari Ratu Pawawaitra Chandra Bhaga ini untuk menikahi siapa saja yg mampu mengalahkan dan membunuh Prabhu Banyak Wulung dari kerajaan Nuwala.


Namun sejauh ini tidak ada seorang pun yang datang ke kerajaan Chandra Bhaga yg mau mengikuti sayembara tersebut.


Padahal saat ini kerajaan Chandra Bhaga mulai merasakan kesengsaraan akibat dari ulah Raja kerajaan Nuwala itu.


Di wilayah perbatasan mereka telah mulai berusaha membunuh dan merampok warga kerajaan Chandra Bhaga.

__ADS_1


Dan Prabhu Banyak Wulung akan langsung menyerang istana Chandra Bhaga tepat saat bulan purnama tiba.


__ADS_2