
Pangeran Dewangga Sena kemudian meminggalkan puncak Chandramawa, ia segera akan menuju ke lembah Kapitani guna mencari keris pusaka Naga Aling aling, yg menurut Wiku Birawa berada di tempat itu.
Begitu keluar dari dalam lingkungan kediaman Wiku Birawa,..
" Hraagghhh,."
" Hehh,..kamu Putih,.." seru Pangeran Dewangga Sena.
Karena tiba tiba saja ia telah berada disamping sang Pangeran.
" Baiklah , mari kita menuruni tempat ini dan kita segera melewati lembah mayat,.." ucap Pangeran Dewangga Sena.
Putra Mahkota Medang Kemulan ini langsung melompat naik ke atas punggung si macan putih.
Kemudian dengan sangat cepat hewan yg memiliki warna putih itu pun melesat dengan sangat kencang nya meninggalkan tempat itu.
" Whussshhhh,.."
****************
Pada saat itu Kerajaan Medang Kemulan pun tengah besiap untuk menyerang Pakuwan Sindur.
Dengan di pimpin oleh Panglima Raden Naruttala, pasukan Kerajaan Medang Kemulan bersngkat , tetapi kali ini Panglima Raden Naruttala di dampingi oleh Akuwu Watu Menak Kober dari Pakuwan Kalindih.
Bahkan kini para prajurit Pakuwan Kalindih ikut pula dalam penyerangan kali ini.
Jarak dari Medang Kemulan ke Sindur memang cukup jauh. Sehingga rombongan prajurit itu harus beberapa kali berhenti.
" Anakmas Naruttala, apakah kita akan langsung menyerang Sindur,..?" tanya Akuwu Kalindih.
" Kalau memurut pesan yg telah di berikan oleh ramanda Prabhu , kita sebaiknya meminta kepada Akuwu Sindur agar mau menyerah secara baik baik, agar darah tidak akan banyak tertumpah,." sahut Panglima Raden Naruttala.
" Kalau dia tetap menolak,..?" tanya Akuwu Watu Menak Kober.
" Barulah dengan terpaksa kita menyerang mereka dan bila perlu menghabisi Akuwu Sindur itu,..!" jawab Panglima Raden Naruttala.
Pasukan Medang Kemulan yg berangkat kali ini pun selain besar berisikan pula dari kalangan persilatan, Prabhu Watu Menak Koncar sepertinya tidak tanggung tanggung lagi, ia meminta bantuan dari pegunungan Merut.
Oleh Jabonarang di perintahkan lah ketiga murid utama nya untuk turut dalam rombongan prajurit Medang Kemulan itu.
Si Tiga golok setan , yeah, Si tiga golok setan dari puncak Merut menjadikan kekuatan pasukan Kerajaan Medang Kemulan menjadi seperti berlebih karena ketiganya seolah tiga momok yg sangat menakutkan.Jangankan musuh , banyak dari prajurit Kerajaan Medang Kemulan sendiri pun enggan dekat dekat dengan mereka.
Disebabkan temperamen mereka yg sangat sulit untuk di tebak, jika mereka bertiga tersinggung maka dengan sangat cepat Golok nyalah yg berbicara.
Bahkan setingkat Panglima Raden Naruttala sendiri pun tidak terlalu banyak berhubungan dengan ketiganya.
Pada suatu waktu Akuwu Watu Menak Kober pernah bertanya kepada Panglima Raden Naruttala , mengapa Prabhu Watu Menak Koncar mau bekerja sama dengan orang orang kasar dan keras seperti mereka itu, akan tetapi hanya di jawab dengan gelengan kepala Panglima Raden Naruttala.
" Entahlah Paman Akuwu, Naruttala tidak tahu,..!" jawabnya.
" Ada ada saja Kangmas Prabhu, jika memang menginginkan kemenangan tidak juga harus mengikutkan mereka, malah akan membuat kesulitan tersendiri bagi kita,.." keluh Akuwu Watu Menak Kober.
Pasukan ini terus saja berjalan, meski tidak terlalu cepat. Iring iringan itu terus bergerak bagai ular naga yg sangat besar dan panjang, jalanan yg di lewati menjadi sepi meskipun mereka tengah berada di rumah rumah para penduduk.
Dalam pada itu, para prajurit mata mata dari Pakuwan Sindur yg melihat pergerakan pasukan tersebut segera melaporkan kepada Pemimpin nya, Akuwu Sindur.
" Ampunkan Hamba Gusti Akuwu, mereka itu berjumlah sangat besar, mungkin empat kali lipat lebih banyak dari pasukan kita,. Gusti,.." ucap Prajurit itu.
" Hahhh,..sebanyak itu,...!" seru Akuwu Sindur kaget.
Bahkan saking kagetnya ia terbangun dari singgasana nya, dan berjalan mondar mandir sambil matanya menatap ke arah gerbang Pakuwan nya.
" Prajurit,..panggil kemari Panglima Pandawa dan Patih Gunadharma, cepat,.." teriak Akuwu Sindur.
Dengan terburu-buru prajurit itu keluar dan memanggil dua orang petinggi Pakuwan Sindur.
Tidak terlalu lama , dua orang yg di panggil itu pun telah datang menghadap.
" Ampunkan hanba Gusti Akuwu, ada hal apa sehingga harus memanggil kami berdua ,..?" tanya Patih Gunadharma sambil menjura hormat.
" Hehh, apa yg telah kalian perbuat ,..musuh di depan mata kalian berdua masih tenang tenang saja,..!" seru Akuwu Sindur marah.
" Maksud Gusti Akuwu,..?" tanya Panglima Pandawa.
" Hehh , apa yg kalian perbuat , Pasukan Medang Kemulan sebentar lagi tiba di sini, sejauh ini apa yg telah kalian usahakan ,..?" tanya Akuwu Sindur geram.
__ADS_1
" Dari para prajurit mata mata yg telah ku kirim , kekuatan mereka empat kali lebih besar dari kita,.." ucap pemimpin Pakuwan Sindur itu lagi.
Patih Gunadharma yg akan menjawab tidak jadi, ia malah menundukkan keplanya.
Adalah Panglima Pandawa lah yg memberanikan diri berkata terus terang,..
" Ampunkan hamba Gusti Akuwu, sebenarnya hal ini telah kami ketahui , oleh sebab itulah kami menyarankan kepada Gusti Akuwu untuk dapat bekerja sama dengan Pakuwan Pamintihan, tetapi Gusti Akuwu menolaknya,.." jelas Panglima Pandawa.
Mata Akuwu Sindur melotot setelah mendengar apa yg di ucapkan oleh Panglima nya itu.
" Hehh, Aku tidak sudi bekerja sama dengan Manik Rangga, terlebih ia meminta syarat yg tidak masuk akal, Hahh,..!" seru Akuwu Sindur.
" Akan tetapi persyaratan yg di ajukan oleh Akuwu Manik Rangga itu masih dalam kategori masuk akal , Gusti,..!" sahut Patih Gunadharma.
" Ahhh, mana mungkin kita akan menyediakan perbekalan jika kelak pecah perang antara Pakuwan Pamintihan dengan kerajaan Medang Kemulan, itu biaya nya terlalu besar, apa Manik Rangga itu mau memerasku, mentang mentang kita membutuhkan nya,.." seru Akuwu Sindur .
Ia menghempaskan pantat nya diatas singgasana nya.
" Gusti , itu masih lebih baik lagi ketimbang kita musnah di gilas Pasukan Medang Kemulan , kita semua akan mati , istri istri kita akan mereka ambil bahkan seluruh kekayaan yg ada di Sindur ini akan mereka angkut ke Kerajaan Medang Kemulan dengan sesuka hatinya,.." ungkap Patih Gunadharma lagi.
Tampak Akuwu Sindur terdiam, apa yg di ucapkan oleh Patihnya ini ada benar nya juga, belum lagi ia memang memilki banyak istri dan selir.
" Atau bagaimana jika kita menyerah saja , tentu mereka hanya akan meminta pembiayaan saja tanpa harus merugikan kita terlalu dalam,.." ucap Akuwu Sindur.
" Jika mereka setuju , jalan ini adalah jalan yg terbaik untuk di lakukan, asalkan syarat yg mereka ajukan tidak terlalu memeberatkan kita,.." sahut Patih Gunadharma.
Tetapi Panglima Pandawa segera menyelanya,..
" Akan tetapi tampaknya kali ini itu akan sangat sulit untuk kita dapatkan , Gusti Akuwu,.." ujar Panglima Pandawa.
" Hehh,..apa sebabnya,..?" tanya Akuwu Sindur.
Kemudian Panglima Pakuwan Sindur ini menceritakan bahwa saat ini pasukan Kerajaan Medang Kemulan tidak hanya di isi oleh para prajurit saja tetapi di dalam nya ada dari kalangan dunia persilatan dari golongan hitam.
" Mereka itu adalah murid muridnya Jabonarang dari Merut,. mereka tidak akan pulang dengan tangan hampa, mereka itu harus mendaptakan apa yg mereka inginkan,.." jelas Panglima Pandawa.
Kembali Akuwu Sindur terdiam, ia menatap wajah Panglima Pandawa dengan tatapan yg sulit untuk di artikan.
" Pandawa. perintahkan dua orang prajurit untuk datang ke Pamintihan , katakan kepada Manik Rangga bahwa aku bersedia menuruti semua permintaan nya asalkan ia mau membantu kita,.." ucap Akuwu Sindur.
Sambil menjura hormat maka Panglima Pandawa segera keluar dari balairung Pakuwan Sindur itu. Ia akan mengirimkan utusan ke Pakuwan Pamintihan seperti yg telah di perintahkan oleh Akuwu Sindur.
Sementara itu di dalam , Patih Gunadharma dan Akuwu Sindur masih saja membicarakan masalah mengenai Kedatangan dari pasukan Medang Kemulan itu.
Memang pasukan Medang Kemulan yg dalam perjalanan menuju Sindur sudah mulai mendekati Pakuwan Sindur itu.
Dan setelah melakukan perjalanan selama hampir sepekan tibalah pasukan besar Pasukan Medang Kemulan ini di Pakuwan Sindur.
Panglima Raden Naruttala memerintahkan mendirikan kemah di dekat sebuah kali yg tidak terlalu besar.
Dan saat itu pula, Panglima Raden Naruttala mengirimkan seorang prajurit untuk mengantarkan pesan kepada Akuwu Sindur.
Tidak terlalu lama prajurit itu pun telah menghadap Panglima Raden Naruttala lagi.
" Ini balasan surat dari Akuwu Sindur , Gusti Panglima,.."
Ucap Prajurit itu sambil menyerahkan sepucuk surat kepada panglima Raden Naruttala .
" Apa isinya , anakmas Naruttala,..?" tanya Akuwu Watu Menak Kober.
" Akuwu Sindur mau menyatakan tunduk dan patuh asalkan kita tidak meminta syarat yg berat, Paman Akuwu,..!" jawab Panglima Raden Naruttala.
" Sebenarnya apa yg di inginkan oleh Kangmas Prabhu Watu Menak Koncar dari Pakuwan Sindur ini,..?" tanya Akuwu Watu Menak Kober.
Kemudian Panglima Raden Naruttala menjelaskan bahwa Pakuwan Sindur harus menyerahkan seluruh harta kekayaan dari Pakuwan Sindur ini di tambah lagi mereka harus mau menyerahkan para pemuda nya juga para gadis nya, jelas Panglima Raden Naruttala.
" Hahh, satu syarat yg cukup berat, mana mungkin Akuwu Sindur akan mau menerimanya,.." sahut Akuwu Watu Menak Kober.
" Akan tetapi tampaknya Akuwu Sindur akan mau menerimanya, " jawab Panglima Raden Naruttala.
" Mau menerimanya ,..?" tanya Akuwu Watu Menak Kober heran.
" Benar Paman Akuwu,..ia meminta kita untuk tidak menyerang nya selama satu hari ini, sebelum ia menolak atau menerimanya ,..artinya masih ada Kemungkinan nya ia akan menerima syarat itu,.." jelas Panglima Raden Naruttala.
" Ahhh , hanya orang bodoh saja yg mau menerima syarat itu, yg ada ia mengulur waktu agar ia dapat untuk melarikan diri,." ucap Akuwu Watu Menak Kober.
__ADS_1
Ucapan dari Akuwu Watu Menak Kober ini ada benarnya, pikir Panglima Raden Naruttala.
Ia pun meningglakan penguasa Pakuwan Kalindih itu seorang diri.
Panglima Raden Naruttala memeriksa keadaan pasukan nya sebelum mereka itu terjun pada peperangan melawan pasukan Pakuwan Sindur.
Dan untuk pertama kalinya ia meminmpin pasukan sebesar itu seorang diri , hanya di temani oleh Akuwu dari Kalindih, Akuwu Watu Menak Kober.
Sedangkan si Tiga golok setan dari Gunung Merut itu berulah di dalam pasukan Kerajaan Medang Kemulan.
Mereka bertiga mengamuk dengan menantang para Senopati Medang Kemulan untuk bertarung.
Pasalnya hanya sepele, akibat keterlambatan datang nya makanan, mereka bertiga mengamuk.
" Hehh, ada apa ini,..?" tanya Panglima Raden Naruttala dengan membentak.
" Kami tidak mau menerima pelayanan yg separoh hati dari para prajurit mu , Naruttala,.." seru Kinanja.
" Memang nya ada apa dengan para prajurit Ku,..?" tanya Panglima Raden Naruttala lagi.
" Mereka tidak mau melayani kami, dengan tidak mmeberikan kami makan,.." ucap Wandiga.
Panglima Raden Naruttala memandangi para prajurit nya satu persatu, baru kemudian ia bertanya..
" Benar demikian, ?" tanya Panglima Raden Naruttala.
Pertanyaan itu dia tanyakan kepada salah seorang Bekel Prajurit Medang Kemulan yg membidangi masalah perbekalan kerajaan Medang Kemulan.
" Tidak demikian Gusti Panglima, yg benar adalah bahwa makanan memang belum siap sehingga belum dapat untuk di bagikan karena memang belum matang,.." jawab Bekel Prajurit itu.
" Kalian bertiga sudah mendengarnya bukan, bahwa mereka memang belum siap untuk menyajikan makanan itu jadi tidak usah di permasalahkan lagi,.." jelas Panglima Raden Naruttala.
" Ahhh , itu hanya alasan saja,.." sahut Wardipa.
Panglima Raden Naruttala menatap tajam ke arah si Tiga golok setan yg adalah murid paling bungsu itu.
" Apa, kau ingin juga menantang ku,..?" tanya Panglima Raden Naruttala.
Memang jiwa muda Panglima Medang Kemulan ini masih sering meledak ledak terlebih jika ada seorang bawahan nya yg memiliki kepongahan seperti si Tiga Golok setan ini yg terlalu merendahkan para prajurit Medang Kemulan.
Sambil memegang dagunya, Wardipa menjawab,.
" Boleh juga , jika dirimu memang memiliki nyali Panglima, Aku tidak takut,.." sahut Wardipa.
" Baik , jika memang itu yg kau inginkan, aku siap untuk melakukan nya,.." ucap Panglima Raden Naruttala.
Tampaknya pemimpin pasukan Kerajaan Medang Kemulan ini memang ingin menjajal kemampuan dari si Tiga Golok setan dari Gunung Merut ini.
" Baik, mari kita mulai,.." ujar Wardipa.
Ia mulai memasang kuda -kuda nya siap untuk bertarung. Dan demikian pula dengan Panglima Raden Naruttala ia pun tengah memepersiapkan kuda -kuda nya.
Akan tetapi sebelum keduanya bertarung tiba tiba saja datanglah Akuwu Watu Menak Kober dan berkata,..
" Tunggu anakmas Naruttala, hentikan tindakan mu ini,.." seru Akuwu Watu Menak Kober.
" Ada apa, Paman Akuwu, mengapa menghentikan ku, orang ini memang perlu di beri pelajaran agar mereka mau patuh dan tunduk pada paugeran keprajuritan Medang Kemulan ini,.." ucap Panglima Raden Naruttala.
" Yah,..biarkan saja Akuwu Watu Menak Kober, agar Aku dapat memyumpal mulut Naruttala ini dengan kaki ku ini,." seru Wardipa.
" Sudah - sudah , kamu duduk Wardipa, dan kau anakmas Naruttala mari ikut denganku,.." ucap Akuwu Watu Menak Kober.
Sambil menarik tangan menantu Prabhu Watu Menak Koncar ini untuk mengikutinya.
Dan keduanya menuju kemah yg di peruntukkan bagi mereka berdua.
Setibanya dalam kemah itu , langsung saja Akuwu Watu Menak Kober berkata,..
" Sudahlah , tenangkan lah hati mu itu Anakmas Naruttala, sebagai seorang pemimpin dirimu jangan mudah terpancing emosi, dirimu harus lebih banyak bersabar,.." ungkap Akuwu Kalindih ini.
Ia memang tidak ingin terjadi perpecahan di dalam Pasukan Medang Kemulan ini terlebih dengan orang orang yg bukan dari kalangan prajurit.
Ia juga mengatakan tidak ada untungnya melakukan pertarungan dengan si Tiga Golok setan itu dengan alasan, seandainya Panglima Raden Naruttala ini mampu keluar sebagai pemenang nya tentu akan membuat salah seorang dari Si Tiga Golok setan ini mendendam kepadanya dan pada satu saat mereka tentu akan bergabung guna mengalahkannya.
Dan jika ia kalah tentu akan membuat nyali para prajurit Medang Kemulan akan menjadi runtuh karena pemimpin nya dapat di kalahkan oleh kalangan persilatan. Jadi akan membuat rugi bagi prajurit Medang Kemulan sendiri.
__ADS_1