
Hari pernikahan pun tiba, rumah Jasmine di hiasi dengan bunga bunga yang sangat cantik dan Indah. Rumahnya terlihat sangat meriah dan mewah, para wanita di acara itu menggunakan gaun panjang yang cantik. Sedangkan para laki laki menggunakan jas yang sangat rapi.
Saat itu, Firman terlihat sangat bahagia begitu pula orang tuannya dan orang tua Jasmine. Sedangkan Jasmine terlihat sedih dengan pernikahan ini, melihat hal itu Ria pun pergi meninggalkan Jasmine di kamarnya.
Saat itu, Jasmine terlihat sangat cantik duduk di depan cermin dengan seorang wanita yang merias wajah Jasmine dengan sangat teliti dan perlahan.
Beberapa saat kemudian, orang tua Ijaz datang. Saat itu mereka terlihat sedih dengan pernikahan Jasmine dan Firman, namun mereka menutupi kesedihannya dengan tetap tersenyum kepada orang tua Jasmine dan orang tua Firman.
"Bu selamat ya atas pernikahan Jasmine dengan Firman," ucap Ibu Ijaz dengan sangat baik dan berusaha menutupi kesedihannya.
"Makasih ya Bu, " jawab Ibu Jasmine lalu ia terlihat seperti orang mencari sesuatu di belakang orang tua Ijaz. "Dan... Dimana Ijaz Bu?"
"Maaf ya, Ijaz sedang sakit makanya dia tidak bisa datang," jawab Ibu Ijaz.
Ria yang mengetahui kalau Jasmine tidak bahagia dengan pernikahan ini langsung bergegas pergi dari acara pernikahan itu untuk menghampiri Ijaz yang saat itu berada di rumah.
Tak berselang lama, Ria sampai di rumah Ijaz. Dia langsung berlari ke arah pintu dan mengetuk pintu dengan sangat keras dan kencang.
Saat itu, Ijaz yang berada di dalam kamarnya sudah tidak peduli dengan suara suara yang ada di luar rumahnya. Dia terlihat sudah menyiapkan sebuah pisau di sampingnya. Dia terlihat sangat depresi dengan apa yang di lakukan oleh Jasmine.
Merasa Ijaz akan melakukan sesuatu dengan dirinya sendiri, Ria pun berusaha untuk mengetuk kaca jendela kamar Ijaz dengan sekuat tenaga sambil mengatakan kalau Ijaz harus menghentikan pernikahan Jasmine dengan Firman. Saat itu, Ijaz mulai meletakkan pisaunya di pergelangan tangannya.
"Ijaz, jangan bodoh. Kamu tahu, Jasmine itu tidak pernah bahagia dengan pernikahan ini. Kamu harus hentikan pernikahan ini, dia masih ingin berasa kamu!" ucap Ria dengan teriak di balik kaca jendela kamar Ijaz.
Mendengar hal itu, Ijaz pun melihat ke arah Ria lalu dia menjatuhkan pisaunya dan menghampiri Ria dengan mata yang memerah karena ia terlalu banyak menangis.
__ADS_1
"Kamu yakin? Kamu yakin, kalau Jasmine tidak ingin menikah dengan Firman?" tanya Ijaz.
"Aku yakin, aku melihat Jasmine selalu sedih dan menangis. Walaupun, dia tidak pernah mengatakan hal itu. Tapi aku sangat yakin," jawab Ria.
Mendengar jawaban itu Ijaz pun langsung bergegas keluar dari kamarnya dan menghapus air. Dia merasa kini hidupnya mulai punya harapan lagi. Dia langsung bergegas menghampiri rumah Jasmine bersama dengan Ria.
Beberapa saat kemudian, Ijaz dan Ria sampai di rumah Jasmine namun sesampainya di rumah mereka sangat terkejut karena mereka melihat dua orang laki laki bertubuh kekar melarang Ijaz masuk dan meminta Ria untuk masuk ke dalam acara.
Saat itu, Ria terlihat kebingungan. Ia menjelaskan kepada kedua orang itu kalau Ijaz adalah salah satu tamu Jasmine namun tetap saja kedua orang itu melarang Ijaz masuk dan mengatakan ini adalah perintah dari orang tua Jasmine dan Jasmine. Ketika perdebatan di luar semakin memanas, Jasmine yang saat itu sudah tidak sedih lagi bertanya kepada Ibunya tentang keberadaan Ria namun Ibu Jasmine menyebutkan kalau ia tidak tahu kepergian Ria.
Menyadari temannya pergi dari acara pernikahan, Jasmine terlihat sangat khawatir, dengan gaun pengantin yang panjang dan mewah ia ke sana kemari dengan sambil sesekali melihat ke arah pintu.
Ketika Ijaz dan Ria berhasil masuk ke dalam halaman rumah. Dia terus menerus memanggil Jasmine. Saat mendengar suara Ijaz mulai membuat keributan, Ayah Jasmine langsung keluar dari rumah dan mengusir Ijaz dari acara itu.
Saat itu, semua tamu sudah datang hanya dapat melihat kejadian itu. Begitu pula Ibu Ijaz yang saat itu hanya menangis melihat anaknya memohon kepada Ayah Jasmine.
Keadaan pun semakin memanas ketika tiba tiba Firman membatalkan pernikahan itu di tengah acara karena ia mendengar ucapan dari Ria yang mengatakan kalau Jasmine tidak bahagia dengan pernikahan ini.
Ketika keadaan semakin memanas dan Jasmine mendengar keributan dari luar rumah. Jasmine pun melihat ke arah Jendela, dan di situ ia melihat Ijaz duduk dengan berlutut di hadapan Ayah Jasmine meminta untuk bertemu dengan Jasmine. Melihat hal itu, Jasmine pun langsung bergegas keluar dari kamarnya.
"Om, kalau memang Jasmine tidak bahagia dengan pernikahan ini. Maka tidak masalah, tidak masalah jika kita batalkan pernikahan ini," jawab Firman.
Saat itu, Jasmine yang mendengar hal itu masih belum peduli dengan ucapan Firman. Dia berlari dan berdiri menghampiri Ijaz, saat itu Ijaz terlihat sudah berdiri dari duduknya dengan kepala menunduk dan kedua tangan terlipat di depan dada sambil mengatakan kalau dirinya meminta maaf dan kesempatan kedua kepada Jasmine.
Saat itu, Jasmine hanya diam tidak mengatakan sepatah katapun kepada Ijaz. Suasana tiba tiba berubah, ketika Anjani datang ke acara pernikahan Jasmine dengan membawa sebuah koper.
__ADS_1
"Ijaz, kenapa kamu kemari? Apa kamu membuat keributan lagi di acara bahagia Jasmine dengan Firman?" ucap Anjani saat melihat Ijaz di acara pernikahan Jasmine.
Mendengar ucapan dari Anjani, Ria langsung membantah dan membentak Anjani. Dia mengatakan kalau Jasmine tidak bahagia dengan pernikahan ini dan dia hanya bahagia dengan Ijaz.
Mendengar ucapan dari Ria, semua orang sangat terkejut, tak terkecuali Jasmine yang menjadi pengantin di acara itu. Mendengar ucapan itu lagi, Firman pun mengajak keluarganya untuk pulang dan membatalkan pernikahan ini.
"Tunggu, tidak boleh ada satu orang pun yang boleh meninggalkan tempat ini kecuali Ijaz dan Ria," jawab Jasmine dengan serius dan menunduk. Mendengar ucapan itu, Ria dan Ijaz terlihat sangat terkejut. Setelah itu, Jasmine menghampiri Ria dan berdiri di hadapan Ria.
"Apa hak kamu mengatakan itu Ria?" ucap Jasmine dengan nada serius dan ia melihat ke arah Ria.
"Aku melihat kamu sedih, seharusnya kalau kamu bahagia di hari pernikahan, kamu tersenyum bukan menangis!."
"Aku menangis bukan karena sedih, aku menangis karena sebelum hari ini. Firman selalu mengatakan kepada ku, jangan menangis aku ingin air mata ini menetes ketika di hari pernikahan aku dan kamu!. Itu yang membuat aku menangis, kamu pikir aku tidak bahagia dengan pernikahan ini. Kamu pikir aku bahagia dengan Ijaz, Ria kamu tahu semuanya. Kamu tahu, bagaimana Ijaz menyakiti aku? Lalu kenapa? Kenapa kamu melakukan ini? Kamu ingin menghancurkan hidup ku!" jawab Jasmine dengan nada semakin meninggi dan serius.
Saat itu, mata Jasmine terus mengalir dan membasahi pipinya.
"Aku bahagia dengan Mas Firman, aku bahagia!" ucap Jasmine dengan tegas.
Mendengar ucapan itu berulang kali, Ijaz terlihat hanya diam saja tidak mengatakan sepatah katapun namun tiba tiba ia menghampiri Jasmine dan duduk dengan berlutut di hadapan Jasmine untuk meminta maaf dan meminta kesempatan kedua.
"Aku minta maaf, dan aku meminta kesempatan kedua ke kamu!" pinta Ijaz dengan sedih dan mata yang berkaca kaca.
Saat itu Jasmine hanya diam dan tidak mengatakan sepatah katapun. Melihat hal itu, orang tua Ijaz pun langsung menghampiri Ijaz dan meminta maaf atas tindakan Ijaz karena sudah merusak acara pernikahan Jasmine dan Firman. Setelah itu, mereka membangunkan Ijaz dan mengajak Ijaz bangun dan pergi dari acara.
Saat itu, Jasmine terlihat memandang ke arah Ria dengan tatapan mata yang tajam. Menyadari kalau Ria bersalah, Ria hanya menundukkan kepalanya dan terdiam seribu bahasa.
__ADS_1