Sebarkas Harapan Diatas Penantian

Sebarkas Harapan Diatas Penantian
Akhir dari segalanya


__ADS_3

Setalah orang tua Ijaz membangunkan Ijaz, mereka mengajak Ijaz pergi dari tempat itu. Saat mereka baru melangkahkan beberapa langkah Jasmine menghentikan orang tua Ijaz, begitu pula Ijaz.


Setalah itu Jasmine menghampiri Ijaz dan berdiri di hadapan Ijaz, saat itu Ijaz hanya menunduk di hadapan Jasmine karena ia sadar dia sudah banyak salah dengan Jasmine.


"Aku bisa memberi Mas Maaf," ucap Jasmine lalu Ijaz meninggikan kepalanya dan melihat ke arah Ijaz. "Tapi aku tidak bisa, aku tidak bisa jika harus memberi Mas kesempatan kedua buat Mas. Karena apa? Karena Mas sudah terlalu banyak menyakiti aku, melukai aku. Dan aku... Sedikit pun tidak pernah percaya dengan kesadaran Mas atas cinta ku, kalau pun memang Mas benar benar sudah sadar atas cinta ku. Aku tidak peduli dan tidak akan pernah peduli!" jawab Jasmine dengan nada serius dan menatap mata Ijaz dengan serius.


Setalah mengatakan hal itu, Jasmine meninggalkan Ijaz dan menghampiri Firman. Namun, saat Jasmine baru melangkahkan kaki beberapa langkah menjauh dari Ijaz, Ijaz menghentikan langkah Jasmine dengan mengatakan hal yang membuat Jasmine dan yang lainnya sangat terkejut.


"Baiklah, " ucap Ijaz mendengar hal itu Jasmine pun langsung mengehentikan langkahnya. Setelah itu Ijaz berbalik dan melihat ke arah Jasmine yang membelakangi dirinya. "Aku terima keputusan kamu, aku sadar kesalahan ku ke kamu sangat besar. Aku minta maaf sama kamu, tapi aku mohon. Aku sangat amat me kepada kamu, tolong izinkan aku untuk melihat pernikahan kamu dengan Firman, walaupun hanya satu menit saja!."


Mendengar ucapan itu Jasmine pun berbalik melihat ke arah Ijaz dan menatap mata Ijaz yang saat itu terlihat penuh dengan air mata. Beberapa saat kemudian, orang tua Ijaz juga berbalik melihat ke arah Jasmine.


"Bagaimana cara ku harus percaya dengan kamu? Bisa saja, nanti kamu merusak akad nikah ku!" jawab Jasmine dengan nada serius dan tegas.


"Jasmine, kenapa kamu berprasangka buruk kepada Ijaz?" sahut Ria.


"Lalu aku harus bagaimana? Apakah berbaik hati dengan dia? Kenapa sekarang kamu membela dia, kamu jatuh cinta dengan dia?" jawab Jasmine dengan nada serius.


Setalah itu Jasmine pun melewati Ijaz dan semakin mendekat dengan Ria. Dia melihat mata Ria dengan sangat tajam, melihat Jasmine menatap matanya dengan sangat marah, Ria hanya menundukkan kepalanya.


"Dulu kamu yang memisahkan aku dengan Ijaz, karena Ijaz adalah laki laki pembohong. Dan sekarang... Sekarang kamu ingin menyatukan aku dengan Ijaz. Apa yang ada di otak kamu? Apa yang kamu pikirkan?" ucap Jasmine dengan memberi sebuah dorongan kecil kepada Ria.


Saat itu Ria hanya terdiam, beberapa saat kemudian Ijaz bangun dan berdiri di belakang Jasmine dengan melihat kemarahan Jasmine.


"Aku pikir kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini Jasmine, maka dari itu aku memanggil Ijaz. Dan kamu tahu, jika seandainya aku tidak memanggil Ijaz ke rumahnya mungkin kita sudah tidak punya teman yang bernama Ijaz!" jawab Ria dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


Mendengar hal itu, Jasmine yang sudah terlanjur marah dengan Ria pun langsung membentak Ria dan mengatakan kalau dia tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari Ria.


Ketika situasi semakin memanas, Firman menghampiri Jasmine dan berusaha menenangkan Jasmine dengan memegangi kedua lengan Jasmine.

__ADS_1


"Sudahlah tenang!. Tidak papa, kamu harus ingat kalau Ria itu adalah teman kamu, teman yang selalu menemani kamu. Jadi, aku mohon sama kamu, kamu tenang dan jangan marah lagi!" ucap Firman dengan mengusap usap perlahan kedua lengan Jasmine lalu ia mengajak Jasmine pergi dari hadapan Ijaz dan yang lainnya.


Saat Jasmine di ajak pergi oleh Firman masuk ke dalam rumah, Ria dan Ijaz hanya memandangi Jasmine dengan raut muka sedih. Ria terlihat sangat menyesal atas semua yang terjadi, sedangkan Ijaz seperti masih berharap jika Jasmine memberi kesempatan kedua kepada dirinya.


Saat Jasmine sudah pergi, Ayah Jasmine menghampiri Ria dengan raut muka yang sangat marah.


"Om, sangat amat kecewa dengan kamu Ria. Kamu sudah Om anggap anak Om sendiri, tapi kamu... Kamu ingin menghancurkan hidup Jasmine yang kedua kali. Ini sangat membuat Om kecewa sama kamu," ucap Ayah Jasmine lalu ia pergi meninggalkan Ria. Beberapa saat kemudian, Ibu Jasmine melihat ke arah Ria dengan mata memerah dan sedih. Ia kemudian meninggalkan Ria dan menyusul suaminya.


Satu persatu orang pun meninggalkan mereka, beberapa saat kemudian terdengar suara seorang penghulu mulai mengatakan sumpah pernikahan. Saat itu, Ria, Ijaz dan orang tuannya melihat Jasmine dan Firman dari luar ruangan.


Melihat hal itu, air mata Jasmine tiba tiba menetes. Menyadari hal itu, Firman pun menghentikan si penghulu dan ia kemudian memegangi kedua tangan Jasmine.


"Apa kamu yakin akan menikah dengan aku?" tanya Firman saat melihat Jasmine menangis.


Mendengar ucapan itu, Jasmine terdiam selama beberapa saat ia kemudian melepaskan tangan Firman dengan perlahan. Menyadari hal itu, Firman mengira kalau Jasmine Memang tidak ingin menikah dengan dirinya. Saat itu, Firman mulai merasa kalau Jasmine hanya mempermainkan dirinya. Tapi, tiba tiba Firman sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Jasmine.


"Dengan sepenuh hati ku, dengan jiwa dan raga ku. Aku menerima Mas Firman untuk menjadi pendamping ku di dunia dan di akhirat!. Tanpa ada paksaan apapun, tanpa ada perasaan sakit apapun!. Aku Ikhlas dan menerima menjadi istri Mas Firman," ucap Jasmine dengan salah satu tangan memegang mikrofon dan salah satu tangannya memegangi tangan Firman.


Setelah mengatakan hal itu, Jasmine bangun dari duduknya. dan mengambil beberapa kursi yang ia taruh di dekat meja akad nikah. Setelah itu, ia keluar untuk menghampiri Ijaz dan Ria berserta keluarga Ijaz.


Melihat Jasmine keluar dari acara Ijaz dan Ria hanya memandangi Jasmine. Dia mengira kalau Jasmine akan menjemput dirinya. Namun, pemikiran Ijaz salah, Jasmine memegangi tangan Ibu Ijaz dan Ayah Ijaz, ia kemudian mengajak orang tua Ijaz masuk ke dalam acara.


Ketika orang tua Ijaz sudah berada di dalam acara Jasmine kembali keluar dari acara, melihat hal itu Ayah Jasmine pun meminta Firman untuk mengejarnya. Sesampainya Jasmine di luar acara, ia berdiri di hadapan Ijaz. Melihat hal itu Firman pun langsung menghentikan langkahnya.


"Kamu bilang, kamu meminta maaf kepada ku kan dan kamu juga bilang meminta kesempatan kedua, aku terima permintaan maaf kamu!. Aku beri kamu kesempatan kedua, tapi maaf... Jika kamu meminta aku menerima kamu lagi, aku tidak bisa. Karena apa? Karena rasa cinta ku ke kamu, harapan ku ke kamu. Semuanya, semuanya sudah sirna! Sudah hangus, hangus seperti buku yang dulu kamu berikan kepada ku. Harapan ku ke kamu sudah menjadi abu, terbakar bersama dengan buku yang dulu aku pernah bakar di hadapan kamu!."


Setelah mengatakan hal itu, Jasmine menghampiri Ria dan memegangi tangan Ria. Ia mengajak Ria masuk ke dalam acara pernikahan, melihat hal itu Firman saat itu hanya diam dan melihat ke arah Jasmine.


Setelah mengajak Ria masuk ke dalam acara pernikahan, Jasmine kembali keluar dari acara dan menghampiri Ijaz.

__ADS_1


"Kamu bilang, ingin melihat pernikahan ku kan. Baiklah, mari ikut dengan ku. Kamu memang harus melihat kebahagiaan yang tergambar di wajah ku saat ini!."


Saat itu, Ijaz tidak mengatakan sepatah katapun kepada Jasmine. Dia terlihat hanya dia, menyadari hal itu Jasmine langsung memegangi salah satu tangan Ijaz dan menarik Ijaz masuk ke dalam acara. Saat Jasmine berada di dekat Firman, tangan kanan Jasmine mengandeng tangan kiri Firman sedangkan tangan kiri Jasmine memegangi tangan kanan Ijaz dan menariknya. Saat itu, Jasmine menatap mata Firman selama beberapa saat begitu pula Firman yang membalas menatap mata Jasmine.


Setalah itu, mereka bertiga berjalan bersama menuju ke meja akad nikah. Saat itu semua orang sangat terkejut dengan hal itu. Ketika Jasmine, Firman dan Ijaz sampai di meja akad nikah. Jasmine melepaskan tangan Firman dan meminta Firman untuk di kursi pengantin yang sudah di sediakan.


Tak berselang lama, Jasmine melihat ke arah kursi yang sudah ia ambil beberapa saat sebelumnya. Setelah itu, Jasmine menarik tangan Ijaz lagi dan meminta Ijaz untuk menjadi saksi atas pernikahannya dengan Firman.


Saat itu, Ijaz terlihat diam dan tidak mengatakan sepatah katapun. Melihat hal itu, Jasmine pun akhirnya mendudukkan Ijaz di kuris itu dan ia pergi menghampiri Firman.


Beberapa saat kemudian, sumpah pernikahan pun di ucapan oleh Firman, akhirnya Jasmine pun kini sudah sah menjadi istri Firman. Melihat hal itu, Ijaz hanya diam dengan sedih.


Ketika pengucapan sudah selesai, Ijaz menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat kepada Firman dan Jasmine. Setelah itu, dia pergi meninggalkan acara pernikahan dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Sedangkan Jasmine, terlihat sangat bahagia dan tidak mempedulikan Ijaz pergi dari acara itu.


Beberapa saat kemudian, Ijaz terlihat sampai di sebuah jembatan. Saat itu ia tengah berdiri di pinggir jembatan dengan sedih dan hati yang putus asa.


"Kini aku benar benar sadar, kehilangan seseorang yang paling kita sayang Memang sangat menyakiti!. Menghancurkan hati seseorang yang sudah rela menanti, sama halnya dengan membunuh diri mu sendiri!" ucap Ijaz dalam hatinya dengan sedih. Setelah itu ia berteriak sekuat tenaga lalu ia menjatuhkan tubuhnya dari atas jembatan.


"Terimakasih seberkas harapan, karena hadirnya kamu kini aku mengerti. Cinta yang tulus bisa datang dari sebuah penantian. Terima kasih, seberkas harapan di atas penantian. Karena kamu, aku mengerti arti mati karena bunuh diri!" ucap Ijaz saat tubuhnya melayang di udara karena jatuh dari jembatan. Wajah Ijaz hanya sedih, saat tubuhnya melayang di udara. Ia hanya mengingat kenangan saat masa masa kecil dan di saat kebersamaan mereka .


Beberapa saat kemudian, tubuh Ijaz pun jatuh ke sungai.


Saat itu Ijaz sudah tenggelam, terlihat buku harapan yang di bakar oleh Jasmine berada di atas jembatan. Dan saat itu, buku itu terbuka di salah satu halaman dengan sebuah tulisan berupa harapan terakhir Ijaz.


"Aku berharap kamu bahagia dengan orang yang kamu sayangi Jasmine! Dari Ijaz!" tulis Ijaz di salah satu halaman buku itu.


Tak berselang lama, hujan turun membasahi buku itu hingga membuat tulisan di buku itu luntur dan terlihat tidak jelas.


Dan akhirnya, kehidupan Jasmine bahagia dengan Firman. Sedangkan orang tua Ijaz sedih, karena ia mendengar kabar kematian anaknya di hari setelah pernikahan Jasmine dan Firman.

__ADS_1


TAMAT


Seberkas harapan di atas penantian season 2 coming soon!


__ADS_2