Sebarkas Harapan Diatas Penantian

Sebarkas Harapan Diatas Penantian
Undangan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, terlihat saat itu Ibu Ijaz dan Ayahnya keluar dari rumah. Saat itu, hari masih pagi, matahari masih terlihat bersembunyi di balik awan. Saat itu terlihat orang tua Ijaz sudah bersiap untuk pergi namun tindakan mereka terhenti ketika melihat kedatangan Jasmine dengan seorang laki laki yang tidak mereka kenali.


Melihat kedatangan Jasmine dan laki laki itu, orang tua Ijaz terlihat sangat kebingungan.


"Nak Jasmine," sapa Ibu Ijaz dengan baik dan terlihat kebingungan.


"Tante, Om!" jawab Jasmine lalu dia memeberikan sebuah senyuman kecil di bibirnya.


Saat itu Ibu Ijaz mengira kedatangan Jasmine ke rumah untuk bertemu dengan Ijaz. Ibu Ijaz pun langsung teriak memanggil manggil nama Ijaz.


Waktu itu, Ijaz masih berada di kamarnya dengan membuka buku yang sudah di bakar oleh Jasmine.


Mendengar Ibu Ijaz memanggil Ijaz, Jasmine pun langsung menghentikan Ibu Ijaz dan memberi tahu Ibu Ijaz kalau dia tidak ingin bertemu dengan Ijaz.


Saat mendengar suara Ibunya memanggil dirinya dari luar ia tidak menjawab Ibunya dan melihat dari balik jendela. Melihat kedatangan Jasmine, Ijaz language bergegas berlari dan menuju ke halaman rumah.


"Tunggu, Tante!. Kedatangan saya kemari, saya ingin bertemu dengan kalian bukan dengan Mas Ijaz," jawab Jasmine dengan baik.


Beberapa saat kemudian, Ijaz sampai di halaman rumah. Dia langsung bergegas berlari dengan sekuat tenaga untuk menghampiri Jasmine. Saat ia sudah berada di dekat Jasmine ia sangat terkejut karena melihat sebuah undangan di tangan Jasmine dan di berikan kepada orang tua Ijaz di hadapan Ijaz.


"Undangan?" ucap Ibu Ijaz dengan terkejut.


"Undangan siapa ini Jasmine?"


Mendengar pertanyaan dari Ibu Ijaz, Jasmine pun melihat ke arah Ijaz. Setelah itu, dia menghampiri Firman yang saat itu berada di belakangnya. Beberapa saat kemudian, Jasmine kembali melihat ke arah Ijaz dengan pandangan mata yang sayup.

__ADS_1


"Undangan pernikahan saya dengan Firman Tante," jawab Jasmine dengan mengandeng salah satu tangan Firman.


Mendengar hal itu, Ijaz yang saat itu ingin memeluk Jasmine langsung lemas. Dia hanya terlihat diam, mematung dan tidak mengatakan sepatah katapun.


"Jadi, kalian berdua akan menikah?" tanya Ibu Ijaz lagi dengan baik.


"Iya Tante, saya akan menikah dengan Mas Firman. Dan saya harap, semua keluarga Tante datang!" jawab Jasmine lalu ia melihat ke arah Ijaz yang saat itu terlihat sedih setelah mendengar kabar itu.


Menyadari kalau Jasmine melihat ke arahnya, Ijaz pun terlihat berusaha menutupi kesedihannya. Dia terlihat memberi sedikit senyuman di bibirnya, setelah itu Jasmine kembali melihat ke arah orang tua Ijaz meminta Izin untuk pulang kepada orang tua Ijaz. Saat Jasmine sudah mendapatkan izin dari orang tua Ijaz, ia pun pergi dan meninggalkan Ijaz dan keluarganya.


Saat Jasmine sudah pergi meninggalkan mereka, Ibu Ijaz menghampiri Ijaz dan memegangi bahu Ijaz yang saat itu terus memandangi Jasmine pergi dengan Firman.


"Kamu harus ikhlas Nak, Ibu yakin. Ibu sangat amat yakin, kalau hati kamu sangat mencintai Jasmine dan hati kamu juga sudah sadar atas cinta Jasmine. Tapi, semuanya sudah terlambat. Kamu... Sudah tidak bisa memiliki Jasmine lagi!" ucap Ibu Ijaz dengan mata yang berkaca kaca dan bernada lirih.


Mendengar hal itu Ijaz pun seketika langsung berurai air mata, ia kemudian melepaskan tangan Ibunya dan pergi masuk ke dalam kamar dengan sedih.


Tak berselang lama, Ijaz berada di kamarnya. Dia terlihat sangat depresi dengan semua yang terjadi di hidupnya. Dia mengacak acak isi kamarnya, hingga membuat barang barang di kamarnya berantakan tidak teratur.


Beberapa saat kemudian, ia berdiri di depan cermin dan melihat dirinya dengan sedih di cermin selama beberapa saat.


"Aaaaaa!!!" teriak Ijaz lalu ia memukul cermin yang ada di hadapannya hingga retak.


Setelah itu, Ijaz pergi menjauh dari cermin itu. Ia kemudian duduk dengan bersandar di dekat dinding dengan sedih dan hati yang hancur berkeping keping.


Beberapa saat kemudian, Jasmine sampai di rumahnya. Saat itu, Jasmine terlihat ingin turun dari mobil namun salah satu tangannya di pegang oleh Firman. Melihat hal itu, Jasmine sempat terkejut beberapa saat, hal itu karena tangannya di pegang oleh Firman.

__ADS_1


"Kamu yakin mengundang keluarga Ijaz ke acara pernikahan kita?" tanya Firman dengan melihat mata Jasmine.


"Kamu ragu dengan keputusan ku, atau kamu cemburu jika aku bertemu dengan Ijaz di hari pernikahan kita? Kamu takut, jika aku kembali dengan Ijaz?" jawab Jasmine dengan berbalik melihat ke arah Firman. Setelah itu, Jasmine membalas memegang tangan Firman dengan sangat lembut dan erat. Ia kemudian melanjutkan berkata dengan nada rendah.


"Kamu jangan khawatir, aku bahagia dengan kamu dan aku... Aku tidak akan pernah kembali dengan orang yang sudah menyakiti aku, aku janji dengan kamu!."


"Aku percaya dengan kamu," jawab Firman.


Setelah itu ia mencium tangan Firman dan Firman juga membalas ciuman itu dengan sangat lembut.


Beberapa saat kemudian, Jasmine terlihat turun dari mobil dan di susul oleh Firman, setelah itu ia berjalan bersama dengan Firman menghampiri orang tuannya. Saat itu, terlihat di rumah Jasmine, orang tua Jasmine sudah menunggu kedatangan mereka begitu pula Ria. Melihat Jasmine sudah lebih bahagia dengan Firman, Ria juga terlihat ikut bahagia.


"Jasmine!" panggil Ria dengan bahagia lalu ia menghampiri Jasmine dan memeluknya dengan sangat erat. Merasakan hal itu Jasmine pun memberi senyuman kecil di bibirnya lalu ia membalas pelukan itu dengan sangat erat kepada Ria. Beberapa saat kemudian, Ria melepaskan pelukannya dan menjauh dari Jasmine.


"Makasih ya Ria, kamu udah datang. Dan... Aku juga terimakasih, karena kamu aku bisa menemukan cinta ku lagi!" ucap Jasmine dengan baik lalu ia tersenyum kepada Ria.


"Kamu itu apa apaan sih, aku sudah anggap kamu saudari ku. Kamu tida perlu berterimakasih, " jawab Ria dengan bahagia.


Setelah beberapa saat berbincang di luar rumah, orang tua Jasmine mengajak Firman masuk ke dalam rumah. Ayah Jasmine terlihat sangat bahagia dengan kebersamaan antara Jasmine dengan Firman.


Saat itu, Jasmine tengah berada di dapur sendiri. Melihat hal itu, Ria menghampiri Jasmine dan menanyakan tentang reaksi Ijaz saat mendengar kabar tentang pernikahan Jasmine dengan Firman. Saat itu, Jasmine hanya diam dan tidak menyebutkan satu katapun kepada Ria. Hal itu ia lakukan karena ia takut kalau Firman mendengar percakapan mereka berdua.


"Gimana reaksi Ijaz, setelah mendengar kabar pernikahan kamu dengan Firman?" tanya Ria.


"Sudahlah Ria, aku mohon. Aku mohon sama kamu, jangan ragukan hati ku lagi. Aku sudah bahagia dengan Mas Firman," jawab Jasmine dengan ragu setelah ia mendengar ucapan Ria yang bertanya tentang reaksi Ijaz. Setalah itu Jasmine pergi dengan membawa sebuah nampan yang berisi minuman dan meninggalkan Ria di dapurnya.

__ADS_1


"Kini aku tahu Jasmine, kamu memang tidak pernah berubah dan kamu akan selalu mencintai Ijaz!" jawab Ria lalu ia menyusul Jasmine ke ruang tamu untuk menemui Firman.


Sesampainya di ruang tamu, Ria terlihat berpura pura bahagia dengan perjodohan Firman dan Jasmine. Ia merasa Jasmine tidak mencintai Firman dan menjadikan Firman sebagai pelarian saja.


__ADS_2