SASRA WURUK

SASRA WURUK
Pertaruhan #3.


__ADS_3

Hari terus berjalan, dan saat itu di Cempogo telah tertutup malam, akan tetapi ketika malam beranjak semakin larut, sang dewi malam pun muncul dari arah timur menerangi keadaan alam semesta.


Saat itu adalah malam purnama , dimana dua orang utusan dari Pakuwan Pamintihan yg di kirim oleh Pangeran Dewangga Sena tengah singgah di rumah Panewu Cempogo menyampaikan pesan yg di kirimkan oleh Putra Prabhu Kreshna Yuda ini.


" Kami berdua adalah prajurit Pakuwan Pamintihan akan memberitahukan kepada Panewu Cempogo agar segera bersiap, bahwa tidak sampai dua pekan lagi,.. Gusti Pangeran Dewangga Sena akan membawa pasukannya kemari guna menyerang Kotaraja Medang Kemulan,..!" ucap prajurit Pakuwan Pamintihan itu kepada Panewu Cempogo.


" Demikian cepat nya, Gusti Pangeran akan bertindak,.!" seru Panewu Cempogo agak kaget.


" Sebenarnya hal ini akan lebih cepat lagi jika memang Pamintihan benar benar benar siap untuk berperang, akan tetapi ada beberapa kendala yang harus di selesaikan sehingga Gusti Pangeran mengundur nya sampai dua pekan lagi, jadi kami berharap kesiapan Panewu Cempogo dan Panewu Langgrah untuk dapat memakluminya , keputusan dari Gusti Pangeran ini telah bulat,.ia memang tidak ingin menunggu terlalu lama lagi,..!" jelas Bekel Garangan.


Seorang prajurit yang dapat diandalkan dari Pakuwan Pamintihan itu.


Mendengar berita ini maka, malam itu juga Panewu Cempogo memerintahkan orang orang nya untuk memanggil saudara nya Panewu Langgrah, ia memang tidak berharap saudara nya ini akan ketinggalan berita sehingga upaya penyatuan kekuatan akan menjadi tersendat.


Kemudian Panewu Cempogo bertanya kepada Bekel Garangan apakah Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada telah mengetahui hal tersebut.


Oleh Bekel Garangan di jelaskan bahwa kedua petinggi kerajaan Medang Kemulan di masa Prabhu Kreshna Yuda itu telah di beritahukan beberapa hari sebelum nya.


Memang , para prajurit Pakuwan Pamintihan bergerak secara perlahan dalam menyampaikan berita tersebut, agar Prabhu Watu Menak Koncar dan para prajurit Kotaraja Medang Kemulan tidak dapat mengetahui nya, disamping itu para prajurit Pakuwan Pamintihan pun dapat membaca keadaan dan situasi yang sedang terjadi saat ini.


Bekel Garangan pun mengatakan mereka akan tetap menemui Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada .


**********


Dalam pada itu , di Kotaraja Medang Kemulan sendiri , Prabhu Watu Menak Koncar bukannya tidak tahu dengan kegiatan yang di lakukan oleh Pangeran Dewangga Sena.


Penguasa Kerajaan Medang Kemulan ini pun telah mendengar bahwa Putra Prabhu Kreshna Yuda itu telah menikah dengan putri Akuwu Manik Rangga dari Pamintihan. Untuk itulah ia mengumpulkan beberapa pejabat tinggi yg ada di Kerajaan Medang Kemulan itu. Bahkan ia pun telah memanggil para pembantu nya yg dahulu telah membantunya merebut kerajaan Medang Kemulan dari tangan Prabhu Kreshna Yuda ,orang tua dari Pangeran Dewangga Sena.


Diantara yg di panggil itu adalah , Jabonarang dari Gunung Merut, Jabung Alap dan Adas Gala.


Mereka inilah yang pada waktu itu saling dukung mendukung mampu menguasai kerajaan Medang Kemulan dan berhasil membunuh Prabhu Kreshna Yuda.


Walaupun sebenarnya , dari ketiga orang itu masih merasa sakit hati terhadap Prabhu Watu Menak Koncar yg telah mencampakkan mereka, sehingga mereka harus kembali ke tempat nya masing -masing.


Namun atas usaha dari Panglima Raden Naruttala , ketiganya mau kembali bergabung dengan Prabhu Watu Menak Koncar.


Prabhu Watu Menak Koncar dengan gagahnya duduk diatas singgasana kerajaan Medang Kemulan ini mulai membuka pembicaraan.


Ia menyebutkan , tampaknya perseteruan antara Medang Kemulan dengan Pakuwan Pamintihan sudah tidak dapat d hindarkan lagi, untuk itulah ia memanggil mereka datang menghadap.


Prabhu Watu Menak Koncar juga meminta pertimbangan kepada sekalian yang hadir dalam Balairung istana itu. Agar ia dapat mengambil keputusan untuk bertindak.


" Ampunkan hamba , Gusti Prabhu,.. sebaiknya lah Medang Kemulan segera menyerang Pakuwan Pamintihan itu agar kita tidak dianggap sebagai seorang yang pengecut,..!" ucap Patih Bamalurung.


Patih yg berbadan tegap dengan memiliki cambang dan kumis yang sangat lebat itu terlihat mengangkat wajahnya menatap Prabhu Watu Menak Koncar, gegara orang inilah Prabhu Watu Menak Koncar tidak jadi mengangkat Jabonarang sebagai Patih di kerajaan Medang Kemulan ini.


Dan Prabhu Watu Menak Koncar pun melihat ke arah Patih Bamalurung itu. Namun hanya sekejap saja , ia kemudian mengalihkan pandangan nya pada sosok menantunya, Panglima Raden Naruttala.


" Apa pendapatmu,.. nakmas Naruttala,..?" tanya nya.


" Ampunkan hamba , Ramanda Prabhu, bukan maksud hamba tidak yakin akan kemampuan para prajurit Medang Kemulan ini , tetapi sudah terlalu banyak kita mengalami kekalahan dalam peperangan , bahkan ketika harus menghadapi Pakuwan Sindur yg cukup kecil itu, kita pun menelan kekalahan,..Ramanda Prabhu,..!" ungkap Panglima Raden Naruttala.


Panglima yg masih berusia cukup muda ini tampak tidak mampu mengangkat wajahnya, karena selama ia di tugaskan menggantikan Panglima Lokantara belum sekalipun ia berhasil menunaikan tugasnya.


Bahkan pada peperangan yg terakhir, hampir saja nyawa nya melayang. Dan untuk itulah ia tidak sependapat dengan Patih Bamalurung itu.


Sedangkan Rakryan Mahamantri Kalasan mengatakan bahwa ia sependapat dengan Patih Bamalurung.

__ADS_1


" Ampunkan hamba , Gusti Prabhu,.. menurut hamba apa yang telah di katakan oleh Gusti Patih Bamalurung itu ada benarnya, kita memang harus membuktikan bahwa Kerajaan Medang Kemulan ini masih mampu untuk menundukkan Pakuwan Pamintihan serta Pakuwan yg lain nya,!" ucap Rakryan Mahamantri Kalasan.


Semua mata memandang ke arah pejabat tinggi kerajaan Medang Kemulan ini, terutama nya mereka yang adalah prajurit , diantaranya Jabung Alap yg sempat memimpin pasukan saat penyerbuan Kerajaan Medang Kemulan pada kali pertama.


Hehh, orang ini hanya cari muka saja di hadapan Gusti Prabhu ,..mungkin dirinya telah bersekongkol dengan Patih Bamalurung ini,..guna menjatuhkan wibawa Prabhu Watu Menak Koncar ini, orang orang seperti inilah yang telah menghancurkan kerajaan Medang Kemulan ini, kata Jabung Alap dalam hati.


Adalah Jabonarang yg kemudian angkat bicara, setelah ia cukup lama diam saja.


" Ampunkan hamba Gusti Prabhu, memang sebaiknya kita mengikuti saran dari anakmas Raden Naruttala, karena beliaulah yang telah mengerti dan paham mengenai keadaan Medang Kemulan saat ini, dan menurutku bertahan di sini pun bukan sesuatu yang buruk,..!" ucap penguasa Gunung Merut ini.


Sambil menjura hormat, Jabonarang mengucapkan perkataan itu.


Kembali Prabhu Watu Menak Koncar terdiam setelah mendengarkan pendapat beberapa orang yang ia minta pendapat nya.


Tampaknya telah terjadi perpecahan diantara kedua pendapat itu. Bagi para pejabat kerajaan Medang Kemulan itu , umumnya menginginkan Kotaraja Medang Kemulan mengirimkan prajurit menyerang Pakuwan Pamintihan. Mereka menolak untuk tetap berdiam di Kotaraja sampai pasukan Pakuwan Pamintihan menyerang mereka. Hanya panglima Raden Naruttala saja yang tidak setuju dengan pendapat mereka itu.


Ia sudah merasakan betapa sulitnya untuk menundukkan Pakuwan Pamintihan itu, apalagi di tempat mereka sendiri.


Prabhu Watu Menak Koncar menjadi bingung untuk memutuskan langkah yang harus diambil.


Sungguh menjadi suatu kelemahan untuk kerajaan Medang Kemulan dengan perpecahan ini.


Masing -masing pihak tampaknya ngotot mempertahankan pendapat nya.


Dua kubu ini tampaknya saling bermusuhan , karena diantara mereka memang memiliki dendam masing -masing. Seperti Jabonarang dengan Patih Bamalurung serta Jabung Alap dengan Rakryan Mahamantri Kalasan.


Kembali Prabhu Watu Menak Koncar mengucapkan terima kasih atas pendapat yang telah mereka kemukakan itu , ia berharap tidak timbul perpecahan diantara mereka.


Akan tetapi Jabonarang tampaknya bersikukuh dengan pendapat nya, ia bersikeras agar Pasukan kerajaan Medang Kemulan tidak usah menyerang ke Pakuwan Pamintihan, jika itu tetap dilaksanakan ia akan kembali ke Gunung Merut.


" Ampunkan hamba Gusti Prabhu,.jika memang hal ini tetap dilanjutkan menyerang Pakuwan Pamintihan , lebih baik hamba kembali ke Gunung Merut saja, sebab tidak ada kewajiban hamba untuk melakukan hal itu,..karena semua itu adalah tugas para abdi dalam saja,.!" ungkap penguasa Gunung Merut ini.


Patih Bamalurung yg mendengar nya nampak terdiam saja,meski telinga rasa sakit tetapi ia tidak ingin memperpanjang masalahnya dengan Jabonarang ini.


Selain memang orang tua itu sangat sakti memiliki banyak ilmu sihir, Bamalurung pun mengerti perasaan orang tua itu yg berhasrat menjadi Patih di kerajaan Medang Kemulan ini.


" Benar Gusti Prabhu, sebaiknya kita menunggu saja kedatangan pasukan Pakuwan Pamintihan itu disini,.nanti ketika benturan telah terjadi,..kita himpit pasukan itu dengan mendatangkan Pasukan dari Kalindih sehingga dengan mudah kita mengalahkan mereka,..!" ucap Adas Gala.


" Namun jika Kotaraja Medang Kemulan ini kita jadikan ajang perang tentu akan menghancurkan kita disini termasuk rumah rumah nya juga akan banyak kawula Medang Kemulan yg menjadi korban, sangat sulit di bayangkan seperti saat kejadian di masa Prabhu Kreshna Yuda itu,..!" sahut Rakryan Mahamantri Kalasan.


" Jika kita khawatir akan kehancuran Kotaraja Medang Kemulan ini, lebih baik kita tunggu pasukan itu di luar benteng Kotaraja ini, tentu akan lebih memudahkan pasukan dari Kalindih membokong mereka dari belakang, di tambah lagi , jumlah pasukan Pakuwan Pamintihan itu tidak sebanyak pasukan kita..!" terang Panglima Raden Naruttala.


Tampaknya menantu dari Prabhu Watu Menak Koncar ini lebih condong dengan pendapat orang orang yg berada di luar istana ini daripada pendapat Patih Bamalurung dan Rakryan Mahamantri Kalasan.


" Memang benar apa yang di katakan oleh anakmas Panglima Raden Naruttala itu, kita dapat menggilas pasukan Pakuwan Pamintihan dengan dua kekuatan yg kita miliki, dari Kotaraja Medang Kemulan ini sendirj dan dari Kalindih , tentu akan memudahkan kita untuk menghabisi mereka,..!" terang Jabung Alap.


Setelah mendengarkan pendapat para pembantunya ini akhirnya Prabhu Watu Menak Koncar memutuskan untuk menerima pendapat dari menantun Raden Naruttala, ia juga merasa tertekan jika Jabonarang angkat kaki dari Kotaraja Medang Kemulan ini, sesungguhnya Prabhu Watu Menak Koncar merasa tersindir dengan ucapan dari Penguasa Gunung Merut itu, memang perjuangan Jabonarang dan Japutara sungguh sangat besar saat ia berhasil mengalahkan Prabhu Kreshna Yuda, dua orang ini lah yang berjasa sangat besar atas keberhasilan nya itu.


Sehingga sangat rugi sekali jika sampai lelaki tua itu meninggalkan Medang Kemulan ini.


Tetapi keputusan yang diambil oleh Prabhu Kreshna Yuda ini membuat pembesar Kotaraja Medang Kemulan itu menjadi tidak puas, mereka sangat menyayangkan keputusan yang telah di ambil itu.


Tetapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa, keputusan telah diambil dan mereka tinggal menjalankan saja.


Setelah keputusan di ambil, adalah tugas dari Panglima Raden Naruttala untuk mengirimkan pesan kepada Pakuwan Kalindih untuk menyiapkan pasukan guna membantu Kotaraja Medang Kemulan menahan gempuran Pakuwan Pamintihan kali ini.


Setelah selesai mengadakan pertemuan di ruangan balairung istana kerajaan Medang Kemulan ini,.maka beberapa orang langsung mengadakan pertemuan sendiri.

__ADS_1


Dianrara mereka itu adalah Panglima Raden Naruttala , Jabonarang, Jabung Alap dan Adas Gala.


Di dalam rumah pemimpin pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini lah mereka mengadakan pertemuan.


" Sebaiknya anakmas Panglima segera mengirimkan utusan ke Kalindih untuk dapat membantu kita di sini,..!" ucap Jabonarang.


" Benar,..anakmas Raden Naruttala, kita memang harus bertindak cepat agar Kalindih segera mengetahui kejadian yang akan terjadi di sini,.!" sahut Adas Gala


" Baiklah Eyang,..jika memang itu sangat di perlukan , aku akan mengirimkan Bekel prajurit sandi ke Kalindih,..!" balas Panglima Raden Naruttala.


Menantu Prabhu Watu Menak Koncar ini kemudian menyuruh salah seorang prajurit untuk memanggil Bekel prajurit sandi kerajaan Medang Kemulan itu.


Tidak berapa lama datanglah Bekel prajurit sandi Medang Kemulan itu, ia pun segera menanyakan tugas apa yang akan di lakukan nya.


" Bekel Suranggan, cepatlah ke Kalindih , katakan kepada paman Watu Menak Kober untuk segera menyiapkan pasukan guna membantu Kotaraja Medang Kemulan ini dari serangan Pakuwan Pamintihan,..!" seru Panglima Raden Naruttala.


" Baiklah Gusti Panglima, hamba siap menjalankan tugas,..!" ucap Bekel Suranggan.


Ia pun segera meninggalkan tempat itu dan kembali ke bangsal keprajuritan untuk menyiapkan keberangkatan nya ke Kalindih.


Ketika ia kembali, Bekel prajurit sandi Medang Kemulan ini bertemu dengan Bekel Ampaian.


" Mau kemana, Kakang Suranggan,..kok kelihatan nya terburu buru,..?" tanya Bekel Ampaian.


" Adhi Ampaian, aku mendapatkan perintah ke Kalindih untuk menyampaikan pesan Gusti panglima kepada Akuwu Kalindih,..!" jawab Bekel Suranggan.


" Pesan apa, kakang,..?" tanya Bekel Ampaian lagi.


Tidak merasa curiga sama sekali,.Bekel Suranggan kemudian menceritakan semua pesan panglima Raden Naruttala ini kepada teman nya Bekel Ampaian.


Mendengar hal ini , maka Bekel Ampaian pun segera meninggalkan temannya itu dan masuk ke pasukan nya.


Ia pun segera memerintahkan seorang prajurit yang merupakan bawahan nya untuk ke Cempogo agar menyampaikan pesan nya , bahwa ada utusan dari Kotaraja Medang Kemulan yg akan membawa pesan ke Kalindih.


Bekel Ampaian berharap agar Panglima Raden Watu Giring mampu menahan utusan Medang Kemulan itu sebelum ia berhasil meyampaikan pesan dari Kotaraja Medang Kemulan itu.


Dengan cepat seekor kuda keluar dari bangsal keprajuritan Medang Kemulan itu, seperti anak panah yang di lepaskan dari busurnya bergerak meninggalkan Kotaraja.


Tujuannya adalah Kepaneon Cempogo untuk menyampaikan pesan Bekel Ampaian itu.


Sehari semalam , sampailah prajurit itu di tempat panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada berada.


Ia kemudian menceritakan apa yang telah di pesankan oleh Bekel nya itu.


" Demikian lah Gusti Panglima, Bekel Ampaian berharap utusan yg di kirim oleh Panglima Raden Naruttala itu dihentikan , agar Kalindih tidak mengetahui apa yang akan terjadi di Kotaraja itu,.!" ucap Prajurit itu.


" Kapan utusan itu berangkat,..?" tanya Panglima Raden Watu Giring.


" Kemaren,.. Gusti Panglima,..!" jawab Prajurit itu.


" Baik,..masih ada kesempatan untuk mengejarnya,..!" sahut Panglima Raden Watu Giring.


Ia kemudian memanggil Brojo Lungguk, setelah bekas begal itu datang, maka panglima Raden Watu Giring menerangkan apa yang harus di kerjakan oleh nya.


" Jadi tugasku hanya menghabisi utusan itu, Panglima,..?" tanya Brojo Lungguk.


" Yah, tugasmu hanya menghabisi utusan itu dan secepatnya kau segera kembali kemari,..!" terang Panglima Raden Watu Giring.

__ADS_1


" Baik , aku mengerti,..!" kata Brojo Lungguk.


Ia segera meninggalkan Panglima Raden Watu Giring yg masih menyambut tamu nya yang datang dari Kotaraja Medang Kemulan itu.


__ADS_2