SASRA WURUK

SASRA WURUK
Pertaruhan #7.


__ADS_3

Pasukan besar itu berangkat dari Cempogo dengan semangat yg membara di sebabkan mereka sudah lelah di peras oleh Prabhu Watu Menak Koncar selama ini.


Utamanya para Panewu yg turut serta dalam rombongan ini, seperti Panewu Langgrah dan Cempogo. Sudah lama mereka merasakan penderitaan selama di bawah kekuasaan dari Prabhu Watu Menak Koncar ini. Sehingga kedatangan dari pengeran Dewangga Sena bak air dingin yg menyejukkan.


Dua hari lebih mereka dalam perjalanan menuju ke Kotaraja , sampailah mereka di ibukota kerajaan Medang Kemulan saat malam telah cukup larut.


Pasukan dari Pamintihan dan beberapa Pakuwan ini di tambah dari banyaknya kepaneon segera mencari tempat yang sangat baik untuk mendirikan perkemahan sekaligus sebagai landasan mereka ketika menyerang Kotaraja Medang Kemulan.


Jarak nya memang tidak terlalu dekat, Patih Watu Spuh Gada menyarankan agar mereka berada di luar jangkauan dari anak anak panah musuh .


Dalam pada itu di Kotaraja Medang Kemulan sendiri , para petinggi dan penguasa kerajaan Medang Kemulan ini segera melakukan sidang mendadak dalam menyambut pasukan yang akan datang menyerang mereka ini.


Bukan nya Panglima Raden Naruttala tidak mengetahui akan kehadiran pasukan yang cukup besar itu dan di bawah kepemimpinan dari Pangeran Dewangga Sena, tetapi ia masih memerlukan untuk menyiapkan suatu penyambutan yg baik atas pasukan tersebut. Dan dirinya segera meminta kembali kepada seluruh para petinggi dan pejabat kerajaan ini untuk menjawab tantangan dari Pangeran Dewangga Sena tersebut.


" Apakah seluruh pasukan kita telah siap menyambut mereka ,.. anakmas Naruttala,..?" Prabhu Watu Menak Koncar dengan nada tinggi.


" Sendika Ramanda Prabhu,..kami siap menjalankan semua titah Gusti Prabhu,..!" jawab panglima Raden Naruttala .


" Bagus,.. bagaimana dengan rencana mu untuk dapat menghancurkan pasukan yang datang ini,..apakah Kalindih telah menerima pesan darimu,..anakmas ,..?" tanya Prabhu Watu Menak Koncar lagi.


Kali ini Panglima Raden Naruttala agak kebingungan menjawabnya. Sebab sampai saat ini belum ada jawaban dari kalindih dari adik Prabhu Watu Menak Koncar ini.


" Ampunkan hamba, Gusti Prabhu,..agaknya pesan yg telah hamba kirimkan mendapatkan halangan sehingga sampai saat ini belum ada jawaban dari paman Akuwu Watu Menak Kober,..!" jawabnya.


" Hahh,.. bagaimana kamu ini,.. Naruttala,..musuh telah di depan mata tetapi hubungan dengan Kalindih pun belum jelas,.. apa saja kerja para prajurit sandi mu itu,..!" terdengar suara bentakan dari Prabhu Watu Menak Koncar ini.


Ia amat marah sekali setelah mendengar menantu nya tidak berhasil mengadakan hubungan dengan Kalindih, yg tentu nya akan sangat merugikan keadaan pasukan Kotaraja Medang Kemulan sendiri.


Tentu mereka akan berjuang sendiri untuk dapat mengalahkan pasukan yang di bawa oleh Pangeran Dewangga Sena dari Pakuwan Pamintihan itu.


" Mohon ampun beribu ribu ampun Gusti Prabhu,..meskipun Pasukan dari Kalindih itu tidak jadi datang,.keadaan pasukan kita dalam Kotaraja ini belum tentu kalah jika berhadapan dengan pasukan yang datang ini,.. kekuatan pasukan Medang Kemulan lebih besar dari kekuatan Pakuwan Pamintihan itu,..Gusti Prabhu,..!" ucap Jabonarang.


Penguasa Gunung Merut inj tampaknya tidak memandang sebelah mata atas kehadiran pasukamt yg di pimpin oleh Pangeran Dewangga Sena sebagai Senopati Agungnya.


" Aku ingin secepatnya menghancurkan pasukan yang datang dari Pakuwan Pamintihan itu,..dan untuk itu kita tidak boleh tanggung tanggung dalam mengatasinya,..agar seluruh tlatah kerajaan Medang Kemulan ini dapat melihat kebesaran dan keagungan ku,..bila perlu kerajaan Kalinggha Pura segera kita tundukkan,..!" terang Prabhu Watu Menak Koncar dengan berang nya.


Kemarahan dari Prabhu Watu Menak Koncar ini di tambahi lagi dengan sindiran dari Patih Bamalurung.


" Amapunkan hamba Gusti Prabhu, memang seharusnya kita telah matang mempersiapkan penyambutan pasukan dari Pakuwan Pamintihan ini, tidak sewajarnya kita memandang sebelah mata terhadap mereka, di dalam pasukan musuh itu terdapat nama nama yang menjadi pembantu dekat dari Prabhu Kreshna Yuda, sebut saja nama Patih Watu Spuh Gada, Panglima Raden Watu Giring dan banyak lagi yg lainnya,..sehingga ke teledoran kita ini dapat berakibat fatal bagi kita,..!" jelas Patih Bamalurung menyindir ungkapan dari Jabonarang.


Mendengar hal ini, Jabonarang segera angkat bicara,..


" Maaf sebelumnya Gusti Prabhu,..kalau menurut hamba,. pasukan yang berada di luar sana ini dalam sehari pun dapat kita tumpas,..!" ucap nya dengan nada agak meninggi.


Ia merasa tersinggung atas ucapan dari Patih Bamalurung itu.


Akan tetapi ucapan nya ini juga dapat berpengaruh terhadap Prabhu Watu Menak Koncar. Karena jauh di lubuk hati dari penguasa kerajaan Medang Kemulan ini sudah merasa gentar menghadapi pasukan yang di bawa oleh Pangeran Dewangga Sena ini.


Ia telah mendapatkan firasat buruk akan hal itu.


Jadi ia sangat mengharapkan kedatangan dari Pakuwan Kalindih itu.


Ia pun berkata,..


" Tetapi kita memang tidak dapat menganggap remeh dengan mereka,.." ucap Prabhu Watu Menak Koncar.


" Benar Gusti Prabhu,..memang sebaiknya kita menerima pasukan dari Pamintihan ini dengan segenap kekuatan penuh,.. sehingga kita dapat menghasilkan kemenangan dengan sempurna,.." ungkap Rakryan Mahamantri Kalasan.


Pembantu dekat dari Patih Bamalurung ini memang sangat mendukung ucapan dari sang Patih.


Akan tetapi semua itu tidak mampu menyudutkan Jabonarang.


Malam itu mereka memang telah menyiapkan sebuah serangan dengan menggunakan ilmu sihirnya.


" Gusti Prabhu,.. izinkan kami keluar sebentar , agar dapat memberi sedikit pelajaran kepada pasukan yang baru datang itu,..!" ucap Jabonarang.


" Silahkan Jabonarang,..secepatnya aku mendengar kabar baik darimu,..!" sahut prahu Watu Menak Koncar.

__ADS_1


Ia memang mengharapkan upaya dari dukun sakti ini dapat merobah dari keadaan yang mengkhawatirkan ini.


Tidak menunggu lama Jabonarang dengan di temani oleh Jabung Alap dan Adas Gala segera keluar dari balairung istana kerajaan Medang Kemulan ini.


Mereka langsung menuju ke gerbang utama dari kerajaan Medang Kemulan itu.


Dan selanjutnya keluar , ketiganya kemudian berhenti tidak terlalu jauh dari gerbang utama ini.


Baru kemudian ketiga orang ini di susul oleh tiga Golok Setan yang juga merupakan murid dari Jabonarang.


Sedangkan di dalam istana Panglima Raden Naruttala yg mendapatkan murka dari mertuanya ini hanya mampu menundukkan kepalanya. Ia memang merasa bersalah setelah kepergian dari Bekel prajurit sandi Medang Kemulan ini yg tidak kembali , dan meskipun dirinya telah mengirimkan lagi dua orang Bekel terbaiknya tetapi sampai saat ini , mereka itu belum pun kembali.


Apakah mereka itu telah di bunuh oleh para prajurit Pakuwan Pamintihan, itulah yang ada di dalam hati panglima tertinggi pasukan Medang Kemulan ini.


Akhirnya , Prabhu Watu Menak Koncar menikahkan untuk dapat menghancurkan pasukan yang datang itu dengan mengerahkan segenap kekuatan dengan membuka tiga pintu gerbang , sehingga dari tiga jurusan pasukan Kotaraja ini dapat mengepung dan menekan lawan, agar pasukan tersebut dapat segera di kalahkan.


Setelah selesai maka Prabhu Watu Menak Koncar masuk kembali ke dalam biliknya , ia memang ingin mendapatkan petunjuk dari sang penguasa alam semesta ini.


Sedangkan Jabonarang yg tengah berada di luar dengan di temani oleh lima orang segera menyiapkan pedupaan kecil ia juga memerintahkan ketiga murid nya bersiap melaksanakan perintahnya.


" Sungguh pasukan ini terlalu percaya diri mampu mengalahkan Medang Kemulan ini , belum tahu berhadapan dengan siapa mereka,..!" ucap nya.


Si tiga Golok Setan terlihat sedang memegang beberapa buah tali yg berwarna merah.


Kinanja , Wardipa dan Wandiga , mereka semua nya bersiap pada tempatnya.


" Kurang ajar,..!?" seru Jabonarang tiba tiba.


" Ada apa guru," tanya Kinanja heran.


Tidak biasanya gurunya itu berteriak memaki seperti ini.


Sedangkan ia sendiri pun terlihat duduk bersila dengan tangan bersedekap di depan dada, mulutnya komat kamit membaca mantera dengan mata tertutup,.di hadapan nya asap pedupaam semakin banyak dan keras menyengat.


Kinanja yg mendekati gurunya itu tidak berani bertanya , ia takut kena damprat Lelaki tua ini.


" Cepar lemparkan tali tali itu ke udara,..!" teriaknya.


Ketiga muridnya pun segera melakukan apa yang di perintahkan itu, mulai dari Kinanja, baru kemudian Wandiga dan terakhir adalah Wardipa.


Ketiganya beberapa kali melepaskan benda benda yang ada di tangan mereka ini dan hasil nya cukup mengagetkan semua yg berada di tempat itu, demikian pula pasukan dari Pakuwan Pamintihan itu.


" Bletaaaaar,..!''


" Bletaaaaar,..!"


" Bletaaaaar,..!"


Laksana petir yang menyambar nyambar benda yang berupa tali berwarna merah ini menjelma bagai kan petir yang melanda.


Kilatan kilatan cahaya terang berwarna kemerahan dan berwarna putih kekuningan menyerang pasukan dari Pamintihan itu.


Keadaan menjadi agak tidak terkendali ketika beberapa prajurit dari Pakuwan Pamintihan itu terkena sambaran kilat yang menjelma dari tali tali kecil berwarna merah ini.


Ada juga yg langsung tewas ketika mereka terkena sambaran kilat ini , namun sebahagian lagi hanya terluka saja dan tidak terlalu parah.


" Segera menjauh dari tempat itu,..!" teriak dari Panglima Raden Watu Giring mengingatkan para prajurit nya.


Karena panglima pasukan Medang Kemulan dimasa Prabhu Kreshna Yuda ini mengetahui ilmu sihir yg telah menyerang mereka tampaknya berasal dari depan pintu gerbang utama ini dan hal itu di lakukan oleh Jabonarang.


Orang yang turut andil menewaskan Prabhu Kreshna Yuda saat peperangan terjadi beberapa waktu silam.


Panglima Raden Watu Giring segera menemui Pangeran Dewangga Sena yg tampak tengah bersemedi di temani oleh Patih Watu Spuh Gada.


" Ada apa Paman Watu Giring,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena terkejut.


Setelah ia mendapatkan bisikan dari Patih Watu Spuh Gada akan kehadiran nya.

__ADS_1


" Maaf sebelumnya anakmas Pangeran, sepetinya orang tua dari Gunung Merut itu telah memulai aksinya ,..!" jawab Panglima Raden Watu Giring.


" Maksud Paman ,.. Jabonarang,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


" Benar,. anakmas Pangeran,..beberapa prajurit kita telah menjadi korban nya dengan petir buatan nya itu,..!" jelas Panglima Raden Watu Giring.


" Hahh,.. mengapa pagar ghaib yang telah di lakukan oleh ki Gambong masih dapat di tembus oleh orang tua itu,..!" seru Pangeran Dewangga Sena kaget.


Ia memerintahkan kepada salah seorang prajurit untuk memanggil Ki Gambong dan Brojo Lungguk.


Tidak terlalu lama kedua orang yg di panggil ini pun datang di kemah pangeran Dewangga Sena ini.


" Ada apa Gusti Pangeran memanggil kami ,..?" tanya Brojo Lungguk.


Pangeran Dewangga Sena langsung menyampaikan, apa yang menyebabkan Jabonarang ini mampu melakukan penyerangan pada malam hari .


Ki Gambong yg menjadi orang kepercayaan dari Brojo Lungguk dan mendapatkan tugas untuk memagari pasukan ini hanya dapat berkata,


" Ampunkan hamba Gusti Pangeran,..ternyata Jabonarang itu sungguh tinggi ilmunya,.. pertahanan yang ku bangun dapat di tembusnya,..!" ucap Ki Gambong.


" Jadi ,..apa usaha kita selanjutnya,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.


Karena menurut nya, keadaan seperti ini tidak dapat di biarkan berlarut-larut,..sebelum para prajurit nya berguguran sebelum pecah perang dengan Kotaraja Medang Kemulan ini.


Brojo Lungguk memandangi teman nya yang bernama ki Gambong ini , seolah meminta pendapat nya untuk mengatasi masalah yg telah di timbulkan dari penguasa Gunung Merut itu.


Merasa tersudutkan, ki Gambong kemudian berkata lagi.


" Sebaiknya Gusti Pangeran sendiri yg membantu hamba untuk memperkuat pagar ghaib yang telah hamba buat itu ,..!" ucap nya kepada Pangeran Dewangga Sena.


" Baik kalau begitu, ada lagi permintaan yg lain, sebelum kita berangkat,..?" tanya pangeran Dewangga Sena.


" Hamba memang meminta tambahan kekuatan tenaga dalam yang tinggi untuk menambah kekuatan pagar ghaib ini Pangeran,..!" ungkap Ki Gambong .


" Eyang Patih dan paman Panglima ikut dengan ku, kita berusaha untuk menahan serangan dari Jabonarang ini,..!" ujar pangeran Dewangga Sena kepada orang dekat ramandanya ini.


" Sendika,. anakmas Pangeran,..!" jawab keduanya.


Maka seluruh orang yang berada di perkemahan dari Pangeran Dewangga Sena ini menuju ke tempat dimana ki Gambong dan Brojo Lungguk berada,. mereka memang berada agak dekat dengan gerbang utama kerajaan Medang Kemulan ini.


Dalam sebuah tempat yang di khususkan untuk ki Gambong ini kelima nya segera masuk, dan di dalam tempat ini ternyata Ki Gambong telah menyiapkan semuanya.


Dan akhirnya mereka berlima duduk saling berdekatan dengan ki Gambong yg tampak memegang seutas tali kecil agak panjang berwarna putih dan dililitkan pada sebuah tongggak kokoh dari kayu jati yang tidak terlalu besar.


Sedangkan di hadapan mereka pun asap dupa telah menyeruak keluar.


Ki Gambong yg memegang ujung dari tali berwarna putih ini kemudian merapal mantera dengan sebelah tangannya di depan dada.


Sementara itu tubuh nya yg di sentuh oleh ke-empat orang ini segera bergetar sangat hebat tatkala mereka mengerahkan tenaga dalam nya. Asap keluar dari ubun ubun Ki Gambong ini dan dari tangannya yang memegang ujung tali itu pun mengeluarkan asap yg berwarna putih.


Sehingga tempat itu laksana tertutup kabut berwarna putih,.. perlahan-lahan asap putih menyeruak keluar dan mulai mengelilingi seluruh prajurit dari pasukan Pakuwan Pamintihan itu.


Tempat tersebut tampak tertutup kabut yg sangat tebal. Meski malam masih cukup pekat, tetapi gulungan asap kabut tebal ini dapat terlihat dari jauh.


Bahkan jabonarang pun melihat hal tersebut.


" *******..ternyata mereka mampu menangkal ilmuku,.!" serunya murka.


Penguasa Gunung merut itu bangkit berdiri dari tempat duduk nya, ia segera memanggil ketiga muridnya untuk mendekat.


" Ternyata mereka telah mempersiapkan untuk menangkal ilmuku,.!" ujar nya.


" Jadi apa yang harus kita lakukan,.Guru,..?" tanya Kinanja.


" Kita harus kembali ke dalam ,..aku harus mengistirahatkan tubuh ku, besok kita ulangi lagi,..!" ucapnya.


Ia pun segera beranjak dari tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2