Sebarkas Harapan Diatas Penantian

Sebarkas Harapan Diatas Penantian
Mengetahui Kebenaran


__ADS_3

Saat Anjani berada di hotel, ia terlihat ke sana kemari dengan khawatir. Ia terlihat penasaran dengan seseorang yang bernama Jasmine, ia kemudian meminta beberapa orang kepercayaan untuk mencari tahu seseorang yang bernama Jasmine. Beberapa hari kemudian, orang orang yang di mintai tolong Anjani berhasil menemuka siapa seseorang yang bernama Jasmine. Ia kemudian meminta anak buahnya untuk mengantar ke rumah Jasmine. Sesampainya di rumah Jasmine ia sangat terkejut karena ia melihat toko bunga yang beberapa hari lalu bunganya di beli Ijaz adalah rumah dari Jasmine. Saat ia akan bertemu dengan Jasmine Ria menghadang Anjani dan mengajak Anjani menjauhi rumah Jasmine.


"Kenapa kamu kemari?" tanya Ria dengan nada serius dan ia memegangi erat tangan Anjani hingga menyakiti tangan Anjani.


"Lepaskan aku, kamu menyakiti aku!" ucap Anjani dengan berusaha melepaskan tangannya yang dipegang oleh Ria dengan sangat erat. Melihat Anjani kesakitan Ria pun akhirnya melepaskan tangan Anjani.


"Kenapa kamu kemari?" tanya Ria lagi dengan nada masih marah.


"Aku kemari ingin bertemu dengan Jasmine, dan ternyata kamu sudah ada di sini!. Siapa kamu sebenarnya Jasmine?" tanya Anjani dengan nada serius dengan menganggap kalau Ria adalah Jasmine.


"Untuk apa? Untuk apa kamu ingin menemui aku?" jawab Ria dengan nada serius.


"Aku ingin tahu siapa kamu sebenarnya dan apa hubungan kamu dengan Ijaz?" tanya Anjani.


Mendengar hal itu, Ria pun hanya diam beberapa saat ia kemudian melangkahkan kakinya melewati Anjani. Melihat hal itu Anjani langsung memegangi salah satu tangannya Ria.


"Kenapa kamu tidak menjawab aku Jasmine?" tanya Anjani dengan melirik Ria dengan sangat tajam.


"Apa yang harus aku jelaskan? Kalau aku saja bukan Jasmine!" jawab Ria lalu ia melepaskan tangan Anjani secara perlahan.


Saat itu terlihat ekspresi Anjani sangat terkejut, setelah mendengar ucapan dari Ria. Ia tidak menyangka kalau dia salah orang.


"Kamu jangan bercanda, ini tidak lucu!" jawab Anjani dengan masih tidak percaya kalau ia salah orang.


Mendengar hal itu akhirnya Ria pun menjelaskan siapa dirinya dan apa hubungannya dengan Ijaz. Setelah menjelaskan semuanya tentang dirinya Ria menjelaskan tentang Jasmine dan Ijaz. Saat itu, Anjani hanya terlhat mendengar semua yang di ceritakan oleh Ria tentang Ijaz dan Jasmine. Ia sangat terkejut dengan semua itu. Tiba tiba tanpa ia sadari, air mata Anjani jatuh di saat mendengar cerita dari Ria.


"Itulah yang sebenarnya terjadi, maka dari itu, saat aku melihat kamu pertama kali berjalan dengan Ijaz, aku sangat marah. Karena apa? Karena Ijaz berbohong dengan Jasmine!" jawab Ria dengan air mata yang terlihat mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


Setelah mendengar ucapan dari Ria, dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Anjani pergi meninggalkan Ria, hal itu karena Anjani juga kecewa dengan sikap Ijaz yang meminta orang menunggu tapi dia meninggalkan orang itu.


Melihat hal itu Ria pun hanya diam mematung dengan mata yang tertuju ke arah Anjani. Setelah Anjani pergi ia melihat ke arah rumah Jasmine selama beberapa saat, setelah itu ia pergi meninggalkan rumah itu.


Sesampainya di hotel Anjani masuk ke dalam kamarnya dan duduk di atas tempat tidur dengan air mata yang terus mengalir membasahi matanya.


Saat itu, Anjani masih belum yakin dengan apa yang di ucapkan oleh Ria, ia berusaha mencari tahu secara langsung dari Ijaz.


"Tidak mungkin, tidak mungkin Ijaz melakukan hal itu kepada Jasmine!" ucap Anjani dengan berbicara dengan dirinya sendiri. Ia kemudian mencoba menelepon Ijaz, saat ia sudah menelepon Ijaz dan Ijaz mengangkatnya Anjani hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.Beberapa saat kemudian ia mematikan lagi telepon itu.


Keesokkan harinya Anjani terlihat masih menghampiri rumah Jasmine, di saat itu pula, Anjani melihat Ijaz juga berada di sana. Melihat hal itu, Anjani langsung bergegas sembunyi dan mengawasi Ijaz. Tiba tiba dari dalam rumah, terlihat Jasmine keluar. Ia terlihat sudah sangat rapi dan bersih. Ia sudah bersiap untuk pergi kuliah. Saat itu Ijaz terlihat sangat terkejut karena seseorang yang di tabrak oleh Anjani dan orang yang menjaga toko bunga beberapa hari lalu berada di rumah Jasmine. Saat itu, Ijaz tidak mengira kalau wanita itu adalah Jasmine, ia baru mengetahui kalau wanita itu adalah Jasmine, saat Ibu Jasmine memanggil wanita baru keluar dari rumah dengan nama Jasmine.


"Jasmine," panggil Ibu Jasmine setelah keluar dari rumah namun masih berada di depan pintu. Ia terlihat berhenti beberapa saat, setelah itu ia melanjutkan berjalan menghampiri Jasmine.


"Iya Ma, ada apa?" tanya Jasmine setelah Ibunya berdiri di depan Jasmine.


"Jasmine, nanti setelah kamu pulang kuliah kamu jaga toko bunga ya, Mama mau beli bahan dapur di pasar!" ujar Ibu Jasmine dengan baik lalu ia memberikan sebuah kunci ke tangan Jasmine.


"Tapi Ma, Bibi kemana? Kenapa Mama yang harus pergi ke pasar?" tanya Jasmine.


"Bibi, minta libur beberapa hari, karena anaknya yang di kampung mau khitan!" jawab Ibu Jasmine dengan baik.


"Oh ya sudah kalau gitu Ma, " jawab Jasmine lalu ia pergi namun sebelum ia pergi ia mencium tangan Ibunya dan mengucapkan salam kepada Ibunya.


Saat Jasmine keluar dari rumah, Ijaz berusaha menemui Jasmine namun ia di hadang oleh Anjani karena ia tidak ingin kalau Ijaz bertemu dengan Jasmine. Ia tidak ingin membuat Jasmine semakin terluka, hal itu ia lakukan karena ia sadar bahwa yang di lakukan Ijaz itu salah.


"Kamu mau kemana?" tanya Anjani dengan nada serius sambil memegangi salah satu tangan Ijaz dengan sangat erat.

__ADS_1


"Anjani?! Bagaimana kamu tahu tempat ini dan rumah ini?" tanya Ijaz sambil berbalik melihat ke arah Anjani.


"Bukan urusan kamu, aku tahu dari mana rumah ini. Kamu mau kenapa kemari?" tanya Anjani dengan nada tegas dan marah.


"Aku mau bertemu dengan Jasmine," jawab Ijaz dengan tegas.


Setelah itu, Ijaz berusaha melepaskan tangan Anjani dan meninggalkan Anjani. Saat Ijaz baru melangkahkan kakinya beberapa langkah, langkah Ijaz terhenti karena ucapan Anjani.


"Ingin menyakiti dia lagi, dengan memberi sebuah buku lalu kamu tinggal dan mencari wanita lain!" ucap Anjani hingga membuat Ijaz menghentikan langkahnya dan mematung beberapa saat. Setelah itu ia kembali berbalik dan melihat ke arah Anjani dengan mata yang memerah karena sedih.


"Bagaimana kamu tahu semua itu?" tanya Ijaz dengan sedih.


"Aku tahu segalanya dari Ria teman kamu," jawab Anjani lalu ia melangkah laki mendekati Ijaz. Tiba tiba saat ia mendekati Ijaz, matanya mulai berkaca-kaca dan air matanya mulai menetes membasahi pipinya.


"Kenapa? Kenapa kamu melakukan ini?. Apa kamu bahagia melakukan ini kepada seorang wanita? Apa kamu bahagia mempermainkan seorang wanita?" ucap Anjani dengan sedih bercampur marah bercampur kesal.


Beberapa saat kemudian, ia berhenti di depan Ijaz dan ia melihat ke arah mata Ijaz. Saat itu, Ijaz terlihat membalas tatapan mata Anjani. Ia kemudian memegangi kedua lengan Anjani dengan penuh kasih sayang.


"Dengarkan aku Sayang, cinta di masa kecil adalah cinta palsu. Saat itu, aku masih bodoh tentang cinta. Aku hanya mengetahui tentang cinta saat bersama dengan kamu," jawab Ijaz dengan nada baik kepada Anjani.


"Aku tahu, aku tahu kalau cinta masa kecil adalah cinta palsu. Tapi... Tapi, penantian yang di lakukan oleh Jasmine itu tidak palsu. Dan kamu yang meminta hal itu," jawab Anjani lalu ia melepaskan tangan Ijaz dari kedua lengannya secara perlahan.


Melihat hal itu, Ijaz terlihat hanya diam saja dan tidak mengatakan sepatah katapun.


"Kamu tahu Ijaz, penantian itu sangat menyakitkan. Dan, Jasmine melakukan itu untuk kamu. Dia sedikit pun tidak pernah berpikir kalau Ijaz yang selama ini ia tunggu, ia nanti akan membohongi dirinya. Tapi kenyataannya, orang yang ia nanti selama ini orang yang ia tunggu selama ini. Seorang pembohong, dan seorang playboy!. Kamu itu, tidak layak mendapatkan cinta dari siapa pun, sama sekali tidak layak!" ucap Anjani dengan nada tinggi dan sesekali ia menunjuk nunjuk Ijaz.


Mendengar hal itu, Ijaz masih saja diam dan tidak mengatakan apa-apa. Melihat hal itu Anjani pun perlahan pergi menjauhi Ijaz dengan melangkah mundur beberapa langkah. Meras sudah sedikit jauh dari Ijaz, Anjani pun berbalik dan pergi meninggalkan Ijaz. Di saat itu Ijaz terlihat hanya memandangi Anjani yang melangkah pergi meninggalkan dirinya dengan sedih dan berurai air mata.

__ADS_1


__ADS_2