Sebarkas Harapan Diatas Penantian

Sebarkas Harapan Diatas Penantian
38. Akan berakhir


__ADS_3

Bruuakkk


"Kurang ajar!" Teriak Firman dengan marah setelah ia berada di dalam rumah. Dia memukul meja yang berada di hadapan nya dengan emosi yang tidak terkendali.


"Berani sekali kamu mempermalukan aku Ayan, berani sekali!" Ucap Firman dengan nada semakin tinggi lalu ia meraih vas bunga di dekatnya dan membantingnya hingga pecah berkeping keping.


Ketika vas itu sudah berserakan di lantai, tiba tiba tubuhnya lemas. Air matanya mengalir membasahi pipi.


"Aaaaaaaa!" Teriak Firman dengan tubuh bertekuk lutut. Dia menundukkan kepalanya dengan kesedihan yang menyelimuti hatinya.


"Apakah ini karma?" Ucap Firman dengan nada rendah lalu ia berhenti beberapa saat. "Apakah ini karma untuk ku Tuhan?!" Derai air mata terus mengalir membasahi matanya. Ia benar benar Marasa malu atas apa yang sudah ia lakukan dengan istri dan anaknya.


Di sisi lain, Syakira yang saat itu di tuduh sebagai penyebab Samira celaka. Dia berada di dalam ruangan itu menemani Samira, saat itu air matanya terus menetes membasahi pipi. Dia memegangi tangan Samira dengan sesekali mencium tangan Samira dan meminta maaf atas apa yang sudah ia lakukan.


"Maafkan Tante Samira, Tante sudah menyakiti kamu. Tante mohon, kamu segera bangun," ucap Syakira dengan air mata yang terus berderai.


"Tante mohon, kamu bangun."


Beberapa saat kemudian, Ayan datang ke dalam ruangan itu. Dengan raut muka yang sedih, dia berjalan perlahan mendekati Syakira dan Samira. Dia memegangi salah satu bahu Syakira, menyadari hal itu Syakira pun langsung melihat ke arah laki laki itu. Dia bangun dari duduknya untuk berdiri sejajar dengan Ayan, ketika ia sudah berdiri air mata yang masih mengalir.


"Maafkan saya Mas, kalau Mas ingin melaporkan saya ke kantor polisi. Saya ikhlas menerimanya, saya mengaku ini adalah kesalahan saya. Saya yang membuat Samira seperti ini," ucap Syakira dengan sedih dan pandangan mata yang terus melihat ke arah laki laki itu.


"Kamu tidak perlu menyalahkan diri kamu sendiri. Ini semua bukan kesalahan kamu, Tuhan menakdirkan Samira harus menjalani hal ini." Jawab Ayan dengan memegangi kedua lengan Syakira.


"Terimakasih Mas Ayan sudah baik dengan saya," jawab ku dengan sedih dan ku tundukkan kepala ku.

__ADS_1


Melihat hal itu, Ayan memeluk Syakira di saat bersamaan. Sebuah cahaya yang sangat terang keluar dari belakang tubuh Ayan. Lalu, dengan perlahan ia cahaya itu berubah menjadi seorang wanita yang tidak lain adalah Jasmin.


Ketika menyadari hal itu, Syakira terkejut dan tidak dapat berkata kata. Dia hanya memandang wanita itu dengan sangat heran, karena wajahnya sangat mirip dengan dirinya.


"Dia milikku ... Dan anak itu juga milikku," ucap Jasmin dengan mata yang memandang wajah Syakira yang memiliki wajah yang mirip dengan Jasmin.


Mendengar ucapan itu, Syakira pun langsung mendorong tubuh Ayan dan dia menjauhi Ayan.


Menyadari ada yang aneh, Ayan pun berbalik dan melihat apa yang di belakang tubuhnya. Ketika ia sudah berbalik ia terlihat sangat terkejut. Ia melihat wanita yang paling dia cintai berada di ruangan itu dengan tersenyum di bibirnya.


"Jasmin," panggilan Ayan dengan lirih dan dengan perlahan ia mendekati Jasmin. "Kamu ada di sini? Aku berterimakasih, tapi maafkan aku. Maafkan aku kerana tidak bisa menjaga Samira dengan baik."


Melihat hal itu, dengan tangan yang bersinar Jasmin mengerakkan tangannya mendekati pipi Ayan. Namun, ketika tangannya berada di dekat pipi Ayan, Jasmin tidak bisa menyentuh Ayan. Menyadari hal itu, Jasmin pun menurunkan tangannya dan tersenyum kepada Ayan.


"Mas tidak perlu meminta maaf, Mas adalah ayah terbaik untuk Samira. Dan kamu Syakira ... Terimalah cinta Mas Ayan untuk kamu. Memang, di kehidupan sebelumnya, dia bukan milik ku. Bahkan ... Kehidupan saat ini pun bukan milikku, tapi aku yakin di kehidupan yang akan datang Mas Ayan akan menjadi miliki ku. Syakira, aku mohon sama kamu terima cinta Mas Ayan. Jika tidak demi, Mas Ayan atau Samira, maka kamu lakukan ini demi aku!."


Dia hanya mengangguk kan kepalanya dengan perlahan dan tersenyum kepada Jasmin yang saat itu masih berdiri di hadapan Ayan.


Ketika melihat hal itu, Jasmin tersenyum. Tiba tiba tubuhnya berubah menjadi cahaya dan menghilang dalam satu kedipan mata.


Beberapa saat kemudian, Ayan memeluk erat Syakira dan tanpa ragu Syakira pun membalas pelukan itu dengan erat.


Ketika mereka berdua tengah berpelukan, dengan perlahan Samira mulai sadar. Samira yang benar benar sudah sadar seutuhnya, dengan senyum kecil dia terlihat bahagia dan sangat bersyukur karena mereka bisa bersatu.


*

__ADS_1


*


Di sisi lain, Firman yang berada di dalam rumah hanya diam dengan sebotol bir di tangannya. Dia terlihat sangat mabuk di malam itu, rumahnya sangat berantakan, banyak barang barang yang berserakan di mana mana.


Tak berselang lama, Jasmin kembali muncul. Setelah itu, dia berdiri di depan Firman yang tengah tidak berdaya. Dia menangis ketika melihat keadaan Firman yang sangat tidak terurus.


Beberapa saat kemudian, mata Firman yang saat itu terpejam. Dengan perlahan, dia membuka mata.


Saat matanya sudah terbuka dan menyadari Jasmin berada di hadapan nya, air mata Firman pun menetes dengan tubuh yang sempoyongan ia bangun dari duduknya. Ia menjatuhkan botol minum yang ada di tangannya saat setelah melihat Jasmin.


Setalah itu ia memeluk Jasmin dengan sangat erat dan meminta maaf kepada Jasmin.


"Maafkan aku Jasmin, aku sudah menyakiti kamu aku minta maaf. Aku mohon, tolong kamu jangan pergi dari ku lagi," ucap Firman dengan berurai air mata.


Mendengar ucapan itu, Jasmin meneteskan air mata. Dia membalas pelukan dari Firman.


"Aku memaafkan kamu Mas, dan aku mohon dengan kamu. Tolong, tolong kamu berubah, jangan seperti ini. Aku mencintai sesosok Firman yang baik, dan tulus. Bukan, seorang pemabuk dan tidak bisa mengontrol emosinya. Aku mohon kamu berubah," ucap Jasmin dengan baik.


Tiba tiba, Firman terbangun dari tidurnya. Di menyadari bahwa apa yang di lihatnya beberapa saat yang lalu adalah sebuah mimpi.


Menyadari kalau yang di inginkan oleh Jasmin dirinya tidak seperti ini, dengan langkah yang sempoyongan. Ia berjalan menuju ke kamar mandi dan membasuh mukanya. Saat ia benar benar sudah sadar, dia berdiri di depan cermin dan melihat dirinya sendiri.


Dia seperti terlihat sangat marah dengan Firman yang saat ini, dia merasa, kalau kehilangan semuanya karena Firman yang saat ini bukan Firman yang dulu.


Waktu berlalu begitu cepat, setalah ia membersihkan diri dan rumahnya. Dia pergi menuju ke rumah sakit untuk menjenguk anaknya yang saat itu sudah sadar.

__ADS_1


Saat ia baru membuka pintu, dia melihat Nova berada di luar rumah dengan raut muka yang sangat marah dan kesal. Menyadari hal itu, dengan perlahan Firman meminta Nova untuk pergi karena ia tidak ingin berdebat dengan Nova. Bahkan, ia sampai memutuskan hubungannya dengan Nova karena dia ingin kembali menjadi Firman yang baik dan setiap kepada satu wanita yang tidak lain adalah Jasmin.


__ADS_2