SASRA WURUK

SASRA WURUK
Di tahan #1


__ADS_3

Selanjutnya Pangeran Turangga Sena bersiap untuk segera berangkat ke Pakuwan Kalindih, ia dan ibundanya akan menghadap Akuwu Watu Menak Kober yg juga adalah paman nya sendiri.


Pada hari yg di tentukan bersiaplah untuk berangkat Pangeran Turangga Sena dengan ibundanya Ratu Ayu Tunggarani, mereka akan dikawal oleh lima orang prajurit pengawal terpilih dari kerajaan Medang Kemulan.


" Dimas Turangga Sena berhati hatilah, usahakan lah agar kalian selamat, meskipun Akuwu Watu Menak Kober adalah paman mu sendiri, akan tetapi Wikamini tampaknya sulit untuk diajak berunding, jadi pesan Kakang berhati-hati lah,..!" ucap Prabhu Dewangga Sena.


" Baik, Kangmas Prabhu,..!" sahut Pangeran Turangga Sena.


Sebuah kereta kencana kerajaan Medang Kemulan yg sangat indah telah siap berangkat ke Kalindih.


Dan di dalamnya ada Ratu Ayu Tunggarani yg kali ini bertugas mengemban misi duta perdamaian .


Saat wayah Mentari mulai menggatalkan kulit , meluncurlah kereta kencana kerajaan Medang Kemulan tersebut keluar dari pintu gerbang utama istana Medang Kemulan.


Dengan di iringi oleh lima orang prajurit pengawal , maka paling depan adalah Pangeran Turangga Sena yg memimpin nya.


Sebuah kuda putih bersih yg menjadi tunggangan sang Pangeran membuat nampak gagah penunggangnya.


Pergerakan rombongan itu tidak terlalu cepat, karena kali ini ada kereta yg harus mereka kawal.


Hingga malam tiba, berhentilah rombongan tersebut di dekat sebuah ara-ara yg tidak terlalu jauh dari sebuah hutan.


Pangeran Dewangga Sena segera mendirikan tenda untuk sang ibunda.


" Apakah ibunda Ratu ingin sesuatu,.?" tanya Pangeran Turangga Sena kepada ibundanya.


" Ibunda sangat menginginkan daging menjangan muda , sudah lama ibunda tidak merasakan nya lagi, sejak berada di istana Medang Kemulan, anakku,..!" jawab Ratu Ayu Tunggarani.


" Baik, Turangga Sena akan segera mencarikan nya,.ibunda,..!" ucap Pangeran Turangga Sena.


Sang pangeran pun segera keluar dari kemah Ratu Ayu Tunggarani itu.


Ia pun mengambil endong dan panah , sedangkan tangan kirinya telah memegang busur.


Dengan di iringi oleh dua orang prajurit, pangeran Turangga Sena pun segera menjelajahi ara ara yg cukup luas tersebut.


Dalam pada itu malam pun telah membuat daerah itu gelap gulita.


Pandangan mata Pangeran Turangga Sena kesulitan untuk mencari pesanan ibunda Ratu.


Telinga Pangeran Turangga Sena yg tajam mendengar suara air yg cukup keras , sebagai pertanda ada air terjun di dekat tempat tersebut.


Memang tidak terlalu lama , ada aliran sungai di dekat ara ara tersebut, memang tidak terlalu besar, dengan gemuruh nya membuat nya terdengar sangat jelas.


" Ssssthh,..!"


Pangeran Turangga Sena memberikan isyarat kepada dua orang prajurit yg mengawal nya ini.


Arah seberang sana, nampaklah seekor menjangan muda yang tengah merunduk kan kepalanya seperti sedang minum.


Sangat perlahan sekali pangeran Turangga Sena berjalan, ia mengendap endap mendekati tepian sungai yang mengalir cukup deras itu.


Adik Prabhu Dewangga Sena ini pun bersembunyi di balik sebuah batu yg cukup besar yg ada di tepian sungai tersebut.


Ia pun mengambil anak panahnya dari endongnya, segera di pasangkan nya pada busur yang sejak awal di pegang nya


Pangeran Turangga Sena langsung mengarah kan busur tersebut kepada menjangan muda yang ada di seberang sungai , ia pun membidiknya.


" Sreethh,..!"


" Whushhh,..!"


" Cleebbbh,.!".


Anak panah tersebut pun segera meluncur dengan deras nya menuju binatang buruan yg tengah meminum air sungai tersebut, dan bidikan tersebut sangat tepat mengenai perut nya, hingga membuat nya jatuh di tepian sungai yang agak berpasir.


Dua orang prajurit pengawal terpilih yg menyertai Pangeran Turangga Sena ini akan bergerak mengambil hewan buruan tersebut.


" Tunggu,..!" seru Pangeran Turangga Sena.


Ia melarang kedua prajurit tersebut mengambil Menjangan tersebut.


" Ada apa Pangeran,. ?" tanya salah seorang prajurit heran.


" Jangan kalian lakukan, ternyata binatang itu telah ada yg mengintai nya sedari tadi ,..!" sahut Pangeran Turangga Sena menjelaskan.


Kedua orang prajurit ini tampak kebingungan mendengar penjelasan tadi, mereka tidak melihat adanya seseorang yg mendekati tubuh Menjangan muda yg terkapar di tepian sungai.


Ketika keduanya akan bertanya lagi tiba tiba saja mereka mendengar,.


" Auuuummmm,..!"


" Hahhh,..!"

__ADS_1


Suara auman seekor raja hutan yg cukup dekat sekali, tidak terlalu lama satu gerakan yg sangat cepat melompat menerkam ke arah tubuh Menjangan muda tersebut.


Dalam satu kejapan saja , menjangan muda tersebut telah berada di dalam cengkeraman gigi taring sang Harimau buas dan sangat besar .


" Sreethh,..!"


" Whushhh,..!"


" Crabbbhh,..!"


" Auuuuuuummm,..!"


Ternyata Pangeran Turangga Sena kembali melepaskan satu anak panahnya ke arah si Raja hutan yg berbadan besar ini dan kembali bidikan tersebut berhasil mengenainya.


Memang keahlian dari adik Prabhu Dewangga Sena ini adalah berburu, karena ia hidup dan di besarkan di dalam hutan , sehingga naluri nya berburu nya sudah tidak di ragukan lagi.


Kali ini tubuh besar sang Harimau pun ambruk ke tanah setelah menggerung keras, tubuh binatang buas itu sempat terlonjak ke atas sebelum jatuh di tanah berpasir di tepian sungai tersebut.


Dua orang prajurit pengawal yg melihat kejadian yg sangat cepat berlangsung ini sempat terdiam terpana akan hal yg telah terjadi ini, seolah mereka berdua seperti kena sirep sesaat sebelum Pangeran Turangga Sena berkata,.


" Ambillah,..!"


Barulah keduanya pun tersadar,.


" Baik pangeran,..!" sahut keduanya.


Maka keduanya pun menyebrangi sungai yang mengalir deras penuh dengan bebatuan kecil yang cukup jernih airnya akan tetapi tidak terlalu dalam.


Keduanya berlari menuju tepian dan mendapati kedua binatang tersebut telah mati, sungguh bidikan dari Pangeran Turangga Sena ini mengenai tepat pada leher dari keduanya sehingga langsung memutuskan jalan pernafasan nya.


Tidak menunggu lama, keduanya langsung memanggul hewan buruan ini ke atas pundaknya masing-masing, termasuk Harimau besar itu.


Dengan cepat mereka kembali lagi ke tempat Pangeran Turangga Sena yg masih menunggu mereka.


Untuk selanjutnya mereka bertiga pun kembali ke perkemahan, memang malam belum terlalu larut saat rombongan ini menyalakan api guna memanggang hewan buruan tadi.


Sedangkan Pangeran Turangga Sena segera menguliti Harimau besar yang di dapatnya itu.


" Apakah kau telah membunuh seekor Macan, anakku,..?" tanya Ratu Ayu Tunggarani melihat ke arah Pangeran Turangga Sena.


" Benar ibunda, ia tadi hampir berhasil mencuri Menjangan muda yg telah ku buru itu, bahkan ia hampir saja melarikan nya,..!" jawab Pangeran Turangga Sena kepada ibundanya.


" Hahh,..!"


" Memang nya kenapa ibunda Ratu, apakah tidak boleh membunuh Macan ini,..?" tanya Pangeran Turangga Sena lagi.


" Sudahlah , tidak apa -apa , anakku,..,!" sahut Ratu Ayu Tunggarani.


Ia kembali masuk dalam kemahnya.


Di dalam hati perempuan paruh baya yang masih sangat cantik wajahnya ini merasa ada ganjalan atas apa yg telah terjadi.


Ahh, mudah mudahan tidak akan terjadi apa apa,.berkata dalam hati Ratu Ayu Tunggarani.


Setelah selesai dengan panggangan nya, maka para prajurit Medang Kemulan ini segera memberikan daging menjangan panggang tersebut kepada sang Ratu untuk di santap, selebihnya mereka lah yg menikmati daging menjangan empuk tersebut.


Pangeran Turangga Sena sendiri setelah selesai menguliti si Raja hutan guna diambil kulitnya tersebut, dan ia pun memasukkan daging sang macan ke bekas api panggangan yg masih menyala meski tidak besar lagi.


Aroma wangi daging yg terbakar kembali menyeruak kuat di sekitar tempat tersebut.


Dan pada malam ini , Pangeran Turangga Sena menyantap daging macan guna menghangatkan tubuh nya.


Malam itu seluruh rombongan merasakan kekenyangan akibat dua hewan buruan yg sangat lezat tersebut.


Para prajurit bergantian berjaga , agar mereka tidak mendapatkan serangan ,baik dari musuh maupun dari hewan buas yang berada di hutan dekat mereka menginap ini.


Tidak terjadi apa apa pada malam itu, dan pada keesokan paginya , rombongan melanjutkan kembali perjalanan nya menuju Kalindih.


Setelah berjalan hampir empat hari tibalah mereka dekat perbatasan Pakuwan yg di pimpin oleh Akuwu Watu Menak Kober itu.


Perlahan rombongan ini menurunkan laju kudanya, termasuk juga kereta yg di tumpangi oleh Ratu Ayu Tunggarani.


" Kenapa , Turangga Sena,..?" tanya Ratu Ayu Tunggarani yg merasa kereta nya berjalan perlahan.


" Kita telah memasuki wilayah Kalindih , ibunda ,..!" sahut Pangeran Turangga Sena yg memperlambat kudanya.


Ia berjalan beriringan dengan kereta kencana kerajaan Medang Kemulan yg di dalam nya ada Ratu Ayu Tunggarani.


Tidak ada jawaban lagi, karena Ratu Ayu Tunggarani memang tidak mempermasalahkan nya.


Belum terlalu jauh mereka memasuki wilayah Pakuwan Kalindih ini, tiba tiba saja.


" Berhenti,..,!"

__ADS_1


Terdengar teriakan seseorang dari balik rerimbunan semak belukar.


Dan rombongan itu pun segera berhenti.


Dan dari balik pepohonan keluarlah lebih sepuluh orang yang telah mengepung rombongan dari Kotaraja ini.


" Siapa kalian, mengapa kalian berani memasuki wilayah kami,.,?" tanya salah seorang.


Yg tampaknya adalah pemimpin dari para pengepung rombongan Medang Kemulan ini.


Ia terlihat mengacungkan pedang nya ke arah Pangeran Turangga Sena.


Adik prabhu Dewangga Sena ini melompat turun dari kuda tunggangannya dan berjalan mendekati orang tersebut.


" Kami dari Kotaraja Medang Kemulan,dan ingin menghadap Gusti Akuwu Watu Menak Kober,..!" jawab Pangeran Turangga Sena.


" Ha ,ha ,ha, sungguh sangat kebetulan sekali, ada orang Kotaraja Medang Kemulan yg datang kemari, itu artinya kalian memang ingin mengantarkan nyawa, teman teman, tangkap mereka hidup atau mati,.!" teriak orang tersebut.


Dan sepuluh orang yang tengah mengepung ini pun bergerak dengan senjata terhunus siap melaksanakan perintah nya.


" Tunggu,..maksud kedatangan kami ini adalah dalam rangka ingin berkunjung kepada Paman Akuwu Watu Menak Kober, karena aku adalah keponakan nya sedang yg di dalam kereta itu adalah Ratu Ayu Tunggarani adiknya, jadi izinkanlah kami untuk masuk ke Kalindih ,..!" ucap Pangeran Turangga Sena.


Ia memang belum ingin berurusan dengan para pengepung nya ini yg sepertinya adalah para prajurit dari Pakuwan Kalindih.


" Tidak , kalian tidak boleh masuk ke dalam, kalian semua akan kami tangkap, dan jika melawan kami tidak akan segan-segan membunuh kalian,..!" sahut pemimpin para pengepung tersebut dengan lantang nya.


" Memang nya kalian ini siapa, apakah para prajurit dari Pakuwan Kalindih atau hanya para perampok yang kesiangan saja,..?" tanya Pangeran Turangga Sena yg sudah tidak dapat menahan amarahnya.


" Itu kalian semua tidak perlu tahu, yg penting saat ini , sebaiknya kalian menyerah agar lebih mudah untuk di hadapkan kepada pemimpin kami, menyerahlah,..!" seru orang itu kepada Pangeran Turangga Sena.


" Baiklah kalau begitu, kami pun tidak akan menyerah kepada kalian semua yg tidak jelas asal usulnya, prajurit bersiaplah,..,!" seru Pangeran Turangga kepada kelima prajurit terpilih nya.


Dan kelima prajurit pengawal ini pun segera mencabut senjatanya , mereka bersiap untuk bertarung dengan musuh yang ada di dekat mereka ini.


Memang jumlah para penghadang ini dua kali lipat banyaknya dari jumlah para prajurit Medang Kemulan itu, akan tetapi tidak nampak rasa gentar pada wajah wajah para prajurit tersebut.


" Hanya perbuatan yang sia sia, lebih baik kalian segera menyerah agar dapat kami bawa dalam keadaan hidup kepada pemimpin kami, namun jika kalian memang memilih lebih baik mati, kami pun tidak akan segan untuk melakukan nya, tangkap mereka semua jangan biarkan seorang pun lolos,..!" seru Pemimpin penghadang itu kepada seluruh anggotanya.


Dan begitu perintah itu di sebutkan maka para penghadang rombongan dari Kotaraja Medang Kemulan ini pun segera menyerang para para prajurit Medang Kemulan yg masih berada diatas punggung kudanya, hanya pangeran Turangga Sena sajalah yang telah turun.


" Ciaaat,..!"


" Hiyyat,.,!"


" Heahh,..!"


Para penghadang rombongan itu segera berlompatan menerjang para prajurit Medang Kemulan yg berada di atas punggung kuda itu.


Dengan bersenjata kan tombak dan pedang mereka langsung memberikan tekanan kepada lima orang prajurit terpilih dari Medang Kemulan ini.


Akan tetapi dengan sigapnya kelima prajurit dari Kerajaan Medang Kemulan tersebut melayani serangan dari para penghadang nya ini, kecakapan mereka dalam menunggang kuda membuat para pengepung itu tidak mudah untuk menjatuhkan mereka.


Kuda kuda tunggang dari prajurit Medang Kemulan ini bergerak kesana kemari berusaha menjatuhkan para pengeroyok nya.


Sedangkan Pangeran Turangga Sena sendiri langsung melibat pemimpin penghadang rombongan mereka itu.


Dengan tombak pusaka Kyai Naga Mas, Pangeran Turangga Sena melibatnya dengan cepat.


" Heahhh,..!"


" Traaanngg,..!"


Mata tombak pusaka Kyai Naga Mas meluruk mengarah dada orang itu, akan tetapi segera di sambut dengan tangkisan pedang yang ada di tangan orang tersebut, benturan pun terjadi.


Orang yang menghadang rombongan ini mundur akibat benturan yang terjadi.


Telapak tangan nya terasa sangat panas, gagang pedang yang terbuat dari kayu tersebut seperti bara api yang sangat panas sekali, hampir saja ia melepaskan senjatanya ini jika saja tidak ada serangan lanjutan yg dikirimkan oleh Pangeran Turangga Sena yg mengarah perutnya, dan terpaksalah orang tersebut kembali memapasi serangan kali ini dengan mengayunkan pedangnya.


" Triiing,..!"


" Hehhh,..,!"


Untuk yg kedua kalinya , benturan terjadi dan kali ini tidak tanggung-tanggung, pedang orang tersebut benar-benar terlepas dari genggaman nya dan membuat orang tersebut terkejut bukan kepalang, ia melompat mundur agar tidak segera tertusuk oleh mata tombak yg terus saja mengejarnya.


Orang tersebut memang tidak menyangka bahwa lawan nya ini memiliki ilmu yg sangat tinggi.


" Suiiiit,..,!"


Sebuah suitan yg nyaring dilakukan Orang tersebut, tidak terlalu lama datanglah dua orang temannya dan langsung menghampirinya.


" Ada apa Bekel,..?" tanya keduanya.


" Bantu aku meringkus orang ini,..!" sahut orang yg di panggil Bekel tersebut.

__ADS_1


__ADS_2