SASRA WURUK

SASRA WURUK
Prahara di Chandra Bhaga #2.


__ADS_3

" Sendika Dawuh Gusti,!" ucap Bekel Lanjaran sambil membungkuk ke arah kepergian dari Prabhu Dewangga Sena.


Ia lantas memerintahkan para prajurit nya untuk segera mengikat dan menyatukan mereka , dan bagi yg sudah tidak mampu berjalan lagi dinaikkan ke atas punggung.


Sementara itu tiga orang prajurit pengawal yg terluka di naikkan ke atas kereta kencana milik kerajaan Medang Kemulan tersebut.


Setelah selesai berkemas , berangkat lah kembali para prajurit Medang Kemulan ini balik menuju ke istana dengan membawa para tawanan.


Mereka meninggalkan para perampok yang telah meninggal.


Jalan iring iringan ini menjadi lambat di sebabkan membawa para tawanan yang seperti nya enggan untuk melangkah.


Sedangkan Prabhu Dewangga Sena sendiri segera melesat bersama permaisuri Dewandhani Maheswari dengan menunggangi macan putih.


Gerakan nya yg secepat kilat membuat hati sang permaisuri sangat takut, ia memeluk erat sang Prabhu sambil menyandarkan kepalanya di punggung nya.


" Tenanglah Diajeng,..sebentar juga kita akan sampai di Pamintihan,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena sambil menepuk-nepuk tangan sang permaisuri guna menenangkan hatinya.


Memang sesuai dengan yg di ucapkan oleh Prabhu Dewangga Sena, pada saat sore di keesokan harinya mereka sudah tiba di pakuwan Pamintihan, dimana permaisuri Dewandhani Maheswari berasal.


Ketika akan memasuki pintu gerbang istana , Prabhu Dewangga Sena meminta kepada Eyang Macan Putih untuk berhenti.


Ia tidak ingin , tunggangan nya ini akan jadi tontonan jika mereka terus saja membawa nya masuk.


Dan Macan Putih ini pun mengerti dengan permintaan Prabhu Dewangga Sena, ia berhenti dan sekejap kemudian telah menghilang dari pandangan mata.


Permaisuri Dewandhani Maheswari yg seperti sedang tertidur tidak mengira bahwa dirinya telah sampai di istana Pakuwan Pamintihan.


" Apakah kita telah tiba di Pamintihan, Kangmas Prabhu,..?" tanya nya seolah tidak percaya.


" Ahh, apakah Diajeng Maheswari tadi telah tertidur selama dalam perjalanan,..?" Prabhu Dewangga Sena malah balik bertanya.


Sungguh ia tidak mengira bahwa istrinya ini tidak tahu bahwa mereka telah tiba di kampung halaman nya sendiri.


Sambil mengangguk lemah, permaisuri Dewandhani Maheswari berkata,


" Tadi aku memang telah tertidur Kangmas Prabhu,.!" jawabnya sambil tersenyum.


Tanpa mempermasalahkan hal tersebut, Prabhu Dewangga Sena mengajak istrinya ini untuk masuk gerbang keraton dengan menggandeng tangan nya.


Sepasang muda mudi yang berparas sangat baik ini pun meninggalkan tempat tersebut dan masuk ke dalam


Ketika mereka melewati para prajurit jaga, sontak saja mereka ini membungkuk hormat kepada keduanya karena mereka tahu yg datang ini adalah junjungan mereka, Raja Medang Kemulan.


" Silahkan Gusti Prabhu dan Gusti permaisuri, Gusti Akuwu Manik Rangga telah lama menunggu,.!" ucap prajurit jaga ini mempersilahkan kepada keduanya.


Mereka yang ada di situ memberikan penghormatan kepada Prabhu Dewangga Sena.


Memang jarak yang tidak jauh dari gerbang istana pakuwan Pamintihan ini dari istana nya sendiri.


Dan oleh Permaisuri Dewandhani Maheswari , Prabhu Dewangga Sena diajak menuju ke tempat kediaman dari Akuwu Manik Rangga.


Putri Akuwu Manik Rangga ini mengerti kebiasaan dari Ramandanya ini, jika waktu telah menjelang sore ia akan lebih banyak menghabiskan waktunya di belakang , di dekat sebuah taman.


" Marilah,..!" sahut Prabhu Dewangga Sena.


Kembali mereka berdua berjalan bersisian dengan Permaisuri tetap memegangi lengan Prabhu Dewangga Sena, seolah tidak ingin lepas darinya.


Sesuai ucapan dari permaisuri Dewandhani Maheswari memang Akuwu Manik Rangga berada di halaman belakang dan sedang bersama dengan istrinya.


" Ramanda Akuwu,..!" seru Permaisuri Dewandhani Maheswari.


Setelah melihat orang tuanya ini asyik memandangi kolam yg berair jernih dan banyak terdapat ikan nya.


" Hehh,..!"

__ADS_1


Sungguh terkejut penguasa Pakuwan Pamintihan ini setelah melihat siapa yg datang.


Ternyata putri dan menantunya telah berada di situ tanpa ada seorang pengawal pun yg bersama mereka.


" Bagiamana kalian tiba di sini tanpa ada yang memberitahukan kepada kami,.!" seru Akuwu Manik Rangga heran.


Karena tidak seorang prajurit pun yg memberitahukan nya.


Sambil tersenyum setelah Raja Medang Kemulan ini duduk, ia menjelaskan bahwa hal ini memang mereka sengaja agar sang Akuwu mendapatkan kejutan.


" Jadi dimana para pengawal kalian semua itu anakmas Prabhu,..?" tanya Akuwu Manik Rangga ini lagi.


" Kami hanya datang berdua saja Ramanda Akuwu,.tanpa pengawalan,.!" sahut Permaisuri Dewandhani Maheswari.


Kembali Akuwu Manik Rangga ini terkejut di buat oleh ucapan putrinya ini.


" Dari Medang Kemulan kalian hanya berdua saja,..?" tanya nya lagi.


Permaisuri Dewandhani Maheswari lantas menjelaskan bahwa pada awalnya mereka mendapatkan pengawalan dari para prajurit namun ketika seharian mereka berjalan , rombongan mereka itu di hadang oleh kelompok rampok yg di pimpin Sepasang Iblis bermata merah , hingga akhirnya mereka memutuskan berangkat berdua saja , serta menyuruh para pedagang nya kembali ke istana Medang Kemulan guna membawa para tawanan.


Mendengar ucapan dari putrinya ini Akuwu Manik Rangga langsung menyahuti nya,


" Memang Kelompok sepasang Iblis bermata merah ini sangat membuat resah penduduk, bahkan sampai ke wilayah Kalingga phura, beberapa waktu yang lalu utusan dari sana pun mendapatkan penghadangan oleh mereka, beruntung pada saat yang sama prajurit dari Pamintihan ini tengah melakukan pemeriksaan di perbatasan sehingga membuat usaha kelompok rampok ini menjadi gagal,.!" ungkap Akuwu Manik Rangga menyambung perkataan putrinya tadi.


Prabhu Dewangga Sena yg telah melihat sendiri sepak terjang gerombolan rampok itu menjadi gusar, ternyata memang mereka itu sebuah kekuatan yang patut di perhitungkan sebagai hanya sekelompok perampok biasa.


" Ramanda Akuwu, apa tidak mungkin ada seseorang yg mengatur kegiatan dari kawanan rampok yg berasal dari gunung Chandra Geni itu,, melihat jumlah mereka yg tidak sedikit,..?" tanya Sang Prabhu.


Akuwu Manik Rangga tidak menjawab pertanyaan dari menantunya ini ia hanya menghela nafasnya saja seolah ada beban yang lain yg tengah di alaminya.


" Entahlah anakmas Prabhu, saat seperti ini memang sangat sulit untuk menebak apakah mereka itu murni sebagai perampok atau ada maksud tersembunyi yang menggerakkan mereka , namun yg jelas saat ini Ramanda memang membutuhkan bantuan mu, Anakmas Prabhu,.!" terang Akuwu Manik Rangga.


" Membutuhkan bantuan ku,.?" tanya Prabhu Dewangga Sena agak terkejut.


" Yah,.. Ramanda memang membutuhkan bantuan mu Anakmas Prabhu,.!" sahut Akuwu Manik Rangga sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


Ia menceritakan kepada Prabhu Dewangga Sena bahwa saat ini kerajaan Chandra Bhaga tengah bersiap menghadapi Kerajaan Nuwala setelah mangkatnya Raja kerajaan Chandra Bhaga.


" Karena putri Pawawitra Kirana menolak lamaran dari Prabhu Banyak Wulung, hingga tampaknya pasukan dari kerajaan Nuwala bersiap untuk berperang,..!" jelas Akuwu Manik Rangga lagi.


" Jadi Putri Pawawitra Kirana menolak lamaran dari Prabhu Banyak Wulung, ramanda Akuwu,.?" tanya Permaisuri Dewandhani Maheswari menanggapi ucapan ramanda nya itu.


" Yeahh,.putri Pawawitra Kirana tidak mau menjadi seorang istri dari Prabhu Banyak Wulung yg telah memiliki istri yg banyak belum lagi selirnya, mungkin berjumlah puluhan , atau bahkan ratusan,, jadi dengan sangat tegas Putri Pawawitra Kirana menolaknya,.!" terang Akuwu Manik Rangga.


" Seperti yang kalian tahu bahwa Putri Pawawitra Kirana memiliki hubungan darah dengan ibunda kalian juga dengan keluarga kerajaan Kalingga phura, sehingga beliau telah mengirimkan utusan nya untuk datang kemari meminta bantuan guna melawan Prabhu Banyak Wulung ini,.!" ungkap Akuwu Manik Rangga.


Prabhu Dewangga Sena dan Permaisuri Dewandhani Maheswari penjelasan dari Ramanda nya ini.


Setelah selesai mengatakan hal tersebut , Prabhu Dewangga Sena langsung bertanya kepada mertuanya ini.


" Jadi mengapa Ramanda Akuwu harus memanggil kami datang kemari, bukankah Ramanda dapat memerintahkan kepada kami untuk segera mengirimkan pasukan ke Kerajaan Chandra Bhaga untuk membantu putri Pawawaitra Kirana,.!" ucap Prabhu Dewangga Sena.


" Dalam tata krama keraton, Ramanda mu ini tidak dapat memberikan perintah kepada mu Anakmas Prabhu,.!" sahut Ibunda Ratu, istri dari Akuwu Manik Rangga.


" Mengapa demikian ibunda Ratu,..?" tanya Prabhu Dewangga Sena tidak mengerti.


Akuwu Manik Rangga kembali duduk dan segera menjelaskan apa yg telah dikatakan oleh sang permaisuri tadi.


Dirinya menyebutkan bahwa dalam hal tata krama keraton, dirinya masih berada di bawah dari Prabhu Dewangga Sena, dan ia tidak boleh memerintah kepadanya.


Sehingga ia tidak mau mengirimkan utusan untuk mengatakan hal tersebut, sehingga ia meminta kehadiran nya di Pakuwan Pamintihan ini.


" Kalau di sini, dirimu ini adalah seorang anak ku, kedudukan nya bukan sebagai MahaRaja di kerajaan Medang Kemulan, sehingga selaku seorang tua terhadap anaknya, Ramanda dapat meminta dirimu untuk berangkat ke kerajaan Chandra Bhaga memimpin pasukan,.!" ungkap Akuwu Manik Rangga.


Barulah Prabhu Dewangga Sena mengerti duduk persoalan nya, ia pun berusaha untuk memaklumi apa yg di paparkan paman nya sekaligus mertuanya itu.

__ADS_1


" Ramanda Akuwu,.apakah bila diriku berada disini akan dapat membawa pasukan ke kerajaan Chandra Bhaga, bukankah diriku harus kembali lagi ke Medang Kemulan,..?" tanya nya kepada Akuwu Manik Rangga.


" Dirimu tidak perlu kembali ke Kotaraja Medang Kemulan, lebih baik berangkat dari sini dengan membawa para prajurit Pakuwan Pamintihan saja dan akan di dampingi oleh Panglima Rakai Parumping,.!" jelas Akuwu Manik Rangga.


Permaisuri Dewandhani Maheswari yg kini mengetahui permasalahan nya turut angkat bicara dalam hal tersebut.


" Ramanda Akuwu, bila memang demikian , apakah Kangmas Prabhu akan langsung segera berangkat dari sini,..?" tanyanya kepada ramanda nya.


" Benar putri ku, keberangkatan nya memang harus di percepat sebab memang pasukan dari kerajaan Nuwala akan menyerang Kotaraja Chandra Bhaga saat bulan purnama tiba,..!" jelas Akuwu Manik Rangga lagi.


Ibunda Ratu pun menambahi perkataan suaminya ini dengan mengatakan bahwa Putri Pawawaitra Kirana itu saat ini tengah menghadapi kesulitan yang besar, di kerajaan Chandra Bhaga kini tidak ada lagi seorang yg dapat di percaya dalam memimpin pasukan.


" Tidak ada yg mumpuni baik dalam hal ilmu kadigjayaan maupun dalam ilmu perang, sehingga membuat ia memerlukan seorang pemimpin yang mampu menahan serangan yg akan di lancarkan oleh Prabhu Banyak Wulung itu, anakmas Prabhu,.!" sambung Akuwu Manik Rangga.


Kedua suami istri yg merupakan mertuanya itu membuat Prabhu Dewangga Sena tidak mampu menolaknya , demikian pula dengan sang permaisuri Dewandhani Maheswari.


" Baiklah Ramanda Akuwu, jika memang demikian adanya, diriku bersedia berangkat ke Kerajaan Chandra Bhaga dengan membawa pasukan dari Pakuwan Pamintihan ini,.!" sahut Prabhu Dewangga Sena.


Adalah Permaisuri Dewandhani Maheswari yg nampak menundukkan wajahnya serta nampak murung.


Melihat hal tersebut, Akuwu Manik Rangga segera bertanya kepadanya.


" Apakah dirimu keberatan , Maheswari,..?" tanya nya kepada putrinya ini.


Permaisuri Dewandhani Maheswari mengangkat wajahnya dan memandanginya ketiga orang yg paling di kasihinya ini.


Dan matanya tertumbuk lama pada raut wajah Prabhu Dewangga Sena.


Ada sesuatu yg sulit untuk di ungkapkan nya ketika melihat wajah tampan sang suami, jauh dari lubuk hatinya paling dalam seakan tidak rela untuk melepaskan nya pergi ke medan perang.


" Apakah dirimu tidak meyakini akan kemampuan dari anakmas Prabhu Dewangga Sena,..?" tanya ibundanya.


" Ahh tidak ibunda ratu, Maheswari merasa bahwa kemampuan dari Kangmas Prabhu Dewangga Sena sudah sangat tinggi , namun di atas langit masih ada langit, ,di kerajaan Nuwala pun memiliki banyak ksatria dan Senopati yg pilih tanding,.!" ungkap Permaisuri Dewandhani Maheswari menutupi perasaan hatinya.


Yg di khawatirkan oleh permaisuri Dewandhani Maheswari ini adalah mengenai perasaannya sebagai seorang perempuan terhadap suaminya yang akan pergi ke suatu tempat yg memiliki perempuan berparas sangat cantik.


Yeahhh, siapa yang tidak mengenal kecantikan dari seorang putri sekar kedaton kerajaan Chandra Bhaga yg bernama Pawawaitra Kirana itu.


Dan kini sang suami harus ke sana harus membantunya, jika kelak sang suami jatuh hati padanya dan demikian pula sebaliknya , bagaimana kah nasibnya ini kelak.


" Sudah lah Maheswari, berdoalah kepada sang Hyang jagad Bhatara agar anakmas Prabhu ini selamat dan berhasil memenangkan peperangan melawan Prabhu Banyak Wulung itu,.!" ucap Akuwu Manik Rangga.


Ia pun mengatakan bahwa pasukan dari Pamintihan ini akan bergabung dengan pasukan dari Kalingga phura.


Sebab Kerajaan Kalingga phura pun akan mengirimkan pasukannya membantu putri Pawawaitra Kirana tersebut.


Setelah selesai melakukan pembicaraan itu, hati dari Akuwu Manik Rangga serta istri nya menjadi lega, atas kesediaan dari Prabhu Dewangga Sena yg akan berangkat memimpin pasukan yg akan membantu kerajaan Chandra Bhaga.


Hingga malam menjelang , saat mereka duduk bersama menyantap hidangan makan malam, permaisuri Dewandhani Maheswari nampak diam.


Ia tidak lagi banyak bertanya kepada kedua orang tua nya ini.


Dan hal itu di lihat oleh Prabhu Dewangga Sena, ia pun langsung menanyakan hal tersebut kepada sang istri ketika merebahkan tubuh.


" Diajeng Maheswari, apakah dirimu tidak menginginkan Kangmas berangkat ke Chandra Bhaga,..?" tanya nya sambil memeluk istrinya ini.


Permaisuri Dewandhani Maheswari memiringkan tubuhnya, seolah tidak ingin di peluk oleh Prabhu Dewangga Sena.


" Jika memang dirimu tidak menginginkan Kangmas berangkat sebaiknya kita bicarakan hal ini kepada ramanda Akuwu,..!" kata Prabhu Dewangga Sena.


" Jangan Kangmas Prabhu,.!" sahut permaisuri Dewandhani Maheswari.


Ia pun menatap wajah suaminya itu dan segera berkata lagi,.


" Aku tidak rela jika Kangmas Prabhu memiliki seorang perempuan lain lagi,.!" ucapnya.

__ADS_1


" Hehh, jadi gegara dirimu cemburu hingga tidak menginginkan Kangmas untuk berangkat,.!" seru Prabhu Dewangga Sena.


" Kangmas Prabhu, putri Pawawaitra Kirana itu memiliki paras yang sangat cantik, siapakah orang nya yg tidak akan cemburu jika suaminya akan berhubungan dengan nya,.!" ucap permaisuri Dewandhani Maheswari lirih.


__ADS_2