
Beberapa hari kemudian, Firman datang ke rumah Ayan. Saat itu dia tidak mengetahui kalau Syakira dan Ayan sedang melangsungkan pernikahan besar besaran. Hal itu terjadi karena dirinya tidak mendapatkan undangan dari Ayan atau Syakira.
Mereka melakukan hal itu bukan karena sebab, mereka melakukan hal itu atas permintaan dari Samira agar ayahnya tidak menganggu jalannya pernikahan antara Ayan dan Syakira.
Saat itu dengan gaun yang di belikan oleh Ibu Ayan beberapa waktu sebelumnya, dia keluar dari kamarnya dengan sangat cantik. Dia terlihat bahagia karena apa yang menjadi mimpinya terjadi nyata. Di mana selama ini dia bermimpi menjadi seorang pengantin di kalangan atas dan kali ini hal itu terbukti.
Raut muka sangat bahagia terpancar dari Ayan dan Syakira, begitu pula Samira. Mereka seperti keluarga yang sangat bahagia, tapi berbanding terbalik dengan Firman. Dimana dirinya hanya bersedih di sepanjang perjalanan menuju ke rumah Ayan, matanya hanya berkaca kaca. Dia berharap akan mendapatkan maaf dari Samira hari ini.
Saat sebelum dirinya pergi ke rumah Ayan, dia pergi ke makam Jasmin. Dia berjalan perlahan menuju ke makam mantan istrinya tersebut.
Ketika ia sudah berada di samping makam Jasmin, air mata Firman yang saat itu masih tertahan tiba tiba tercurahkan setalah dia berada di makan Jasmin.
"Jasmin, aku mohon kamu bantu aku. Tolong, bantu aku agar Samira memaafkan aku, aku mohon dengan kamu," ucap Firman dengan sedih dan berurai air mata.
Ketika ia tengah meluapkan kesedihannya di makam Jasmin. Jasmin muncul dengan wajah yang cantik. Dia memakai gaun pengantin yang di pakainya ketika menikah dengan Firman.
Dia memegangi salah satu bahu Firman.
Saat Firman menyadari hal itu, ia tersenyum kepada Jasmin dengan mata berkaca kaca.
"Aku tahu kamu akan hadir, maafkan aku. Maafkan aku atas semua yang pernah aku lakukan dengan kamu dan Samira. Saat ini aku tidak memiliki siapapun selain dirinya, jadi aku mohon. Tolong kamu bantu aku," ucap Firman dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
Mendengar hal itu, Jasmin tersenyum kepada Firman. Dia memegangi kedua pipi Firman yang saat itu sudah berdiri sejajar dengan dirinya. Setalah itu dia tersenyum kepada Firman.
"Aku sudah memaafkan kamu, dan aku yakin Samira juga akan memaafkan kamu!" Jawab Jasmin setalah itu dengan perlahan ia berubah menjadi ribuan kupu kupu dan terbang ke segala arah.
__ADS_1
Melihat hal itu, sebenarnya Firman berat untuk melepaskan Jasmin, namun dia harus mengikhlaskan hal itu dia lakukan demi orang yang dia cintai yang tidak lain adalah Jasmin sendiri.
Ketika hal itu sudah berakhir, pernikahan antara Ayan dan Syakira pun juga berakhir. Kini mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
Beberapa saat kemudian, mobil Firman datang ke rumah Ayan. Namun, hari itu gerbang di tutup rapat, dan terlihat masih ada acara yang sedang berjalan.
Ketika ia menghentikan mobilnya di depan gerbang, salah satu penjaga menghampiri Firman. Dia memberi tahu Firman kalau ada acara pernikahan antara Ayan dan Syakira. Mendengar ucapan itu ia sempat terkejut, hal itu terjadi karena Ayan tidak mengundang dirinya ke acara itu.
Di dalam rumah, Samira yang sudah beberapa hari tidak bertemu dengan ayahnya. Dia terlihat sangat sedih dengan gaun berwarna putih, dia duduk di salah satu kursi dengan melamun.
Ketika itu dia tidak menyadari kalau ayahnya sudah berada di luar rumah, namun ketika Firman memaksa masuk dan membuat keributan di luar rumah. Samira yang saat itu tidak mengetahui tentang ayahnya, ia akhirnya mengetahui kalau ayahnya berada di luar rumah.
Menyadari hal itu, dia langsung meninggalkan acara tersebut dan pergi menghampiri ayahnya.
Dengan perlahan, Firman mendekati Samira. Tidak hanya Firman, Samira pun melakukan hal yang sama.
"Terimakasih kamu mau menemui Ayah, Samira. Maafkan Ayah, karena Ayah sudah menyakiti kamu dengan ucapan ucapan Ayah," ucap Firman dengan duduk bertekuk lutut di depan gerbang.
Saat itu Dia memegangi kedua tangan Samira, namun masih terhalang dengan gerbang rumah Ayan yang berdiri kokoh di hadapannya.
"Ayah, tidak perlu berterimakasih. Aku sudah memaafkan Ayah, dan aku mohon dengan ayah. Tolong, jangan lakukan kesalahan yang sama lagi saat ini. Aku mohon jangan ganggu pernikahan Tante Syakira dan Papa Ayan."
Mendengar ucapan itu, Firman tersenyum.
"Kedatangan ayah kemari ingin bertemu dengan kamu. Ayah tidak pernah berpikir untuk merusak kebahagiaan Ayah Ayan."
__ADS_1
Mendengar jawaban itu Samira terdiam dan beberapa saat kemudian, Ayan, Syakira dan orang tua Ayan keluar dari acara karena sadar kalau ayah dan anak itu saling terhalang oleh gerbang.
Melihat hal itu, Ayan meminta para penjaga yang berada di sana untuk membuka gerbang rumah.
Ketika gerbang sudah benar benar terbuka. Kedua orang itu Sling berpelukan erat. Meraka seperti melupakan rasa rindu mereka antara satu dengan yang lain.
Samira meneteskan air mata ketika berada di pelukan Ayan, begitupula Ayan yang juga meneteskan air matanya.
Setelah beberapa saat berpelukan, Firman melepas pelukannya dan dia menghampiri Ayan yang saat itu berdiri di samping Ayan.
Dia mengulurkan tangannya kepada Ayan dengan senyum kecil di bibirnya.
"Selamat ya. Selamat atas pernikahan yang kalian lakukan," ucap Firman dengan tersenyum.
Mendengar ucapan itu, Ayan membalas uluran tangan Firman dan ia juga tersenyum kepada Firman.
"Terimakasih."
Kisah cinta adalah salah satu bumbu di dalam hidup, terkadang kisah cinta akan berbuah sebuah air mata atas dasar penantian. Namun ... Pada akhirnya, semua hal itu akan berakhir. Dan kini, penantian atas dasar cinta dengan menulis jutaan harapan di atas kertas tak berwarna, sudah berakhir.
Seberkas harapan di atas penantian ... Menjadi kenangan manis dan pahit dalam sebuah hubungan.
Kini seberkas harapan di atas penantian, akan di kenang menjadi masa yang penuh dengan air mata dan kepedihan.
Tamat.
__ADS_1