SASRA WURUK

SASRA WURUK
Sang Prabhu #7


__ADS_3

Dan tepat dihadapan Mpu Kalong ini muncullah sesosok tubuh yg tiada lain adalah Prabhu Dewangga Sena.


" Hehh, siapa kau sebenarnya, katakan kepadaku sebelum ku cabut nyawamu bocah,..!" teriak Mpu Kalong.


Ia memang tidak mengenal putra Prabhu Kreshna Yuda ini , sehingga dirinya dengan mudahnya berkata demikian dan adalah Bekel Sangiran yg berada di sebelahnya membisiki ,


" Ia adalah Prabhu Dewangga Sena, Mpu.!" ucap Bekel Sangiran.


" Hahh, !" seru Mpu Kalong kaget setengah mati.


Sungguh ia tidak menyangka bahwa orang yang berada tepat di hadapannya itu adalah orang yang akan ia bunuh demi memenuhi janjinya kepada Putri Dyah Wikamini.


" Aku adalah Dewangga Sena..apa maumu sekarang orang tua,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena.


Ia melangkah keluar dan mendekati Mpu Kalong yg masih berdiri tegak terpaku.


" Kau harus mati di tanganku , memang sudah nasibmu harus berakhir ditangan ku, bersiaplah,..!" seru Mpu Kalong.


Sambil mengarahkan senjata kipasnya yg berada di tangan kanannya ini kepada Prabhu Dewangga Sena.


Memang tempat itu langsung di kelilingi oleh para prajurit yg di bawa oleh Bekel Sangiran di tambah dua orang murid dari Mpu Kalong ini.


Sehingga sang Prabhu telah di kepung tidak kurang tiga belas Sedangkan para prajurit dari kerajaan Medang Kemulan sendiri tidak ada di tempat itu, sepertinya mereka telah terkena sirep yg dilepaskan oleh Mpu Kalong dari Gunung Kanda itu.


" Lakukanlah jika memang dirimu mampu,..!" tantang Prabhu Dewangga Sena.


Meski tengah di kerubungi oleh musuh yg lumayan banyak jumlah nya akan tetapi terlihat tidak ada rasa gentar pada diri penguasa kerajaan Medang Kemulan yg baru ini.


Merasa di rendahkan seperti ini, Mpu Kalong dengan sebat langsung berteriak dan melesat menyerang Putra Prabhu Kreshna Yuda itu.


" Heaaahh,..****** kau , bocah,..!"


" Whuashhh,..!"


Dengan sangat cepat gerakan orang tua yg menjadi penguasa di Gunung Kanda itu sambil mengibaskan kipas nya yg merupakan senjata andalan nya mengarah leher dari Prabhu Dewangga Sena.


Angin yang sangat keras menderu mengiringi kibasan kipas yg dipergunakan oleh Mpu Kalong tersebut.


" Huffhhh,..!"


Prabhu Dewangga Sena langsung melesat ke udara , tubuhnya membubung tinggi guna menghindari serangan Mpu Kalong ini.


" Suiit,..!"


Bekel Sangiran pun memberikan isyarat kepada seluruh prajurit untuk langsung menjaga agar penguasa Kerajaan Medang Kemulan ini tidak dapat meloloskan diri.


Secara serentak prajurit sandi dari Pakuwan Kalindih ini mengeluarkan senjatanya dan terus merapatkan kepungan nya.


Sementara itu serangan pertama yang di lancarkan oleh Mpu Kalong ini meleset, maka dengan sangat garang nya , orang tua itu memburu tubuh Prabhu Dewangga Sena yg melesat tinggi ke udara sambil terus saja ia mengipaskan senjatanya itu, akan tetapi Prabhu Dewangga Sena kembali mampu menghindari serangan tersebut, dan akhirnya kedua orang ini pun segera bertarung di udara , Prabhu Dewangga Sena tidak ingin ia menjadi sasaran senjata dari para prajurit yang menunggunya d bawah , Prabhu Dewangga Sena terus saja mengerahkan ilmu peringan tubuhya, terus saja melayang dan berloncatan di atas wuwungan dari atap istana.


Bagi Mpu Kalong sendiri, setelah merasa ia mendapatkan lawan yg sepadan, dengan pengerahan tenaga dalam nya, orang tua ini tetap saja melancarkan serangan dengan semakin cepat dan bertenaga.


Dalam satu kesempatan, angin serangan nya yg di keluarkan dari kipasnya ini mampu menghajar tubuh Prabhu Dewangga Sena.


" Hehh,..!"


Raja Medang Kemulan ini merasa heran, angin serangan tersebut sepertinya mengandung beribu ribu jarum kecil yg segera menusuk tubuhnya.


Seluruh tubuh sang Prabhu terasa sakit akibat serangan itu, tak ayal , tubuhnya yang tengah melayang di udara ini pun bergerak turun ke bawah.


Sepertinya Prabhu Dewangga Sena kehilangan kemampuan mengendalikan diri nya.


Melihat hal tersebut, Prabhu Dewangga Sena cepat tersadar , ia tidak ingin terpanggang begitu saja oleh senjata dari para pengepung nya yg ada di bawahnya.

__ADS_1


" Huffhhh ,..Heahhhh,..!"


Kembali Prabhu Dewangga Sena mengemposi tenaga dalam nya dengan kuat agar tidak terus terjatuh, memang saat itu tubuhnya sudah sangat dekat sekali dengan senjata para prajurit dari Pakuwan Kalindih yg datang bersama Mpu Kalong itu.


Semua senjata mereka memang telah siap memanggang tubuh dari sang Prabhu, baik tombak maupun pedang.


Akan tetapi mereka harus kecele, karena sang Prabhu mampu melesat kembali ke udara sambil beberapa kali bersalto dengan indahnya dan segera mampu bertengger pada sebuah atap wuwungan istana.


Hahh, ternyata ilmu orang tua ini tidak bisa dianggap enteng, angin yang keluar dari kebutan kipasnya itu sepertinya mengandung racun , membathin Prabhu Dewangga Sena.


" Hiyyahh,..!"


Mpu Kalong sendiri yang telah sempat turun setelah melihat lawan nya tadi telah terjatuh segera bergerak lagi melesat ke udara sambil berputaran, dengan tetap menggerakkan kipasnya ke arah Prabhu Dewangga Sena yg masih berdiri tegak lurus atas wuwungan itu.


Sungguh kecepatan dan ilmu peringan tubuh penguasa Gunung Kanda ini patut di acungi jempol, sebentar kemudian ia telah berhasil mendekati Prabhu Dewangga Sena dan segera saja menyerangnya.


" Traaakkkhh,..!"


" Hehhh,..!"


Kali ini Prabhu Dewangga Sena tidak lagi menghindari serangan yg di lancarkan oleh Mpu Kalong, dengan sebilah keris pusaka yg menjadi piyandel kerajaan Medang Kemulan, Keris Kyai Naga Aling aling, ia menepis serangan tersebut.


Benturan keras yg terjadi antara kedua senjata ini cukup untuk menjadi bukti siapakah yang lebih unggul dalam hal tenaga dalamnya.


Pada saat Mpu Kalong melancarkan serangan nya ini ia sangat yakin mampu menjatuhkan penguasa baru Kerajaan Medang Kemulan itu, akan tetapi harapan nya tidak sesuai dengan kenyataan nya, tubuh Mpu Kalong lah yg mencelat jauh akibat benturan yang terjadi.


Ia sampai harus mengerahkan tenaga dalam nya mengalasi ilmu peringan tubuhnya agar tidak terhempas jatuh ke atas tanah dengan kerasnya.


Ternyata bocah ini memang tidak bisa di pandang sebelah mata, pantas saja ia mampu membunuh Jabonarang dan Prabhu Watu Menak Koncar , dirinya memang cukup bekal akan hal itu, berkata dalam hati Mpu Kalong.


Penguasa Gunung Kanda ini memang harus beristirahat sejenak guna memperlancar jalan pernafasan nya yg sempat sesak akibat benturan yang keras yg telah terjadi tadi.


Dan di saat yang bersamaan terdengar hiruk-pikuk dari arah depan istana yg akan masuk ke dalam, sepetinya mereka itu adalah para prajurit Medang Kemulan yg di pimpin oleh Pangeran Turangga Sena dan Brojo Lungguk serta Ki Gambong.


Dari atas atap wuwungan istana berkatalah Prabhu Dewangga Sena dengan kerasnya,..


Ternyata Prabhu Dewangga Sena berusaha untuk melepaskan pengaruh dari sirep yg di lepaskan oleh Mpu Kalong dengan suaranya ini.


" Menyerah,..Hehh,..jangan mimpi kau bocah , bersiaplah untuk mati, terima ini,. Hiyyyah,..!"


" Siiiing,..!"


" Siiing,..!"


Dengan di dahului oleh dua lesatan paser kecil yg dilepaskan nya, maka Mpu Kalong pun segera bergerak menyerang sang Prabhu yg masih saja berdiri tega dengan gagah nya.


" Hufhh..!"


" Triingg,..!"


" Triiingg,..!"


" Heahhh,..!"


Prabhu Dewangga Sena memukul jatuh dua buah senjata rahasia yg di lepaskan oleh Mpu Kalong ini menggunakan keris pusaka nya, dan kemudian ia pun langsung menyongsong serangan lawannya ini.


Kembali pertarungan di udara terjadi, dengan kemampuan nya , sambil terus menggerakkan kerisnya, Prabhu Dewangga Sena berusaha menjatuhkan Mpu Kalong.


Mpu Kalong sendiri pun tidak kalah garang nya, karena ia tahu orang yang menjadi lawannya kali ini memang memiliki ilmu yg sangat tinggi, senjata nya yg berupa kipas itu berputaran cepat menyerang Prabhu Dewangga Sena, satu saat benda itu bergerak mengarah kepala dan di lain saat kipas itu menutup seperti sebuah tongkat kecil yg berusaha masuk menusuk jantung sang Prabhu.


Tetapi Prabhu Dewangga Sena tidak gugup menghadapi semua serangan yg d lancarkan oleh lawan nya ini , ia bahkan masih sempat memberikan arahan kepada saudaranya Pangeran Turangga Sena dan seluruh prajurit yang di bawanya itu.


" Dimas Turanggga dan Brojo Lungguk, segera tangkap mereka , hidup atau mati,..!" teriak nya sambil tetap saja melayani semua serangan dari Mpu Kalong ini.

__ADS_1


" *******, !" Mpu Kalong bersumpah serapah.


Karena sejauh ini ia masih kesulitan untuk menundukkan lawannya yang masih berusia sangat muda itu.


" Baik Kangmas Prabhu,..!" sahut Pangeran Turangga Sena.


Ia dengan di temani oleh Brojo Lungguk dan Ki Gambong segera mengepung para penyusup dari Kalindih ini dalam bentuk sempurna dari tata gelar keprajuritan Medang Kemulan.Sehingga akan sangat sulit bagi prajurit sandi asal Kalindih ini keluar dan meninggalkan istana Medang Kemulan itu.


" Prajurit ,.. tangkap mereka hidup atau mati,..!" seru Pangeran Turangga Sena kepada para prajurit yg di bawanya.


Perintah yg sangat jelas membuat prajurit Medang Kemulan ini segera merangsek maju dan mendekati ke dua belas orang yang telah masuk ke dalam istana tanpa izin itu.


Pertempuran pun tidak dapat di hindarkan lagi, denting senjata segera terdengar penanda bahwa telah terjadi pertarungan diantara keduanya, para prajurit Medang Kemulan dengan sangat cepat berhasil mendesak para penyusup itu, Bekel Sangiran yg memimpin prajurit nya terpaksa harus berhadapan dengan tiga orang prajurit Medang Kemulan. Sedangkan prajuritnya yg lain pun tidak kalah genting nya, mereka harus berhadapan dengan empat orang atau lebih, sehingga mereka benar-benar di buat tidak berkutik oleh para prajurit Medang Kemulan itu.


Ditambah lagi , memang prajurit yang menjadi pengawal istana ini memiliki kelebihan sebagai prajurit yang bertugas menjaga Raja dan keluarga nya itu, dan begitu mereka menghadapi lawan yang juga memliki kemampuan yang pantas di acungi jempol, sebab setiap prajurit sandi darimana pun ia berasal pasti memiliki kemampuan dan ilmu diatas rata rata, dan satu yg cukup membanggakan adalah, sikap setia dari prajurit sandi ini membawa mereka sebagai prajurit pilihan.


Akan tetapi untuk mengahadapi lawan yg berkali kali lipat banyak nya tentu dengan segera prajurit sandi yg di pimpin oleh Bekel Sangiran ini dengan cepat terdesaknya.


Meskipun dua orang murid dari Mpu Kalong berada di dalam nya tidak mampu berbuat apa-apa, mereka harus berhadapan dengan Ki Gambong dan Brojo Lungguk.


Dua orang yg terbiasa dalam hal kekerasan, sehingga kemampuan dua orang murid Mpu Kalong ini tidaklah terlalu nampak, dengan sangat cepatnya kedua orang itu mampu di lukai oleh dua orang kepercayaan dari Prabhu Dewangga Sena ini.


" Menyerahlah,.agar Kangmas Prabhu mau mengampuni kalian,..!" seru Pangeran Turangga Sena sambil berteriak.


" Hehh, tidak ada kata menyerah bagi kami, lebih baik kami mati daripada harus menyerah,..!" teriak Bekel Sangiran.


Pemimpin prajurit sandi dari Pakuwan Kalindih ini menjawab seruan dari Pangeran Dewangga Sena.


Karena bagi Bekel Sangiran memang tidak ada jalan lain kecuali berjuang sampai mati daripada harus di peras oleh prajurit Medang Kemulan mengenai siapa yang telah menyuruh mereka datang membuat kerusuhan di keraton Medang Kemulan ini.


Sebagai seorang prajurit sandi lebih baik mati daripada harus memilih menyerahkan diri, ia pun menyerukan kepada seluruh prajurit nya yg berjumlah sepuluh orang itu untuk tetap terus bertahan.


Hingga satu persatu prajurit dari Pakuwan Kalindih ini berguguran tewas bersimbah darah di hantam senjata dari para prajurit Medang Kemulan itu.


Melihat hal tersebut, Mpu Kalong yg menjadi lawan dari Prabhu Dewangga Sena menjadi cemas di buatnya.


Aku harus segera mengalahkan nya agar dapat menyelamatkan para prajurit itu, berkata dalam hati Mpu Kalong.


Ia yg terus mencecar tubuh Prabhu Dewangga Sena menggunakan senjata kipasnya memang belum berhasil menembus pertahanan lawan nya kali ini.


Memang bukan isapan jempol saja, perkataan yang menyebutkan bahwa penguasa Gunung Kanda ini adalah seorang yg sangat mumpuni, sekarang angin serangan nya telah membawa udara yang sangat panas, setelah tadi sepertinya mengandung racun, sungguh hebat memang orang ini, berkata dalam hati sang Prabhu.


Ia yg masih saja mencari cara untuk dapat melumpuhkan lawan nya ini merasa kesulitan untuk mendekati Mpu Kalong, beberapa kali ia harus berjumpalitan mundur agar terbebas dari garis serang lawan nya.


Hal ini membuat senang Mpu Kalong, ia merasa bahwa kemampuan nya masih diatas penguasa Kerajaan Medang Kemulan tersebut.


Sehingga ia pun memperhebat serangan nya sambil tetap melambari nya tenaga dalam yg tinggi.


Udara yang dingin awalnya terjadi di tempat itu kini berubah menjadi panas setelah Mpu Kalong mengerahkan salah satu ilmunya.


" Kau akan mati di tanganku Prabhu ingusan,..terimalah ini aji Agni Selaksa,.heahh,.,." seru Mpu Kalong.


" Bletaaaaar,..!"


Sebuah hantaman dari orang tua itu mampu merobohkan sebuah penyangga tiang atap istana Medang Kemulan.


Gila, ucap Prabhu Dewangga Sena kaget.


Ia tidak menyangka serangan orang tua itu mampu merobohkan sebuah tiang yg cukup kokoh berdiri itu.


" Sudahlah Mpu Kalong, segeralah menyerah agar dirimu dapat ku ampuni,..!" seru Prabhu Dewangga Sena.


Meskipun hatinya cukup takjub akan ilmu dari lawannya ini tetapi sang Prabhu tetap berusaha untuk menyadarkan Mpu Kalong untuk mau menyerah.

__ADS_1


" Phuihhh,..menyerah katamu, yg ada dirimu lah yang harus bertekuk lutut di hadapanku dan segera menyerahkan singgasana kerajaan Medang Kemulan ini kepadaku, ha ha ha,..!" teriak Mpu Kalong.


Orang tua itu merasa di atas angin, ia sangat yakin mampu mengalahkan sang Prabhu Dewangga Sena ini.


__ADS_2