
Pangeran Dewangga Sena merasa kesulitan ketika harus mengahadapi jurus Kalajengking Patul ini terlebih ketiga lawannya tampaknya sudah sangat terbiasa menggunakan nya.
Ketika Putra Prabhu Kreshna Yuda ini harus memeusatkan pikiran nya untuk mengatasi kedua lawan nya yg sebelah menyebelah lawan nya yg dari bagian belakang langsung memberikan tekanan dengan tebasan senjata goloknya.
Bagai patukan bisa kalajengking, orang tersebut melancarkan serangan, ketika serangan ini gagal dan ia melompat mundur , dua orang teman nya yg juga merupakan saudara seperguruan nya menggantikan posisi nya menyerang dari kiri dan kanan., mereka berusaha mendesak kedudukan pangeran Dewangga Sena yg menjadi lawan nya itu dengan tebasan tebasan golok yg sangat cepat serta bertenaga.
Salah seorang dari Si Tiga Golok setan ini mengincar kaki dari Pangeran Dewangga Sena yg lain segera mengarahkan goloknya kearah kepala lawan, sedang yg lain memeburunya dengan mengirimkan tendangan ke punggung sang Pangeran. Hingga,..
" Dhieghh ,.."
" Aaakhh,.."
Punggung dari Pangeran Dewangga Sena harus kena hantaman dari sebuah tendangan yg di lepaskan oleh Darmipa dari arah belakang, dan berhasil melontarkan tubuh dari Pangeran Dewangga Sena.
Tetapi tidak sampaj disitu , kedua kakak seperguruan nya langsung memburu tubuh dari Sang Pangeran.
" Hiyyahhh,.."
" Heaahh,..."
" Triingg,.."
" Traaaang,.."
Kedua nya mencecar nya dengan serangan serangan yg cepat, terpaksa Putra Prabhu Kreshna Yuda ini menggunakan senjata pedangnya guna menangkis serangan tersebut, Karena posisi nya belum pun bangkit , ia terus saja bergulingan sambil menangkis dan menepis semua serangan serangan yg datang tersebut.
Belum lagi serangan dari Darmipa yg meloncat bagai terbang berusaha untuk menusukkan goloknya.
Memang serangan ketiga Golok setan menjadi kesulitan tersendiri untuk Pangeran Dewangga Sena.
Ia belum berhasil memperbaiki kedudukan nya yg sangat tidak menguntungkan itu, ia harus keluar dari kepungan tersebut jika diri nya tidak ingin terpotong potong seperti daging cincang.
Sambil terus mengerahkan tenaga nya dan ilmu peringan tubuh nya , maka Sang Pangeran pun segera mengambil keputusan,..
" Heahhhh,..."
" Traaaang,.."
" Triiinggg,."
Pada suatu kesempatan ia berusaha keluar dari kepungan tersbut dengan melompat tinggi ke udara dan berputaran sambil terus melindungi tubuhnya dengan terus memutar pedang bagai baling baling untuk menahan serangan yg datang ,sehingga benturan berulang kali terjadi, Si Tiga Golok setan seakan tidak ingin memberikan kesempatan lolos lawan nya ini. Tetapi gerak yg sangat cepat dengan di barengi tenaga dalam yg kuat membuat tubuh pangeran Dewangga mampu keluar dari tekanan dan membubung ke udara, pedangnya terus berputaran menjadi tameng untuk melindungi diriinya, sehingga tidak ada serangan dari Si Tiga Golok setan dari Gunung Merut ini berhasil masuk.
Sebenarnya ketiga orang in merasa bahwa lawan mereka kali ini bukanlah orang yg sembarangan, karena sejauh ini belum pun ada yg mampu keluar dari Jurus Menara gading, pada jurus Kalajengking Patul ini.
Biasanya lawan akan langsung tercincang habis seolah potongan daging yg siap untuk di panggang, tetapi malah ia dapat menyerang balik lagi dengan sangat ganas nya.
Pangeran Dewangga Sena tidak mau kalah ia mengeluarkan jurus Naga Murka.
Gerakan nya yg bagai meliuk liuk di udara menyasar kemana saja lawan bergerak, dan pedang nya seolah semburan dari mulut naga siap untuk mencabut nyawa lawan nya.
Bahkan kali ini, kedua kakinya pun cukup bekerja keras bagai tendangan maut dari neraka, terus mencoba menggapai tubuh lawan nya itu.
Kentara sekali , Jurus Menara gading itu pun mulai pecah akibat dari jurus Naga Murka.
Pangeran Dewangga Sena memang memusatkan seluruh pikirannya terhadap ketiga lawannya ini ,sehingga ia tidak meyadari sepasang mata indah tengah memperhatikan nya dalam bertarung. Bahkan gadis cantik itu sampai tidak berkedip melihatnya.
Siapakah pemuda ini, berkata perempuan itu dalam hati. Ia terus saja menyaksikan jalan nya pertarungan dari keempat orang itu.
" Tuan putri, apa tidak sebaiknya kita tinggalkan tempat ini,.?" tanya kusir kereta kencana itu.
" Tunggu Paman, Aku ingin melihat kesudahan dari pertarungan ini," jawabnya.
" Tetapi akan sangat membahayakan Tuan Putri, jika kita segera meninggalkan tempat ini tentu kita telah jauh dari sini dan mungkin dapai bantuan dari para prajurit Pamintihan yg lain,.." sahut kusir kereta kencana itu lagi.
Akan tetapi putri dari Akuwu Manik Rangga ini tidak memjawab nya malah asyik menonton pertarungan itu , seolah dirinya tidak dalam keadaan bahaya..
Jalan nya pertempuran semakin seru, setelah Pangeran Dewangga berhasil keluar dari kepungan Jurus Menara gading itu ia berusaha menekan terus ketiganya dengan jurus Naga Murka itu dan hasilnya,..
" Sheeiiit,.."
" Aaakkhh,..".
Salah seorang dari Si Tiga Golok setan ini terkena sabetan pedang sang Pangeran pada lengan nya dan darah langsung mengucur deras.
" *******,.." teriak Wandiga.
Ia lah yg terkena sabetan pedang Pangeran Dewangga Sena, lukanya cukup dalam, sehingga ia terpaksa mundur.
" Cepat kau obati lukamu itu , Wandiga,.." teriak Kinanja.
Sebagai kakak tertua , dirinya merupakan pemimpin dari Si Tiga Golok setan dari Gunung Merut ini.
Dan begitu mendapatkan perintah dari kakak seperguruan nya untuk mengobati lukanya, Wandiga langsung melompat panjang , ia mundur menjauhi tempat pertarungan itu.
Tinggallah dua orang dari Tiga Golok setan ini yakni Kinanja dan Darmipa, keduanya pun segera merobah bentuk jurus nya.
__ADS_1
" Kita pergunakan jurus , klabang terbang,.." seru Kinanja.
" Baik kakang,.." sahut Darmipa.
Keduanya kemudian bergerak lagi dan kali ini mereka berdua berputaran mengelilingi Pangeran Dewangga Sena.
Baru kemudian,..
" Ciaaaat,.."
" Hiyyaaaat,.."
Keduanya bergerak dengan cepat sambil memutar goloknya, kembali mereka berdua membacokkan golok nya untuk menghabisi lawannya itu.
Pangeran Dewangga Sena tidak terlalu kesulitan lagi menghadapi keduanya, terasa longgar serangan mereka itu.
Nampak jomplang setelah tidak ada nya seorang dari mereka itu.
Pangeran Dewangga Sena dengan cepat mendesak mereka , dengan merobah tata gerak nya yg semakin cepat, maka satu persatu dua dari Tiga Golok setan ini harus merasakan pukulan dan tendangan dari Putra Mahkota ini.
Hingga,..
" Dhieghh,."
" Dhieghh,.."
Dua kali tendangan telak mengenai kedua orang itu dan melemparkan keduanya.
Secepat itu mereka bangkit duduk bersila,.
" Darmipa,..gunakan aji Bledheg Angklah,.." seru Kinanja sambil bersedekap.
Keduanya tampak tengah memusatkan nalar budinya dan akan segera mengerahakan aji Pamungkas nya.
Sebenarnya ilmu ini tidak dalam keadaan bertarung berpasangan melainkan secara sendiri sendiri.
" Hiaaah,.."
" Heaaahh,.."
Kembali keduanya bergerak secara berputaran mengurung Pangeran Dewangga Sena, Golok di tangan mereka telah mengeluarkan asap tipis dan menimbulkan aroma busuk yg menyengat di hidung.
" Hiyyyyat,.."
Pangeran Dewangga Sena melompat menjauhi kedua lawan nya inj, ia pun tampaknya tengah merapal ajian nya , aji telapak dewa.
Ketika kedua orang itu melesat memburu tubuh Pangeran Dewangga Sena , maka Sang Pangeran pun langsung menyambutnya dengan serangan pula, kembali kelebatan tubuh serta senjata yg saling menebas.
" Tranng,."
" Triiiinng,.."
Golok dari dua orang itu nampak mengepulkan asap berwarna kelabu, itulah puncak Ilmu Bledheg Angklah milik si Tiga Golok setan dari gunung merut ini.
Asap beracun yg keluar dari dua golok milik si Tiga Golok setan dari gunung merut makin menebal dan menghalangi Pandangan dari Pangeran Dewangga Sena.
Belum lagi aroma busuk yg menebar membuat sulit bernafas siapa saja yg menjadi lawan si Tiga Golok setan ini.
Namun tidak dengan Pangeran Dewangga Sena, ia segera memutar pedang nya berwarna kecemasan itu dan mulai dapat membuyarkan gunpalan asap tebal itu.
" Heaahhh,..aji telapak dewa,.."
Terdengar teriakan dari sang Pangeran sambil menebaskan pedang yg ada di tangan nya itu.
Maka asap tebal itu pun buyar, dan Pangeran Dewangga Sena dapat melihat dengan jelas kedua lawannya yg tengah meluruk ke arahnya,..
" Hiyyahhh,.."
" Trangg,.."
" Aaakkhh,.."
Salah seorang yg paling dekat kena hantaman telapak tangan Pangeran Dewangga Sena setelah kedua senjata mereka beradu,.tak aya lagi tubuh tersebut terpental jatuh,..dan diam tak bergerak,..
" Darmipa,...."
Teriak Kinanja begitu melihat adik seperguruannya itu terkapar..ia masih meneruskan serangan nya ke arah Pangeran Dewangga Sena akan tetapi dengan mudah di hindari oleh putra Prabhu Kreshna yuda ini, bahkan ganti ia membalas dengan serangan , ia mengirimkan tendangan memdatar mengarah perut Kinanja,.
" Bhugggh,.."
" Heeeikhh,.."
Tubuh dari orang yg bernama Kinanja ini pun ikut terlontar dan bergulingan diatas tanah.
Ketiga nya telah terluka dalam yg cukup parah, melihat hal ini, Pangeran Dewangga Sena langsung memburunya namun,..
__ADS_1
" Shiiing,.."
" Shiiing,.."
" Shiiing,."
Tiga buah senjata rahasia di lepaskan oleh Wandiga guna melindungi nyawa kakak seperguruannya itu.
Inilah yg mmebuat tertahan Pangeran Dewangga Sena , ia harus memukul jatuh ketiganya.
Dalam waktu yg sekejap itu di pergunakan oleh si Tiga Golok setan ini untuk melarikan diri, Wandiga menyambar tubuh adik seperguruannya yg dalam keadaan tidak sadarkan diri sednagkan Kinanja masih mampu bangkit dan langsung melarikan diri dari tempat tersebut.
Pangeran Dewangga Sena menarik nafas dalam dalam, baru kali ini ia menemui lawan yg cukup sulit untuk di atasi nya, pantas saja para Prajurit dari Pamintiahan ini tidak berdaya menghadapi mereka.
Dari Lima belas Prajurit yg tersisa masih hidup hanya lima orang saja itu pun dalam keadaan terluka.
Pangeran Dewangga Sena segera menghampiri mereka dan menyakan hendak kemana mereka.
" Kalian mau kemana dan siapa yg ada di dalam kereta itu,..?" tanya nya.
" Terima kasih sebelum nya tuan, kami dalam perjalanan pulang ke Pamintiahan , dan yg ada di dalam kereta itu adalah Gusti Putri Dewindhani Maheswari,..putri dari Akuwu Manik Rangga,.." jawab Bekel Prajurit Pamintiahan itu.
" Rayyi,.. Maheswari,.." seru Pangeran Dewangga Sena.
Ia kemudian melangkah mendekati kereta kencana itu dan berdiri di depan pintu kereta kencana tersebut.
" Apakah benar yg di dalam adalah Rayyi Maheswari,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.
Tidak ada jawaban dari dalam kereta, hanya kemudian tirai oenutupnya terbuka dan menyembul lah kepala seorang gadis yg berparas sangat cantik.
Gadis itu tampak bingung menatap pemuda yg ada di samping kereta nya itu.
Pangeran Dewangga Sena serba salah, ia memang sudah sangat lama tidak bertemu dengan putri Paman nya ini, mungkin sudah hampir sepuluh tahun, itu pun sewaktu mereka masih kecil, tentu saja Putri Dewindhani Maheswari tidak akan mengenalinya lagi.
" Siapakah saudara penolong ini,..?" tanya Putri Dewindhani Maheswari heran.
Agak lama Pangeran Dewangga Sena terdiam , ia melihat bahwa putri Paman nya itu telah tumbuh dewasa dan berparas sangat cantik.
" Apakah kita saling kenal,..?" tanya Putri Dewindhani Maheswari lagi.
" Ehh,..Ahh, apakah dirimu tidak mengenaliku lagi Rayyi Maheswari,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.
Agak gugup ia menjawabnya karena tatapan Putri paman nya ini seolah lain terhadap nya.
" Tidak , Aku tidak mengenal saudara dimana kita pernah bertemu,..?" tanya Putri Dewindhani Maheswari.
Seolah memang ia tidak mengenal pemuda yg berdiri di sebelahnya itu.
" Aku adalah Dewangga Sena , Rayyi Maheswari, putra Prabhu Kreshna yuda,.." jelas Pangeran Dewangga Sena kemudian.
" Hahhh,.."
Sangat terkejut putri Dewindhani Maheswari mendenagr penjelasan pemuda itu, ia kemudian membuka pintu kereta dan langsung keluar dari dalam nya.
Cepat Putri Akuwu Manik Rangga ini menubruk lelaki yg ada di sebelah kereta nya itu lantas memeluknya.
" Benarkah dirimu adalah Kakang Dewangga Sena yg telah dinyatakan hilang itu,..?" tanya nya.
Perlahan Pangeran Dewangga Sena melepaskan pelukan adik sepupunya ini dan memegang kedua pundak nya seraya berkata.
" Apakah memang dirimu sudah tidak mengenaliku lagi ,.Rayyi Maheswari,.?" tanya Pangeran Dewangga Sena.
Lama Putri Akuwu Manik Rangga ini menatap pemuda itu, baru kemudian ia menganggukkan kepalanya,
" Maheswari baru ingat kakang Dewangga Sena memiliki tanda lahir yg ada pada pundak kakang, apakah diriku dapat melihatnya kakang,..?" tanya Putri Dewindhani Maheswari.
Pangeran Dewangga Sena kemudian melorot kan pakaian nya dan tampaklah diatas pundak sebelah kiri itu ada semacam tahi lalat yg cukup besar, sebesar koin, itu adalah tanda lahir dari sang Pangeran.
Setelah melihat nya , tanpa ragu lagi Putri Dewindhani Maheswari memeluk erat tubuh Pangeran Dewangga Sena.
" Ternyata kakang masih hidup,.." ucapnya lirih.
Agak lama mereka berpelukan, entah mengapa ada perasan yg kurang mapan pada diri Pangeran Dewangga Sena atas pelukan dari adik sepupunya ini, ia kemudian melepaskan nya itu berkata,.
" Rayyi Maheswari,.. bagaimana keadaan di Pamintihan, apakah paman dan bibi dslam keadaan baik,..?" tanya nya.
Setelah pelukan dari adik sepupunya ini lepas, maka Putri Dewindhani Maheswari mengajak naik Pangeran Dewangga Sena ke atas kereta.
" Marilah kakang kita berbicara di dalam kereta banyak yg ingin Maheswari ceritakan kepada kakang,." ucapnya .
Keduanya pun segera naik ke dalam kereta kencana itu berbarengan para prajurit Pamintihan pun telah bersiap untuk bernagkat meninggalkan tempat tersebut.
Sepuluh prajurit yg tewas itu di naikkan keatas punggung kudanya masing -masing dan dengan sebuah isyarat Bekel Prajurit Pakuwan Pamintihan ini, mengatakan kepada kusir kereta kencana itu untuk segera bergerak.
Perlahan kemudian para prajurit Pakuwan Pamintihan ini meminggalkan tempat dimana mereka telah di cegat oleh Si Tiga Golok setan dari Gunung merut itu.
__ADS_1
" Kakang, Ramanda Akuwu pasti akan senang sekali dengan kehadiran mu di Pamintihan , sudah sangat lama Ramanda mencari dirimu, bahkan telah menyebar orang orang untuk mengetahui keberadaan mu , akan tetapi nihil, baru sekarang kakang muncul dan telah menyelamtkan nyawa ku, Maheswari berhutang budi padamu,.." ungkap Putri Dewindhani Maheswari itu.