
Setelah Pangeran Dewangga Sena berhasil mengeluarkan racun yg di sebabkan goresan dari Golok Iblis tujuh bangkai dari tubuhnya, perlahan nafas dan tenaga dari putra Prabhu Kreshna yuda ini pulih kembali .
Ia berusaha berdiri dan mendekati tubuh dari Mpu Kundara yg telah berubah menjadi abu itu.
Disaat melihat Golok Iblis tujuh bangkai masih berada di dekat abu dari Mpu Kundara ini, tangan Pangeran Dewangga Sena meraih Golok tersebut, bau busuk masih menyeruak keluar dari Golok Iblis tersebut, ia sampai harus menutup Indera penciuman nya kembali, Pangeran Dewangga Sena berusaha mencari sarung Golok Iblis tersebut akan tetapi ia tidak menemukan nya lagi, seperti nya telah hancur bersamaan hancur nya tubuh dari Mpu Kundara ini.
Disaat masih mencari sarung Golok iblis tersebut tiba -tiba pendengaran Pangeran Dewangga Sena yg sangat tajam mendengar derap langkah kaki kuda yg menuju tempat itu.
Ia langsung melompat dan bersembunyi agak jauh dari tempat itu.
Tidak terlalu lama derap langkah kaki kuda tersebut berhasil mendekati tempat tersebut.
Dan berhenti ketika para penunggang kuda ini melihat tempat yg akan mereka lalui telah porak poranda seperti telah di terjang angin prahara.
Hahh, mereka itu adalah para prajurit dari Medang Kemulan, berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena.
Dan memang para penunggang kuda ini adslah para prajurit dari Kerajaan Medang Kemulan.
" Bagaimana , bekel , apakah kita akan melanjutkan perjalanan ini sampai ke cempogo,..?" tanya salah seorang prajurit itu.
" Sebaiknya kita periksa dahulu tempst ini, siapa tahu kita bisa mendaptakan petunjuk mengenai keberadaan dari Mpu Kundara itu,.." sahut Pemimpin prajurit Kerajaan Medang Kemulan ini.
" Baik, Bekel,.." sahut para prajurit itu.
Sekira sepuluh orang prajurit dari Kerajaan Medang Kemulan segera menyebar dan bergerak ke segala arah guna memeriksa tempat tersebut.
Tempat yg sudah porak poranda dengan banyak nya pohon yg bertumbangan dan saling silang melintang.
Cukup sulit memang para prajurit Medang Kemulan itu mencari tahu mengenai keadaan di tempat tersebut.
Setelah agak lama para prajurit Kerajaan Medang Kemulan kembali berkumpul ke tempat mereka semula berhenti.
Semua gerak para prajurit dari Kerajaan Medang Kemulan ini dengan jelas dapat di lihat oleh Pangeran Dewangga Sena yg duduk di sebuah cabang pohon yg sangat besar dan rimbun, ia sebenarnya ingin lebih mendekat lagi agar mengetahui apa sebenarnya yg mereka cari itu, tetapi niatnya itu ia urungkan, Pangeran Dewangga Sena tidak ingin ketahuan keberadaan nya oleh para prajurit itu sehingga akan membuat masalah baru yg akan timbul, sehingga ia tetap saja di tempat nya tidak melakukan apa pun.
" Bagaimana , apa yg telah kalian temukan,..?" tanya Bekel prajurit itu.
" Maaf Bekel Bungaran,..kami tidak menemukan apa -apa kecuali,..!"
Tiba -tiba prajurit itu menghentikan ucapan nya dan membuat Bekel Bungaran penasaran.
" Kecuali apa,..kalau ngomong yg jelas jangan di putus putus,.." seru nya.
" Kami menemukan setumpuk debu yg sepertinya adalah sesosok tubuh yg telah hancur,.." jawab prajurit itu.
" Hahh, debu,..tubuh yg telah hancur, apa maksud kalian,..?" tanya Bekel Bungaran lagi.
Para prajurit Kerajaan Medang Kemulan saling berpandangan kemudian salah seorang dari mereka mengatakan kepada pemimpin nya itu untuk dapat melihat sendiri , apakah penglihatan mereka itu benar atau itu hanya memang setumpuk debu biasa saja.
Kemudian Bekel Bungaran dengan di temani oleh para prajurit yg lain nya kembali ke tempat dimana jasad Mpu Kundara yg telah hancur menjadi debu yg terhantam oleh Ajian Telapak Dewa milik Pangeran Dewangga Sena itu.
Setibanya disana , Bekel Bungaran segera melihat bahwa memang debu yg ada dihadapan nya itu bukan abu biasa, sepertinya memang abu tersebut di hasilkan dari pembakaran jasad manusia, bahkan untuk memastikan nya ia mengambil debu tersebut dan mencium nya.
Ternyata Bekel Bungaran memiliki suatu kelebihan, ia dapat menentukan bahwa debu tersebut memang abu dari pembakaran jasad manusia.
" Apakah debu tersebut adalah abu manusia , Bekel,..?" tanya seorang prajurit.
" Benar,..ini adalah abu dari sesosok jasad manusia, akan tetapi ,.. siapa dan siapa pula yg telah melakukan nya terhadap orang ini,..?"
Berkata Bekel Bungaran seolah kepada dirinya sendiri, ia merasakan bahwa tubuh yg telah hancur menjadi debu itu adalah orang yg telah di serang dengan menggunakan sebuah ilmu kadigjayaan yg sangat tinggi.
" Apakah mungkin jasad ini adalah jasad dari Pangeran Dewangga Sena yg telah di kalahkan oleh Mpu Kundara,..Bekel,..," ucap Prajurit itu lagi.
__ADS_1
" Boleh jadi,.. atau pun sebaliknya,.." jawab Bekel Bungaran.
" Maksud Bekel,..ini adalah jasad dari Mpu Kundara,..?" tanya Prajurit yg lain.
" Yeahh,..kita tidak akan tahu jasad siapa ini sebelum memastikan nya,..apakah memang ini adalah jasad Pangeran Dewangga Sena ataupun jasad Mpu Kundara,..akan tetapi jika ini adalah jasad dari Mpu Kundara , dimanakah kiranya ,, senjatanya yg cukup ke sohor itu yg berupa golok dengan nama Golok iblis tujuh bangkai itu,.." terang Bekel Bungaran.
" Akan tetapi Pangeran Dewangga Sena pun memiliki senjata pusaka berupa tombak yg menjadi piyandel Medang Kemulan, jika ini adalah jasad nya kemana kiranya senjatanya itu,..?" tanya Bekel Bungaran lagi.
Ia masih sempat untuk memeriksa tempat itu sekedar untuk memastikan , jasad siapa seesungguhnya yg telah menjadi abu itu, cukup lama para Prajurit Kerajaan Medang Kemulan ini berada di tempat itu.
Setelah merasa bahwa mereka tidak menemukan apa -apa , kemudian mereka kembali ke arah kuda kudanya .
" Kemana selanjutnya kita, Bekel,..?" tanya salah seorang Prajurit.
" Kita ke Cempogo,..!" sahut Bekel Bungaran.
" Ke Cempogo,..apa tidak salah itu ,..Bekel,..?" tanya prajurit yg lain.
" Memang nya kenapa, apakah kalian takut,..?" tanya Bekel Bungaran.
Semua Prajurit yg ada di situ terdiam, karena mereka sesungguhnya telah mendengar bahwa kepaneon itu merupakan landasan perjuangan dari Pangeran Dewangga yg sama artinya mereka akan memasuki sarang Macan.
" Jangan kata kalian akan takut memasuki daerah Cempogo karena tempat itu merupakan sarang dari Pangeran Dewangga Sena, karena kita datang kesana secara baik -baik dan berusaha mengorek keterangan dari sana mengenai keberadaan dari Pangeran Dewangga Sena, jika kita mengetahui bahwa ia memang masih hidup berarti jasad i adalah Mpu Kundara, dan selanjutnya kita akan kembali,..!" jelas Bekel Bungaran.
Akhirnya para prajurit itu pun menyetujui nya, mereka kemudian segera naik ke atas punggung kuda nya masing -masing dan menjakankannya.
Akan tetapi tanpa sepengetahuan dari seluruh prajurit Medang Kemulan itu, sesosok tubuh melesat cepat dari sebuah pohon dan terus berlari menuju ke arah Cempogo, sungguh gerakan nya sangar ringan seringan kapas, ia melayang diantara rimbunnya pepohonan. Sungguh tinggi ilmu peringan tubuh Pangeran Dewangga Sena ini, nyaris sempurna.
Aku harus secepatnya segera bertemu Paman Watu Giring dan eyang Patih Spuh Gada, agar mereka dapat bersembunyi dari penglihatan para prajurit Medang Kemulan ini, berkata dalam hati Pangeran Dewangga Sena.
Ia terus berlari menuju Kepaneon Cempogo, memang jarak nya tidak jauh lagi, saat menjelang malam ia tiba disana.
Pangeran Dewangga Sena segera menemui Panewu Cempogo dan mengatakan kepada nya bahwa akan datang para prajurit dari Kerajaan Medang Kemulan ke tempat ini.
" Tadi sebelum kemari, aku telah berpapasan dengan mereka di perbatasan dekat desa LohSari, Paman Panewu,.." sahut Pangeran Dewangga Sena.
" Apakah mereka tidak menangkap Gusti Pangeran ,..?" tanya Panewu Cempogo .
" Tidak Paman panewu, karena tadi Aku telah bersembunyi setelah mendengar derap kaki kuda mendekati tempat ku, dan selanjutnya aku langsung kemari,.." jelas Pangeran Dewangga Sena.
Panewu Cempogo sebenarnya agak heran mendengar keterangan dari Pangeran Dewangga Sena ini , ia berpikir mana mungkin orang yg menggunakan kuda kalah dengan yg berjalan kaki, tetapi ia tidak mau mempertanyakan hal tersebut karena ia telah mendengar derap kaki kuda yg menuju ke rumah nya itu.
Mendengar derap langkah kaki -kaki ini, Pangeran Dewangga Sena pun segera pamit, dan sebelumnya ia berpesan kepada Panewu Cempogo untuk tetap seperti tidak terjadi apa -apa ketika harus berhadapan dengan para prajurit Medang Kemulan itu, dan jika memang para prajurit itu memaksa dengan cara kekerasan ia dapat mengirimkan isyarat ke arah tempat dimana Pangeran Dewangga Sena dan pengikutnya berada.
Selanjutnya putra Prabhu Kreshna Yuda ini berlalu dari situ.
" Romo, kemana Gusti Pangeran Dewangga Sena,..?" tanya Dishi Riandari .
Putri Panewu Cempogo itu tengah membawakan Nampan berisi makanan dan minuman yg akan di berikannya kepada tamu nya itu.
" Ia sudah pergi Dari,.." jawab Panewu Cempogo.
" Mengapa terlalu cepat Romo, belum pun sempat ia minum,.." ungkap Dishi Riandari .
" Salah mu , Dari ,.. mengapa terlalu lama, dan lagi, ia takut bertemu dengan para prajurit Medang Kemulan,.." jelas Panewu Cempogo.
" Ahh, tadi kayu bakar masih basah sehingga apinya tidak mau menyala, Romo,..mana para prajurit Medang Kemulan, Dari tidak melihat nya,.." ucap Dishi Riandari.
Ia memang tidak melihat sesiapa pun juga di tempat itu. Akan tetapi ketika Orang tua nya itu menyuruh nya untuk memasang pendengaran nya dengan baik barulah ia mendengar suara derap langkah kaki kuda yg memang sudah sangat dekat ke rumah nya itu.
Tidak terlalu lama memang halaman rumah dari Panewu Cempogo itu telah di penuhi oleh kuda kuda dari para prajurit Medang Kemulan itu.
__ADS_1
Mereka langsung turun dan masuk ke dalam rumah Panewu Cempogo.
Memang hari telah mulai gelap, rumah rumah penduduk Cempogo pun sebahagian besar telah menyalakan lampu dan obor yg berada d depan rumah nya masing -masing, termasuk di rumah Panewu Cempogo.
Bekel Bungaran langsung mengahmpiri Panewu Cempogo yg tengah menyalakan lampu dlupak dan berkata,
" Selamat malam, Panewu, , kenalkan Aku Bekel Bungaran dari Medang Kemulan,..!' ucap Bekel Bungaran.
Ia menyapa pemimpin Kepaneon Cempogo dengan ramah, tidak seperti biasanya , karena biasanya para prajurit Medang Kemulan yg datang ke tempat itu selalu berlaku sombong dan cenderung tidak memandang kepada Panewu yg menjadi pemimpin wilayah bawahan itu.
" Malam, Bekel Bungaran, silahkan masuk , " sahut Panewu Cempogo.
Ia membalasi ucapan Bekel Bungaran dengan ramah pula.
Kemudian para prajurit Medang Kemulan itu seluruh nya naik ke atas pendopo rumah Panewu Cempogo.
Dishi Riandari jadi sibuk di buatnya, ia kemudian menyediakan makanan dan minuman untuk para tetamu Romo nya itu.
" Kakang Panewu, kami datang kemari bermaksud ingin menanyakan sesuatu,.." ungkap Bekel Bungaran.
Ia membuka pembicaraan dengan Panewu Cempogo ini.
" Apa kiranya yg ingin Bekel Bungaran tanyakan itu,..?" tanya Panewu Cempogo.
Kemudian setelah mengatakan berbagai hal selanjutnya dengan hati hati, Bekel Bungaran berusaha mengorek keterangan dari Panewu Cempogo dengan menanyakan keberadaan dari Pangeran Dewangga Sena.
Akan tetapi oleh pemimpin Kepaneon Cempogo itu dijawab tidak tahu, ia menjawabnya dengan hati hati agar tidak menyinggung perasaan dari pemimpin prajurit Medang Kemulan ini.
" Kakang Panewu Cempogo, sesungguhnya Kotaraja Medang Kemulan telah mengetahui bahwa Cempogo dan Langgrah ini telah menjadi landasan perjuangan dari putra Prabhu Kreshna Yuda, jadi Aku berharap Kakang Panewu sebaiknya berlaku jujur kepadaku, kita kan masih memiliki hubungan kekerabatan,..kakang,.." ucap Bekel Bungaran.
" Bagaiamana aku harus mengatakan nya Bekel Bungaran, walaupun dirimu memang memaksa diriku memang tidak tahu mengenai apa yg telah kau tanyakan itu,.." jawab Panewu Cempogo.
Sementara itu , Pangeran Dewangga Sena yg telah meninggalkan rumah Panewu Cempogo dan menuju ke tempat dimana Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada berada.
Memang tidak terlalu dekat jarak antara Kepaneon Cempogo ke tempat tersebut sebab tempat itu berbatasan dengan Kepaneon Langgrah di sebuah tempat yg cukup tersembunyi di dalam sebuah hutan.
Begitu memasuki tempat itu ia segera disambut oleh salah seorang dan cukup mengejutkan Pangeran Dewangga Sena.
" Apa khabarmu Gusti Pangeran,..!" ucap orang itu.
" Hehh, Brojo Lungguk,.khabarku baik, Bagaimana dengan mu sendiri,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena balik.
Memang putra Prabhu Kreshna Yuda ini agak terkejut dengan kehadiran dari bekas begal yg sangat terkenal itu, dan kini ia telah berada di barisan dari pengikut dari Pangeran Dewangga Sena.
" Kapan dirimu berada disini..?" tanya Pangeran Dewangga Sena lagi.
" Sudah hampir sepekan Gusti Pangeran ,.." jawab Brojo Lungguk.
Kemudian keduanya berjalan menuju ke tempat dimana tempat dimana Panglima Raden Watu Giring dan Patih Watu Spuh Gada berada, di sebuah bangunan yg cukup besar yg ada di tempat itu.
Keduanya cukup terkejut dengan kehadiran dari Pangeran Dewangga Sena, sudah cukup lama ia pergi meninggalkan tempat untuk mencari dua buah pusaka yg merupakan piyandel Kerajaan Medang Kemulan , tombak pusaka Naga Mas dan keris pusaka Naga Aling aling.
" Kami telah mendengar bahwa ada seseorang yg sangat sakti yg akan menjadi lawan mu itu, anakmas Pangeran,.." ucap Panglima Raden Watu Giring.
" Maksud Paman , Mpu Kundara,..?" tanya Pangeran Dewangga Sena.
" Iya, namanya Mpu Kundara dari bukit iblis dan menurut ucapan dari Bekel Ampaian bahwa ia adalah seorang yg menjadi kepercayaan dari Prabhu Watu Menak Koncar yg akan mampu menghabisi dirimu , anakmas Pangeran,.." ucap Panglima Raden Watu Giring.
Oleh Pangeran Dewangga Sena kemudian menceritakan bahwa dirinya telah bertemu dengan orang tersebut , dan ia pun telah mengalahkan nya seraya menunjukkan sebuah benda yg membuat semua orang yg berada di tempat terkejut dan berseru.
" Golok Iblis tujuh bangkai,.."
__ADS_1
Ucap mereka serempak.