
Pangeran Dewangga Sena segera bersiap menyerang Panglima Raden Naruttala.
Apalagi di kejauhan ia telah mendengar sayup -sayup suara teriakan dan gemuruh sebuah pasukan, yg diyakini nya adalah pasukan dari Pakuwan Pamintihan.
Maka dengan satu teriakan yg panjang, Pangeran Dewangga Sena langsung melesat menerjang Panglima Raden Naruttala.
" Heaaahhhh,.."
Tombak pusaka Naga Mas segera meluruk tajam ke arah jantung Panglima dari kerajaan Medang Kemulan ini.
" Triiiinng,.."
Panglima Raden Naruttala segera memapasi serangan tersebut, terjadilah benturan antar kedua senjata tersebut.
Ternyata tenaga dalam Panglima Raden Naruttala masih di bawah Pangeran Dewangga Sena terbukti nyaris saja senjatanya terlepas dari tangan nya akibat benturan tersebut.
Gila, tenaga pemuda ini, senjata berubah seperti api yg membara , sangat panas, berkata dalam hati Panglima Raden Naruttala.
Akan tetapi Panglima kerajaan Medang Kemulan ini tidak mau kalah begitu saja, karena jumlah prajurit nya berkali kali lipat lebih banyak, maka ia memberikan sebuah isyarat kepada beberapa orang Kepercayaan nya untuk segera mengepung lawan nya ini.
Menyadari dirinya telah terkepung oleh empat orang senopati dari kerajaan Medang Kemulan , Pangeran Dewangga Sena langsung berseru,..
" Hehh, ternyata menantu dari Watu Menak koncar itu nyali tidak lebih besar dari menir,..untuk menghadapi ku , ia meminta para pembantu nya untuk mengeroyok ku,.." teriak Pangeran Dewangga Sena.
" Hei, anakmuda , ini bukanlah perang tanding, ini adalah perang antara Pakuwan sindur dan kerajaan Medang Kemulan, jadi apapun boleh di lakukan terlebih kami memliki lebih banyak prajurit, jadi hadapilah para prajurit ku ini,.." sahut Panglima Raden Naruttala.
Terlihat raut wajah marah di wajah Pangeran Dewangga Sena. Ia pun segera memutar tombak nya dan,..
" Heaahhh,."
Dalam sebuah lesatan yg sangat cepat Pangeran Dewangga Sena , bagai terbang saja, putra Prabhu Kreshna Yuda ini melewati kepala para pengepung nya itu dan ia terus menuju ke arah Panglima Raden Naruttala , dan,
" Terima ini,..hiiihh,.."
" Dhieghh,.."
Satu tendangan yg sangat keras mendarat telak di dada menantu dari Prabhu Watu Menak koncar itu yg tidak menyangka bahwa akan mendaptakan serangan begitu cepat nya.
Tubuh Panglima Raden Naruttala ini harus terjengkang ke belakang dalam jarak hampir tiga tombak ia terlempar.
Dan begitu Pangeran Dewangga Sena akan menyerang kembali, ke empat senopati pengawal Panglima Raden Naruttala segera mengeroyok nya.
" Heaahhh,.."
Pangeran Dewangga Sena melompat ke udara dan berputaran beberapa kali guna menghindari serangan yg ia terima dari keempatnya.
Baru kemudian ia meluruk turun dengan tombak naga mas siap untuk mematuk..
" Hiyyyahh,.."
" Aaakhh,.."
Tombak pusaka Naga Mas memakan korban salah seorang dari keempat pengeroyok itu berlobang dada di hunjam tombak pusaka tersebut.
Dan dengan cepat Pangeran Dewangga Sena menarik tombak tersebut yg sempat mennacap di dada musuh nya, dan begitu ia menarik senjata nya tersebut, landean tombak itu segera menghantam perut salah seorang pengeroyok nya itu,.
" Dhugghh,.."
" Heeeeikhh,.."
Orang tersebut pun segera tumbang akibat hantaman dari landean tombak pusaka Naga Mas, akan tetapi ia masih bersyukur , karena nyawa nya masih selamat berbeda dengan teman nya yg satu lagi yg harus meregang nyawa setelah jantung nya di tembus tombak pusaka Naga Mas.
Lawan Pangeran Dewangga Sena sekarang tinggal dua orang saja.
" Majulah kalian berdua agar cepat aku mengantar kalian ke akherat,.." seru Pangeran Dewangga Sena.
Dan kedua orang Kepercayaan dari Panglima Raden Naruttala ini jadi terdiam, seperti nya menurut mereka tidak akan mungkin mengalahkan lawan nya kali ini jika berdua saja, mereka pun segera bersuit nyaring.,
__ADS_1
" Swuiiiiijttt,"
Tidak berapa lama datang lah sepuluh orang prajurit di tempat itu dan langsung mengepung Pangeran Dewangga Sena.
" Ternyata orang orang nya Menak Koncar berani nya hanya main keroyokan, tidak Panglima nya tidak pula prajurit nya sama saja,.." teriak Pangeran Dewangga Sena.
Ia segera melompat keluar dari kepungan itu dan ketika masih berada di udara terdengarlah teriakan yg sangat keras,..
" Terima ini, Aji Telapak dewa ,.. Heaaahh,.."
" Dhumbhhh,.."
" Bleghuaaarrrr,.."
" Aaakhh,.."
Separoh dari prajurit yg mengepung nya itu segera menemui ajal nya setelah d hantam Aji Telapak dewa milik Pangeran Dewangga Sena ini.
Beberapa kali serangan itu ia lepaskan guna menahan laju masuknya pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini.
Dan ternyata hal ini cukup berhasil, tidak seluruh nya pasukan Kerajaan Medang Kemulan itu berhasil masuk ke dalam benteng keraton Pakuwan Sindur ini.
Sebahagian masih tertahan di luar , ketika suara riuh rendah pasukan yg datang dari arah belakang pasukan Medang Kemulan ini membuat para prajurit harus membagi perhatian nya.
" Bagaimana ini, pasukan darimana yg datang itu,..?" tanya salah seorang Senopati yg memimpin pasukan di ekor pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini.
" Kami tidak tahu Senopati, sepertinya mereka adalah pasukan musuh yg berniat mmebantu Pakuwan Sindur,.." jawab salah seorang prajurit nya.
Senopati yg berada di ekor pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini segera memerintahkan prajurit penghubung nya untuk melaporkan hal ini kepada Panglima Raden Naruttala.
Akan tetapi berhubung Panglima Raden Naruttala dalam keadaan pingsan, maka prajurit penghubung itu segera memberitahukan kepada Akuwu Kalindih , Akuwu Watu Menak Kober yg tengah berperang tanding melawan Akuwu Sindur , Akuwu Maesa Sanga.
" Ada apa prajurit,..?" tanya Akuwu Watu Menak Kober.
" Ada pasukan yg cukup besar tengah mendekati ekor pasukan kita yg masih berada di luar,.Gusti Akuwu,.." jawab prajurit itu.
" Maaf Gusti Akuwu, Panglima Raden Naruttala tengah tidak sadarkan diri, sehingga diriku terpaksa menghadap Gusti Akuwu agar kami segera dapat mengatasi masalah ini,.." ucap Prajurit penghubung itu lagi.
" Hahh, Panglima Raden Naruttala tengah pingsan , aiapa orang yg mampu mengalahkan nya,..!!!??" tanya Akuwu Watu Menak Kober kaget.
" Hamba tidak tahu , Gusti,..!" jawab prajurit itu.
" Baiklah , nanti kita akan putuskan apa yg harus di lakukan menghadapi pasukan yg baru datang itu,.." tukas Akuwu Watu Menak Kober.
Ia pun segera mengalihkan pandangan nya ke arah Akuwu Sindur.
" Hehhh, Maesa Sanga , kau masih beruntung kali ini. karena aku masih ada urusan yg lain, tunggulah,.." ucap Akuwu Watu Menak Kober.
" Ha, ha, ha, kau tampaknya sedang bermimpi Kober, Aku tahu yg kalian bicarakan itu adalah kedatangan pasukan dari Pakuwan Pamintihan yg memang sengaja Ku undang guna menahan kesombongan Prabhu Watu Menak Koncar yg gila itu,..ha, ha ,ha,.." sahut Akuwu Sindur sambil tertawa tawa.
Ia merasa sangat senang sekali setelah pasukan nya terdesak cukup hebat, andai saja pasukan dari Pakuwan Pamintihan ini tidak datang maka pertahanan Pakuwan Sindur dapat di pastikan akan jebol.
Hati Akuwu Sindur merasa senang sekali setelah ia mendengar ada suara yg mengatakan kepadanya untuk bertahan karena pasukan dari Pakuwan Pamintihan akan segera datang adalah benar .
Akuwu Sindur kembali mengumpulkan para prajurit dan para senopatinya,.ia mendengar bahwa Panglima Pandawa telah gugur akan tetapi ada seorang pemuda yg mampu menggantikan kedudukan nya dan mampu pula mengalahkan Panglima Raden Naruttala hingga pingsan, sehingga kondisi di gerbang utama tidak sepenuhnya di kuasai oleh pasukan Kerajaan Medang Kemulan melainkan mereka harus tertahan sejak pemuda itu memimpin pasukan Pakuwan Sindur yg ada di gerbang utama ini.
Siapakah pemuda ini, apakah ia yg telah mengatakan kepada ku mengenai kedatangan pasukan dari Pakuwan Pamintihan itu,..berkata dalam hati Akuwu Sindur .
Sementara pasukan yg datang dari Pakuwan Pamintihan ini telah tiba di dekat gerbang utama dari Pakuwan Sindur, mereka segera berhadapan dengan para prajurit Kerajaan Medang Kemulan yg masih berada di luar gerbang itu.
Yg agak lain dari pasukan Pakuwan Pamintihan ini adalah Senopati yg memimpin nya bukanlah Panglima Rakai Parumping melainkan seorang Senopati muda yg bernama Senopati Garega.
" Ayoo, kita hancurkan pasukan Medang Kemulan ini , jangan sampai ada yg lolos,.." teriak Senopati Garega.
Teriakan nya ini di sambut dengan gegap gempita oleh para prajurit nya, sehingga pasukan Medang Kemulan segera menrrima hantaman di ekor pasukan nya.
Dan cukup menyedihkan , hanya ekor pasukan yg berada di gerbang utama saja ekor pasukan nya tertinggal, tidak dengan yg berada di gerbang selatan maupun utara seluruh nya telah berhasil masuk ke dalam benteng keraton Pakuwan Sindur.
__ADS_1
Sangat cepat pasukan Pakuwan Pamintihan menggilas ekor pasukan Kerajaan Medang Kemulan yg tidak terlalu banyak lagi jumlahnya, sebentar saja merska harus menelan kekalahan.
Melihat hal ini, Akuwu Watu Menak Kober segera mengambil kepitusan guna menyelamtakan seluruh pasukan nya meskipun sebentar lagi mereka berhasil menguasai Pakuwan Sindur.
Ia memerintahkan para prajurit nya yg ada di gerbang selatan dan utara kembali keluar dan segera mengepung pasukan yg baru datang itu.
" Kalau dapat , pakai gelar sapit urang untuk menekan mereka ,.." seru Akuwu Watu Menak Kober itu.
Perlahan namun pasti , para prajurit Medang Kemulan yg telah berhasil mendesak Pasukan Pakuwan Sindur akhirnya harus kembali keluar guna menahan serangan yg di lakukan oleh para prajurit dari Pakuwan Pamintihan itu.
Jadi tekanan yg berada di dalam benteng tidak terlalu berat lagi di rasakan oleh para prajurit Sindur, perlahan mereka pun mampu memeperbaiki kedudukan nya, terlebih di gerbang utama ada Pangeran Dewangga Sena dengan ajian Telapak dewa nya menghajar para prajurit Medang Kemulan yg berani merangsek masuk lebih dalam lagi.
Walhasil para prajurit Kerajaan Medang Kemulan yg ada di gerbang utama ini harus terjepit diantara dua kekuatan, kalau yg berada di dalam mereka harus merasakan betapa saktinya Senopati penggganti Panglima Pandawa ini sudah banyak jatuh korban di tangan nya dan yg berada di luar , hampir tidak mampu melawan pasukan Pakuwan Pamintihan yg baru datang itu, jumlah mereka pun cukup banyak.
Sehingga ketika Pasukan Medang Kemulan yg berada di gerbang utara dan selatan telah keluar guna membantu induk pasukan nya yg berada di gerbang utama,..membuat tekanan Pasukan Pakuwan Pamintihan terhadap ekor pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini harus terbagi.
Senopati Garega segera memecah pasukan nya menjadi tiga bagian.
Sebahagian mengahadapi pasukan yg datang dari gerbang selatan dan sebahagian lagi segera menahan pasukan Medang Kemulan yg keluar dari gerbang utara.
Baru yg menjadi sisa nya tetap menjaga di gerbang utama ini.
Siasat dari Senopati Garega ini mampu meruntuhkan gelar yg di persiapkan oleh Akuwu Watu Menak Kober.
Sehingga meskipun secara berangsur angsur pasukan Kerajaan Medang Kemulan terus saja keluar guna menambah kekuatan untuk menghadapi pasukan Pakuwan Pamintihan itu.
Akan tetapi ternyata tidak semudah itu mereka dapat untuk menekan kedudukan dari Pakuwan Pamintihan itu , karena mereka sudah dapat menguasai di luar benteng tersebut.
Sedangkan di dalam benteng sendiri , Akuwu Sindur segera berusaha menyatukan seluruh pasukan Pakuwan Sindur untuk memberikan tekanan akhir kepada pasukan Kerajaan Medang Kemulan.
Bertemulah Akuwu Sindur , Maesa Sanga dengan Pangeran Dewangga Sena, ia di dampingi oleh Patih Gunadharma yg sudah agak membaik keadaan nya.
" Siapa sebenarnya dirimu ini , anak muda,..?" tanya Akuwu Sindur kepada Pangeran Dewangga Sena.
Putra Mahkota , putra Prabhu Kreshna Yuda ini hanya melirik ke arah Patih Gunadharma.
Patih Gunadharma kemudian berkata menjawab pertanyaan dari Junjungan nya itu,..
" Anakmas ini adalah putra Prabhu Kreshna Yuda , yaitu Gusti Pangeran Dewangga Sena , Gusti Akuwu,.." ucap Patih Gunadharma.
" Hahhh,.."
Akuwu Sindur sangat terkejut mendengarnya , karena sepengetahuan nya, bahwa seluruh keluarga Prabhu Kreshna Yuda telah tewas habis di bantai oleh Watu Menak Koncar pada waktu itu tidak tersisa lagi.
" Apakah memang benar demikian anakmas,..?" tanya Akuwu Sindur lagi.
Pertanyaan itu diajukan langsung kepada Pangeran Dewangga Sena dan di jawab dengan anggukan kepala nya.
" Benar Paman Akuwu, dan sebagai buktinya adalah tombak pusaka Naga Mas ini,.." jawab Pangeran Dewangga Sena.
Ia memeperlihatkan senjata milik leluhurnya ini kepada Akuwu Sindur , sebagai seorang Akuwu tentu saja Akuwu Sindur mengenal senjata yg menjadi piyandel di kerajaan Medang Kemulan saat masih di perintah oleh Prabhu Kreshna Yuda.
" Baiklah kalau begitu, Aku percaya padamu nakmas Pangeran,..mungkin dirimu jugalah yg telah menyampaikan pesan bahwa pasukan dari Pakuwan Pamintihan akan segera datang,.." kata Akuwu Sindur.
Pangeran Dewangga Sena kembali mengiyakan , ia berharap agar Akuwu Sindur mau bertahan sampai pasukan Pamintihan itu datang membantu.
" Kalau begitu apa yg akan kita lakukan selanjutnya,..?" tanya Patih Gunadharma.
Setelah berunding sebentar kemudian diambil keputusan bahwa pasukan dari Pakuwan Sindur akan memusatkan seluruh kekuatan nya pada induk pasukan dari Medang Kemulan yg berada di Gerbang utama ini.
Dengan sangat cepat Tiga pemimpin dari Pakuwan Sindur ini segera membawa pasukan nya dan berusaha menekan pasukan dari Kerajaan Medang Kemulan yg ada di gerbang utama ini.
Beruntung memang pasukan Medang Kemulan ini karena disaat genting itu , Panglima Raden Naruttala telah siuman, dengan cerdik nya , Panglima Raden Naruttala berusaha memecah pasukan nya menjadi lebih kecil lagi dan berusaha untuk mencapai dua gerbang yg lain yaitu yg berada di utara dan selatan.
Sehingga menjadi kesulitan tersendiri untuk pasukan Pakuwan Sindur , ketika harus berhadapan dengan pasukan -pasukan kecil dari Medang Kemulan ini.
Pangeran Dewangga Sena mengerti dengan jalan pikiran Panglima Raden Naruttala ini, ia segera menghantam kan aji Telapak dewa nya ke arah pasukam -pasukan kecil yg di pecah oleh Panglima Raden Naruttala ini.
__ADS_1
Akhirnya banyak jatuh korban akibat serangan yg di lakukan oleh Pangeran Dewangga Sena.