
Sesosok bayangan putih melesat cepat menuju ke desa Lohsari.
Ternyata , Pangeran Dewangga Sena dengan menunggangi Macan Putih yg menjadi teman nya ini bergerak sangat cepat menuju desa itu.
Memang kali ini rupanya Pangeran Dewangga Sena merasa harus bertemu dengan Kintan Suri, sebelum pecah perang melawan Prabhu Watu Menak Koncar.
Aku harus mengatakan perasaanku kepada Kintan Suri,.katanya dalam hati.
Sesuai dengan keinginan nya, Si Putih memang mampu menempuh jarak yang tidak dekat itu, dapat di capai dalam waktu singkat.
Belum terlalu malam sampailah Pangeran Dewangga Sena di rumah Ki Buyut Lohsari.
Seluruh orang yang berada di rumah Buyut Lohsari ini sangat terkejut dengan kehadiran Putera Prabhu Kreshna Yuda ini.
" Ada apa ,. Anakmas Pangeran datang kemari , bukankah saat ini tengah bersiap akan menyerang Kotaraja Medang Kemulan ,..?" tanya Buyut Lohsari heran.
" Maaf sebelumnya ,..Aku ingin bertemu dengan Kintan Suri,.. apakah ia ada ,.. Eyang Buyut,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.
" Oo,..Kintan Suri,..ada ,..ada ,..ia berada di dalam,.. Suri ,.. Suri,..kemarilah,..!" panggil Buyut Lohsari .
Tidak terlalu lama keluarlah seorang gadis cantik dengan rambut nya terurai sampai ke batas pinggang nya, dan ia masih berusia sangat muda.
" Ada apa Eyang memanggil Suri,..?" tanya Kintan Suri kepada Buyut Lohsari.
Gadis ini menundukkan kepalanya dan tidak mampu menatap ke arah Pangeran Dewangga Sena.
Meski lampu di tempat itu agak temaram tetspi Pangeran Dewangga Sena melihat jelas ada perubahan pada raut wajah gadis cantik ini.
" Silahkan anakmas Pangeran jika memang ingin berbicara dengan Suri,..Eyang akan masuk ke dalam,..!" ucap Buyut Lohsari.
Pemimpin desa Lohsari ini bangkit dan berjalan masuk ke dalam. Ia sengaja memberikan kesempatan kepada kedua muda mudi ini untuk berbicara.
Setelah Buyut Lohsari tidak berada lagi di tempatnya maka Pangeran Dewangga Sena segera membuka pembicaraan.
" Maaf sebelumnya Suri,..Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu,..!" ucap nya pelan.
Dengan tidak melihat wajah nya,.Kintan Suri menyahutinya,..
" Apakah yg ingin Gusti Pangeran katakan itu,..Hamba siap mendengarkan nya,..!" ucap gadis cantik ini.
Pangeran Dewangga Sena agak terkejut dengan sambutan gadis cucu buyut Lohsari ini, tidak seperti biasanya ia kali ini menggunakan unggah ungguh dalam berkata kata.
" Suri,..mengapa dirimu berubah memandang diriku,..?" tanya pangeran Dewangga Sena heran.
" Tidak ada yg berubah Gusti Pangeran,..memang sudah seharusnya hamba melakukan hal ini, karena siapalah hamba yang merupakan kawula alit di Kerajaan Medang Kemulan ini, sedangkan Gusti Pangeran adalah seorang yang patut hamba junjung tinggi sebagai salah seorang penguasa kerajaan ini,..!" terang Kintan Suri.
" Suri,.. sungguh diriku tidak menyangka bahwa dirimu dapat mengatakan hal ini, bukankah selama ini tidak ada batasan antara diriku dengan mu,..Suri,..?" tanya Pangeran Dewangga agak kecewa.
Sungguh hati nya tidak menyangka akan sambutan dari Kintan Suri kali ini lain dari biasanya.
Apakah Ia telah mengetahui bahwa diriku telah menikahi Diajeng Maheswari,..bertanya dalam hati Pangeran Dewangga Sena.
Jelas dari kata kata gadis ini telah membuka jarak yang cukup jauh antara dirinya dengan gadis itu.
" Suri,..Aku ingin berbicara di luar sebentar dengan mu,..disini terlalu panas,..!" ucap Pangeran Dewangga Sena meminta kepada Kintan Suri.
Sementara itu cucu buyut Lohsari ini tidak menjawab ia diam saja di tempat nya seolah tidak mendengar permintaan dari sang Pangeran.
" Jika memang dirimu tidak bersedia, aku sebagai pangeran Dewangga Sena memerintahkan kepada mu untuk dapat turun ke halaman,..ini perintah,..!" ucap Pangeran Dewangga Sena agak marah.
Karena seperti yang telah di katakan Kintan Suri tadi bahwa ia harus tunduk dan patuh kepada junjungan maka dengan hal tersebut Putra Prabhu Kreshna Yuda ini memaksa nya untuk mau keluar dari rumah .
" Sendika Gusti Pangeran,..!" ucap Kintan Suri sambil menjura hormat.
Gadis ini memang dengan berat hati memenuhi permintaan dari Pangeran Dewangga Sena, tetapi bagi Pangeran Dewangga Sena sendiri ia melakukan hal ini agar dapat segera mendapat keputusan atas apa yg ada di hatinya.
Setelah berada di luar rumah , di sebuah pohon Kedawung, Pangeran Dewangga Sena langsung menangkap tangan gadis itu.
__ADS_1
" Ada apa dengan mu Suri.,mengapa dirimu berubah,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena sambil menggenggam erat kedua tangan gadis cantik ini.
" Lepaskan tangan hamba Pangeran,.. sesungguhnya Gusti Pangeran tidak pantas melakukan hal ini kepada hamba,..!" ucap Kintan Suri agak keras.
Ia berusaha meronta dan melepaskan kedua tangan nya dari genggaman putra Prabhu Kreshna Yuda ini.
Akan tetapi Pangeran Dewangga Sena tidak mau melepaskan pegangannya, ia malah mendekap gadis cantik ini.
" Aku tidak akan melepaskan dirimu sebelum menjelaskan kepada ku apa yang membuat mu berubah,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.
" Suri , tidak pernah berubah, hanya harus mengerti keadaan saat ini,.. Pangeran,..hik,.hik,.hikz..!" jawab Kintan Suri sambil menangis.
Sesungguhnya dalam hati gadis ini amat senang sekali atas pertemuan dengan lelaki pujaan hatinya itu.
Namun di sisi lain ia pun harus mengerti kedudukan nya sebagai seorang gadis yang berasal dari kalangan biasa , sungguh tidak pantas mengharap lebih dengan lelaki yang memeluknya erat ini yg merupakan seorang bangsawan bahkan telah memiliki seorang istri.
" Apakah dirimu telah mengetahui bahwa diriku telah menikah Suri,..itukah yang menyebabkan mu berubah,..Suri,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena terus terang.
" Walaupun Gusti Pangeran belum menikah, alangkah tidak pantas nya diri hamba bergaul dan berteman dekat dengan Gusti Pangeran, ada jarak yang memisahkan kita Gusti Pangeran,..!" sebut Kintan Suri sambil berusaha menghapus air mata nya.
" Dengarlah oleh mu Suri,.. Sesungguhnya diriku amat menyukai mu dan berharap akan dapat menikahimu, Aku tidak melihat dari mana dirimu berasal,..dan malam ini kunyatakan perasaan ku ini sebelum keberangkatan diriku ke Kotaraja Medang Kemulan guna berperang, oleh sebab itulah aku menyempatkan untuk datang kemari,., karena kita tidak tahu umur seseorang , apalagi ini menghadapi sebuah peperangan,..jadi aku berharap dirimu dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ku ini,..!" terang Pangeran Dewangga Sena.
" Jawaban yg mana,. Pangeran ,..?" tanya Kintan Suri.
Setelah ia lepas dari pelukan Pangeran Dewangga Sena.
" Apakah dirimu mau mendampingi ku, jika kelak aku mampu memenangkan peperangan ini,.. Suri,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena lagi.
" Bukankah Pangeran telah memiliki pendamping, yaitu Putri Dewandhani Maheswari,.. siapa lah hamba ini,..!" ungkap Kintan Suri lirih.
" Sekarang aku bertanya kepada mu, sebagai seorang lelaki kepada seorang perempuan,..apakah dirimu memiliki perasaan yang sama dengan ku,..apakah dirimu mencintaiku,..Suri,.!?" tanya Pangeran Dewangga Sena .
Kintan Suri hanya mampu menundukkan kepalanya, jauh di lubuk hatinya, ucapan Pangeran Dewangga Sena ini membuat nya melambung tinggi ke angkasa,.. akan tetapi setelah ia mengenang bahwa ia tidak seharusnya mencintai lelaki yang ada di dekatnya ini, hatinya teramat sedih.
Apakah jawaban dari ku ini akan membuat jalan hidupku berubah , kata Kintan Suri dalam hati.
" Jawablah , Suri,.. pertanyaan ku tadi,..!" seru Pangeran Dewangga Sena.
" Apakah sangat penting jawaban dari ku, Pangeran , karena sesungguhnya dirimu telah mengetahui hasil jawaban nya,..!" ucap Kintan Suri lirih.
" Berarti dirimu mencintaiku Suri,..dan mau menjadi istri ku,..!" ujar Pangeran Dewangga Sena senang.
Kembali ia mendekap erat tubuh ramping Kintan Suri , ia membelai rambut nya dengan perlahan seraya berbisik,..
" Aku memang mengharapkan jawaban mu ini , Suri,.. sebelum keberangkatan diriku ke Medan perang,..aku merasa bersalah dengan menikahi Rayyi Maheswari ,..akan tetapi semua itu kulakukan demi meluluskan permintaan dari Pamanda Akuwu Manik Rangga,..!" ucapnya.
" Akan tetapi di hatiku telah di isi oleh dirimu,..Suri,..semakin aku berusaha melupakan mu, semakin besar rasa itu mendera hatiku,.. Aku membutuhkan dirimu Suri,..dirimu sangat berbeda dengan gadis lain yang pernah kutemui,..!" kata Pangeran Dewangga Sena lagi.
Dan untuk kali ini, hati Kintan Suri luluh setelah mendengar perkataan dari Pangeran Dewangga Sena itu.
Ia yg selama ini merasakan perasaan yg sama dengan pemuda memeluknya ini jadi sangat terharu , jelas dirinya tidak dapat menolak keinginan dari sang Pangeran, karena ia pun sangat mendambakan akan hal ini.
Sehingga malam itu , sepasang muda mudi ini mencurahkan isi hati nya masing -masing.
Di hati Pangeran Dewangga Sena amat senang sekali , ia bahkan lupa bahwa diri nya itu adalah seorang yang menjadi junjungan banyak orang. Akan tetapi dirinya tidak peduli,..yg penting perasaan nya dapat ia curahkan kepada seorang gadis yang menjadi idaman hati nya ini.
Demikian pula dengan Kintan Suri, setelah mendengar ucapan dari pemuda yang merupakan seorang Pangeran ,..dirinya pun seolah melupakan statusnya sebagai seorang rakyat jelata.
Di hati gadis ini telah di penuhi oleh bunga bunga cinta yg bermekaran.
Setelah cukup lama mereka berduaan, akhirnya keduanya di kejutkan oleh suara batuk batuk Buyut Lohsari yg tengah memperbaiki lampu minyak jarak itu.
" Sebaiknya Pangeran segera kembalj, nanti di Cempogo terjadi kehebohan dengan menghilangnya ,.Pangeran,..!" ucap Kintan Suri.
" Apakah dirimu mengusirku ,..Suri,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.
" Ahhh,..mana mungkin ada orang yang berani mengusir seorang Pangeran yg merupakan putra mahkota di Kerajaan Medang Kemulan ini,..!" jawab Kintan Suri.
__ADS_1
Gadis ini mengatakan hal tersebut semata mata demi kewibawaan dari Pangeran Dewangga Sena ini.
Dan putra Prabhu Kreshna Yuda ini pun paham , ia segera mengecup kening Kintan Suri dan berkata,..
" Baiklah Suri, kakang akan kembali ke Cempogo,..dan sekali lagi, jika kita tengah berduaan seperti ini jangan panggil dengan sebutan Gusti Pangeran, panggil saja Kakang,.." Ucap pangeran Dewangga Sena.
Ia pun berpamitan kepada Kintan Suri, gadis yg di cintainya ini.
" Doakanlah agar kakang mampu memenangkan peperangan kali ini,..Suri,..!" ujar nya lagi.
" Tentu Suri akan mendoakanmu Kakang,..semoga jagad Dewa Bhatara dapat menjadikan mu sebagai Raja di Medang ke ini,..!" sahut Kintan Suri.
" Terima kasih,..Suri,..!" ucap Pangeran Dewangga Sena.
Ia kembali memeluk tubuh gadis , cucu buyut Lohsari ini.
Selanjutnya , Pangeran Dewangga Sena berpamitan pula kepada Buyut Lohsari baru setelahnya meninggalkan deaa itu kembali ke Cempogo.
Dengan Si Putih,..Pangeran Dewangga Sena segera melesat meninggalkan desa Lohsari.
Ketika menjelang pagi tibalah ia di Cempogo.
Seperti yang di katakan oleh Kintan Suri, di Cempogo sendiri ternyata kehebohan dengan menghilangnya Pangeran Dewangga Sena setelah pergi mandi ke Pakiwan.
Sampai hari menjelang pagi, para prajurit yg berkumpul disana tidak dapat beristirahat, karena mereka berusaha mencari keberadaan dari Pangeran Dewangga Sena.
Begitu muncul sang Pangeran Dewangga Sena ini di sana, semua prajurit yg berada di Cempogo termasuk para pemimpin nya merasa lega.
Panglima Raden Watu Giring yg mengetahui bahwa putra mahkota kerajaan Medang Kemulan ini memiliki perasaan terhadap seorang gadis cantik yang berasal dari desa Lohsari tidak merasa terlalu khawatir dengan menghilangnya Pangeran Dewangga Sena.
Ia hanya menyayangkan sikap yang diambil oleh Junjungan nya ini, tidak seharusnya ia pergi tanpa memberitahu kan kemana perginya, sehingga tidak membuat para prajurit nya jadi resah.
Tetapi Panglima Raden Watu Giring tidak berani menyampaikan hal ini, ia merasa sang Pangeran memiliki sesuatu yang patut ia sembunyikan sehingga tidak memberitahukan hal tersebut.
Adalah Patih Watu Spuh Gada yg kemudian menyapa Pangeran Dewangga Sena ketika tiba di rumah Panewu Cempogo ini.
" Ampunkan Eyangmu ini,.anakmas Pangeran,..kemana kah kiranya, anakmas pergi,..adakah sesuatu yang penting ,..?" tanya nya kepada Pangeran Dewangga Sena.
" Maaf , Eyang Patih,..Aku memerlukan melihat keadaan sekitar sini guna mencari tahu apakah Prabhu Watu Menak Koncar telah mengirimkan prajurit sandi nya kemari, selain itu diriku harus kembali ke tempat dimana diriku pernah bersembunyi di hutan dekat desa Lohsari, ada yg perlu kuambil dari sana,..!" jawab Pangeran Dewangga Sena berbohong.
Ia memang tidak berani mengatakan yg sesungguhnya karena di tempat itu ada para Senopati dari Pakuwan Pamintihan, jadi dirinya tidak berani mengambil resiko dengan mengatakan yg sebenarnya, takut menyinggung perasaan mereka apalagi sampai berita itu ke telinga istri dan paman nya, tentu apa yang telah di bangun nya dapat runtuh begitu saja.
Lebih baik ia tidak berlaku jujur.
Setelah dirinya masuk ke dalam, ia minta untuk tidak di ganggu selama berada di dalam bilik ,..ia akan beristirahat serta menjalankan tirakat, meminta petunjuk kepada penguasa jagad raya ini , agar perjuangan yang dilakukan nya akan mendapatkan restu dari Nya.
Sehingga dua orang prajurit berjaga di depan biliknya.
Sampai dua hari Pangeran Dewangga Sena tidak keluar dari dalam biliknya , ketika tiba pada malam ketiga dimana pada esok hari adalah saat nya berangkat ke Kotaraja Medang Kemulan barulah ia keluar.
Pada malam ketiga itu , Pangeran Dewangga Sena memberikan penjelasan sebelum keberangkatan mereka pada esok hari nya.
Ia mengatakan keberangkatan mereka pada esok hari adalah saat terang tanah,.dan jika dapat para prajurit yg bertugas membawa perbekalan mereka berjalan pada paling belakang,..mereka ini akan di kawal oleh pasukan khusus dari Pakuwan Pamintihan juga pasukan yg di pimpin oleh Brojo Lungguk.
Selain kedua pasukan ini akan mengawal perbekalan mereka, mereka jug mendapatkan tugas untuk memotong pasukan dari Kalindih jika memang pasukan itu akan datang membantu Kotaraja Medang Kemulan.
Selanjutnya, pasukan yang paling pertama berangkat dari Cempogo ini adalah pasukan yang di pimpin oleh Senopati Garega, yg menjadi ujung paruh dari pasukan besar yang di gerakkan oleh Pangeran Dewangga Sena kali ini.
Baru selanjutnya dirinya sendiri dengan di dampingi oleh Patih Watu Spuh Gada, baru berturut-turut ada pasukan Panglima Raden Watu , pasukan panglima Rakai Parumping.
Demikian lah , pada malam itu seluruh perintah telah di lontarkan oleh Pangeran Dewangga Sena.
Dan dengan sangat cepat pesan berantai pun segera disampaikan kepada seluruh prajurit yang berkumpul di kepaneon Cempogo itu.
Meski sebahagian besar mereka sudah mengerti bahwa keberangkatan adalah pada esok hari, tetapi tetap saja masih ada yg agak lama dalam berkemas nya.
Sehingga kesibukan yg sangat luar biasa terjadi di Cempogo ini.
__ADS_1
Dan begitu matahari telah menyapa kepaneon Cempogo maka berangkatlah satu pasukan yang besar dari sana.
Di dahului oleh tabuhan genderang perang, berangkatlah pasukan ini dengan membawa banyak Tunggul , kelebet, rontek serta panji-panji kebesaran Pakuwan Pamintihan dan lambang kebesaran dari Prabhu Kreshna Yuda.