SASRA WURUK

SASRA WURUK
Di Tahan #10


__ADS_3

Saat kereta itu mendekati sebuah tempat yg baik guna berhenti.


Memang sudah saatnya untuk beristirahat, Karena cahaya mentari telah merendah di ufuk barat, itu artinya telah seharian rombongan Prabhu Dewangga Sena ini melakukan perjalanan nya.


Lokasi yg mereka ambil di sebuah ara -ara yg cukup luas dan memiliki banyak pohon perdu nya , seperti pohon senggani.


Di dekat mereka berhenti itu ada sebuah kali kecil yg mengalir dan berair jernih.


Para prajurit Pengawal kerajaan Medang Kemulan segera mendirikan kemah yg di sediakan bagi sang Prabhu dan permaisuri.


Selesai mendirikan kemah , para prajurit ini langsung saja membersihkan tubuhnya secara bergantian.


Pengawalan mesti mereka lakukan kepada sang Raja, di daerah yg cukup jauh dari ibukota kerajaan Medang Kemulan ini masih sering terjadi perampokan.


Sudah banyak laporan ke istana Medang Kemulan mengenai hal tersebut, akan tetapi entah sudah beberapa kali pasukan yang di kirim ke situ tidak menemukan apa-apa.


Sehingga para prajurit pengawal harus tetap bersiap siaga, jika nantinya mereka tiba-tiba saja datang .


Di tengah kesiapan dari para prajurit pengawal , agak jauh dari tempat tersebut sepasang mata tengah memperhatikan keadaan mereka ini.


Hahh , tampaknya ini adalah rombongan orang kaya dari Kotaraja, aku harus segera melaporkan kepada kakang Gurung, berkata orang tersebut dalam hatinya.


ia pun melangkah menjauhi tempat dimana rombongan Prabhu Dewangga Sena beristirahat.


Setelah merasa aman lelaki itu langsung berlari mendekati sebuah hutan kecil yg berada cukup jauh dari ara ara itu.


Setbanya disana , ia langsung menghadap kepada seorang lelaki yang berbadan besar dengan berpakaian hitam , dan wajahnya cukup menyeramkan.


Matanya seolah memancarkan cahaya merah, orang ini dijuluki sebagai sepasang Iblis bermata merah dari Gunung Chandra Geni.


Ia memiliki cukup banyak pengikut , termasuk dalam wilayah kerajaan Medang Kemulan, pakuwan Pamintihan dan di kerajaan Kalingga phura.


Dan kini tampaknya ia tengah berada di sekitar wilayah Kerajaan Medang Kemulan.


" Heh, ada apa , mengapa kau terlihat ngos -ngosan, adakah orang yang tengah mengejar mu,..!" tanya lelaki besar bermata merah itu kepada lelaki yang baru tiba tersebut.


" Maaf kakang Gurung, tampaknya kali ini kita memiliki calon mangsa yang memiliki banyak harta,..!" sahut lelaki itu.


" Siapa , dan darimana kau tahu mereka itu adalah orang kaya, apa buktinya, ?" tanya Gurung dengan keras.


Lelaki yang menjadi anggotanya ini secara singkat menerangkan kepadanya, saat ini di tengah ara ara ada rombongan yg di kawal oleh beberapa orang prajurit, rombongan ini nampaknya memang memiliki atau merupakan orang kaya dari Kotaraja Medang Kemulan .


" Mereka mempergunakan sebuah kereta kencana yg sangat bagus, bahkan belum pernah diriku melihat kereta sebaik itu,.dan di dalam nya ada seorang perempuan yang sangat cantik sekali,..kakang,.!" terang lelaki itu.


" Berapa jumlah pengawal mereka itu, hehh,.?" tanya Gurung lagi.


" Tidak lebih dari sepuluh orang, kakang,..!" jawabnya.


" Bagus siapkan semua orang orang kita, malam ini kita garap mereka ,.!" seru Gurung.


Sepasang Iblis bermata merah ini memeintahkan kepada anggota nya untuk segera bersiap melakukan perampokan pada rombongan Prabhu Dewangga Sena ini.


" Sayang saat ini adi Gareng tengah berada di Kalingga phura, !" ucap Gurung pelan.


Memang pemimpin gerombolan rampok dari Gunung Chandra Geni ini dua orang bersaudara yaitu Gareng Gurung.


Merupakan dua orang yg bertampang sangar dan cukup kejam dalam setiap tindakan nya.


Dan gerombolan mereka ini cukup banyak anggotanya dan tersebar di beberapa tempat.


Sehingga mereka membagi tugas dengan saudara kembarnya Gareng dalam memimpin perampokan .


Saat ini saudara kembarnya tengah berada di kerajaan Kalingga phura untuk melakukan hal yang sama, memimpin perampokan.


Ketika malam telah menyelubungi daerah tersebut, Prabhu Dewangga Sena dsn permaisuri Dewandhani Maheswari bersiap akan meninggalkan wilayah ini berdua saja.


" Marilah Diajeng, kita segera berangkat,.!" kata sang Prabhu kepada istrinya.


" Baik Kangmas Prabhu,.!" sahut permaisuri Dewandhani Maheswari.


Ketika keduanya telah berada di atas punggung dari Macan putih yg bertubuh besar itu, dan,.


" Marilah Eyang , Kita menuju ke Pamintihan,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena.


" Whushhh,..!"

__ADS_1


Begitu selesai ucapan dari raja Medang Kemulan langsung saja Macan Putih itu melesat dengan kencangnya meninggalkan para prajurit pengawal yg masih sedang menyalakan api untuk menerangi keadaan di sekeliling nya.


Sangat cepat memang gerak dari si Macan Putih ini dalam kejapan mata saja mereka telah melintas di dekat hutan yang di tempati oleh Gerombolan rampok yg di pimpin oleh Si sepasang Iblis bermata merah.


Hehh, seru Prabhu Dewangga Sena ketika melihat beberapa orang yang telah bergerak mendekati perkemahan nya itu.


" Berhenti dahulu , eyang Macan Putih,.!" seru Prabhu Dewangga Sena kepada hewan tunggangan nya ini.


Dan dalam sekejap saja si Macan Putih itu berhenti mendadak.


" Ada apa Kangmas Prabhu,..?" tanya permaisuri Dewandhani Maheswari kepada suaminya.


" Apakah Diajeng tidak melihat orang-orang yg tengah mendekati tempat kita berkemah tadi,.?" tanya Prabhu Dewangga Sena kepada sang permaisuri.


" Lihat, Kangmas Prabhu,..!" sahut Ratu Dewandhani Maheswari.


Langsung saja Raja Medang Kemulan ini mengatakan kepada istrinya bahwa kemungkinan nya orang-orang itu ingin melakukan sesuatu terhadap rombongannya.


" Jadi bagaimana selanjutnya,. Kangmas Prabhu,?" tanya sang permaisuri Dewandhani Maheswari.


" Kita harus kembali lagi, Diajeng,..!" sahut Prabhu Dewangga Sena.


Dan ia pun memerintahkan kepada Eyang Macan Putih untuk kembali lagi ke tempat mereka berkemah tadi.


Kali ini si Macan Putih berjalan perlahan mengekori pergerakan dari orang-orang yg tengah mendekati perkemahan tersebut.


Dalam jarak yang tidak terlalu jauh , Prabhu Dewangga Sena dapat melihat dengan sangat jelas sekali, gerombolan itu mengepung perkemahan mereka.


Ketika semua nya sudah siap, terdengarlah suara teriakan yg sangat keras mengguntur berkata,.


" Segera serahkan lah semua barang-barang bawaan mu itu, kalau kalian ingin selamat,.!" serunya.


Para prajurit pengawal dari Kerajaan Medang Kemulan ini tersentak kaget mendengar seruan yang mengguntur itu, semuanya langsung bangkit berdiri dan membentuk lingkaran menjaga kereta kencana dan perkemahan yg di tempati oleh sang Prabhu Dewangga Sena.


Selesai berkata demikian, bermunculan lebih dari dua puluh orang mendekati para prajurit pengawal terpilih dari Medang Kemulan itu.


Para prajurit Medang Kemulan sendiri telah bersiap dengan senjata di tangan nya.


" Ha, ha, ha, apakah kalian akan melawan kami, suatu perbuatan yang sia sia, hanya akan mengantarkan nyawa saja,. hehh,." ucap orang itu lagi.


" Kalian jaga kemah Gusti Prabhu, jangan sampai mereka mendekati nya, !" ucap Bekel prajurit pengawal terpilih dari Medang Kemulan itu.


Sedang ia sendiri mendekati arah suara itu sambil berseru pula,.


" Kami tidak akan menuruti permintaan mu, sebaiknya kalian lah yg menyerah, kali kalian telah berhadapan dengan para prajurit Medang Kemulan, dan wilayah ini adalah kekuasaan dari kerajaan Medang Kemulan, siapa pun harus tunduk pada aturan kerajaan,..!" seru Bekel prajurit Medang Kemulan ini.


" Ha, ha, ha, kalian pikir kami takut dengan prajurit Medang Kemulan, sebaiknya kalian lah yg harus memohon ampun kepada kami dan menyerahkan semua barang bawaan, termasuk pula dengan perempuan yg ada di dalam kemah itu,.!" jawab orang itu.


Dan tidak terlalu lama, berkelebat lah sesosok bayangan tubuh berwarna hitam mendekati Bekel prajurit itu.


" Kali ini aku sudah memperingatkan kalian, jika memang kalian semua tidak mau menyerah , seluruh anak buahku akan membantai kalian semua, untuk itulah sebaiknya kalian menyerahlah, dan serahkan apa yg menjadi barang bawaan itu,..!" kata orang yang berbadan besar tersebut.


Dan tiada lain adalah si sepasang Iblis bermata merah yg bernama Gurung.


Di tangan orang itu telah ada sebuah nenggala, dan ia pun menimang-nimang nya.


" Jangan bermimpi kalian, kami lah yg akan menangkap kalian semua karena telah berlaku keterlaluan dengan menjarah wilayah kerajaan Medang Kemulan ini,.!" ucap Bekel prajurit ini.


Sambil mengangkat tinggi pedang nya ke atas siap untuk bertempur.


" Kalian hanya akan menyusahkan diri saja , namun baiklah jika memang itu mau mu prajurit, Wadya bala,..seraaang,.!" teriak Gurung dengan kerasnya.


Segeralah para perampok itu menyerang prajurit terpilih Medang Kemulan dengan hebatnya.


Jumlah mereka yg hampir tiga kali lipat segera merangsek maju menekan para prajurit tersebut.


Meski demikian , para prajurit yg menjadi pengawal Prabhu Dewangga Sena ini bukanlah prajurit sembarangan, karena kalah jumlah mereka tidak langsung gentar untuk menghadapi lawan.


Dengan gagah berani para prajurit pilihan dari Medang Kemulan ini berusaha menahan serbuan perampok yang di pimpin oleh sepasang Iblis bermata merah tersebut.


Denting senjata langsung beradu dengan kerasnya , pijaran kembang api mewarnai tempat tersebut.


Bekel Lanjaran yg menjadi pemimpin prajurit Medang Kemulan harus berhadapan dengan tiga orang kawanan rampok, ia bergerak dengan sangat cepat guna melumpuhkan para pengeroyok tersebut.


Sambil melompat ia mengarahkan tendangan kaki kanannya ke arah musuh sebelah kanannya sedangkan pedangnya berusaha menggapai musuh yang ada di sebelah kirinya, dan musuh yang ada di depannya langsung menerima lanjutan tendangannya tadi.

__ADS_1


Dua orang pengepung nya langsung mundur dan hampir saja terjatuh setelah menerima tendangan tadi, namun tidak dengan lawan yg ada di sebelah kirinya, orang tersebut mampu menahan serangan pedang yang sangat cepat mengarah dada nya itu.


" Tranngg,..!"


" Heahh,.!"


Bekel Lanjaran terus mencecar orang tersebut menggunakan senjata nya, sebab dua orang musuhnya masih berusaha untuk memperbaiki posisinya.


" Trang,..!"


" Triing,..!"


" Crasshh,..!"


" Aakhh,.!"


Rupanya di cecar sedemikian rupa membuat salah seorang pengepung Bekel prajurit terpilih Medang Kemulan ini menjadi kelabakan, ia agak gugup hingga pundaknya tersambar pedang yang ada di tangan Bekel Lanjaran ini.


Orang tersebut berteriak kesakitan dan berusaha untuk menjauhi sang Bekel.


Dan dua orang temannya langsung membantunya dengan memberikan tekanan kepada pemimpin pasukan pengawal Raja ini.


Keduanya memang harus memaksa Bekel Lanjaran berlompatan menghindari serangan mereka, sebab salah seorang diantara mereka menggunakan tombak sebagai senjatanya.


Jarak jangkau senjata tersebut agak menyulitkan Bekel Lanjaran memasukkan serangan nya.


Tetapi kecepatan yg di miliki oleh pemimpin pasukan pengawal ini pantas di puja, meski agak sulit , tetapi kecerdasan bertarung membantu dia mencapai hasil yg lumayan bagus.


Bekel Lanjaran menyerang lawan nya yg menggunakan senjata golok , ia mempercepat lagi serangan nya tersebut dengan harapan dapat mengakhiri perlawanan nya.


Apa yg di rencanakan oleh sang Bekel , ternyata ketiga pengeroyok nya ini tidak terlalu baik dalam bertarung berpasangan, terbukti ketika ia terus saja menyerang lawannya itu, anggota gerombolan rampok yg menggunakan senjata tombak tidak mampu membantunya.


Sehingga,..


" Crabhhh,..!"


" Aaakkh,..!"


Ujung pedang dari Bekel Lanjaran ini mampu menembus dada lawan hingga ke belakang baru kemudian datang serangan dari lawannya yg menggunakan tombak itu,.


" Trang,..!"


Bekel Lanjaran segera mencabut senjatanya dan langsung memukulkannya agar mata tombak tersebut tidak mengenai nya.


" Hiyyahh,..!"


" Dhieghh,..!"


Memang kecepatan nya sungguh tinggi sekali, Bekel Lanjaran langsung melompat tinggi dan mengirimkan tendangan nya ke arah dada musuh nya itu.


Dan dengan telaknya mendarat di dada musuh , orang tersebut terhuyung-huyung ke belakang akibat tendangan tadi .


Ia masih berusaha untuk memapasi serangan lanjutan yg di berikan oleh Bekel Lanjaran ini.


" Hiyyahh,..!"


" Triiing,..!"


" Sreethh,.!"


" Aaakhh,..!"


Perampok yang menggunakan senjata tombak ini memang berhasil memapasi serangan tersebut sehingga dada nya masih selamat akan tetapi lambung nya harus mengalami goresan yang memanjang dari pedang lawannya ini.


Dan darah langsung mengembun keluar dari bekas sayatan senjata itu.


Orang tersebut langsung jatuh terduduk sambil memegangi perutnya.


Sungguh tandang dari prajurit terpilih Medang Kemulan ini sangat nggegrisi, sebentar saja mampu melumpuhkan ketiga lawannya.


Dan demikian pula dengan prajurit yang lain, mereka mampu bertahan dari serangan musuh bahkan membalikkan keadaan.


Akan tetapi sesosok tubuh berusaha mendekati kemah dan kereta kencana kerajaan Medang Kemulan tersebut.


ia yg tidak lain adalah Gurung.

__ADS_1


__ADS_2