
Saat itu terlihat Ijaz tengah berjalan dengan Anjani di taman, di saat itu pula Ria juga datang ke taman itu dengan air mata yang terus mengalir dan memandangi sebuah foto yang berada di ponselnya.
"Apakah yang aku lakukan ini benar? Kenapa aku merasa bersalah jika memisahkan Ijaz dengan Jasmine?" ucap Ria dengan dirinya sendiri dan dengan matanya yang di penuhi oleh air mata.
Saat itu terlihat Anjani dan Ijaz berjalan bersama dengan sangat bahagia, mereka saling bergandengan tangan. Mereka merasakan suasana yang sangat romantis, mereka merasa saat itu dunia hanya milik mereka berdua. Keadaan berubah ketika tiba tiba tanpa sengaja Ria menabrak Anjani hingga membuat ponsel yang berisi foto itu jatuh ke tanah.
"Aduh, gimana sih? Kalau jalan yang fokus dong jangan nangis terus!" ucap Anjani dengan marah.
"Maaf saya tidak sengaja," jawab Ria dengan mengambil ponselnya lalu ia menghapus air matanya.
"Kamu tidak papakan?" tanya Ijaz dengan khawatir sambil melihat lihat ke arah Anjani.
"Kamu jangan khawatir Ijaz Jani," jawab Anjani.
Mendengar jawaban itu Ria sangat terkejut, saat itu ia benar benar terpaku tak dapat berkata walaupun sepatah katapun.
Beberapa saat kemudian, Anjani dan Ijaz pergi melewati Ria, namun saat Ijaz sudah beberapa langkah dari belakang Ria, Ria memanggil nama Ijaz hingga membuat Ijaz langsung terdiam beberapa saat, setelah itu ia berbalik menghadap Ria.
"Iya, aku Ijaz. Kamu siapa? Dan bagaiman kamu mengenal aku?" jawab Ijaz sambil melihat ke arah Ria namun saat itu Ria tengah diam dan masih di fokus melihat foto yang ada di ponselnya.
Beberapa detik kemudian ia berbalik ke arah Ijaz dan menunjukkan foto masa kecilnya.
"Ini kamu kan?" ucap Ria dengan nada mulai serius dan menunjukkan foto di ponselnya.
"Iya, ini aku. Siapa kamu sebenarnya?" tanya balik Ijaz kepada Ria dengan nada serius.
"Kamu lupa dengan aku, hah? Kamu lupa?. Ijaz, di mana hati nurani kamu?" ucap Ria dengan air mata yang kembali mengalir membasahi pipinya.
"Kamu siapa sih? Dan apa yang aku inginkan?" sahut Anjani dengan marah.
__ADS_1
Mendengar Anjani marah dengan Ria, Ria berbalik membentak Anjani.
"Diam kamu! Aku tidak butuh penjelasan dari kamu!" bentak Ria kepada Anjani.
"Siapa sih sebenarnya kamu? Siapa?" tanya Ijaz dengan nada semakin meninggi.
"Aku Ria, teman Jasmine!."
Mendengar hal itu Ijaz terlihat sangat terkejut, beberapa saat kemudian ia kembali mengingat kembali masa kecil yang terjadi di masa lalu Ijaz. Tidak terkecuali, ketika Ijaz meminta Jasmine untuk menyimpan buku harapan itu.
"Kamu ingat sekarang? Kenapa Ijaz? Kenapa kamu membohongi kita semua?. Terutama Jasmine, apa kamu tidak kasihan dengan dia?" Ucap Ria dengan sedih dan berurai air mata.
Mendengar hal itu Ijaz pun langsung mengajak Anjani bergegas pergi meninggalkan Ria. Melihat hal itu Ria yang berurai air mata berusaha menghentikan langkah Ijaz dengan memegangi salah satu tangannya namun karena Ijaz tidak mau berhenti akhirnya Ria pun menghadang Ijaz dengan berdiri di depan Ijaz dan melentangkan kedua tangannya.
"Kamu tidak bisa pergi, kamu harus menjelaskan ke aku siapa dia?" ucap Ria dengan air mata yang masih mengalir dan menunjuk Anjani.
"Kamu ingin tau siapa dia, dia adalah Anjani pacar ku!. Dan kami akan segera menikah!" jawab Ijaz dengan nada lantang dan tegas.
Beberapa detik kemudian, Ijaz mengajak Anjani pergi dengan wajah yang sangat marah. Saat itu Anjani terlihat sangat penasaran dengan apa yang terjadi di antara mereka. Waktu itu Anjani terlihat tidak berdaya karena ia di tarik oleh Ijaz. Ia hanya terlihat diam sambil melihat ke arah Ria yang terus menangis karena ucapan Ijaz yang menyebut dirinya adalah pacarnya.
"Aku saja yang tidak menunggu Ijaz sangat terluka setelah mengetahui semua ini, lalu bagaimana? Bagaimana dengan Jasmine yang selama ini menunggu Ijaz?" ucap Ria dalam hatinya dengan air mata yang terus mengalir dan ia juga memandang ke arah Ijaz yang melangkah menjauhi dirinya.
"Ya Tuhan, sekarang aku harus apa? Apa aku harus diam menyembunyikan sesuatu seperti ini atau aku ungkap segalanya kepada Jasmine? Aku bingung," ucap Ria lalu ia menundukkan kepalanya.
Keesokan harinya, terlihat Ria sudah berada di depan rumah Ijaz, ia terlihat tengah menunggu seseorang. Beberapa saat kemudian Ibu dan Ayah Ijaz keluar dari rumah. Melihat hal itu orang tua Ijaz menghampiri Ria.
"Kamu Ria kan? Orang yang menjaga toko bunga waktu itu!" ucap Ibu Ijaz dengan baik kepada Ria.
"Iya Tante, saya Ria. Kalau saya boleh tau, dimana ya Ijaz Tante?" jawab Ria lalu ia melihat Ijaz keluar dari rumah sendiri.
__ADS_1
"Itu dia, ya sudah Ria saya pergi dulu ya, saya lagi ada urusan!."
"Baik Tante, makasih," jawab Ria lalu ia pergi menghampiri Ijaz yang tengah santai di halaman rumah. Saat itu terlihat Ijaz tidak menyadari kalau Ria datang ke rumahnya.
"Ijaz!" panggil Ria kepada Ijaz hingga membuat Ijaz terkejut dan langsung berdiri dari duduk santainya.
"Ria?! Kenapa kamu kemari?" tanya Ijaz dengan serius lalu ia mengajak Ria pergi dari halaman rumahnya agar Anjani tidak mengetahui kedatangan Ria. Di saat bersamaan, terlihat Anjani yang berada di ruang atas melihat Ijaz menarik Ria menjauhi rumah dengan menarik Ria.
"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Ria dengan nada serius, saat Ijaz menarik dirinya untuk menjauhi rumah.
"Melakukan apa?" jawab Ijaz dengan berbalik bernada serius lalu ia melepaskan tangan Ria. Ia kemudian melihat ke arah Ria dengan marah dan kesal. "Melakukan apa, hah? Jawab, melakukan apa?" Ijaz kemudian memegangi kedua lengan Ria dengan sangat erat.
"Selama ini aku tidak pernah melakukan apa pun yang menyakitkan kamu, lalu kenapa kamu mengusik kehidupan ku?" ujar Ijaz dengan nada serius dan menatap Ria dengan serius.
"Belum puas kah kamu menyakiti seseorang wanita? Atau kamu memang tidak pernah puas dan ingin selalu menyakiti, menyakiti dan menyakiti!."
Mendengar hal itu Ijaz yang sudah tersulut emosi langsung melepaskan kedua lengan Ria lalu ia menunjuk muka Ria dengan jari telunjuknya lalu ia berkata dengan nada serius dan tegas.
"Dengarkan aku baik baik, aku tidak pernah menyakiti kamu sedikit pun. Tapi....," ucap Ijaz namun saat ia belum menyelesaikan ucapannya Ria memotong ucapan Ijaz dengan nada yang lantang.
"Iya kamu betul, kamu memang tidak pernah menyakiti aku. Tapi apa kamu lupa dengan Jasmine, bagaimana perasaan dia? Bagaimana hancurnya dia? Kalau seandainya dia tahu, orang yang selama ini dia tunggu, dia nanti, ternyata seorang penghianat!."
"Oh, jadi kedatangan kamu kemari ingin menjelaskan tentang Jasmine. Dengar Ria, cinta masa kecil itu adalah cinta palsu. Aku tidak pernah mencintai Jasmine, yang aku cintai hanya Anjani dan selalu Anjani!."
Mendengar hal itu Ria yang marah tiba tiba berkaca kaca dan meneteskan air mata. Ia kemudian menarik kerah Ijaz hingga wajah Ijaz mendekat ke wajahnya. Melihat hal itu Anjani mulai penasaran apa yang di bicarakan olah Ijaz dan Ria. Ia pun langsung bergegas pergi dari kamar itu untuk menghampiri Ijaz dan Ria.
"Dimana hati nurani kamu? Kenapa kamu mempermainkan hati Jasmine? Kamu tidak tau apa yang dia lalui untuk kamu, dia memperjuangkan cintanya ke kamu. Tapi balasannya, kamu membohongi dia. Kamu itu tidak pantas mendapatkan cinta siapa pun, tidak pantas!."
"Aku tidak peduli!" jawab Ijaz dengan tegas lalu ia melepaskan tangan Ria dengan paksa lalu ia meninggalkan Ria. Di saat bersamaan, Anjani terlihat keluar dari rumah itu dan ia melihat Ijaz dari balik jendela. Ijaz pun masuk ke rumah dengan sangat marah dan kesal.
__ADS_1
"Apa yang sebenarnya terjadi antara wanita itu dengan Ijaz? Siapa sebenarnya wanita itu dan apa hubungannya dengan Ijaz?" ucap Anjani dari balik jendela sambil melihat ke arah Ria. yang sedih di halaman rumah.
"Kamu salah Jasmine, kamu salah besar menunggu laki laki seperti dia!. Dia tidak pantas mendapatkan cinta kamu, dia sangat tidak pantas!" ucap Ria kepada dirinya sendiri dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Ia kemudian menghapus air matanya dan pergi meninggalkan rumah Ijaz.