
Melihat hal itu, Ria sahabat dari kecil Jasmine pun ikut sedih dengan yang terjadi kepada sahabatnya. Ia terlihat berusaha menenangkan Jasmine dengan mendekati Jasmine dan memegangi kedua lengan Jasmine.
"Kamu harus sabar Jasmine, hadapi semua ini aku percayai dengan kamu!" ujar Ria dengan mata yang terlihat berkaca kaca melihat apa yang terjadi dengan Jasmine.
"Bagaimana caranya aku bersabar? Kamu tau kehidupan ku!" jawab Jasmine lalu ia meminta Firman untuk kembali ke ruang tamu.
Mendengar permintaan Jasmine yang meminta dirinya untuk pergi ke ruangan tamu akhirnya Firman pun pergi ke ruang tamu meninggalkan Ria dan Jasmine di luar rumah. Setelah itu, Ria mendudukkan Jasmine di kursi yang di duduki oleh Firman tadi. Beberapa saat kemudian, Ria juga duduk di kursi lain yang terletak tak jauh berbeda dari kursi yang di duduki oleh Jasmine.
"Jasmine, apa kekurangan dari Firman? Dia baik, dia cocok menjadi imam kamu. Tapi kenapa kamu tidak mau di jodohkan dengan Firman? Apa kamu mau hidup dalam penantian tanpa akhir pernikahan?" ucap Ria dengan memegangi tangan Jasmine.
Pada awalnya ekspresi Jasmine biasa saja namun tiba tiba berubah seketika saat Ria mengatakan kata "apa kamu mau hidup dalam penantian tanpa akhir pernikahan?" ia melihat ke arah Ria dengan tatapan mata yang tajam.
"Kenapa kamu mengatakan hal itu? Kamu tidak percaya dengan Mas Ijaz sekarang, kamu lebih percaya dengan Firman, iya?" jawab Jasmine dengan nada mulai kesal.
"Bukan seperti itu, hanya saja aku ingin kamu membuka mata kamu. Karena apa? Karena belum tentu penantian kamu akan menghasilkan buah yang manis!."
Mendengar ucapan itu, Jasmine hanya terlihat diam dengan memandangi Ria, lalu ia menghapus air matanya dan bangun dari duduknya dan berusaha pergi dari hadapan Ria dengan kesal. Melihat Jasmine akan pergi Ria pun langsung menghadang Jasmine dengan berhenti di hadapan Jasmine.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" tanya Ria dengan sedih dengan berdiri di hadapan Jasmine untuk menghadang Jasmine.
"Aku mau pergi dan membatalkan perjodohan ini, aku tidak mau menerima perjodohan ini. Aku hanya mencintai Ijaz, sampai kapan pun aku hanya hanya mencintai Ijaz dan bukan orang lain!" jawab Jasmine dengan tegas. Mendengar ucapan itu Ria terlihat sangat kesal, ia kemudian menampar pipi Jasmine hingga Jasmine memalingkan wajahnya.
"Maafkan aku Jasmine, maafkan aku karena aku menampar kamu. Aku melakukan ini agar kamu sadar, penantian ini akan berbuah penghianat yang menyakitkan diri kamu sendiri. Kamu hanya akan menghancurkan hidup kamu jika melakukan ini!. Aku mohon sama kamu, untuk kali ini kamu percaya dengan aku. Kalau kamu tidak bisa menerima Firman dengan sepenuh hati kamu, maka cobalah sedikit saja membuka hati untuk Firman!" ucap Ria dengan nada mulai meninggi lalu ia memegangi kedua lengan Jasmine dengan sangat erat.
"Apa kamu tidak punya pemikiran kalau Ijaz sudah lupa dengan cinta kamu? Ayolah Jasmine, kami melakukan ini agar kamu tidak merasakan sakit akibat penantian ini!. Aku, Ayah kamu dan Ibu kamu hanya ingin yang terbaik buat kamu," ujar Ria dengan nada semakin tegas dan masih memegangi kedua lengan Jasmine.
"Ini bukan yang terbaik buat aku, yang terbaik buat aku adalah bersama Ijaz. Dan kamu tau itu," jawab Jasmine dengan nada rendah. Mendengar ucapan itu Ria terlihat sangat kesal dan sangat marah.
"Ijaz, Ijaz, dan Ijaz. Kenapa aku muak dengan nama itu?" bentak Ria kepada Jasmine karena ia kesal Jasmine terus menyebut nama Ijaz. Hal itu karena Ria selalu teringat dengan penghianatan yang di lakukan oleh Ijaz.
Beberapa saat kemudian Ria terlihat masuk ke dalam rumah dengan sedikit kesal. Ia kemudian mengambil tas yang ia letakkan di atas kursi yang tidak jauh dari Ayah Jasmine.
"Ada apa dengan Jasmine Ria?" tanya Ayah Jasmine kepada Ria setelah melihat Ria masuk kedalam ruangan tamu dengan terlihat sedikit marah.
"Om, saya sudah berusaha meyakinkan Jasmine. Kini tinggal hatinya, bisa menerima Firman atau tidak, saya tidak tahu, yang jelas saya sudah berusaha membujuk dia," jawab Ria lalu ia mengambil tasnya yang tidak jauh dari dirinya. Setelah itu Ria pergi meninggalkan orang tua Jasmine namun, sebelum itu Ria berpamitan kepada orang tua Firman dan Jasmine.
__ADS_1
Saat Ria akan pergi pulang ke rumahnya, ia menghampiri kamar Jasmine. Ia kemudian mengetuk pintu kamar Jasmine beberapa kali. Saat itu, Jasmine masih tidak merespon Ria, melihat hal itu Ria pun berbicara kepada Jasmine dari luar kamar.
"Suatu hari nanti kamu akan mengerti Jasmine, apa yang aku lakukan ini, apa yang orang tua kamu lakukan, ini semua demi kebaikan kamu. Saat ini kamu bisa membenci aku dan tidak ingin berbicara dengan aku, tapi aku percaya jika nanti kamu sadar kalau yang kita lakukan itu benar maka kamu akan kembali menerima perjodohan ini!" ucap Ria dengan nada sedikit tinggi agar Jasmine yang berada di dalam kamar mendengar suaranya.
Mendengar hal itu terlihat Jasmine Kembali menulis harapannya di buku yang dia dapat dari Ijaz. Ia tiba tiba berhenti saat mendengar kalau Ria akan pergi dari rumah. Ia seakan ingin mengehentikan Ria namun karena Jasmine merasa kecewa dengan Ria akhirnya Ria pun pergi kembali ke rumahnya.
Saat itu Ria terlihat pergi dari rumah Jasmine dengan keadaan sedih, di dalam kamar Jasmine terlihat melepaskan tangan dari pena itu. Ia terlihat memikirkan ucapan Ria, Jasmine merasa dilema. Ia berusaha mempercayai Ria dan berusaha menerima perjodohan itu, namun hatinya mengatakan kalau jika dia menerima perjodohan itu maka ia akan menyakiti hati Ijaz.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan Tuhan? Apakah aku harus kehilangan semua cinta yang aku nantikan? Atau aku harus menerima perjodohan yang nantinya akan menyakiti hati orang yang ku cinta? Hati ku bingung," ujar Jasmine dengan menangis.
Setelah kejadian itu terjadi, orang tua Firman dan Firman pun pergi dari rumah Jasmine. Saat itu keluarga Firman dan keluarga Jasmine masih belum menentukan tentang perjodohan antara Jasmine dan Firman. Keluarga Firman pun memutuskan untuk kembali beberapa hari lagi agar keadaan lebih kondusif.
Saat orang tua Firman sudah pergi Jasmine mulai menghampiri pintu, ia kemudian duduk di dekat pintu dengan sedih.
"Kenapa kalian berusaha menyakinkan aku melakukan perjodohan ini? Apa yang membuat Ijaz buruk di mata kalian?" ucap Jasmine dengan sedih.
Mendengar ucapan itu dari kamar Jasmine, Ayah Jasmine tiba tiba teringat dengan ucapan Ria yang menceritakan kalau Ijaz sudah punya pacar dan ia lupa dengan Jasmine selama beberapa saat. Ia kemudian mulai mengetuk pintu Jasmine dengan perlahan namun ia terlihat kesal dan hampir saya mengatakan kebenaran tentang Ijaz namun istrinya menghalangi dan melarang Ayah Jasmine memberi tahu tentang Ijaz kepada Jasmine agar Jasmine mengetahui apa yang di lakukan oleh Ijaz dengan sendirinya.
__ADS_1
"Pa, biarkan Jasmine tenang. Biarlah, jika memang dia tidak mau menikah dengan Firman. Untuk apa? Untuk apa kita memaksa dia?" ucap Ibu Jasmine lalu mengajak Ayah Jasmine pergi dari depan kamar Jasmine.
Merasa orang tuannya sudah pergi, Jasmine semakin sedih dan menangis.