
Beberapa hari berikutnya, terlihat Jasmine dan Ria baru sampai di rumah. Sesampainya di rumah, Jasmine terlihat kebingungan karena melihat Firman dan keluarganya sudah berada di rumahnya.
Melihat hal itu Jasmine terlihat tersenyum kepada keluarga Firman lalu ia masuk ke dalam kamarnya. Beberapa saat kemudian, Jasmine kembali keluar dari kamarnya dan menghampiri keluarga Firman.
"Ada apa ya Tante dan Om kemari?" tanya Jasmine dengan nada tegas dan serius. Karena ia tahu kalau kedatangan orang tua Firman untuk membicarakan perjodohannya dengan Firman. Setelah itu ia duduk di samping Ayahnya sambil memandang orang tua Firman dengan tatapan mata yang tajam.
"Jasmine, kenapa kamu seperti itu? Mereka itu datang ke rumah kita dengan baik baik!" sahut Ayah Jasmine dengan nada masih rendah.
"Pa, Papakan tahu kalau aku tidak mau di jodohkan dengan siapapun," ujar Jasmine dengan nada semakin meninggi.
Melihat hal itu, Firman dan orang tua Firman terlihat sangat terkejut, mereka tidak bisa berkata kata karena melihat tindakan Jasmine kepada Ayahnya.
Merasa Jasmine akan membuat malu keluarga lagi, Ayah Jasmine pun langsung berdiri dan memegangi salah satu tangan Jasmine. Ia kemudian mengajak Jasmine bergegas pergi meninggalkan ruang tamu. Setelah itu terlihat Ria dan Ibu Jasmine berusaha memperbaiki suasana dengan mengajak berbicara keluarga Firman dengan baik baik.
Tak berselang lama, Ayah Jasmine terlihat mengajak Jasmine ke dalam kamarnya. Waktu itu Ayah Jasmine benar benar sangat marah kepada Jasmine karena ia menolak untuk di jodohkan.
"Kenapa sih? Kenapa kamu tidak mau Ayah jodohkan dengan siapa pun? Apa kamu masih menunggu laki laki itu?. Apa kamu masih menunggu Ijaz? Apa kamu tidak pernah berpikir? Kalau Ijaz punya wanita lain di hidupnya dan dia menghianati kamu!. Sadar Jasmine, cinta masa kecil dan cinta masa dewasa itu berbeda. Cinta masa kecil hanya sebuah permainan, sedangkan cinta di usia dewasa adalah arah hidup kamu," ucap Ayah Jasmine dengan tegas lalu ia memegangi kedua lengan Jasmine dengan penuh kasih sayang.
"Jasmine, Ayah melakukan ini demi kamu!. Bukan demi Ayah atau Ibu ataupun Ria, tidak. Tapi demi kamu, maka dari itu Ayah minta sama kamu untuk turuti Ayah kali ini," pinta Ayah Jasmine dengan nada rendah dan baik kepada Jasmine.
Saat itu Jasmine terlihat hanya diam, ia hanya memandangi Ayahnya. Tak berselang lama saat ia tengah memandangi Ayahnya air mata memenuhi mata Jasmine.
"Tapi Ayah kan tahu, kalau aku tidak suka di jodohkan!" ucap Jasmine dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
"Ayah tahu hal itu. Tapi, kamu dengarkan Ayah kali ini. Tidak semua orang yang sudah berjanji di masa kecil akan mengingat janjinya, terkadang mereka bisa lupa. Bahkan mereka bisa pergi tanpa menepati janji itu, walaupun tidak semua orang seperti itu. Kamu boleh menunggu Ijaz menepati janjinya, tapi yang Ayah takutkan. Ketika penantian kamu selama ini hanya di balas penghianat oleh Ijaz, itu yang Ayah takutkan!" jawab Ayah Jasmine dengan nada rendah dan menjelaskan kepada Jasmine agar dia tidak menolak lagi perjodohan itu.
Setelah mengatakan hal itu, Ayah Jasmine terlihat meninggalkan Jasmine yang tengah menangis di kamar.
__ADS_1
Saat Ayah Jasmine sudah berada di ruang tamu tiba tiba Firman berdiri dari duduknya.
"Gimana Om? Apakah Jasmine bisa tenang? Gini saja Om, kalau seandainya Jasmine memang tidak mau di jodohkan dengan saya, saya tidak masalah mungkin Jasmine bukan jodoh saya," ucap Firman dengan nada baik. Mendengar hal itu Ria yang sudah mengetahui kebenaran tentang Ijaz pun langsung membentak Firman untuk menolak ucapan itu.
"Tidak! Itu tidak benar, kamu adalah laki laki yang cocok untuk Jasmine," sahut Ria dan di waktu bersamaan Jasmine keluar dari kamarnya.
Mendengar hal itu Jasmine pun terlihat terkejut karena ia merasa Ria mendukung perjodohan itu.
"Apa maksud kamu Ria?" tanya Jasmine setelah mendengar ucapan Ria. Melihat Jasmine mendengar ucapannya Ria pun langsung menoleh ke arah Jasmine. Ia terlihat hanya diam saat di hampiri oleh Jasmine.
"Apa maksud kamu berbicara seperti itu?" ujar Jasmine saat ia sudah berdiri di dekat Ria.
"Maksud ku, untuk apa kamu menanti, menanti dan menanti jika penantian itu tidak akan membuahkan hasil sebiji pun!" jawab Ria dengan serius di hadapan Jasmine.
Mendengar hal itu tiba tiba terlintas di benak Jasmine kalau Ria sudah mengetahui kalau Jasmine akan di jodohkan dengan Firman.
"Iya tentu Nak, " jawab Ibu Firman lalu Jasmine mengajak Firman dan Ria keluar dari ruang tamu. Saat itu terlihat wajah orang tua Jasmine terlihat menegang hal itu karena Jasmine yang terlihat berusaha menolak perjodohan dengan cara yang lebih halus kepada Firman.
Tak berselang lama Ria, Jasmine dan Firman berada di luar rumah. Jasmine kemudian mendudukkan Ria dan Firman secara berdampingan. Setelah itu Jasmine berdiri di hadapan mereka berdua.
"Sekarang kalian jujur dengan aku, aku tanya sama kamu Ria, apa kamu tahu kalau aku di jodohkan dengan Firman?" tanya Jasmine dengan nada serius kepada Ria.
Saat itu Ria hanya terlihat menunduk, ia terlihat kebingungan untuk menjawabnya karena ia takut kalau Jasmine akan marah dengan dirinya namun, ia melawan semua itu ia kemudian meninggikan kepalanya dan berdiri berhadapan dengan Jasmine karena ia mengingat penghianatan yang di lakukan oleh Ijaz kepada Jasmine.
"Iya, aku tahu. Bahkan, aku yang menjodohkan kamu dengan Firman!" jawab Ria dengan serius.
"Kenapa? Kenapa kamu melakukan hal ini? Kamu tau kehidupan aku," jawab Jasmine dengan nada bicara semakin meninggi dan bercampur sedih.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Jasmine Ria pun langsung memegangi kedua lengan Jasmine dengan sangat erat.
"Suatu saat kamu akan mengerti, apa maksud dari aku, Ibu kamu dan Ayah kamu melakukan ini?. Suatu saat nanti kamu akan paham apa alasan kami menjodohkan kamu dengan Firman," jawab Ria dengan tegas dan serius lalu ia melepaskan tangannya yang memegangi kedua lengan Jasmine. Ria kemudian melanjutkan "sekarang terserah kamu, mau membenci aku atau apa pun itu, aku tidak peduli yang terpenting aku sudah melakukan hal yang terbaik untuk teman ku!."
Mendengar ucapan itu Jasmine pun terlihat terdiam beberapa saat, lalu ia dengan nada lirih ia berkata kepada Ria.
"Ini bukan yang terbaik untuk ku!."
Mendengar jawaban Jasmine Ria terlihat kesal dengan Jasmine, ia kemudian kembali duduk di tempat awal di samping Firman.
"Dan kamu Firman, apa kamu juga sudah tau kalau kita akan di jodohkan oleh orang tua kita?" tanya Jasmine dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf," jawab Firman dengan singkat.
"Jadi kamu juga tahu, sejak kapan? Sejak kapan kamu mengetahui perjodohan kita?" tanya Jasmine dengan mata yang di penuhi air mata di hadapan Firman dan Ria.
"Aku tahu perjodohan kita, sejak pertama aku bertemu kamu di tempat kuliah saat itu."
Mendengar hal itu Jasmine terlihat sangat terkejut, selain Jasmine yang terkejut mendengar ucapan itu. Ria yang juga mengetahui tentang perjodohan itu ikut terkejut karena ia tidak menyangka kalau Firman sudah tau dari awal sedangkan ia tidak memberi tau Ria atau Jasmine.
"Apa?! Kamu sudah tahu dari awal, terus kamu juga tidak memberi tahu aku," ucap Ria dengan terkejut lalu ia bangun dari duduknya.
"Maaf Ria, aku kira kamu juga sudah mengetahui perjodohan ini dari awal," jawab Firman.
"Sudah cukup!" bentak Jasmine kepada Ria dan Firman. Mendengar bentakan itu Ria dan Firman pun langsung serentak terdiam.
"Jasmine, aku mengetahui tentang perjodohan kamu dengan Firman itu disaat makan malam kita bertiga. Kamu tahu, orang yang menelepon aku waktu itu, dia adalah Ayah kamu. Dia yang memberi tahu aku, tapi sebelum itu aku tidak tahu sama sekali tentang perjodohan ini," ucap Ria dengan nada rendah untuk menjelaskan kepada Jasmine.
__ADS_1
Mendengar ucapan itu Jasmine dan Firman pun hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah katapun. Jasmine hanya sedih atas apa yang terjadi dengan hidupnya. Air mata terus mengalir membasahi pipinya di waktu itu.