Sebarkas Harapan Diatas Penantian

Sebarkas Harapan Diatas Penantian
25. Pertemuan 2


__ADS_3

Siang hari yang terik di rasakan oleh wanita yang sangat mirip dengan Jasmin, dimana di waktu itu terlihat ia berjalan dengan pakaian yang masih seperti preman, dengan high heels hitam berjalan dengan kepanasan.


Tak berselang lama ia sampai di sebuah tempat yang isinya adalah anak anak pengemis, yang menggunakan pakaian cumpang camping dan terlihat seperti kelaparan.


"Kak, apa Kakak tidak bawa makanan untuk kita?" tanya salah satu anak yang ditemui oleh wanita itu dengan terlihat melas dan sangat menyedihkan.


Mendengar anak itu berbicara, wanita itu tiba tiba ia meneteskan air mata. Ia ikut sedih atas apa yang di rasakan oleh anak itu. Lalu, tanpa ragu dan tanpa merasakan jijik sedikitpun kepada anak itu. Wanita itu memegangi salah satu bahu anak itu dengan raut muka yang terlihat sedih.


"Maafkan Kakak ya, untuk pagi dan siang ini kita tidak makan dulu. Tapi,  kakak janji nanti malam kita akan makan," ucap wanita yang mirip dengan Jasmin dengan baik dan terlihat sangat lembut kepada anak anak pengemis itu.


Mendengar ucapan itu, anak anak itu pun pergi dengan raut muka sedih dan tertunduk. Menyadari kesedihan yang di rasakan oleh anak itu, dengan perlahan wanita yang mirip dengan Jasmin pun bangun dari duduk bertekuk lututnya dengan sedih.


"Sekarang aku harus bagaimana? Kasihan anak anak itu, anak itu perlu makan, tapi aku justru tidak bisa memberi mereka makan. Aku harus bagaimana sekarang?" ucap wanita yang memiliki wajah seperti Jasmin dengan memperlihatkan raut muka yang bingung.


Saat itu pandangan matanya tiba tiba kembali bersedih hal itu terjadi karena ia melihat anak anak itu, meminum sebotol air mineral kecil yang saat itu di bawa oleh salah satu anak.


Menyadari kalau wanita itu juga belum makan, salah satu anak yang tengah memegangi sebotol air mineral menghampiri wanita itu untuk minum, namun di saat itu wanita itu menolak air itu dan meminta agar anak anak itu saja yang meminum air itu.


Setalah menolak, ia pun berpamitan untuk pergi dengan anak anak itu dengan mengatakan kalau ia akan pergi bekerja supaya nanti malam bisa makan.


Mendengar ucapan itu, anak anak itu terdengar dengan serentak mengiyakan apa yang di ucapkan oleh wanita yang mirip dengan Jasmin itu.


****


Beberapa saat kemudian, wanita itu sampai di salah satu warung yang berada di pinggir jalan. Melihat hal itu, wanita itu menghampiri warung itu untuk bertanya pekerjaan, namun karena saat itu tampilan si wanita itu seperti seorang preman, akhirnya pemilik warung itu mengusir wanita itu dari warungnya karena ia takut kalau pembelinya pergi setelah melihat penampilan dari wanita itu.


Melihat dirinya yang di usir oleh pemilik tolok itu wanita itu pun akhir nya yang memilih untuk pergi dengan raut muka sedih dan pergi menuju ke warung yang lainnya.


Saat ia berjalan tiba tiba hujan turun membasahi tubuhnya, menyadari hal itu ia pun berusaha untuk menepi, namun ketika ia menepi tiba tiba sebuah mobil menabrak diri nya hingga membuat dirinya terjatuh dan terluka di kepala nya.


Pada saat itu, pengemudi mobil itu adalah Nova, menyadari kalau dirinya tidak hati hati dan sudah menabrak seseorang. Tanpa berpikir panjang, ia pun segera membantu si wanita yang di tabrak nya. Ketika ia sudah berada di dekat wanita itu, ia terlihat sangat terkejut. Bagaimana tidak terkejut, ia melihat sesosok Jasmin yang menjadi ibu Samira berdiri di hadapan nya dengan basah kuyup.


"Jasmin!" panggil Nova dengan merasa tidak percaya kalau dirinya dapat melihat Jasmin masih hidup. Di waktu itu, Nova benar benar menganggap kalau wanita itu adalah Jasmin, ia ingin membantu wanita itu masuk ke dalam mobil, namun wanita itu menolaknya dan bahkan ia memberi dorongan kepada Nova hingga Nova melangkah menjauhi dirinya.


"Saya bukan Jasmin, tolong biarkan saya pergi!" ucap wanita itu dengan berusaha untuk menjauhi Nova, namun saat itu Nova terus memaksa wanita itu untuk masuk ke dalam mobil.


Akhirnya lama kelamaan, wanita itu pun masuk ke dalam mobil dan menerima ajakan Nova untuk pulang ke rumah Nova.


Beberapa saat kemudian, Nova dan wanita itu sampai di rumah, saat itu ia meminta wanita yang mirip dengan Jasmin pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaian nya. Saat itu wanita yang mirip dengan Jasmin itu terlihat ragu, namun Nova terus memaksa wanita itu untuk melakukan apa yang di inginkan nya.

__ADS_1


Tak berselang lama, wanita itu keluar dengan memakai sehelai handuk yang berada di kamar mandi. Menyadari hal itu, Nova yang saat itu sudah berganti pakaian di kamar mandi yang ada di kamarnya, terlihat membawa sebuah pakaian yang biasa ia pakai.


"Kamu pakai ini dulu, selagi pakaian kamu masih belum kering!" pinta Nova dengan baik kepada wanita yang mirip dengan Jasmin itu. Dengan tidak enak dan terlihat malu malu ia mengambil pakaian yang di bawa oleh Nova dan kemudian ia memakai pakaian itu di dalam kamar mandi. Ketika ia sudah memakai pakaian itu, wanita itu terlihat sangat cantik setelah mengenakan pakaian yang di bawa oleh Nova.


Setalah ia keluar dari kamar mandi, ia menghampiri Nova yang sudah duduk di sofa kursi tamu. Saat itu mata Nova langsung tertuju kepada wanita itu, setalah ia melihat wanita itu keluar dari kamar mandi.


"Terimakasih sudah meminjamkan baju ini untuk saya," ucap wanita itu dengan baik lalu ia duduk di dekat Nova.


Nova yang mendengar ucapan terimakasih dari wanita itu, ia terlihat sangat bahagia.


"Sama sama, silahkan kamu duduk!. Oh iya, nama kamu siapa?" tanya Nova setelah ia duduk di sofa yang berada di hadapan Nova.


Mendengar pertanyaaan itu wanita itu hanya diam selama beberapa saat, ia seperti seseorang yang tengah berpikir sesuatu. Setelah melakukan hal itu, ia pun menjawab kepada Nova dengan baik.


"Nama saya Syakira, dan saya bukan Jasmin!" ucap wanita itu yang ternyata bernama Syakira.


Mendengar nama itu dan ucapan itu, Nova hanya menghela nafas panjang dengan tatapan mata yang melihat ke arah Syakira. Saat itu ia merasa tidak percaya kalau wanita itu bukan lah Jasmin melainkan orang lain.


"Itu tidak mungkin. Aku mohon Jasmin, kamu jangan bercanda. Ini tidak mungkin, kamu adalah Jasmin, aku yakin itu!" ucap Nova dengan tegas dan sangat serius menatap wanita yang bernama Syakira itu.


Mendengar kalau Nova pun tidak percaya kalau dirinya bukan Jasmin, Syakira terlihat sedih. Ia kemudian bangun dari duduknya dengan air mata yang memenuhi matanya.


Nova yang menyadari kalau wanita itu benar benar pergi dari rumahnya ia masih terlihat tidak percaya kalau orang yang ia temui adalah orang yang berbeda dari Jasmin, ia terlihat masih yakin kalau orang yang di temui adalah Jasmin bukanya Syakira.


"Kenapa aku merasa kamu adalah Jasmin? Tapi memang benar, itu tidak mungkin. Tidak mungkin orang yamg sudah meninggal bisa hidup kembali," ucap Nova setalah melihat Syakira pergi dari rumah nya dan menerjang hujan.


Di waktu itu, hujan tidak lah terlalu deras. Di waktu itu hanya gerimis kecil yang jatuh dari langit.


Tak berselang lama terlihat Syakira berada di sebuah jalan. Dengan air mata yang terus berderai membasahi pipinya, ia berjalan dengan memikirkan orang orang itu.


"Siapa sebenarnya Jasmin? Kenapa aku merasa dia adalah orang yang sangat penting di hidup di hidup orang orang itu?" ucap Syakira dengan air mata yang terus mengalir dan sesekali ia mengingat kembali ketika gadis yang tidak ia kenal yang bernama Samira, secara tiba tiba memeluknya, lalu ia mengingat Firman yang tiba tiba menghentikan langkahnya dengan memanggil nama Jasmin dan kini wanita yang tidak ia kenal juga memanggil dirinya dengan nama Jasmin.


Di dalam hati, Syakira terasa tersimpan sebuah pertanyaan yang sangat besar tentang siapa seseorang yang bernama Jasmin ini.


Hari demi hari di lalui oleh Syakira dengan pertanyaan yang terus membayangi hidup Syakira. Ia terus memikirkan pertanyaan tentang wanita yang bernama Jasmin ini. Ia pun akhirnya memutuskan untuk mencari tahu siapa seseorang wanita yang bernama Jasmin ini, namun ia tidak bisa menemukan apapun tentang Jasmin.


Namun, ia menemukan sebuah petunjuk awal di mana ia melihat ketenaran dari Firman yang mendapat predikat sebagai pengusaha terkenal di kota itu dan bahkan poster yang bergambar wajahnya terpampang jelas di setiap tembok dan tiang tiang jalan.


Melihat hal itu, Syakira yang menyadari kalau laki laki yang terkenal itu pernah menemui dirinya. Ia langsung berusaha untuk menghampiri alamat yang tertera di poster itu.

__ADS_1


Ketika berada di rumah Firman, terlihat tengah ada sebuah acara karena keberhasilan nya menjadi seorang pengusaha muda terkaya. Saat itu di hadiri oleh banyak orang orang terkenal dan yang tidak ketinggalan adalah Samira dan Ayan yang saat itu mereka tidak bisa terlepas antara satu dengan yang lain.


Sesampainya di tempat acar, Syakira terlihat ragu. Ia melihat dari luar gerbang, terlihat orang orang dengan pakaian mewah dan indah berada di rumah Firman sedangkan diri nya hanya mengenakan pakaian yang terlihat sederhana.


Saat itu Firman terlihat sangat sibuk dengan tamunya, melihat hal itu membuat Samira terlihat bosan dan ia pergi untuk berjalan jalan. Saat ia berjalan jalan di dekat gerbang rumah, ia melihat kalau ada wanita yang mirip dengan ibunya terlihat ingin masuk ke dalam rumah.


"Itukan wanita yang mirip dengan ibu, aku harus kasih tahu Ayah tentang hal ini," ucap Samira lalu ia bergegas berlari untuk memberi tahu Firman tentang hadir nya wanita itu.


Ketika ia sudah berada di dekat Firman, karena ke sukses nya. Ia terlihat bersikap tidak peduli dengan Samira. Menyadari hal itu Samira pun langsung bergegas menghampiri Ayan untuk memberi tahu tantang wanita yang di maksud oleh Samira.


Mendengar kan setiap kata yang keluar, dan mendengar cerita dari Samira dari awal hingga akhir. Setelah panjang bercerita, tanpa berpikir panjang Samira dan Ayan pun keluar dari rumah. Melihat wanita yang mirip dengan Jasmin masih ada di luar Ayan pun meminta penjaga pesta membuka gerbang agar ia bisa keluar untuk menemui wanita itu.


Saat gerbang sudah terbuka ia langsung bergegas menghampiri wanita itu yang terlihat seperti hanya  berdiri di luar dan berusaha masuk.


Menyadari anak dan seorang laki laki yang tidak ia kenal menghampiri diri nya, wanita itu tampak diam saja. Saat itu terlihat Ayan tampak sangat bahagia melihat wanita yang benar benar mirip betul dengan Jasmin sang kekasih yang meninggal beberapa hari yang lalu.


Saat itu Ayan dan Samira memeluk erat Syakira mengira kalau Jasmin yang sudah meninggal kembali ke hadapan nya. Syakira yang menerima pelukan itu tampak diam saja dan pasrah menerima pelukan dari kedua orang itu.


Setalah beberapa saat memeluk erat Syakira, Ayan melepaskan pelukannya dan ia memegangi kedua lengan Syakira dengan lembut dan perhatian.


Saat itu matanya di penuhi oleh air mata melihat wanita yang ia cintai masih bisa ia lihat.


"Aku bahagia, karena aku masih bisa melihat kamu Jasmin. Aku sangat amat bahagia, " ucap Ayan dengan sedih dan berderai air mata dengan tatapan mata melihat ke arah wanita yang ia cintai itu.


Di waktu itu, Syakira yang di kira Jasmin oleh Ayan ia hanya diam. Dengan perlahan dan tanpa banyak bicara ia melepaskan lengannya yang di pegang oleh Ayan dengan perlahan dan mata yang berkaca kaca. Ketika lengannya sudah terlepas Syakira berbalik memegangi salah satu lengan Ayan.


"Maaf kan saya Mas, saya bukan Jasmin. Nama saya Syakira, " jawab Syakira dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


Mendengar ucapan itu, Ayan dan Samira terlihat sempat tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh wanita itu. Ia masih yakin kalau orang yang di hadapan nya adalah Jasmin.


"Kamu jangan bercanda, ini bukan bukan lelucon yang lucu Jasmin," ucap Ayan dengan nada tegas dan terlihat serius kepada wanita itu dengan memegangi kembali kedua lengan Syakira. Namun, saat itu Syakira menggelengkan kepalanya dengan perlahan dan air mata yang terus memenuhi matanya untuk memberi tahu bahwa dirinya memang bukan lah Jasmin orang yang ia maksud kan tersebut.


Samira yang menyadari wanita itu terus bersikukuh mengatakan kalau dirinya bukanlah Jasmin, dengan perlahan ia mendekati wanita itu.


Saat ia sudah berada di dekat wanita itu, Samira memegangi pipi wanita itu dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


"Kalau memang kamu bukan lah ibu ku, izinkan saya untuk menyentuh sedikit saja ini. Saya sangat rindu dengan wajah ini!" ucap Samira dengan raut muka yang terlihat sedih.


Mendengar ucapan itu, Syakira terlihat sangat bersimpati. Lalu, ia pun menganggukkan  kepala nya dengan perlahan. Melihat hal itu, senyum kecil dan bercampur air mata terlihat di wajah Samira. Ia kemudian memegangi kedua pipi Syakira.

__ADS_1


__ADS_2